
Saat mereka sampai didepan pintu Istana Kekaisaran Jaeyang itu sudah pukul enam sore.
Arya yang dibantu turun oleh Zaint sedikit mengangkat gaunnya. Dia menuruni tangga yang ada di kereta dengan santai. Dia memandang sekitarnya dengan senyum terpatri indah dibibirnya.
"ROMBONGAN KEKAISARAN ROSELAND MEMASUKI AULA!!!!" teriak kasim yang berdiri didepan pintu masuk dengan lantangnya.
Rombongan Arya masuk dipimpin oleh Zaint sebagai Kaisar dari Kekaisaran Roseland.
Saat masuk ke aula perjamuan, semua mata langsung tertuju pada mereka. Bagaimana tidak wajah dingin tanpa ekspresi milik Zaint sangat kontras dengan wajah halus dan manis milik Arya. Walau terlihat seperti langit dan bumi tapi Arya tetap santuy memasuki aula yang sangat besar itu.
Ketika mata putri Geun-Haa, Permaisuri, Geun-Lee dan juga Hayeo melihat Arya yang berada dibelakang Zaint mereka tak bisa untuk tidak terbelalak kaget dan terperangah. Apalagi Hayeo dan Geun-Haa yang sebelumnya sudah melihat Feron dan dua bersaudara Rimson masuk, lalu kemudian melihat Arya masuk jantung mereka serasa hampir jatuh ke perosotan. Mereka masih mengingat seberapa brutal dan bringas nya Arya ketika menendang tubuh Geun-Haa seperti layaknya menendang tumpukkan bantal bekas itu.
Sangat menakutkan...
"Selamat datang di Kekaisaran Jaeyang Kaisar Zaint, dan ini pasti Putri Mahkota Aryalania?" ujar Kaisar dari Jaeyang bernama Geun-Rou.
"..."
^^^(Awkward (☉д⊙;;))^^^
Arya yang cuek dan acuh tak acuh itu, pada awalnya hanya diam menyaksikan, hingga dia tiba tiba merasakan cubitan dari arah belakangnya. Dia dicubit oleh Brian yang tidak berperasaan.
Ah, benar aku adalah putri Mahkota.
Aku lupa...!!
Brian yang dituduh tidak berperasaan: "..." sangat b0doh!
"Saya Aryalania Frosen Alexander Roseland memberi salam pada Kaisar Jaeyang" Arya memperkenalkan dirinya sambil menunduk memberi hormat, tidak lupa dengan sedikit merentangkan gaunnya. Itu adalah etiket dasar yang dia pelajari dari nyonya Farah, guru privat nya sejak dia berusia tiga tahun.
"haha, silahkan duduk dan kita akan memulai jamuan nya" Kaisar Geun-Rou tertawa untuk menghilangkan rasa canggung nya. "Semoga kalian menikmati hidangan nya"
"Hm" jawab Zaint singkat. Arya sedikit tersenyum canggung dan menjentikkan jarinya dibelakang punggung. Zaint sedikit melirik, "tentu!"
Setelah itu Rombongan Arya mengambil tempat duduk terpisah. Arya dan Zaint duduk di meja yang sama dan yang lainnya berada dimeja bawah.
Ruang perjamuan terdiri dari tiga lantai dan dua tangga. Lantai pertama itu dikhususkan untuk keluarga Kerajaan(Kekaisaran) Jaeyang, lantai kedua untuk para Kaisar dari Kekaisaran lain, dan lantai ketiga untuk rombongan yang dibawa oleh Kaisar, para pejabat yang diundang juga berada di lantai itu.
Setelah beberapa kata sambutan pun, akhirnya perjamuan Ulang tahun Kekaisaran Jaeyang yang digelar dengan sangat mewah itupun berlangsung.
Arya sedikit menoleh, dan matanya langsung bertabrakan dengan mata Geun-Haa.
Arya sedikit mendongak, senyum menyeringai terpatri indah dan jelas dibibir merah alami miliknya. Entah bagaimana Geun-Haa merasakan firasat tidak baik dari senyum Arya. Dia menunduk dan tidak berani mengangkat kepala nya lagi.
Disampingnya ada Geun-Lee yang melihat nya dan sedikit tersenyum. Sepertinya tendangan dari arya benar-benar membuat adiknya jera, terimakasih banyak.
⬆ ⬆ ⬆
⬇ ⬇ ⬇
(ini adalah kakak(tiri) yang senang ketika adik(tiri)nya diberi pelajaran)
Dari arah depan tempat duduk Arya seorang remaja tampan sedang menatapnya. Dia adalah Hansel pangeran dari Theodore dan putra dari rechan. Dia tidak terlalu mengingat wajah Arya selain karena pengaruh waktu juga karena perubahan wajah Arya yang sangat banyak. Terutama tinggi dan penampilannya yang benar-benar berbeda, yang lainnya sama saja.
Arya menarik pandangannya pada Hayeo yang sedari tadi hanya diam menundukkan kepalanya memakan sajian yang ada di atas meja.
Arya yang melihat itu menunduk dan ikut memakan makanannya dan seketika rasa manis pun memenuhi rongga mulutnya.
Ini sangat enak...
Arya bahkan sampai penutup mulutnya dengan tangannya ketika menunduk. Dia tidak bisa berkata kata lagi. Apalagi saat ini perutnya kosong karena belum makan sejak sore tadi.
Dari arah samping feron mengetuk meja, memberi kode pada Arya untuk menoleh. Arya yang mendapat kode langsung menoleh.
Eh...?
Ketika dia menoleh bukan hanya satu tapi ada banyak mata yang menatapnya. Entah kenapa arya malah merasa nervous dibuatnya.
Arya mengetuk meja dua kali lalu menunjuk kearah semua orang yang menatapnya. Feron yang mengerti langsung menoleh bersamaan dengan Zaint yang melihat ketukan jari Arya juga ikut menoleh.
Semua orang yang tiba-tiba ditatap oleh Zaint, langsung menurunkan pandangan mereka dengan perasaan takut yang kentara.
Setelah acara tatap-tatapan dengan Zaint, acara makan malam bersama pun akhirnya dimulai. Arya yang notabene putri yang kelaparan pun makan dengan tenang. Karena tradisi makan diam, jadi hanya ada suara ketukan sendok dan sumpit ringan yang terdengar di ruangan luas itu.
Setelah acara makan malam bersama itu selesai acara inti pun dimulai.
Diawal acara ini beberapa penari melakukan tarian mereka dilanjutkan beberapa anak bangsawan yang untuk kebolehan mereka semua dengan sangat terampil.
Arya dan Feron tidak bisa berbicara secara langsung tetapi mereka pintar, jadinya mereka melakukan telepati.
"Fer? Kamu mau melakukan pertunjukan?" tanya Arya dalam telepatinya
"Tidak Ar, aku tidak mau. Kau bisa melakukannya?" jawab Feron menggelengkan kepalanya
"Em, mungkin sebuah lagu? Bagaimana?" tanya Arya lagi dengan bingung
Feron menjulurkan tangannya ke depan lalu berkata tanpa telepati, "silahkan~"
"Any*ng anak setan"
Semua temannya yang mendengar kata umpatan dari mulut Arya hanya bisa menepuk dahi mereka pasrah. Bisa-bisanya Arya mengatakan kata umpatan itu di dapan banyak orang dan delapan Kaisar sekaligus!!?
Hayeo yang sedari tadi menikmati makanannya saja sampai tersedak. Walau di luar dia terlihat seperti tidak memahami bahasa resmi Kekaisaran yang sebenarnya, padahal dia sangat tahu bahasa resminya. Dia bisa berbicara dan mengerti bahasa itu berkat kerja keras dia dan dorongan ekstrim dari Yoona. Percayalah dia tidak ingin mengingat berapa menakutkannya pelajaran bahasa dan sejarah.
Jadi, secara tidak langsung dia mengerti apa yang diucapkan oleh Arya.
Apakah di zaman ini sudah ada kata 'any*ng' dan 'anak setan'?
^^^(Maka jawabannya adalah TIDAK ADA!!) ^^^
Arya menatap Feron dengan tangan mengepal dan wajah yang menunjukan kekesalan.
"Hm? Apakah Putri Aryalania ingin menunjukan kemampuannya?" tanya kaisar Geun-Rou ketika melihat Arya yang berdiri dan menghadap padanya.
"Ya!" jawab Arya singkat dibarengi dengan kepalanya yang mengangguk.
"Silahkan"
Arya menuruni anak tangga yang berjumlah enam anak tangga itu.
Dia mengibarkan tangannya dan sebuah piano langsung muncul di tengah tengah aula itu. Semua orang kagum dengan apa yang mereka lihat dan beberapa yang sudah tahu dengan kemampuan Arya hanya tersenyum simpul.
Aroma permen cokelat bercampur dengan aroma buah dan aroma dingin daun mint itu memenuhi indra penciuman mereka.
Hayeo membelalakkan matanya ketika dia mencium aroma familiar yang biasanya dipakai oleh Queen nya.
"Pangeran Feron, apakah saya bisa bertanya?" ujar Arya berbalik dan menatap Feron dengan lirikan mata yang menggoda dan penuh pesona.
"I, iya" dia tidak tahu kenapa, tapi Tiba-tiba firasat buruk menghinggapi nya. Ada perasaan takut yang datang dari hatinya.
Teman dan sahabatnya bilek: "..." mati kau Feron!?
Teman dan sahabatnya ada yang menatap Feron dengan prihatin, kasihan dan bersemangat. Tidak perlu disebutkan siapa saja yang bersemangat tapi yang pasti yang paling bersemangat adalah Lili. Sepertinya dendam mereka berdua masih belum selesai?
"Kau... Menyukai memories or hero?" Tanya Arya membelai piano hitam milik nya dengan lembut.
Serrrr....
"Hey sadarkan dirimu!" Ucap Feron memandang Arya dengan aneh.
"Apa?"
"Kamu seperti orang yang menyimpan dendam kesumat pada Feron" sahut Lili pelan memasukan makanan ke mulutnya.
Beberapa orang didekatnya menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Dia langsung menyebutnya dengan nama tanpa embel-embel pangeran?!
VvvvvvvvvvV
VvvvvvvvvvV
VvvvvvvvvvV
Kalau mau baca silahkan kalau mau skip jiga silahkan...
Ayo tebak!
Di sebuah kamar yang diterangi oleh lampu malam, ada seorang anak yang menyandarkan kepalanya di dada ibunya. Dia memegang sebuah buku lalu menyuruh ibunya untuk membacakannya sebuah dongeng.
"Mamah, aku sangat suka bermimpi sangat tinggi" ujar sang anak ketika ibunya menyelesaikan buku dongengnya
"Kenapa?" tanya sang ibu membelai kepala sang anak
"Em... Karena aku ingin seperti mamah! Aku ingin memimpikan ekspektasi yang sangat indah dan melupakan realita yang kejam!" jawab sang anak dengan senyum lebarnya.
Sang ibu tersenyum dan mengelus kepala anaknya dengan sayang. "Kalau begitu kau harus tidur dan kembali bermimpi, seperti yang kau inginkan dan lupakan yang sekarang"
Tidurlah... Tidurlah sayangku....
Mimpimu adalah hidupmu....
Berbahagialah dalam mimpimu....
Dan tetaplah pada jalanmu...
Mimpimu adalah cerminmu...
[Kalau kalian paham, Mungkin ini bakalan jadi salah satu plot cerita buat nih novel, semoga berhasil😊]
Jan lupa like and komen😘🥰🥰👍👍👍🙏