The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
ANGGOTA OSIS



Akademi Bintang...


Atap genteng...


Hayeo berkedip pelan, matanya rasanya lebih segar saat dia berada diluar ruangan.


Jeong bangun dari posisi rebahannya menjadi duduk.


"Anak kecil? Gak malu dibantu oleh anak kecil?" kekeh remaja laki-laki itu merasa lucu.


"Apa maksudmu? Walau dia masih kecil, dia itu pintar! Dia bukan anak yang mudah dijatuhkan" bantah Hayeo mengerutkan alisnya.


"Lagi pula... Anak itu juga cantik dan manis, aku juga sudah menganggapnya adikku kok!"


"Eh, anak perempuan?"


"Em? Iya, kenapa?"


"Ah, ku kira laki-laki"


Hayeo tertawa terpingkal-pingkal.


"Ka-kau ahaha! Salah paham ternyata haheahea!"


Jeong memutar kepalanya kesamping. Telingannya merah.


"Mana aku tahu! Dasar gadis ini!"


Kamar asrama...


"Emph.., Hayeo jam berapa sekarang?"


Tanpa siapapun dikamar itu Geun-Lee bangun dalam keadaan ngantuk.


Dia menoleh kanan dan kiri tapi tidak ada orang yang dia cari.


"Kosong? Kemana semua orang?"


Remaja itu bangkit dari tempat tidurnya dan keluar.


Dia melihat beberapa anak sedang mengintip dua orang diatas atap dibalik pohon.


"Sedang apa mereka?"


Geun-Zhi berkedip dan mengalihkan matanya keatas.


Sebentar...


Loading...


Mata Geun-Zhi seketika melebar saat dia melihat seseorang yang beberapa hari terakhir ini bersamanya.


"SIAPA YANG BERANI MENDEKATI KAKAK IPARKU!!!?" teriaknya membuat semua orang kaget.


Dia menunjuk pada Hayeo yang terlihat wajahnya agak pucat karena kaget.


Gadis itu mengepalkan tangannya dan mengambil sebuah atap genteng yang terbuat dari tanah liat itu langsung kearah anak-anak di yang sedang bersembunyi.


"Mampus lu pada!!" teriaknya dengan wajah kesal.


Siapa yang kakak ipar??!


"Zhi!! Latihan hari ini kesulitannya 2x dari biasanya!!!"


Geun-Zhi membuka matanya lebar.


"Eh kok gitu!!!"


Hayeo mendengus kesal dan mengabaikan Geun-Zhi yang terlihat ingin protes.


**✿❀○❀✿**


Akademi Bulan...


"Halo semua, kembali lagi dengan saya" sapa guru itu dengan santai.


"Pak bukannya ini bukan mata pelajaran Bapak?" tanya Arya bingung.


"Pertanyaan bagus! Jadi saya masuk dikelas ini karena para guru dan siswa OSIS sedang meengadakan rapat"


"Jika boleh tahu, rapat untuk apa ya?"


Guru muda itu berkedip.


"Minggu depan para Kaisar akan datang untuk melihat para siswa baru, itu acara tahunan yang terjadi setahun sekali"


Degh...


Arya dan Hansel seketika terdiam. Mereka saling lempar pandang.


Hansel yang sebenarnya juga kabur dari Istana: "..." Ayah akan datang!?


Arya yang mengutuk didepan ayahnya karena dibentak: "..." Ma*pus Daddy tyrant datang!!?


Mereka memiliki kasus yang sama namun beda cerita. Jika Hansel kabur akibat kegabutannya, maka Arya kabur karena perkelahiannya dengan ayahnya.


^^^(Kelakuan_+)^^^


"Jadi diharapkan untuk minggu depan, seluruh siswa akan bersikap seperti biasa saja. Tetap didalam kelas jangan keluar, paham?"


"Baik pak!"


Arya mengangkat tangannya lagi.


"Pak kan Bapak mengajar teori Pedang, lalu bagaimana dengan praktek nya?"


Guru muda itu kembali berkedip.


^^^(Malu bertanya sesat dijalan)^^^


"Diakhir pengajaran baru akan ada praktek"


"Apakah tidak bisa sekarang?"


Seketika semua siswa dikelas itu menoleh kearah Arya.


Apa?


Kenapa?


"Kalian ingin praktek?" tanya guru itu penasaran.


Beberapa siswa ada yang mengguk dan ada juga yang menggeleng.


Arya kembali mengangkat tangannya lagi.


"Pak, bukannya Akademi tidak memiliki lapangan Praktek?"


Eh...?


Semua siswa dalam waktu singkat langsung sadar. Selama mereka berada di Akademi, mereka bahkan tidak pernah melihat yang namanya praktek. Mereka hanya tahu jika ada Lapangan latihan saja.


Apa beda kedua area itu? Jika lapangan praktek itu alat yang digunakan asli atau sungguhan. Sedangkan lapangan latihan hanya berupa benda kayu atau tidak asli.


Guru muda itu menggguk.


"Kalian tahu ruang dimensi?"


"Itu kan biasanya digunakan untuk teleportasi atau perjalanan singkat antar ruang"


"Yang lain ada yang bisa jelaskan?"


Semua diam.


Sadar akan tatapan panas yang tertuju padanya, Arya spontan menggelengkan kepalanya.


"Gak, aku gak pintar, sungguh!"


"Oke, Aryan silahkan dijawab!"


Arya dengan tidak suka mengerutkan alisnya. Rasanya dia ingin mempukul semua siswa dikelasnya.


Binatang...


"Ha huft, hiss, jadi ruang dimensi adalah... Ruang hampa yang terbentuk dari partikel... Apa ya? Intinya ruang dimensi itu mirip seperti ruang angkasa yang disebut sebagai ruang hampa"


Guru terdiam, semua siswa terdiam.


"Dari mana kamu tahu jika ruang angkasa itu hampa?"


"Saya adalah manusia, kebiasaan saya adalah mengeluarkan teori dari kepala saya" jawab Arya membuat guru itu mengerutkan alisnya.


"ah, baiklah"


"Kenapa gak Bapak saja yang menjelaskan? Kan Bapak gurunya?" ujar Arya seperti filter jebol.


Guru muda itu tertawa pelan, jujur saja murid seperti Arya itu langka dikelasnya. Orang yang bisa mengutarakan pikirannya secara blak-blakan walau kadang nusuk.


"Jadi, inti nya ruang dimensi itu berbeda dari dunia nyata karena perbedaan waktu yang cukup jauh. Jika didunia nyata sehari penuh, maka di ruang dimensi satu bulan penuh"


"Ruang dimensi terbentuk dengan sendirinya, ada yang alami dan ada juga yang buatan"


"Yang alami biasanya digunakan untuk teleportasi dan membuat batu teleportasi. Jika yang buatan itu digunakan untuk edukasi saja"


Seluruh kelas langsung riuh penuh dengan suara bisik-bisik dari satu anak ke anak lainnya.


"Baiklah, karena kalian ingin melakukan praktek, maka akan kita lakukan hari ini saja, padahal rencananya dua minggu lagi" ucap guru muda itu lantang.


**✿❀○❀✿**


Keesokan harinya...


Ruangan OSIS


OSIS adalah sebuah organisasi yang dibangun didalam Akademi.


Setiap anggota memiliki tugas masing-masing. Keberadaan mereka di Akademi itu sangat tersamar. Tidak ada yang tahu seperti apa dan bagaimana wajah anggotanya kecuali orang-orang tertentu dan diantara mereka saja, bahkan para guru pun hampir tak ada yang tahu.


Mereka hanya akan terlihat di acara-acara tertentu yang tidak melibatkan banyak orang.


Setiap anggota ada di berbagai kelas dan sektor. Contohnya ketua mereka yang ada dikelas dua dan wakil dikelas empat.


Pemilihan anggota OSIS pun termasuk langsung, yaitu dipilih langsung oleh angota OSIS yang ingin lulus dari Akademi.


Pemilihan OSIS tidak berdasarkan kelas. Jadi ketika ada anggota yang ingin lulus, maka orang itulah yang akan mencari pengganti setelah mengamati dan menilai seluruh siswa yang ada di Akademi.


Ciri khas para anggota OSIS adalah seragam mereka dibuat  khusus. Saat acara-acara diluar jam pelajaran mereka akan berpakaian biasa. Tapi! Yang tidak biasa adalah warna hitam dan merah yang menjadi ciri utama mereka. Mau itu celana hitam atau baju merah atau bisa juga sebaliknya itu tidak masalah, yang penting dua warna itu adalah warna yang wajib ada dipakaian mereka.



Kekuasaan OSIS di Akademi adalah dua puluh persen, dimana kekuasaan mereka sangat berpengaruh di dalam Akademi. Mereka hanya akan bekerja dibawah sang Ketua atau Kepala Akademi.


"Bagaimana?" suara tenang seorang remaja laki-laki memecah suasana hening ruangan yang diam walaupun banyak orang. Dia adalah ketua OSIS


"Apanya?" tanya seseorang yang sedang makan kacang.


"Persiapan penyambutan para Kaisar"


"Tenang saja, kami sudah menyelesaikan semuanya" ujar seorang remaja yang merupakan bagian seksi keamanan.


"Oh baguslah" angguk ketua itu kembali pada berkas didepannya


"Hmm, 'ciba' dimana?" Tanya wakil ketua memutar kepalanya ke semua arah.


Ceklek..


Pintu terbuka dan seorang gadis masuk kedalam ruangan.


"Ciba hadir, raes" ucap gadis itu duduk di sofa.


Nama julukan setiap anggota OSIS berbeda-beda berdasarkan pangkat masing-masing.


'Ciba' adalah potongan dari kata 'scriba' yang artinya sekretaris dan 'Raes' adalah potongan dari kata 'praeses' yang artinya ketua.


"Dari mana kamu tadi?" tanya ketua itu mengkat alisnya.


"Dari asrama"


"Haaah! hey Ciba, kamu itu hampir lulus... Apa kamu gak ada pikiran untuk mencari pengganti tempatmu?" tanya sang Raes frustasi.


Ciba adalah gadis cantik yang cukup pendiam tapi pintar. Dia lebih suka mengamati sekeliling daripada berbicara banyak.


"Sudah dapat kok"


"Hah?"


Semua anggota yang ada diruangan itu seketika menoleh kearah Ciba itu.


"Seriusan?" tanya mereka bersamaan.


"..." kenapa semuanya sangat antusias.


"Demi apa kamu sudah dapat?"


"Jangan bilang anak kelas satu yang 'itu'?"


Ciba itu hanya mengangguk.


"Jadi kamu turun kelas menjadi kelas satu hanya karena ingin mencari pengganti?" tanya wakil ketua mendekati Ciba.


"Eh, Ciba sampai turun kekelas satu?" tanya seorang parum.


parum \= anggota seksi


"Iya"


"Lah, lalu bagaimana dengan kelas aslimu?"


"Aku sudah menyelesaikan semua tugas untuk kelulusan ku"


"Oh begitu"


"Hm? Sudah waktunya masuk kekelas, aku akan duluan"


Ciba bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar ruangan.


Semua anggota juga keluar dari tempat masing-masing dan kembali kekelas mereka.


OSIS memiliki beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Dari nama pangilan, kelas, dan penampilan.


Jika ingin pindah kelas mereka bisa melakukan itu sesuka hati, hanya saja, waktu dan tugas yang ada di kelas asli mereka harus lengkap dan terpenuhi sepenuhnya. Jadi tinggal mengikiti hari kelulusan saja tanpa khawatir.


+++++++______+++++++


halo pembaca...


saya Ipat ingin mengucapkan selamat merayakan hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin😊🙏. saya minta maaf atas semua perkataan atau tulisan saya yang kurang mengenakkan dihati kalian.


☝︎☝︎☝︎


saya ucapkan sekarang karena saya pasti tidak bisa mengucapkannya nanti😁


saya tidak bisa menulis cepat karena banyak tugas sekolah. jadi saya mohon maaf banyak-banyak ☺🙏


dan yang terakhir selamat membaca