The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
PERGI DARI ISTANA



Setelah keluar dari ruang belajar Arya mulai menelusuri jalan, hingga langkahnya berhenti di gerbang istana. Farel yang selalu mengawasinya hanya bisa merasa heran dengan nya karena tiba tiba pergi ke depan gerbang istana yang tinggi itu.


Saat gadis kecil itu mulai melangkah keluar tiba tiba Farel bertanya. "Nona anda mau ke mana? Bukankah baginda mengatakan anda tidak boleh membuat ulah?". Tanya Farel


"Kan bilang ayah *jangan buat masalah* tapi aku gak akan buat masalah kok". 'Tapi kalau buat heboh kan gak apa apa, ayah pun gak ada ngelarang tuh, hehe!' lanjut nya dalam hati sambil tersenyum mengerikan, dan itu berhasil membuat Farel merinding disko. Kenapa bisa dia ditugaskan menjaga tuan putri yang berwujud malaikat berhati iblis ini yah begitu lah isi pikiran Farel saat ini.


"cosa stai pensando?" ujar Arya sambil menyipitkan mata menatap Farel yang tengah berkeringat dingin. Dia bilang ' apa yang sedang kau pikirkan?' yah kira kira begitulah. Farel yang di tanyai begitu hanya terkejut mendapatkan pertanyaan dari gadis itu membuat dia sedikit gugup.


"Ah, non perdere!!" ujarnya juga dengan bahasa Italia. Artinya 'ah, tidak ada nona!!'


^^^(Disini kita pakai bahasa Indonesia, Italia dan inggris oke)^^^


"Oh, oke!" jawabannya santai sambil lanjut berjalan.


'Huft...! itu tadi hampir saja, nona sangat pandai berbahasa asing. Baginda pasti sangat bangga pada nona' batinnya bernafas lega sembari memuji gadis didepannya itu.


"Jadi kapan kita akan pergi?" ujar Arya penasaran karena sudah lama menunggu


"Nona apakah anda akan pergi keluar dengan pakaian seperti itu" ujarnya sembari menunjuk gaun belibet yang Arya pakai.


"Eh benar juga ya, Hehe!" ujarnya lalu pergi ke kamar lagi.


Farel hanya menghela nafas sambil menggeleng kan kepala, tidak habis pikir dengan Putri yang di jaganya ini.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Arya selesai juga, dikamar tadi ada Lina dan Tera, jika kedua orang ini di satukan mungkin akan terjadi bencana tsunami. Tapi dia berhasil mencegahnya karena dia langsung mengusir mereka dari kamar nya itu.


"Ayo, kita berangkat...!" serunya dengan semangat 45, setelah keluar dari kamar. Saat ini Arya sedang memakai pakaian yang merakyat jadi memudah kan nya untuk membaur di masyarakat kota dan desa.


"Baik nona...!" ujar Farel sambil membungkuk.


"Let's go guys...!" seru nya lagi




Setelah perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka pun sampai di desa yang dekat dengan kekaisaran.



Tapi keadaan desa ini sangat jauh dari kata baik. Kenapa? Mau dilihat dari mana pun nih desa gak bisa dibilang layak ditinggali. Rumah rumah banyak yang hancur, banyak orang kelaparan, bahkan banyak orang yang sakit-sakitan.



Farel yang melihat keadaan desa ini ingin sekali langsung menarik Arya untuk pergi, tapi sayang... Gadis itu sudah menghilang dan berada didepan seorang kakek tua.



Farel yang melihat itu hanya tepuk jidat dibuat nya.



'*Sial.... Terlambat lagi*'



Yap benar, sebelum berhasil membawa Arya pergi, Arya malah berlari menjauh, meninggalkannya sendiri bagai orang yang baru saja ditinggal putus. Cih ngenes\_-"'



"Kakek sebenarnya apa yang terjadi pada desa ini?" tanya Arya pada kakak tua tersebut.




"Mengapa berbahaya kek...? Apakah ada sesuatu yang terjadi disini...! katakanlah kakek, aku mohon...!" ujar nya memelas.



"Hah...! Sebenarnya desa ini dulunya bernama desa Dreav adalah tempat yang damai seperti desa pada umumnya. tapi... Semenjak beberapa tahun yang lalu tiba tiba desa kami diserang oleh seekor naga. Naga tersebut mengambil semua makanan kami, dan dia juga membuat sebuah perisai agar orang yang ada di desa ini tidak pergi keluar dan mencari bantuan. Tidak ada yang tahu tentang desa kami kecuali diri kami sendiri." ujarnya bercerita kepada Arya dan Farel yang ikut mendengarkannya.



'Naga...! Ternyata disini ada naga...! Hebat aku harus melihatnya' ujar Arya antusias dalam hati, sambil tersenyum manis. Membuat Farel curiga.



'Jangan bilang anda mau melakukan hal gila lainnya nona…!' batinnya Farel merasa cemas. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana bisa Kaisar yang terkenal Tiran itu bisa memiliki Putri yang terlihat kontras tapi mirip itu di besarkan.



"Baiklah ayo kita pulang dan kita tak jadi untuk berkeliling!!" ajak nya pada Farel.



"Baik!" jawab Farel



Saat sudah sampai di istana, Arya langsung pergi ke kamar dan melompat ke arah kasur. Karena terlalu lelah akhirnya dia pergi ke alam mimpi yang indah. Ya tempat dia bisa melakukan yang namanya rileksasi.



Sedangkan Farel saat ini sedang menulis surat untuk Zaint yang sudah ada di barak militer.



![](contribute/fiction/2263166/markdown/19593941/1621867284431.jpg)



Itulah surat yang dituliskan Farel kepada Zaint tentang Arya.



Setelah dia menulis surat dia pun menaruh surat itu di kaki seekor burung elang di sampingnya dan menyuruh agar pergi.



Disisi lain, tepatnya ditempat Zaint berada saat ini. Dia sedang membaca laporan yang ditulis oleh Farel membuat dia tersenyum dan menaikan sebelah alisnya malas, ternyata anaknya bisa berbahasa Inggris dan Italia, membuat dia jadi sedikit bangga.



"Oh bisa dua bahasa ternyata, bagus!!!" ujarnya Zaint.



jangan lupa koment and like yak teman teman!!!