
Zaint yang tiba-tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa
"Aku tidak pernah mendengar jika Permaisuri Arsella melahirkan, tuh? Aku hanya mendengar jika dia meninggal tanpa terdengar berita kelahiran seorang bayi pun"
"Aku menyembunyikan nya!" Jawab Zaint dengan santai.
"Apakah anakmu lahir sebelum waktunya?" Tanya Sion menaikan satu alisnya.
"Sepertinya... Begitu? Aku tidak yakin." Jawab Zaint ragu. Dia pun tidak tahu tentang itu. Karena saat dia mendengar jika Sella melahirkan dia langsung kembali dengan marah. Dia tidak mendengarkan apapun. Bahkan para pelayan tidak ada yang memberi tahunya, ataupun menyinggung tentang kelahiran anaknya itu. Semuanya diam tak bersuara.
"hah...! ayah macam apa kamu? kamu bahkan tidak tahu tentang kelahiran anakmu? anakmu memiliki Fisik yang kuat tapi daya tahan tubuhnya yang lemah itu saja? makanya aku bertanya! coba kamu pikirkan baik baik" ujar Sion kembali menyesap tehnya. sedangkan Zaint merenung.
Sepertinya aku melupakan tentang kelahiran putriku itu?
Semakin dia memikirkan anaknya, dia semakin marah.
Bagaimana hal sebesar ini bisa disembunyikan dari dirinya?!
Pantas saja saat disiram air ketika masih kecil dia langsung terserang demam!?
Sialan?!
"Kau memeriksa keadaannya? Apakah dia memiliki komplikasi pada tubuhnya?" Tanya Zaint yang menahan untuk tidak menghancurkan tempat itu. Dia mengepalkan tinjunya karena marah.
"Yah, hanya daya tahan tubuhnya saja yang sedikit lemah, yang lainnya tidak ada masalah" Ujar Sion memikirkan kemungkinan yang mungkin akan terjadi dikemudian hari.
"Bagaimana bisa anakku mendarat dirumahmu?" Tanya Zaint yang akhirnya kembali ke topik utama.
"Ah, iya! Sebelum kemarin dia ditemukan pingsan oleh Putriku"
Pingsan?
Dimana?
Kenapa?
"Mungkin karena dia kelelahan dan juga.... Kekurangan darah" Sion memberitahukan pada Zaint tentang kondisi tubuh Arya. "Hei s1nt1n9, bagaimana bisa kamu menyerahkan anakmu pada neraka terkutuk seperti kelas penerus itu, hah?! Bagaimana jika anakmu itu terluka atau mati?!" Lanjutnya lagi dengan nada sedikit meninggi. Padahal Kaisar loh didepannya itu!?
"Tapi dia berhasil menghancurkan kelas itu bukan? Bukankah dia cukup kuat?" Ujar Zaint melirik kearah jendela.
Dasar s1nt1n9?!!
"Hah! Terserah kau sajalah!" Akhirnya Sion pun menyerah dengan orang didepannya itu. Dia tidak mungkin bisa menang argumen melawan orang ini. Jadi menyerah sajalah.
•
•
•
Diluar mansion...
Setelah melarikan diri dari pandangan ayahnya, Arya bersama Kesha pergi kearah hutan berlari tanpa melihat kebelakang.
Hah...
Hah...
Hah...
HAHAHAHA
"hey Kesha kenapa kau sangat lamban" Seru Arya sambil berlari kegirangan. Dia berlari seperti orang gila lepas dari RSJ.
Kesha yang dibelakangnya sudah ngos-ngosan tak kuat berlari. Hey, dia tak seenerjik Arya yang bisa berlari seperti dikejar hantu, ya!
"A-aryah.. hosh... Ka-kamuh... hosh... janghan...hosh... Janghan larih....lagih...hosh...akhuh...hosh...caphek...." Ujar Kesha hampir tak bernafas, bukan berarti mau sekarat.
"Ok-ok tidak berlari lagi, ini kita.... Ada dimana, yak?" Ujar Arya cengegesan sambil menggaruk belakang kepala nya.
"..." Ku kira kamu tahu jalannya makanya kamu berlari sangat cepat! Eh, tak taunya... Huh, dasar tidak berguna!
"Apakah kita kembali saja?" Saran Kesha.
"Hm? Tapi... Tadi kita lewat mana yah?" Tanya Arya yang ternyata... BUTA ARAH.
Arya akan mengingat sesuatu yang sering ia lihat tapi selalu melupakan sesuatu yang jarang dia lihat. Dan inilah jadinya dia sangat tidak bisa diandalkan.
"Apakah kau kira aku tau jalannya?" Arya menggeleng. Mana Arya tahu apakah Kesha tau jalannya atau tidak yang saat ini ada otaknya adalah...
TIDAAAAK!!?
BAGAIMANA JIKA DIA TIDAK BISA PULANG?!!
AYAHHHH DIA MAUUU PULAAAANG!?!
HARI INI DIA TIDAK ADA MAKAN PERMEN DAN MANISAN SEDIKIT PUN?!!
DIA JUGA SUDAH DUA MINGGU TAK MAKAN MAKANAN BERASA MAKANAN DAH PERASAAN?!!
memang kenyataan dia tak pernah makan selama dua minggu. Sekali makan hanya diberi air putih yang kelihatan keruh, sial itu benar benar menjijikan. Dan juga roti yang terlewat keras, bahkan kelinci pun tak akan memakannya. Hm? Sejak kapan kelinci makan roti? Hah, sudahlah itu tak penting.
Mereka pun berjalan, terus berjalan, Arya mulai merasa lelah. Dia melihat pohon yang cukup besar dan melompat naik. Sedangkan Kesha menatap tak percaya pada Arya. Dia takut ketinggian dan Arya meninggalkan dirinya dan melompat keatas pohon tanpa rasa bersalah.
Roarr....
Tiba tiba terdengar suara erangan dari seekor Harimau dibelakang mereka. Harimau itu perlahan maju dan memojokkan Kesha.
Oh ya Tuhan tolong!!!
"Ar-Arya ba-bagaimana ini? hey tolong?" Dia menempel di pohon ketakutan ini pertama kalinya dia melihat harimau sebesar itu seumur hidupnya.
"Hey Kesha naik lah kesini!" Ujar Arya yang menyuruh nya naik ke pohon.
"Ta-tapi aku takut ketinggian!!" Ujar Kesha gemetaran ketakutan.
"Ish, ga papa naik saja aku tidak akan membiarkan mu jatuh?!!" Ucap Arya gemas sendiri. Ingin sekali dia menarik anak itu keatas tapi bagaimana jika dia pingsan diatas pohon.
Roarrr....
"Kyaaaa, Ayah.... Tolongg hiks..!! Aku takut" Seru Kesha lalu terduduk di akar pohon yang menyembul dari bawah tanah. Dia menutup matanya sambil menangis. Sedangkan Arya jadi gelagapan dibuatnya. Dia tidak mungkin membunuh hewan yang terlihat imut seperti harimau itu bukan? Dia pencinta hewan kawan!
"He-hey kenapa kamu menagis? Diamlah!" Ujar Arya yang juga ikut panik ketika melihat Kesha menangis.
Aish... Membuat kesal saja
Arya yang sudah kesal pun melompat dan menghadang dihadapan Kesha.
"Berani maju selangkah kupeluk kamu!" Bisa bisanya Arya becanda disaat bahaya seperti itu.
Roarrr...
Arya mendengar erangan itu lagi. Itu benar benar erangan lebih tepatnya erangan kesakitan.
"Kamu... Terluka?" Tanya Arya sedikit ragu. Jarang sekali dia mendengar erangan tanpa kata kata tapi kali ini dia benar benar mendengar nya.
Kesha yang Mendengarkan kata-kata Arya langsung menghentikan tangisannya dan mengangkat kepalanya. Dia akhirnya mengerti kenapa harimau itu mendekati mereka.
Dia maju kesamping belakang Arya, dan menyembulkan kepalanya keluar. "Dia terluka? Benarkah?"
"...iya. Kau bisa menyembuhkan nya kan? " Tanya Arya yang masih berdiri tegak
"Ak-aku tidak tau caranya menyembuhkan! Apa kamu juga gak bisa?"
"Tentu saja, aku hanya bisa menyakiti bukan menyembuhkan!" Ujar Arya jujur. "Apakah kau ingin membiarkan bayi yang ada di perutnya mati?" Tunjuk Arya pada perut harimau itu. Dia mengatakannya tanpa ada ekspresi sedikit pun hanya wajah polos yang bisa ia tunjukan disaat genting seperti itu.
"Apa?! Dia, dia sedang mengandung?!" Ucap Kesha terkejut.
"Iya..." Arya mendekati harimau itu dan membelainya lembut layaknya ketika dia memeluk kucing kesayangannya. "Lebih tepatnya luka dalam! Apa kau ingin kami selamatkan? "
Rourrr... (Tidak, kalian tidak perlu menyelamatkanku...kalian hanya perlu menyelamatkan anakku!)
"Kenapa?"
Ruorrr.... (Karena dia adalah peninggalan satu-satunya dari suamiku yang mati karena melindungi kami berdua. Ku mohon selamatkan anakku saja! Dia bisa menjadi hewan kontrak kalian. )
"Tapi..."
Rourrr... (Kumohon!)
"emm, baiklah, Kesha apakah kau bisa melakukan persalinan?" Tanya Arya pada Kesha yang sedang menatap mereka binggung.
"Mohon maaf nih ya? Aku itu masih anak-anak bagaimana bisa melakukan hal berbahaya seperti itu?!" Ujar Kesha mengernyitkan alisnya.
"Ayolah, apakah kau tega membuat hewan ini mati bersama anaknya? Bisakah kau membantuku? Aku mohon..." Ujar Arya memelas Arya benar benar lemah akan hewan. Tapi masalahnya dia tidak pernah melakukan hal semacam persalinan seperti ini sebelumnya. Dia hanya pernah membedah untuk meneliti organ hewan saja lalu dia perbaiki seperti semula.
"Baiklah tapi...."