The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
KEBERANGKATAN ZAINT



Tidak terasa seminggu telah berlalu dan sekarang sudah saatnya untuk Zaint pergi berperang. Sudah banyak orang yang menyaksikan keberangkatannya. Arya pun tidak sabar menunggu kepergiannya, kenapa? Karena dia bisa bebas tanpa ada yang mengawasi. Tapi, tetap saja ada yang selalu mengawasinya. Yap, siapa lagi kalau bukan Farel pastinya. Itupun karena di paksa oleh Zaint, dua hari yang lalu, membuat mereka perang mulut.


Flashback on


"AKU TIDAK MAU!!!" teriak Arya ketika disuruh Zaint untuk di kawal oleh Farel


"kenapa?, kau jangan coba coba membuat masalah yah jika aku tidak ada!" tegur Zaint untuk kesekian kalinya.


"Aku bilang aku tidak mau ayah, aku mau sendiri, gak mau dikawal oleh siapa pun!!!" Arya tetap kekeh dengan keinginannya lagi


"kau tetap harus di kawal oleh Kesatria mu, titik!!" perintahnya tampa ada penolakan. Tapi bukan Arya jika dia patuh pada perintah Zaint.


"Tapi pakai koma, aku hanya ingin sendiri ayah gak mau ada orang yang selalu ada di sampingku!!" ujarnya tak mau menyerah pada Zaint. Sungguh Zaint benar² membuat Arya gondok rasanya. Pengen tak cekik aja tuh leher biar mampus


Mereka berdebat sampai sore hari. Adu cekcok mereka berakhir ketika mereka sepakat untuk membuat perjanjian. Isi perjanjiannya adalah: 'jika Zaint sudah pergi ke barak yang ada di perbatasan. Arya akan dijaga oleh kesatria yang diberikan oleh Zaint sampai dia pulang dua tahun lagi. Tapi harus berjarak dan tidak terlalu dekat. Jika Arya mencoba mendekatinya dia harus selalu siap untuk menjawab semua hal yang akan Arya tanyakan pada nya. Kemana pun dia pergi Sir Farel akan mengikutinya, dan tidak boleh meninggalkannya sedetik pun.kecuali jika Arya berada di kamar, jika dia belum diizinkan masuk makan dia tidak boleh masuk.' dan itu adalah isi perjanjian Arya dengan Zaint di atas surat perjanjian ini.


Dan akhirnya adu cekcok mereka pun berakhir dengan Arya mencium pipinya dan berlari keluar dengan langkah yang terbilang imut dimata orang dan terlihat menjengkelkan dimata Arya sendiri. Karena terlalu lambat dan sangat lemot.


Flashback off


Sebelum kepergian Zaint, Arya selaku anak mendatanginya yang saat ini sedang berada diantara banyaknya prajurit yang akan ikut serta.


"Ayah!" panggilnya saat berada dihadapan Zaint dan mulai memeluk kakinya. Sebenarnya... di dalam hati kecil Arya, dia merasa tidak rela melepaskan kepergiannya membuatku ingin menangis tapi...


gengsi


'Aish aku sudah terlalu nyaman sama ayah gimana ini?!' batin Arya terus berkecamuk memikirkan tentang perasaannya sendiri


Zaint yang melihat putrinya memeluk kakinya hanya melirik dan berjongkok. Ketika Arya melihat wajahnya yang tampan sedang menatapnya dengan tatapan lembut dan senyum yang tepatri indah diwajahnya, tampa sadar Arya mulai menangis dan memeluk lehernya dengan erat. Zaint juga membalas pelukannya dan mencium kening Arya lama. Sebenarnya dia pun sama seperti Arya, tak rela untuk meninggalkannya yang masih berusia tiga tahun di istana sendirian tapi mau bagai mana lagi dia pun tak bisa mengabaikan tugasnya sebagai kaisar untuk mempertahankan wilayahnya dari para musuh yang menyerang.


Para prajurit dan kesatria yang melihat Arya dan Zaintaint yang sedang berpelukan pun tanpa sadar mereka jadi tersentuh dan menitipkan air mata. Yah, mereka tau betapa beratnya meninggalkan seseorang yang teramat kita sayang apa lagi orang tersebut adalah anak yang telah kita besar kan dengan tangan kita sendiri... sungguh berat rasanya.


Setelah berpelukan Arya pun mulai memberikan kenangan berupa sebuah liontin yang terbuat dari tiga element miliknya yang dia satukan dan dia jadikan liontin yang sangat cantik sebagai doa berkat agar Zaint selalu dilindungi oleh tuhan, dan pulang dengan keadaan selamat.


"Ini untuk ayah...! Pulanglah dengan selamat... dan bawalah sebuah kemenangan untuk kita semua...!" ujarnya sambil tersenyum manis sembari memberi doa dan semangat untuk ayahnya yang satu ini. Walau pun dia menyebalkan tapi tetap saja Arya menyayanginya, mau bagai manapun dia yang telah membesarkannya selain Tera dan Lina.


"Tentu!" ujarnya sambil membalas senyum Arya itu dan mereka kembali berpelukan dan Arya memberi satu kecupan di pipi kanannya, kata orang jika ada yang memberikan ciuman di pipi atau kening orang yang kita sayang itu artinya kita telah memberikan sebuah ciuman berkat pada orang yang kita sayang, agar dia tidak kenapa-napa jika terjadi sesuatu padanya.


Setelah puas melepas kepergian ayahnya, Arya pun bersama dengan kedua sahabat baru nya (Evan dan Riden)


Dan Farel pun kembali kembali kearah taman dan duduk sambil minum teh. Dan mulai besok Arya akan mulai belajar tentang tata Krama dari guru privat yang ditugaskan oleh Zaint untuk mengajarinya. Jadwalnya ialah dari pagi sampai siang hari. Dan itu pasti sangat membosankan.


"Hah..." Arya hanya menghela nafas mengingat tentang jadwal belajarnya yang terbilang sulit.


"Aku hanya merasa kesal kepada ayah!" keluh nya pada mereka.


"Apakah sebelum pergi baginda memberikan suatu hal yang sangat berat. Sampai kau merasa kesal padanya?" ujarnya lagi


"Iya! Ayah menyuruhku untuk belajar tata Krama seperti putri bangsawan lainnya. Tapi setahuku putri bangsawan semuanya tidak pernah belajar hal ini dari usia tiga tahun deh. Bukannya mereka akan belajar saat mereka berusia enam tahun yah?" tanya Arya lagi dengan sedikit emosi.


"Iya memang, apakah kau sudah mengatakan itu pada baginda?" tanyanya lagi.


"Sudah tapi ayah gila ku bilang 'kau adalah anak jenius, kau pasti bisa melakukannya dengan waktu yang singkat' argh.....!!! MENYEBALKAN!!!" ujar Arya sambil menirukan gaya bicara Zaint itu dan diakhiri dengan teriakannya yang sangat kencang, membuat gunung yang tinggi pun runtuh seketika.


Mereka yang mendengar Arya berbicara awalnya hanya terkejut saat dia memanggil Zaint dengan sebutan 'ayah gila' dan kembali terkejut saat mendengar teriakannya yang terbilang nyaring.


Bagi mereka hanya Arya yang berani memanggil Zaint dengan sebutan 'ayah gila' membuat mereka merinding seketika.


Sedangkan ditempat lain


"Hachuh" tiba tiba saja Zaint bersin membuat yang lainya kaget. Apakah baginda sakit...? Tapi bagaimana itu bisa terjadi... sedangkan keluarga kekaisaran Roseland itu kebal akan penyakit... Pikir mereka semua merasa heran.


Sedangkan orang yang bersin, Hanya diam sambil mengumpati siapapun yang tengah menyinggung namanya dibelakangnya.


Ditempat Arya, kini dia sedang bermain bola dengan Evan yang selalu kalah dengan kelincahannya. Farel yang sedari tadi mengawasinya hanya bisa tertegun ketika melihat kecepatannya ketika Arya menggiring bola ke sisi lawan. Baru kali ini dia melihat kecepatan serta kelincahan bocah berusia tiga tahun dalam menggiring bola tersebut. Mungkin jika Arya ikut peperangan mungkin dia sudah dinyatakan menang deh, pikir Farel merasa di kalah kan oleh bocah


Karena merasa lelah kami pun pergi ke kediaman masing masing yah Arya ke kamar sedangkan yang lain ya kembali ke keluarga mereka masing masing.


Di kamar Arya hanya diam rebahan di atas kasurnya yang empuk itu. Dia rebahan sambil memikirkan jadwalnya besok, karena terlalu lelah dia pun tertidur.


Keesokan harinya Arya sudah siap dengan baju bar warna hijau muda dengan hiasan permata di pita nya. disampingnya, sudah ada Farel yang menemaninya. Sampai disebuah ruangan khusus Arya belajar, dia sudah melihat ada seorang wanita paruh baya yang sudah menunggunya.


"Selamat pagi putri!" ucapnya sembari memberi salam ala bangsawan.


Karena merasa sedikit terhibur akhirnya Arya membalas salamnya juga. Karena derajatnya yang lebih tinggi, jadi dia hanya membungkuk sedikit dengan kaki sedikit disilang dan ditekuk "Selamat pagi juga bu farah, how are you" ujarnya sambil menyelipkan bahasa inggris didalamnya.


Bu farah yang melihat dan mendengar itu sangat terkejut dan kagum melihat kesopanan dan kejeniusan Arya dalam berbahasa. "Wah putri anda sangat hebat, belum juga belajar sudah bisa melakukan salam dengan sempurna, apalagi sepertinya anda juga pintar dalam bahasa Inggris. Apakah anda bisa berbahasa lain?" ucapnya kagum dam diakhiri dengan pertanyaan.


"Sì, naturalmente" ujar Arya dalam bahasa Italia yang artinya 'ya, tentu' Bu Farah kembali terkagum kagum dengan Arya.


Dibelakang Gadis kecil itu ada Farel, dia juga sama terkejut nya dengan Bu Farah melihat keahlian Gadis yang dia jaga dalam berbahasa.'wah, putri ternyata sangat pandai berbahasa dan pemberian salamnya pun benar, apakah baginda sudah tahu tentang keahlian putri yah?' gumamnya dalam hati. 'Sepertinya aku harus mengirim surat pada baginda!' lanjutnya lagi didalam hati.


Sedangkan kita pindah ke batinannya bu Sarah Oke. 'Wah putri anda sudah cantik, hebat dan sangat berbakat pula. Jika anda sudah dewasa mungkin seluruh dunia akan terjadi peperangan hanya untuk mendapatkan anda yang seorang jenius. Diusia tiga tahun saja anda sangat hebat bagai mana nantinya yah, aku tidak bisa membayangkan ya!' ujar nya dalam hati sambil sedikit merinding.


Pelajaran pun kembali di mulai dan karena keterampilan Arya yang sangat luar biasa. Dia akhirnya menyelesaikan tugas dengan sangat baik. Setelah selesai dia pun bergegas turun dari sofa lalu memberi salam dan pergi keluar.