The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
MANSION MARLIN



Setelah dia merobohkan bangunan itu di berbalik dan berniat ingin pergi tapi dia berhenti dan berbalik. Dia berhenti karena suara ledakan kembang api yang terlihat sangat indah dengan warna warni yang berterbangan di langit.


Dia tersenyum dan entah kenapa dia menangis.


"SELAMAT ULANG TAHUN ARYA!!! HAPPY BIRTHDAY TO ME!!! HAHAHAHA!!!"


Bruk...


Arya berteriak sekencang kencangnya lalu tertawa. Tapi tiba tiba tubuhnya ambruk ditanah. Dia sudah terlalu lelah untuk berjalan dan akhirnya dia menghabiskan tenaganya yang terakhir untuk berteriak melepaskan beban yang sudah menumpuk didalam hatinya.


Anak perempuan yang sedari tadi memperhatikan Arya dari belakang pohon pun terkejut dan langsung berlari mendatangi Arya yang pingsan ditanah.


"He-hey bangun kenapa kau pingsan disini? hey bangun!"ujar gadis kecil itu sambil mengguncangkan tubuh lemas Arya.


Kenapa aku tidak bisa memprediksi miliknya?


Dia mencoba mengangkat tubuh nya Arya tapi terasa sangat berat dan akhirnya dia menyeret tubuh Arya sampai mansion tempatnya tinggal.


Kenapa gadis ini sangat berat?!


Saat didepan mansion ada seorang pria yang melihat gadis itu pun langsung menanyainya.


"Esha? siapa yang kamu bawa nak?"


"Ah, ayah! Aku menemukannya disekitar hutan disana dia pingsan!"


"Baiklah, kemarikan, biarkan ayah yang membawa dia kekamar atas!"


"Aku akan ikut!"





Keesokan harinya...


"Uhk... Astaga, kepalaku rasanya ada yang mengguncangnya. Seperti naik rollercoaster, naik, naik, lalu menukik tajam, hiungggg!! Huhu pusing!!?" Ujar Arya sambil memegangi kepalanya yang berasa berputar diudara.


"Hm? Oh, kau sudah bangun!?" Ujar anak perempuan kemarin


Arya yang melihat anak gadis yang sangat cantik menggunakan dress selutut berwarna kuning dia tersenyum dan membuat matanya menjadi bulan sabit. Dia juga memiliki mata dan rambut berwarna aqua yang terlihat sangat mirip dengan air laut.


"Ah, Maaf telah merepotkan" Ujar Arya tidak enak. Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk.


"Itu bukan masalah besar. Oh iya, ini makanlah!" Dia memberikan semangkuk bubur putih pada Arya yang masih terlihat pucat.


Arya menerima mangkuk itu dengan senang hati dan memakannya.


"Oh iya, aku ada dimana ini? Siapa kamu? Dan bagai mana aku bisa ada disini? Seingatku aku pingsan dihutan?" Tanya Arya beruntun.


"Saat ini kamu ada di mansion Marlin, Ayahku adalah Archduke Marlin, 'Sion De Marlin', dan nama ku adalah 'Kesha ann Marlin', aku membawamu kesini karena kau pingsan di hutan setelah merobohkan bangunan besar itu. Kau tahu, Kau sangat kuat!" Jelas Kesha sejelas jelasnya.


Arya membelalakan matanya terkejut.


Archduke?!


Marlin?!


Sekarang dia ada di kediaman Archduke Marlin yang terkenal karena kekuatan penyembuh nya itu kah?


"Hey, ada apa dengan mu?" Tanya gadis itu yang dipanggil Kesha. Dia merasa khawatir melihat wajah Arya yang tertekan.


"Sepertinya.... Aku mengalami mental breakdance?!" Ujar Arya masih dengan wajah terguncang.


"Hm? Apakah dia sudah sadar?" Tiba-tiba ada yang datang dan masuk kekamar itu. Dan dia adalah.... Archduke?!


"Iya ayah, dia sudah sadar! Nah ini adalah ayahku! Hm? Siapa namamu?" Tanyanya setelah memperkenalkan ayahnya.


"Hihi, namaku Arya, ingat itu!" Ujar Arya tertawa kecil.


Kenapa gadis itu mirip dengan Zaint?


Apa hubungan mereka?


Apakah dia anaknya?


Tidak mungkin! dia, si-Tiran gila itu memiliki anak?


Mustahil!!!


Sejak kapan si iblis perang itu bisa memiliki anak?


Mungkinkah dia adalah kerabatnya?


Dari pada penasaran dia pun memilih untuk menanyakannya langsung. "Nak, apakah kau kerabat jauh Kaisar Zaint?" Tanyanya duduk diujung tempat tidur.


Arya yang tiba-tiba mendapat pertanyaan pun langsung menoleh dan memiringkan kepalanya heran.


"Tidak, saya bukan kerabatnya Kaisar Zaint" Ujar Arya jujur.


"Hah...! Syukurlah. Kukira kau--"


"Tapi saya anak kandung nya" Belum sempat Archduke Sion bernafas lega tiba-tiba dia merasa oksigennya kali ini benar-benar menghilang mendengar pernyataan dari Arya.


"Apah?!! Kau benar benar anaknya?!" Ujarnya yang menaikan nadanya karena terkejut.


"Ayah turunkan nada suara mu!" Kesha menegur ayahnya.


"Siapa nama lengkap mu dan juga usia mu?" Archduke Sion segera menyuruh Arya yang masih bingung dengan sikap nya.


"Aryalania Frosen Alexander Roseland dan usia ku genap enam tahun tadi malam" Jawab Arya memiringkan kepalanya heran.


"Apah usiamu enam tahun! Kukira usiamu delapan tahun!! Karena kau terlihat lebih dewasa dan tinggi dari pada aku sih! Kan aku jadi mengira kau lebih tua dari aku!"


Archduke Sion benar benar tidak menyangka jika anak yang ceria ini berasal dari orang yang dingin itu. Pantas saja jika dia merasa jika anak ini sangat mirip dengan Zaint, ternyata anak ini adalah anaknya!


"Kau bilang usia enam tahun? Apakah dia yang membesarkanmu?" Tanya Archduke Sion lagi.


"Iya! Apakah ada masalah!"


"Tidak, tidak ada, oh ya apakah tubuhmu masih ada yang sakit?" Tanya Archduke Sion dan Arya menggeleng.


"Baik lah kalau begitu, kau beristirahat lah! Kami akan keluar sekarang! Ayo esha"


"Baik ayah, aku akan keluar dulu sampai jumpa Arya!" Ujar Kesha membawa nampan bekas Arya makan.


Dia tidak beristirahat melainkan langsung menyila kan kakinya dan menaruh tangannya dipaha, gaya semedi gitu...


Dia menutup mata dan mulai menyerap mana yang berada disekitarnya.


Sekitar tiga jam Arya menyerap Mana yang ada disekitarnya perlahan lahan dia membuka matanya dan melihat jika ruang mana yang ada ditubuhnya sudah terisi penuh. Dia turun dari ranjang lalu melangkah kearah kamar mandi dan memulai ritual mandinya. Setelah selesai mandi dia membuka lemarinya dan menemukan beberapa pakaian untuk dia kenakan.


Sepertinya sudah disiapkan oleh tuan rumahnya.


Keluarga Marlin sudah ada beratus-ratus tahun yang lalu. Keluarga ini memiliki keunikan yaitu sihir penyembuh mereka yang sangat kuat. Tapi keturunan mereka memiliki seorang yang bahkan sampai usia nya yang delapan tahun belum bisa membangkitkan sihir turun temurun itu. Ya orang itu tak lain dan tak bukan adalah Kesha. Dia bukanya tidak bisa membangkitkan kekuatan yang hanya saja dia tidak memiliki tekat kuat untuk membangkitkan nya. Coba saja jika dia memiliki dorongan motivasi pasti dia akan cepat membangkitkan sihirnya.


Apalagi kelainan di dirinya yaitu bisa melihat benang merah takdir seseorang. Tapi anehnya ketika dia melihat Arya dia tidak bisa menemukan benang merah ditubuhnya. Yang berarti Arya tidak memiliki penyakit ataupun usia pendek. Begitu juga dengan pasangan hidupnya dia belum memiliki pilihan makanya tidak memiliki benang takdir jodoh. Yang dia lihat hanya Arya yang memiliki satu benang tebal yaitu benang takdir keluarga yang berarti Arya masih memiliki hubungan darah dengan seseorang.


Dia mirip dengan Arya hanya memiliki seorang ayah dan tidak memiliki ibu!


____________________



Yang minta up nya dibanyakin