
Malam itu suasananya sangat hening. Gadis kecil dan juga naga yang dari tadi berbincang-bincang kini hampir tertidur.
Arya memaksakan matanya untuk tetap terbuka pun mulai terkulai. Sampai sesuatu mengagetkan nya.
Brak...
"Eh maling sandal!?" Latahnya ketika mendengar Dark menggebrak meja.
"Hehe...! Keruangan Zaint yok!" Ujar Dark berdiri dan melangkah pergi.
"Ngapain?"
"Hey, kamu masih mau dua pelayan pribadi mu itukan?"
"Tentu saja... Memang kenapa?"
"Mereka ingin dihukum mati Zaint!"
Seketika Arya bangun dari duduknya lalu berlari keluar. Dua bahkan sudah lupa dengan kantuknya. Dia tidak perduli dengan pakaiannya yang hanya piama tidur.
Saat sudah dekat dengan ruang kerja Zaint dia langsung mendobraknya, tapi.... Itu kosong?
Hanya ada dua tempat yang biasanya didatangi oleh Zaint, dan dia yakin jika Zaint pasti ada di ruangan itu. Dark yang mengikuti dari belakang hanya memutar matanya malas.
Kebiasaan nya Arya kalau panik tuh ya kek gitu, bar-bar.
Saat dia sudah dekat dengan ruang belajar Zaint dia dengan cepat membuka pintu tapi karena dia terlalu cepat dan tiba-tiba mengerem dia langsung terjengkang kedepan.
BRAK...
GUBRAK.....
"ADUH.... WAJAHKU!!?" Erang Arya ketika wajahnya mencium lantai.
"...pftt" Karena tak bisa menahan tawanya, Zaint dengan santai menutup mulutnya dengan tangannya dan mengalihkan pandangannya.
"Pu-putri, anda...jatuh?" Tanya Tera.
"..." Kamp red, udah tau jatoh masih aja ditanya!
"Anda tidak apa-apa putri?" Tanya Lina sambil membantu Arya berdiri. Nah gini kek, ditanyain keadannya jangan jadi Tera yang gada akhlaknya.
"Aku tidak apa-apa, ayah mereka milikku!!" Ujar Arya memelototi Zaint.
Zaint yang mendengarnya terkekeh remeh, anaknya benar benar membuatnya marah tanpa sebab.
"Milikmu? Mereka ada di istana ku, jadi mereka adalah milikku!"
Dan dimulailah sesi debat antar ayah dan anak untuk yang kesekian kalinya.
"Hm? Oh, ternyata ada naga mu sudah kembali ya?" Zaint mengalihkan pandangannya ketika menyadari kehadiran Dark.
Dark: "..." Perasaan aku udah datang dari tadi deh!
"Mungkin mata kaisar bermasalah" Sindir Dark. Di pelipis nya bahkan sudah tercetak perempatan.
"Tidak, matanya tidak bermasalah, mungkin matanya itu memiliki gangguan" Ujar Arya ikut nimbrung.
Zaint: "..." Memang apa bedanya?!
Dark: "..." Kerja bagus!!
Penonton dibelakang: "..." Kapan mereka akan bisa rukun, sih? Mungkin itu tidak akan pernah terjadi!.
Tidak terasa Arya berada diruang belajar Zaint hampir sampai tengah malam. Arya memutuskan untuk langsung ke kamarnya diikuti Dark dibelakang.
Dikamar...
"Jadi... Kamu pasti taukan kenapa aku seperti tadi? Jangan bohong!" Arya membuka suaranya saat dia baru saja menghempaskan tubuhnya ke kasur dan memutar-mutar mainan gantungnya.
"Oke, oke, kamu bertanya bagaimana aku bisa tahu kau terkena kutukan itu, kan?" Ujar Dark mengambil belati dinakas meja samping Sofa.
"Oh, jadi tadi itu benar-benar kutukan keturunan Roseland?" Tanya Arya menghentikan gerakan tangannya yang memutar mainan gantung itu. Dia tidak tahu jika dia terkena kutukan.
Apakah aku harus senang, atau marah?
"Iya" Jawab Dark singkat.
"Coba kau jelaskan!" Perintah Arya langsung bangkit dan duduk didepan Dark.
"Tidak mau, kau harus mencarinya sendiri" Ujar Dark langsung menghilang.
Cih, dasar!
"Miau, Master"
Tiba tiba terdengar suara kucing,buat Arya tersentak sedikit.
Dia langsung menoleh kebelakang dan menemukan seekor kucing yang sedang menatapnya lekat.
"Kucing siapa ini?" Tanya Arya mengangkat kucing berwarna merah muda itu.
"Master ini aku, Miau Wu, kucing mu!" Ujar kucing itu mencoba turun dari tangan Arya.
"Hah? Sejak kapan aku memelihara kucing?" Arya merasa heran dengan kucing itu. Pada kenyataannya dia lupa kapan membawa kucing itu kembali.
"Jangan panggil Tuanku dengan sebutan master, dia hanya milikku!" Ujar Snicky menyela pembicaraan mereka berdua.
"Dia adalah master ku juga, dia yang membawaku kemari!" Ujar Miau Wu tak mau kalah.
Ular itu menyebalkan!
"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar pergilah keluar! Miau Wu kau juga pergilah, tapi kau harus selalu berada berdampingan dengan Snicky!"
"Apa?! Kenapa harus?!" Seru mereka berdua serempak.
"Lakukan saja!" Pada kenyataannya Arya menyuruh mereka selalu bersama hanya untuk membuat mereka akrab, mereka kan selalu bertengkar. Jadi, ini adalah satu satunya jalan keluar. Dia tidak perduli apa yang akan terjadi selanjutnya.
•
•
•
Disisi lain...
"Uh.. Sakit sekali... Apa yang terjadi padaku..." Ujar seorang gadis kecil yang memiliki usia sekitar sembilan tahun. Dia baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Dia menatap sekeliling dan merasa asing.
Tempat apa ini?
Kok aku ada disini?
Perasaan tadi aku di pesawat?
Lalu pesawatnya meledak?
Masa ini rumah sakit?
Gak, bagaimana bisa rumah sakit nuansanya kuno gini?
"네가 일어나?!" (No-nona anda bangun?!) Seru kaget seorang gadis di ambang pintu ruangan itu. Dia menatap tidak percaya pada gadis uang masih berada dia atas kasur itu yang juga menatapnya dengan mata sedikit membulat.
Gadis yang masih duduk dikasur itu melihat pakaian dan juga nada bicara orang yang berdiri itu dengan mata membulat.
Apa-apaan bajunya itu dan.... Kenapa dia menggunakan bahasa Korea hah?!
"나는..."(Aku...)
Hah, apa-apaan dengan bahasa ku?!
Kenapa jadi begini?!
"뭐가 잘못 됐니?" (Nona ada apa?) tanya gadis yang sepertinya adalah pelayan
"오 괜찮아, 그건 그렇고 이건 어디야?" (Ah tidak apa, ngomong-ngomong ini dimana, ya?) Tanya gadis itu celingak celinguk.
{Anggep aja lagi ngomong bahasa Korea ya}
Gadis pelayan itu lantas terkejut mendengar perkataan dari nona nya itu. Kenapa nona nya jadi aneh.
"Nona ada di Kekaisaran Jaeyang, apakah anda lupa?" Ujar gadis pelayan itu. "Nama nona adalah Ahn Hayeo, putri keempat perdana menteri Ahn" Lanjutnya lagi ketika melihat wajah nona nya itu sedikit memucat.
"Nona?! Nona ada ap--"
"Pergi, cepat pergi!!" Sentak Gadis yang masih diatas kasur itu, bahkan matanya melotot tajam. Gadis pelayan yang dibentak pun langsung pergi meninggalkannya sendiri.
"Haye... Haye... Haye~o" Gumam gadis itu lalu tersenyum aneh "konyol bagaimana mungkin ini terjadi... Jangan bilang aku lagi di-prank kan? Kalo gitu mana kameranya? Cosplay? Atau aku mimpi?" Lalu dia mencubit lengannya dengan keras.
Sakit...
Itu bukan mimpi!
Lalu bagaimana dia bisa disini?
Pakaian nya... Itu hanbok?
Sebenarnya ini kenapa sih?
Karena terlalu banyak memikirkan nya membuat gadis itu kelelahan. Dia tertidur dengan nyenyak.
Saat dia bangun dia masih dalam keadaan linglung, dan mulai memasuki kamar mandi. Dia berniat menggosok gigi nya, tapi saat dia akan mengambil sikat gigi dia mengernyit.
Loh, kok gak ada?
Sebelum dia mencari sikat giginya dia mencoba mencari keran air dan lagi lagi dia hanya memegang angin kosong.
Kok, kerannya ilang?!
Tak sengaja tangannya memegang sesuatu yang basah dan ternyata itu air. Dia menyegarkan wajahnya dan betapa kagetnya dia ketika melihat ruangan apa yang dia lihat. Dia keluar dan melihat lagi.
Benar saja ruangan itu sangat... KOTOR!!?
APA-APAAN INI?!
MENJIJIKAN SEKALI?!
Ruangan tempat dia tadi tertidur bahkan tidak layak disebut kamar, ini lebih ke kandang hewan yang sudah lama ditinggalkan.
Bagaimana aku bisa tinggal dirumah bobrok kek gini coba?!
Ditempat Arya...
Tok...
Tok...
...,,,,,,,,...
JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN, KAKAK!!? see you all😘