
⚠TIDAK TANGGUNG JIKA ALURNYA ANEH!!
Dua hari setelah kunjungan ke Istana Malam... Dan selama itu pula Arya tak ada henti-hentinya berkunjung untuk menemui Zaint
Arya kembali ketempat dimana dia baru saja sampai, matanya menatap tepat pada pohon yang berdiri kokoh di tengah-tengah taman luas.
Hooaam~!
Tak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh gadis itu kecuali bagaimana cara agar bisa mendekati Zaint yang sensian itu.
Hijau, mata hijau zamrud nya memantulkan daun-daun pohon yang perlahan berjatuhan. Itu adalah ilusi yang paling nyata dan menakjubkan yang pernah dia temui...
Arya menendang daun-daun kering yang terlihat cukup tebal hingga menutupi sepatunya. Sepertinya... Itu cukup menyenangkan
Arya memutar kepalanya ke segala arah, tidak ada yang melihatnya dari manapun, gadis cantik itu mengangkat daun-daun kering ditangannya dan melemparkan nya keatas.
Oh, lihatlah! itu terlihat menyenangkan. Sifat anak-anak nya menguasai nya lagi~
Beberapa anak-anak yang penasaran dengan suara tawa renyah di sekitar tempat Arya, langsung menelusuri tempat itu.
Saat mereka tiba, Arya sudah dalam keadaan ngos-ngosan di atas daun-daun kering, tidak lupa dengan suara tawanya yang masih terdengar diselingi nafas ringannya.
Anak-anak itu terdiam melihat Arya, mereka tidak ada yang mendekat saat melihat seseorang yang baru saja datang dan mendekati Arya.
"Kamu seperti anak-anak!" ucap Zaint menatap Arya dengan mata kesal.
Arya tersenyum. Dia mengeluarkan sulur mawar nya dan menarik Zaint secara tiba-tiba.
"Haha! Tidak apa, aku hanya ingin menikmati waktuku ditempat ini, karena aku akan segera pulang" ucap Arya dengan mata melengkung seperti bulan sabit tengkurap.
"Kemana?" tanya Zaint mencoba melepaskan sulur itu dari tangan nya.
"Ketempat ku, saat ini aku sedang tidur, jadi jika aku kembali aku akan bangun" sepertinya Arya merasa seperti tidak jelas.
Ditempat ini jelas adalah rumahnya juga, tapi dia rasanya saaaangat asing. Tentu saja, mungkin karena orang yang bisanya dia lihat ditempat ini bukanlah orang yang 'itu'.
"Pangeran, aku akan katakan sekali lagi, kau akan menjadi Kaisar, kau akan menikah, dan kau akan memiliki anak, walau... Aku tidak tahu apa motif mu menikahi istrimu nanti. Tapi, cobalah untuk menyayangi anakmu" ucap Arya melirik anak laki-laki di samping nya. Arya tidak tahu bahwa dia memiliki lusinan ibu selir, karena istana harem terletak sangat-sangat-sangat jauh dari istana utama
"Sebenarnya kamu tahu hal seperti itu dari mana?" tanya Zaint menatap Arya dalam. Dia merasa jika kata-kata yang diucapkan oleh Arya seperti khayalan aneh yang tak berdasar.
"Hah, dengarkan baik-baik ya!namaku Aryalania Frosen Alexander Roseland, usia ku 8-9 tahun, aku lahir dari pasangan Kaisar dan Permaisuri, putri tunggal Kaisar, aku memiliki ayah, namanya Zaint Alexander Roseland dan ibu bernama Arsella Vintaics. Ibuku meninggal saat aku baru lahir. Ayahku ingin membunuhku saat itu tapi tidak jadi"
Nama 'Frosen' diberikan Zaint sebagai tanda penghormatan terakhir untuk Arsella. Karena setelah seorang wanita menikah dan masuk kedalam keluarga suaminya, nama tengahnya akan dibuang, itu juga menandakan wanita yang tidak memiliki nama tengah sebagai wanita yang sudah menikah.
"Huh! Sumpah ayahku itu seperti b*j*ng*n! Disaat ayah orang lain menyayangi anaknya dia malah mau membunuh anaknya, kan gil*!!" lihat, Arya mengutuk ayahnya sendiri dihadapan yang punya nama.
Pupil mata Zaint perlahan menyusut saat mendengar nama ayah dari gadis di samping nya itu. Itu namanya kan? Ke-kenapa bisa??
Arya menarik bibirnya keatas, dia tersenyum lucu. Ah, ternyata saat ayah nya masih muda itu saat lucu, ya? Sampai sekarang dia masih terpana dengan wajah ayahnya, benar-benar jauh dari kata 'jahat'
"Sudah ya, aku ingin menemui Aryan dulu, tadi dia mengajakku melakukan dress up couple twins" kata Arya melambaikan tangannya; pergi langsung.
Zaint masih belum bisa pulih dari rasa tercengang nya. Bahkan saat bersama ibunya, dia masih melamun. Jujur saja, dia tak percaya jika orang yang tiga hari terakhir ini datang adalah anaknya dimasa depan.
Tapi tunggu! Jika Arya adalah anak tunggal nya lalu Aryan itu siapa?
Disisi lain, Aryan menatap beberapa pasang pakaian bergantung dihadapan nya. Semuanya dibawa oleh pelayan, itu adalah pakaian yang dipesan nenek buyutnya sebagai kenang-kenangan, walau itu tidak bisa dibawa kembali, sih!
Anak laki-laki itu mengedipkan matanya perlahan. Ada jejak kantuk dimatanya, aneh, setelah dia datang kedalam dunia ilusi ini, rasa kantuk nya meningkat drastis.
Dia mendapat kabar dari kakek Damien kalau akan ada beberapa tamu yang biasanya dia lihat di dunia nyata, namun dalam versi mudanya.
Saat dia tahu, dia baru menyadarinya, dunia ini adalah dunia ilusi, dimana setiap orang itu tidaklah nyata, mau nge-spoiler sebesar apapun, tetap saja tidak akan merubah masa depan.
Arya datang menghampiri Aryan dan mereka mulai mencoba pakaian satu persatu.
HANYA MENCOBA BEBERAPA PAKAIAN DAN MEREKA MENGHABISKAN WAKTU SAMPAI 3 JAM LEBIH!!!
Kakek Damien yang sedari awal ingin melihat cucu-cucunya melakukan dress up langsung merasa tidak bersemangat setelah beberapa jam berlalu, apa yang terjadi?
Dia menjadi sasaran pertanyaaan kedua anak itu!! Betapa menyesal nya dia.
"Kakek, bola-bola salju yang menggantung di bajunya sangat bagus, apakah aku harus mengganti nya?"
"Kakek sepatunya lebih bagus yang mana?
Kekekekekek blablablabla... 75k kalimat terlewatkan selama 3 jam ke depan.
Kakek Damien keluar dengan perasaan lemas, citra agungnya tiba-tiba menghilang gara-gara dua cicitnya...
Dia pergi keluar saat beberapa orang yang sangat penting datang dengan rombongan besar.
Matanya tertuju pada seseorang yang terlihat paling mencolok. Apakah itu Rechan? Sungguh bersinar sekali~ berbeda dengan anak-anak nya.
Dan dua keluarga yang paling suram yang dia tahu. Keluarga Zonka sebagai keluarga pemilik pusat menara sihir (keluarganya Riden) dan keluarga Kekaisaran Zovariz.
Keluarga Kekaisaran Roseland perlahan datang untuk menyambut banyak keluarga yang di undang oleh Kakek Damien.
Mulai dari 4 keluarga Kekaisaran Internal sampai beberapa keluarga yang memiliki hubungan dengan Arya.
Mereka semua hanya datang tanpa tahu tujuan mereka diundang. Kakek damien melirik Kelion yang duduk bersebelahan dengan Kaisar Ruffela. Wajahnya terlihat seperti seorang pria yang acuh tak acuh.
Sebenarnya siapa sih yang diundang??
Kakek Damien hanya mengundang Kaisar masa depan dan Kaisar yang sekarang masih memerintah. Begitu pula dengan para bangsawan.
Kakek Damien meminta perhatian semua orang saat dia menepuk tangannya dan memberi sambutan.
"Nah semuanya biar saya memperkenalkan dua cicit yang saya sayangi~!!" kata Kakek Damien dengan senyumnya yang sangat misterius.
Tak ada perubahan dan semuanya masih sama saja sampai dua orang anak laki-laki dan perempuan melompat dari arah depan dan mendarat dengan sangat mulus.
"Kakek!!! Katakan nama toko yang membuat pakaian ini!!!" Arya mendesak kakeknya. Dia memegangi kedua lengan kakeknya, kedua mata hijau zamrud nya bersinar seperti ditaburi bintang.
Aryan baru keluar saat semua orang terfokus kearah Arya.
Saat Aryan keluar beberapa orang menatapnya dengan mata yang beraneka ragam. Remaja cantik itu melangkah mendekati Arya yang masih mendesak kakek Damien.
Anak itu menarik Arya agar berhenti memaksa kakeknya yang terlihat tak berdaya.
"Sudah cukup Ar, nanti kakek Damien mokad!" ucap Aryan pelan namun bisa didengar semua orang. Nada suaranya halus namun sangat berduri.
Cucu kurang ajar!
Kakek Damien memutar tubuh Arya menghadap semuanya namun tubuhnya sangat keras kepala.
"Memangnya kenapa kamu ingin tahu?" tanya Kakek Damien menyerah.
Arya sedikit menjauh dari kakek Damien dan menarik Aryan bersamanya. Remaja laki-laki yang ditarik paksa itu melangkah malas.
"Lihat-lihat-lihat!!" Arya memutar tubuhnya dan tubuh Aryan. "Bukankah bordirannya sangat halus? Kainnya juga memiliki kualitas sangat bagus! Piama yang bagus kan??" Arya pamer pakaiannya.
"Lalu? Bukannya kalian sudah mencoba lusinan baju selama 3 jam lebih? Apa masih kurang!!"
Arya memiliki ekspresi datar, dia menatap kakek Damien penuh kekesalan.
"Sudah saya duga, anda lebih tidak peka dari ayah!" kata Arya dengan mata yang tak bisa diartikan. Padahal dia sudah memberi kode 'kami suka bajunya, tolong beritahu nama perancang dan tokonya' masa begitu saja tidak mengerti??!
Kakek Damien mengerutkan alisnya dan menatap Aryan yang terlihat akan jatuh kalau didorong angin.
"Aryan angkat satu tangan mu kalau kamu tertekan!" ucap Kakek Damien mengabaikan Arya yang mulai menggertak kan giginya. Gak ada anggun-anggunnya.
Aryan reflek mengangkat kedua tangannya yang bisa diartikan kalau dia sangat tertekan.
"Aryan~~!!" Arya memasang wajah yang teramat kesal.
Aryan tidak bisa melakukan apapun, dia memeluk Arya dan mengatakan jika dia hanya bercanda.
"Ucul kali lah dua anak itu!" sindir Kakek Damien yang seperti menyatu dengan latar belakang.