The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
IDENTITAS LINA &TERA



Setelah adegan kriminal yang dilakukan Arya pada Dark, kini mereka sudah 'berbaikan'. Arya yang emang terlihat tak terlalu peduli pun hanya berbaring telungkup disofa kesayangannya dan Dark juga duduk disofa lainnya. Lagi lagi Arya merasa seperti kaum rebahan dengan cemilan, permen buah dan coklat yang pastinya merupakan kesukaannya yang ada dimeja sampingnya. Dia kebosanan lagi, padahal baru saja mengalami hal yang diluar otak.


"Apakah tubuhmu sudah baikan?" Tanya Dark mengambil permen rasa buah mangga.


Rasanya lumayan!


"Yah, seperti yang kau lihat, tubuhku baik. Emm, hei Dark apakah 'itu'-mu baik-baik saja?" Arya bertanya sambil menunjuk kearah celana Dark yang beberapa waktu lalu dia tendang dengan agak terlihat brutal(?)


Blush...


Shit, anak ini mirip seperti bapaknya yang kek br3ngs3k g1l4!!?


"Kau bayangkan saja jika kau punya belalai gajah, lalu tiba tiba dihantam oleh leher jerapah, apakah rasanya seperti main perosotan?" Ujar Dark dengan perempatan di pelipis nya.


Arya membayangkan seekor gajah dan seekor jerapah melakukan 'akrobat' lalu membayangkan naik rollercoaster yang mirip perosotan. Seketika semua bulu kuduk Arya meremang.


Gila, serem banget!!?


"Haha, maaf! Kan tadi itu gak sengaja, aku tu reflek, jadi malah kena deh, hehe." Arya tertawa canggung ketika mengingat perbuatan 'melecehkan' yang dia lakukan pada Dark. Sungguh, dia tidak berniat menendangnya keras-keras tapi apalah dayanya yang otak dan tubuhnya bertentangan.


Otaknya: tendangnya tak usah keras keras nanti bisa jadi impoten.


Tubuhnya: menendang keras-keras sampai Dark jatuh bersimpuh memegang 'anu'-nya.


Dan saat itu juga tubuh dan jiwanya Arya hampir berpisah.


Lain kali tak akan kulakun lagi?!


"Hei, Dark! Kamu itu sebenarnya kemana aja beberapa minggu gak ada datang?" Tanya arya sembari memasukan cokelat kedalam mulutnya.


"Sudah aku bilang aku cari makanan!" Ujar Dark menegaskan perkataannya. Dari tadi dia ditanyain kemana pergi terus! Padahal dia udah bilang kalau dia itu cari makanan.


"Bukan itu dasar naga 'tua'! Aku itu nanya, sebenarnya kamu itu makan apa sih" Kali ini giliran Arya yang memiliki perempatan di pelipis nya.


Tadi naga bodoh, sekarang naga tua, nanti apa lagi penggilannya, hah?!


"Batu permata ganda, apakah kau tahu?heh, mana mungkin kau tahu, kan?" Mendengar perkataan tidak menyenangkan dari Dark, tiba tiba Arya menatap sinis Dark. Entah kenapa kakinya jadi gatal lagi buat nendang naga didepannya itu.


Apa katanya? Dia gak tahu? Cih, apaan?!


"Memangnya batu permata ganda itu seperti apaan?" Tanya Arya duduk dan bersedekap dada.


Dark yang mendengar pertanyaan gadis didepannya itu langsung merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sebuah batu yang memiliki esensi yang sangat banyak didalamnya. Seketika Arya membelalakan matanya terkejut.


What, demi bunga red spider lily, luar biasa?!!


Eh tunggu kenapa rasanya dia pernah melihatnya?


"Dark, tiga tahun lalu itu,kamu menghancurkan desa bukan?" Tanya Arya sedikit terbesit kekhawatiran dikepalanya.


"Iya, kenapa kamu menanyakan itu lagi sih?" Tanya Dark agak kesal.


"Buat apa kamu menghancurkan desa kecil itu? Jangan bilang kalau...?" Tanya Arya yang kini memandang Dark tak percaya.


"Ya, bagaimana aku bisa mengambilnya kalau ga diratain dulu sih? Kan batunya ada terkubur dibawah tanah" Jawab Dark terlewat santai.


"P3rs3t4n!? Kamu membunuh orang gak berdosa itu semua!?" Tanya Arya yang langsung dihadiahi gelengan oleh Dark.


"Enggak mereka mati sendiri!" Jawab Dark memasukan permen lagi kemulut nya. "Yah...mungkin aku membunuh mereka?" Ujar Dark lagi ketika melihat Arya memelototinya.


Sial, dia saja hampir jarang membunuh orang gak berdosa dan lihat naga dihadapannya itu, memasang watados(wajah tanpa dosa) Membuat dia semakin kesal tapi dia berusaha untuk meredamnya.


"Huft... Sudah berapa desa yang kau hancurkan, hah?!" Tanya Arya dengan suara rendah menenangkan perasaan marahnya.


"Hm, Mungkin... Hampir sepuluh dengan desa yang sekarang. Tapi... Ada yang aneh dengan desa di dekat gua ku itu"


"Kenapa?"


"Itu seperti desa itu memiliki tanah yang bisa memproduksi batu itu sendiri?" Sela Arya.


"Yah, bisa dikatakan begitu. Aku sengaja menaruh perisai disana dan mengurung para penduduk. Tapi pas aku datang lagi untuk memakan batunya semua orang sudah mati."


"Dasar go block, ya iyalah mati kan gak bisa keluar anj1rt"


Saking kesalnya Arya pada Dark, dia bahkan mengeluarkan kata kata umpatan yang sangat jarang dia gunakan.


"GO block dan anj1rt, apa itu?" Tanya Dark heran.


"Masa kamu gak tahu? Itu tuh kata yang memiliki arti bagus banget" Seketika seringai iblis keluar di bibir tipis gadis itu.


"Hah?"


"sei così stupido, quindi non dormire tutto il tempo, haha!" (kamu sangat bodoh, makanya jangan tidur terus, haha) bisik Arya ditelinga Dark.


Shit, dia dipermainkan?!





Diruang belajar Zaint...


(Ruang kerja sama ruang belajar beda gessh)


Lina dan Tera yang dipanggil ke ruang belajar kaisar hanya menundukan kepala mereka ketakutan. Untuk pertama kalinya mereka berhadapan langsung dengan kaisar tiran ini secara pribadi, biasanya kan kalau mau bertemu dengan Kaisar harus ada Putri. Tapi sekarang Putri itu sedang beristirahat yang tidak bisa dibilang istirahat, karena ada Dark jadi gak bisa istirahat lagi.


"Jadi... Sudah berapa lama kalian merawat Putri?" Tanya Zaint dengan tenang tapi membuat bulu kuduk Keduanya meremang.


"Su-sudah enam ta-tahun yang mulia" Jawab Lina memberanikan diri mengangkat suaranya.


"Sudah lama, bukan? Kalau begitu, kalian pasti tahu tentang kelahiran Putri, bukan?" Tanya Zaint lagi, dia bersender di kursinya dan memutar-mutar pena ditangannya sembarangan.


"Be-benar, yang mulia" Ujar keduanya dengan gugup. Entah kenapa perasaan mereka mengatakan jika ini bukanlah hal yang baik.


"Ceritakan, bagaimana dan mengapa Putri terlahir! Bagaimana dia bisa memiliki imun tubuh yang lemah?" Kali ini Zaint berdiri dan terpancar lah aura intimidasi darinya.


"Ka-kami tidak bi-bisa mengatakan nya baginda" Ketika dia berkata, suara Lina bergetar karena ketakutan.


"Kenapa?! Apakah kalian tahu, apa resikonya jika kalian menyembunyikan suatu hal penting dari seorang kaisar?!" Zaint membentak keduanya dan menggebrak meja sampai meja itu retak.


Keduanya yang dibentak pun semakin menundukkan kepala mereka ketakutan. Sepertinya Kaisar sangat marah besar.


"Oh? Apakah kalian ingin aku membunuh kalian dengan tuduhan ingin melenyapkan nyawa putri?" Tanya Zaint dengan wajah dinginnya.


Lina yang diancam pun langsung tersentak. Dia tidak ingin mengatakannya karena dia memiliki sumpah setia pada permaisuri Sella membuat dia harus bungkam. Sedangkan Tera yang tidak tahu apapun hanya diam ketakutan. Dia hanya tahu jika telah lahir seorang putri dan ditugaskan untuk menjadi dayangnya, jadi dia tidak tahu kronologi yang sebenarnya.


"Atau... Kalian ingin aku menghukum eksekusi kalian karena latar belakang dunia gelap kalian, heh?" Kali ini Gils yang berada dibelakang Zaint menggelengkan kepalanya tidak menyangka.


Ancaman nya terlalu basi!


Lina yang mendengar ancaman lagi langsung mengangkat kepalanya terkejut. Identitas asli mereka benar benar seorang bangsawan tapi bangsawan bangkrut.


Setelah bangkrut mereka memilih untuk berkerja didunia gelap. Contohnya Lina nama lengkapnya Lina Athser putri dari Baron Athser. Dia adalah Kepala Guild pembunuh bayaran sebelum memilih menjadi dayang pribadi Permaisuri Sella. Sedangkan Tera lebih tepatnya Tera Ethal memilih menjadi pencuri setelah kebangkrutan keluarganya. tapi ketika dia melihat papan pengumuman untuk menjadi dayang istana dia menggunakan identitas nya sebagai mantan bangsawan buat masik istana. Eh, sekali masuk langsung jadi dayang pribadi sang putri dooong.


"Yang mul--!"


BRAK.....!!!


GUBRAK....!!!


"ADUHH....."