The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
ALICAN MENAGIS



"Paman Kaisar?" sapa Arya yang baru saja memasuki ruangan.


Sebelumnya....


"Kita ingin kemana?" tanya Hansel pada ayahnya yang sedari tadi tersenyum kecil.


"Kau nanti juga akan tahu!" jawab Rechan terus memandang kearah jendela kereta yang mereka tumpangi.


Rechan terdiam beberapa saat sebelum dia bertanya pada anaknya yang juga ikut diam.


"Hm, berapa usiamu?" tanyanya mengangkat alis.


Hansel yang diam itu menoleh dengan wajah aneh langsung pada ayahnya.


"Ayah, aku ini anak kandungmu atau anak pungut? Bagaimana bisa kamu tidak ingat usiaku?" ucap Hansel dengan anehnya.


"Cih, coba saja aku memiliki anak perempuan mungkin dia akan jadi anak yang manis, tidak sepertimu seperti batu di gunung" gerutu Rechan dengan masam.


"Kalau begitu menikah lagi saja dan buat anak perempuan sana" jawab Hansel dengan kesal.


"Aku sudah cukup memiliki satu istri"


"Tapi sudah jadi roh"


"Dasar tak punya hati, lihat saja nanti saat kamu sudah memiliki pemilik hati, bahkan sedetikpun kamu tidak akan mau berpisah darinya, lihat saja, kau pasti akan tahu perasaan ayahmu ini!" Rechan kembali menggerutu memandang anaknya yang hampir mirip dengannya, tapi jika dia boleh jujur penampakan sifat dan wajah kedua anaknya sangat mirip dengan mendiang istrinya. Yah, walau mendiang istrinya memiliki sifat yang tenang, tapi saat muda mereka lebih mirip kucing bertemu bola, tidak bisa diam.


"Huft... Usiaku sembilan tahun kurang empat bulan" ucap Hansel menghela nafas.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Hansel memandang kearah luar, itu bukanlah jalan yang ramai tapi bukan pula tempat yang sepi


"Tanya Sebastian!" ujar Rechan menunjuk pada perdana menteri miliknya.


Sebastian yang tiba-tiba ditunjuk kaget dan jadi gelagapan. Walau sifatnya sedikit ceroboh, tapi sebenarnya Sebastian itu memiliki ketelitian tinggi dan juga sangat kompeten dalam mengatur semua tugasnya.


"Ah, oh! Kita akan pergi ke penginapan tempat Kaisar dari Kekaisaran Roseland dan Ruffela tinggal" ucap Sebastian dengan menaikan kaca matanya.


"Untuk apa?"


"Bertemu teman lama"


"Oh"


Saat ini...


Arya memandang tiga orang Kaisar yang ada didalam ruangan dengan mata bulat tajamnya.


Tak jauh dari mereka ada Hansel yang menatap jendela. Dia bahkan tidak menyadari kalau ada yang masuk keruangan itu.


"Ayah ngapain?" tanya Arya mengernyit kan keningnya melihat ayahnya menuangkan minuman aneh ke dalam gelas.


Zaint menoleh dan menjawab: "sarapan"


"Serius napa?" Arya mendengus kesal dan berjalan mendekati Hansel yang menatapnya seperti melihat sesuatu yang aneh.


"Hey kamu! Kamu siapa?"


Hansel memandang Arya dengan mata merah nya dan bergumam...


Sepertinya familiar....?


"Hansel"


Arya mengernyit lagi, dia sepertinya pernah mendengar nama itu di suatu tempat.


Tapi siapa?


Lili mendekati Arya dan menepuk pundaknya.


"Kenapa?"


Arya sedikit tersentak dari lamunan nya dan menggeleng


"Engga apa, cuma pikiran ku sedikit teralih saja tadi" ucapnya sambil tersenyum.


Arya mendekati ayahnya dan duduk di samping nya. Dia memperhatikan botol yang sedikit berbeda dari yang ada di gelas ayahnya. Warnanya merah gelap dan aromanya sedikit menyengat dengan perasaan manis di penciuman.


Arya berkedip beberapa kali dan kemudian menatap ayahnya. Dia menunjuk kearah botol itu seperti bertanya apa itu.


Kelion tersenyum geli dan menuangkan minuman itu kedalam sebuah cangkir kecil dalam jumlah kecil.


"Ini adalah anggur dengan kadar alkoholnya rendah, kamu mau mencobanya? Ini tidak akan membuatmu mabuk(?)"


Zaint Memelototi Kelion yang sangat sesad itu. Beraninya dia menyuruh anaknya yang masih dibawah umur minum sesuatu yang beralkohol!?


Bahkan Hayeo yang lagi cekcok dengan Geun-Lee langsung menoleh dengan terkejut.


Tidak!!!


"Arya tidak boleh minum!! Dia akan mab--!"


Glup...


Terlambat sudah Arya telah meneguk habis 'Anggur' itu hingga tandas. Hayeo dengan cepat merebut cangkir kecil itu dan membalik nya.


Tamat lah....


Arya mengedipkan matanya sayup. Entah kenapa kepalanya terasa berdenyut. Rasa 'anggur' yang dia minum terasa pahit dan sedikit sepat tapi juga terasa enak.


Bruk...


Tubuh Arya tumbang begitu saja di atas meja tanpa ada aba-aba. Yah, dia mabuk. Tapi satu masalah besar yang paling dihindari Hayeo adalah....


"Ugh... Siapa lagi yang mengganggu waktu tidurku!?" ucap Arya memegangi kepalanya. Ups, itu bukan Arya tapi Alican. Ehe...


"Anak setan, Alican?!" gumam Hayeo dengan tangan gemetar ingin memukul sesuatu.


"Bau apa ini?! Seperti anggur merah?" ujar Alican mengernyit. Dia mengendus aroma mulutnya dan dia sangat yakin jika dia benar, Arya baru saja minum!


Dia memandang kearah Hayeo lalu kearah Zaint yang ada di samping nya.


What happened?!


"Ekhem, Brian bisa kamu menghubungi ibumu?" tanya Hayeo melirik Brian yang tidak bergerak sedari tadi.


"Baiklah"


∆∆∆∆∆∆∆


"Halo?" jawab seseorang dari sebrang


Tak lama kemudian panggilan pun tersambung. Hayeo mengambil alat komunikasi itu dan menaruhnya di depan meja.


"Halo Nyonya Sonya, Ibu tiri nya Brian, istrinya grand Duke, Grand Duchess Gerald, benar?" tanya Hayeo berturut-turut.


"Iya, ada apa? Apa ada masalah?" tanya Sonya dengan nada seperti sedang mengerjakan sesuatu.


"Ini Arya mab--" ucapan Hayeo terpotong untuk yang kedua kalinya.


"Yosh, berhasil! Semut nya udah lenyap!" ucap Sonya dengan senang membuat Alican dan Hayeo mengernyit, tapi sepertinya pikiran mereka sama.


"Fesya, kamu memainkan nyawa manusia seperti kelinci percobaan lagi?" ucap mereka berdua bersamaan.


"Ah, Arya? tidak kok aku sedang menguji coba seekor semut, asli semut kok!" sahut Sonya ragu-ragu tapi tetap meyakinkan.


"terserah, emn... Iya tapi bukan, aku Alican!" ucap Alican bersender di bangkunya.


"Makanya kesini! Ceritanya gak panjang tapi gak pendek juga, susah kalau mau diceritakan!" Alican dengan kesal melipat tangannya di dada.


"Sabar, eum, batu teleport ku mana ya? Perasaan tadi ada disini? Ah, tumpah!!"


Lagi, Alican dan Hayeo memiliki pemikiran yang sama, Sonya pasti lupa naruhnya dan yang tumpah pasti racun yang baru dibuatnya.


"Aunty mu?" tanya Hayeo tanpa melirik Alican.


Tidak sudi...


"Bukan!"


Dia tidak ingin mengakuinya


"HEH, APA MAKSUDNYA KALIAN?!!" ucap Sonya dengan nada tinggi.


".... Bukan apa-apa!" ucap mereka bersamaan.


"Kau takut padanya?" tanya Hayeo berbisik ditelinga Alican.


"Aku tidak, Arya iya" jawab Alican dengan nada rendah.


Bzzzrrrrttt


Sonya datang dengan pakaian tidur dress panjang. Dia memandang Alican dengan tatapan menyipit. Lalu kearah Hayeo dengan mata bertanya-tanya.


"Siapa kamu?"


Hayeo yang ditanya dengan nada tidak ramah, hanya bisa menghela nafas sabar. Kadang-kadang anak ini kurang ajar memang.


"Fesya, kamu ingin ku lempar ke api kah?" tanya Hayeo dengan tatapan yang tiba-tiba merendah.


Ugh...


"Sa... Ye? Kau kah... Itu?" tanya Sonya ragu. Entah kenapa dia jadi merinding menatap mata rendah Hayeo. Atau karena perbedaan umur mereka lima tahun?


^^^(Jadi gini urutannya: Alice dan Saye ➡ ±7 tahun bedanya, kalau Fesya ke Saye➡ ±5 tahun bedanya, dan Alice ke Fesya➡ ±2 tahun beda umurnya)^^^


^^^(Tapi, karena mereka sudah 'mati' di kehidupan modern, jadi sekarang rentang usia mereka adalah: Arya ➡ 7 tahun, Hayeo ➡ 9 tahun, dan Sonya ➡ 27 tahun)^^^


"Anak pintar!" puji Hayeo dengan senyum lalu dalam sepersekian detik langsung mengalihkan wajahnya yang tiba-tiba dingin.


"...." apa-apaan mata mencemooh itu?


Tidak ada yang berbicara, terutama Kelion yang sedikit merasa bersalah.


Huft...


Alican menghela nafas nya dengan pelan lalu kembali melipat tangannya.


"Sudah perkenalan nya?" tanya Alican judes.


"Sudah/belum" jawab mereka bersamaan, tapi dengan jawaban berbeda.


Alican menatap dingin pada Hayeo yang menjawab belum.


"Ehehe!" tawa Hayeo mengalihkan pandangannya.


"Sudahlah, Alican sepertinya Arya mabuk atau kamu memaksa keluar?" tanya Sonya menarik salah satu kursi dan duduk.


"Dari rasa yang masih terasa di lidah, dia minum anggur merah" ucap Alican menaruh kaki kananya di kaki kirinya.


"Baik, mumpung ini adalah Alican aku ingin memberitahu sesuatu"


Satu hal yang unik tentang Alican adalah dia sangat mudah mengeluarkan unek-unek nya saat dipancing emosinya, dan Sonya adalah orang yang paling berpengalaman dalam memancing emosi orang.


"Apa kamu tahu, kamu dan Arya itu adalah produk gagal yang tidak pernah diinginkan, lihatlah teman-teman mu, mereka bahkan tidak benar-benar ingin berteman denganmu" demi buah manggis isi enam, rasanya hati nurani Sonya seperti dibanting ketika dia berkata seperti itu.


Semua orang yang mendengar perkataan Sonya seketika terkejut hingga mereka mendengar suara telepati yang dikirimkan darinya.


...[Tolong jangan salah paham! Ini adalah salah satu cara agar dia marah! Saya mohon tenang semua, saya punya alasan kenapa saya melakukan ini...(´ ͡༎ຶ ͜ʖ ͡༎ຶ `)]...


Setelah mendengar telepati dari Sonya, semua orang langsung terdiam. Terutama Zaint yang memicingkan mata nya seperti bersiap ingin membunuh Sonya.


<·><·><·><·>


Deg...


Alican tanpa sadar memandang kearah teman-teman nya dan kearah ayahnya.


Semuanya diam


"Ini tidak benar kan? Aku..." alican tanpa sadar memegangi dadanya yang terus saja berdenyut.


Rasanya sakit...


Dia mengerutkan bibirnya, rasanya dia tidak bisa berkata kata


Sonya melanjutkan..


"Yah, kamu dan Arya itu tidak seharusnya ada" Hah... rasanya Sonya ingin memotong lidahnya sekarang.


"Diam...." gumam Alican lirih.


"Kalian itu adalah aib yang harusnya tunduk"


"Diam...!" Alican dengan kuat mengepalkan tangannya dan menunduk.


"Pantas saja kamu dan Arya menjadi kelinci percobaan yang tidak berguna kalian it--" ucapan Sonya seketika terpotong oleh teriakan dari Alican.


"KU BILANG DIAM!! DIAM DIAM DIAAAAMM!!! AKU TIDAK INGIN MENDENGARNYAAA!!! KAMI BUKAN LAH HEWANNN!!! KAMI BUKAN BINATANG YANG HARUS TUNDUK PADA TUANNYAAAA!!!! KAMI MANUSIAAA!!! BUKAN KEINGINAN KAMI UNTUK LAHIR, BUKAN KAMIIIII!!! KAMI JUGA PUNYA HATI!!! KAMI JUGA BISA SAKIT HATI!!! KAMI JUGA BUKAN BENDA YANG JADI BAHAN UJI COBA!!! JANGAN MENYIKSA KAMIIII!!! KAMI LELAH!!! JANGAN PERMAINKAN HATI KAMIIII!!! SAKITTT!!! SANGAT SAKIT!!! JANGAN MEMBERI KAMI HARAPAN YANG MEMBELENGGU KAMI!!! KAMI MOHON!!! Hiks, hiks... Kami juga ingin seperti anak-anak yang lain, kami juga ingin dicintai, jika kalian tidak menginginkan kami kenapa kalian melahirkan kami, kenapa kalian tidak membunuh kami saja?! Kami lelah...."


tanpa diduga Alican benar-benar menangis sesenggukan. Dia mengeluarkan unek-unek miliknya dan juga arya.


Dia berdiri sambil terus mengusap air matanya yang tidak mau berhenti. Sudah cukup dia tidak mau mendengar perkataan yang menyakitkan seperti itu.


Alican yang biasanya tenang dan dingin kini menangis dengan hati yang sakit. Ini bukan lagi Alican yang dingin dan sombong. Tapi, ini Alican yang sesungguhnya. Kepribadian Arya yang terbentuk dari rasa ketakutan, kebencian, kesedihan, dan kekecewaan yang dipendam oleh Arya. Dan Alican sendiri tidak bisa terpengaruh oleh kekuatan sihir apapun yang ada di dunia ini.


Ruangan yang awalnya hening kini jatuh pada kesunyian ekstrim.


Zaint mengerutkan keningnya dia merasakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Dia berdiri dan membawa anaknya dalam dekapannya. Dia tidak berhenti menepuk punggung anaknya dan bergumam tidak apa-apa dan juga maaf.


Alican yang mendapatkan perlakuan seperti itu bukannya berhenti menangis malah tangisannya semakin menjadi membuat ruangan itu hanya terdengar suara sesenggukan nya.


"Maaf ya, tadi aku cuma ingin mengetahui apa yang ada di hati mu" ucap Sonya dengan senyum bersalahnya.


"Hiks, aku bukan Arya yang tetap bersikap baik walau ada yang sedang mencaci-makinya, hiks, aku juga tahu rasa sakit yang dia rasakan!" ucap Alican yang masih memeluk tubuh Zaint erat menyembunyikan wajah sembap nya di pakaian ayahnya.


"Kami juga minta maaf ar-- Alican kami tidak ada maksud aneh-aneh, kami hanya disuruh diam oleh Ibunya Brian" ucap Lili yang juga merasa tak enak hati.


Berbeda lagi dengan Kelion dan Rechan yang tidak menyangka dengan reaksi cepat Zaint untuk menenangkan anaknya.


Matahari sepertinya salah terbit hari ini?


∆∆∆∆∆¶¶¶¶¶


¶¶¶¶¶∆∆∆∆∆


yoklah di like and komen nya kakak🤗😘


Ditunggu loh🤣