The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
HANSELL LEONE THEODORE



Arya yang mendengar keributan di kamar nya merasa terganggu dan mengerang karena marah. Dia memandang dua makhluk bumi yang sedang beradu argumen di kamarnya.


"BISAKAH KALIAN DIAM DAN KELUAR SEKARANG?!!! AKU INGIN TIDUR TAHU TIDAK?!!!" Teriakan Arya membuat seorang manusia dan seekor Naga itu tersentak dan memandangi Arya yang tengah duduk dengan mata yang merem melek.


"Maaf tapi aku tidak tahu!" ujar Dark sambil menahan senyum melihat tingkah Arya yang menurutnya lucu.


"Alah bacot, diam!!!" udah, kata kata sakral nya keluar sudah.


"Ba-bacot itu apa?"


"Bacot itu siput yang jalannya lambat terus punya racun yang bisa bunuh seekor monster"


Nah kan jawabannya absurd kan!


"?!!"


"UDAH SANA PERGI!! AKU NGANTUK!!!" usir nya pada dua makhluk itu.





Keesokan harinya.


Langit terlihat mulai menampakkan cahaya terang dari mentari yang menunjukan pada dunia, betapa indahnya dunia ini pada manusia yang menghuninya.


Di Kasur kini sudah ada seorang gadis kecil yang mulai menyingkap selimut miliknya dan berjalan gontai kearah kamar mandi. Dia mencuci wajahnya dan bercermin. Dia terus saja bergumam tentang masalah tadi malam. Dia adalah Arya gadis kecil yang diganggu tidurnya oleh dua makhluk astral tadi malam.


Dia keluar dari kamar mandi dan mulai didandani oleh Lina dan Tera. Setelah itu dia mulai berjalan kearah ruang makan ditemani oleh Farel yang selalu siap sedia menemani nya kemana pun dia pergi.


"Ayah~ aku mau keluar istana lagi!"


Pamit arya pada Zaint setelah menyelesaikan sarapannya.


"Untuk apa?"


"Mau jalan jalan"


"Harus kah aku membuat kan lapangan untukmu Dan membawamu jalan jalan" dan dibalas tatapan datar dari Arya.


'Kek ada yang aneh yah 'lapangan', 'jalan-jalan' kok berasa kayak ngajak hewan peliharaan jalan-jalan pagi yah?' batin arya merasa bingung.


"Tidak mau aku akan pergi sekarang, bye!" Arya melambaikan tangannya dan keluar untuk berjalan jalan di ibukota.


'Hmm apakah sebaiknya aku mengajak Evan dan Riden yah' arya berfikir sambil memegangi dagunya.


"Farel bisakah aku minta tolong?"


"Tentu putri"


"Temani aku pergi ke kediaman Rimson!!"


"Baik"


Butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai di kediaman Duke Rimson menggunakan kereta kuda.


Sesampainya di sana Arya dan Farel didepan gerbang. Pintu gerbang dibuka dan menampilkan sesosok Duke Rimson, Eiji Rimson dan istrinya duchess Martia Rimson.disusul oleh kedua anaknya yaitu Delvan Arano Rimson dan yang satu nya lagi adalah adik Evan, Emilly Aisil Rimson.


Emilly seumuran dengan Arya. Dia adalah seorang penyihir pemula. Sifatnya sama bar-barnya dengan kakaknya


"Selamat datang dikediaman Rimson tuan putri" ujar Eiji selaku kepala keluarga.


"Terima kasih karena menyambut saya. Maaf sebelumnya karena kedatangan tiba-tiba saya kesini. Membuat waktu kalian terbuang". Ujar arya sambil tersenyum ramah.


"Tidak apa putri!"


"Mari masuk Putri" ujar Martia ibu Evan mempersilahkan.


Martia adalah seorang penyihir dengan element angin yang kuat. Dia sangat tegas dengan anak-anaknya. Memberi hukuman sesuai dengan kesalahan yang dibuat oleh anak-anaknya dan juga para pelayan yang ada.


Sesampainya diruang tamu. Arya duduk dan mulai mengatakan maksudnya datang ke sana.


"Em... Bisakah Saya meminjam Mereka berdua untuk menemani saya berjalan-jalan karena saya tidak memiliki teman mengobrol bersama" ucap Arya menunjuk kerah Evan dan Emilly.


'Bolehlah~ bolehlah~' batin Arya


"Tentu saja, putri"


"Terimakasih paman Duke. Em...boleh kan saya memanggil anda paman?" melihat Arya yang sedikit malu Duke Rimson hanya tersenyum dan mengangguk dan tersenyum.begitu pula dengan yang lain.


Dan pada akhirnya mereka berangkat menuju tempat Riden dan setelah itu memutuskan berjalan jalan di pasar.


Ternyata sangat mudah berkomunikasi dengan Emilly dia orangnya sangat ceria dan nyambung jika berbicara dengannya.





Di kekaisaran Theodore


Ayo kita lihat pangeran salju kita, ekhem ralat pangeran tampan maksudnya


Di kekaisaran Theodore hanya memiliki dua pangeran tapi sayangnya kekaisaran ini juga memiliki masalah yaitu 'kutukan keturunan' di semua kekaisaran pasti akan ada kutukan yang menimpa keturunannya. Misalkan di sini putra mahkota yang mengidap penyakit parah yang tidak bisa disembuhkan. Itu sudah termasuk sebuah masalah yang serius.


Lalu apa yang dimaksud oleh Hansell dengan 'ditindas'? Sebenarnya bukan masalah ditindas atau apa, tapi yang menindas dia adalah kutukannya. Dia bisa tiba-tiba berubah menjadi seekor serigala putih kapan saja. Membuat dia jarang bertemu dengan orang-orang.


Di kamar putra mahkota.


Uhuk.....


Uhuk.....


"Ada apa Hans? Kenapa kau datang kemari?" tanya Fansder, kakak dari Hansell. Dia terus memperhatikan wajah dingin adiknya itu. Iya, Hansell itu sebenarnya kutub es, dingiiin banget


"Kakak apakah aku boleh menyukai sesuatu?"


"Apa maksudmu? Apakah kau menyukai seseorang?"


"Tidak aku hanya bertanya?"


"Seperti apa ciri-cirinya? Uhuk..!!" tanya Fans sambil terbatuk.


"Dia hanya orang biasa, tidak ada yang istimewa hanya saja.... Dia cukup 'baik' itu saja" ujar Hans mengalihkan pandangannya


'Baik atau cantik, adikku? hatimu sungguh sangat mudah ditebak adik!" batin Fans tersenyum lembut.


"Dimana kau bertemu dengannya hm?" Hans terus mempertahan kan wajahnya yang tersenyum itu.


"Jantung Hutan Monster dekat dengan perbatasan Kekaisaran Roseland. Kemungkinan dia berasal dari kekaisaran seberang!"


"Bagaimana ciri ciri tubuhnya? Apakah ada yang unik?"


"Dia berusia 5 tahun dan tingginya sekitar anak perempuan berusia 8 tahun. Matanya berwarna Emerald"


'dan juga memiliki rambut berwarna merah menawan bak sebatang bunga mawar yang baru saja mekar di taman luas.' sebagian kata di ucapkan dan sebagian ya lagi dibatinkan.


"Sepertinya dia adalah rakyat yang sedang tersesat?" tanya Fans lagi.


"Apakah kau bodoh karena sakit! dia bahkan tanpa bertanya sudah tau jalan keluarnya. Apakah itu bisa disebut sebagai tersesat?"


"..." adik mulutmu lebih beracun dari pada ular!


Haha skakmat. Fans sudah tidak bisa berkata kata lagi dan memilih untuk diam.


Di pintu ada seseorang yang menguping. Dia terus mendengarkan apa yang dibicarakan oleh dua saudara tersebut. Dia adalah kaisar Theodore. Kaisar Theodore tersenyum dan pergi ke ruangan nya.


"Vild!" panggilnya pada orang kepercayaannya.


"Ya, yang mulia" jawab Vild.


"Carilah seorang gadis berusia lima tahun dengan mata Emerald di kekaisaran Roseland!" perintahnya dan segera diangguki oleh Vild.


"Baginda bukankah keturunan Roseland juga memiliki mata berwarna Emerald?" tanya Vild sebelum keluar.


"Aku akan mencari tahunya nanti" ujar sang kaisar.


"Baik baginda" dan berlalu pergi


Ctlak..


Pintu tertutup dan kini hanya tersisa satu orang saja, yaitu kaisar.


"Keluarga kaisar Roseland? Apakah anak dari B*j*n*a* Zaint itu? Tak ku sangka anak itu bisa bertahan sampai umur 5 tahun aku kira anak itu sudah mati? Dengan banyaknya pembunuh yang mengincar nyawa nya dan juga putrinya aku tidak pernah berfikir sampai ke sana, lho?!" Monolog nya pada dirinya sendiri dan tersenyum.


"Hm..... Apakah bocah itu menyukai anak si******** itu yah? Menari sekali, sungguh menarik!" lalu tersenyum Menyeringai.


Kembali Arya.


Saat ini mereka sedang berada di kios. Sebenarnya Arya ingin membeli buah mangga mentah tapi dia tidak mendapatkannya. Tuh buah mangga rencananya mau digunain buat jahilin para antek-anteknya, tapi apa mau dikata buahnya udah ga ada ya udah.


'Kecewa berat ini namanya' batin arya berteriak. 'Masa gak ada sebiji pun, ini zaman macam apa sih, bikin kezel aja' arya berjalan sambil menghentak hentakan kakinya.


"Pftt" tiba tiba terdengar suara tawa dari arah sampingnya. Reflek Arya menengok dan melihat seorang anak laki laki yang memiliki rambut Coklat dan mata emas menyala yang kira kira delapan atau sembilan tahun itu tertawa cekikikan.


"Heh, kenapa kamu tertawa seperti itu" Arya ingin sekali menampar mulutnya yang tertawa itu tapi tenang dulu arya masih harus tenang ada banyak orang disini.


"Ti-tidak, hanya saja kau terlihat sangat imut lady"


Buum.... Untuk pertama kalinya di panggil sebagai lady membuat dia jadi seperti digelitiki ribuan tentakel gurame, eh gurita maksudnya.geli-geli gimana gitu.


"Si-siapa kau? a-apakah kau orang 'miring'?" pftt parah.


'Mi-miring sudah jelas itu adalah kata sindiran. Maksudnya itu aku orang tidak waras kan? Gadis ini benar benar bermulut ular ternyata!' batin anak laki laki itu pengen ngangkat sepatu.


"Aku orang biasa. Aku tidak menyangka jika gadis sepertimu ini memiliki kata kata berbisa ya?" ujarnya sambil tersenyum.


"Benarkah, padahal aku asal ngomong saja tadi itu!?" gumam arya tapi masih bisa di dengar mereka berempat.


'Jadi dia tadi cuma asal ngomong gitu?! Tapi kok nusuk ya?' batin keempat anak itu tercengang.


"Hah sudah lah ayo aku mau beli buah lemon saja!" ujar arya pergi dari sana.


"Eh... Apakah kau cemburu Ar?" tanya Evan.


"Cemburu untuk apa?" tanya Arya tidak mengerti.


"Lemon sama artinya dengan cemburu" timpal Emilly yang sekarang dipanggil lili.


"Aku bicara buah, paham?!" kesal arya. Ada ada ajah mereka ini.


Dan akhirnya mereka pulang ke rumah masing masing ditempat arya. Kini dia berada diruang kerja Zaint lagi.


"Arya, apakah kau tahu tentang gunung swely?" tanya Zaint dan Arya mengangguk.


"Apakah kau pernah pergi ke sana dan tidak mengambil sesuatu kan?"


"Deg"


"Hm? Apa itu?"


"Ih...ayah itu tuh suara jantung berdetak kalau kaget dan sekarang aku lagi kag- hump" arya cepat cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Jadi benar? Benda apa yang kau ambil?"


"Hanya seekor naga jantan"


"Oh, benarkah, apakah itu adalah DARK yang tadi malam?"


"Deg"


"Hm?"


"Kaget ayah, gimana sih? Iya itu dark! Ayah biarkan Dark tinggal disini dan menjadi penjaga ku yah?" Arya memohon kepada Zaint dan balasannya hanya hm singkat saja.


"Yang mulia anda harus menghadiri rapat sebentar lagi" Tiba-tiba ada pengawal yang memberitahu Zaint untuk Rapat.


"hm... Baiklah! Kamu kembalilah!" ujar Zaint menyuruh Arya kembali ke kamar nya.


"Hm..ok!" ujar Arya kembali ke kamar nya.