The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
BELAJAR SEJARAH



keesokan harinya Arya mulai bersiap siap untuk belajar lagi kali ini dia belajar sejarah bersama prof. Ren beliau adalah mantan profesor sejarah dari akademi bulan yang sangat terkenal di 5 kekaisaran.


Akademi itu bahkan tidak hanya menerima murid dari kalangan bangsawan saja bahkan rakyat biasa pun bisa masuk dengan surat rekomendasi dari kepala akademi langsung.


Di Sana sangat banyak murid murid yang berbakat. di sana bisa menerima murid di usia 10 tahun dan akan lulus jika saat berusia kurang dari 15 tahun sudah berhasil menyelesaikan ujian akhir yang berupa bertarung pedang dengan murid yang lain untuk para pengguna 'aura' dan duel sihir untuk pengguna 'mana'.


"Farel...! apakah sejarah kekaisaran ini sangat panjang?" tanyanya pada Farel dan hanya dijawab dengan anggukan.


"haih ..... fastidioso!" gumam nya lagi dengan rasa kesal. Farel yang melihatnya seperti itu hanya tersenyum kecil.


^^^(*haih.... menyusahkan)^^^


^^^Translate*^^^


saat sampai di depan pintu mereka melihat prof. Ren sedang menunggu. Mereka mulai masuk kedalam dan saat berada di depannya Arya mulai memberi salam dan dibalas dengan bungkuk kan olehnya. lalu dia duduk didepan nya. dan mereka pun memulai pelajaran sejarah.


"tuan putri apakah anda sudah tahu tentang berdirinya kekaisaran ini?" tanyanya pada Arya


"iya...! ayah pernah menceritakannya pada saya!" jawabnya santai. Memang benar Zaint yang telah mengajarinya sejak kecil jadi dia tidak terlalu pusing memikirkan pekerjaan nya


"ayah bilang kekaisaran ini awalnya hanya lah kerajaan biasa, namun karena kerja keras Ayah dari kakek, kakek dari kakek buyut ku, lalu kakek dari ayahnya ayah lalu diteruskan lagi oleh ayah ku.


seharusnya sih begitu.


Dulu sangat banyak orang yang memperebutkan wilayah kekaisaran tapi berhasil di pertahankan oleh kakek moyang jadi, wilayah nya dulu tetap aman dan terus berkembang sampai saat ini. Dan itu semua berkat hasil pertumpahan darah di peperangan melawan musuh dari kerajaan lain.


Sekarang kekaisaran ini telah berkembang menjadi kekaisaran terbesar urutan pertama dari lima kekaisaran di seluruh benua. begitu kan?" ujar Arya menjelaskan.


"benar, seperti yang dikatakan oleh baginda,saya ingin bertanya pernah kah anda merasa aneh mengapa keluarga kaisar memiliki kekuatan elemen bunga mawar, kekuatan penyembuhan yang cepat, dan penampilan yang menawan bukan?" tanyanya pada Arya dengan seringaian yang khas.


benar juga...!


kenapa gak kepikiran yah?


"kenapa?" tanyan arya heran


prof. Ren hanya tersenyum dan mulai membuka buku yang ada disampingnya.


" dahulu kala, ada seorang elf yang sangat cantik.... dia memiliki rambut berwarna merah panjang.... dengan mata hijau yang memancarkan ketenangan. suatu hari saat dia sedang berada di hutan dia tidak sengaja mendengar suara rintihan yang sangat lirih karena mendengarkannya sangat tajam dia tahu jika sumber suara tersebut sangat lah kesakitan. dia terus saja berjalan menelusuri hutan dan bertemu dengan seorang manusia yang sedang terluka.


awalnya dia tidak mau mendekati manusia itu, namun hatinya tak tega meninggalkan orang yang sedang terluka itu. dan pada akhirnya dia pun membantu manusia tersebut. Walaupun dia tahu jika bangsa elf dan bangsa manusia itu selalu Bertentangan, namun dia tidak peduli, karena dia tidak tega melihat manusia itu terluka.


saat manusia tersebut bertanya siapa nama gadis itu, gadis itu memperkenalkan jika namanya adalah ROSEANA dia adalah seorang elf yang memiliki kekuatan tumbuhan, tepatnya bunga mawar yang sudah bisa berkeliaran didalam hutan karena elf baru bisa keluar dari desanya jika dia sudah beranjak dewasa dan memiliki kekuatan yang besar hingga dia bisa melindungi dirinya sendiri


sedangkan manusia itu adalah SOFRON pangeran dari kerajaan Timur yang terkenal makmur. namun beberapa waktu yang lalu terjadi pemberontak yang menyerang istana hingga membuatnya semua orang di kerajaan itu mati.


berbulan bulan telah berlalu mereka berdua semakin lama semakin dekat dan mulai lah ada benih benih cinta yang tumbuh. dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, dan membangun ulang kerajaan. dan sekarang kerajaan itu sudah menjadi kekaisaran Roseland. dan anda adalah satu satunya anak perempuan dari banyaknya keturunan ini!"


"apa?!!" sumpah, bisa bisanya dia satu satunya perempuan dari banyaknya keturunan.


"baginda kaisar yang sekarang adalah kaisar ke 12 yang berarti sudah dua belas generasi berturut-turut dan tidak ada yang berhasil melahirkan anak perempuan. walaupun kaisar terdahulu memiliki ratusan selir tetap saja tidak bisa memiliki anak perempuan... dan lebih dominan laki laki". ujarnya lagi


"Dulu juga pernah diselenggarakan pertandingan antar selir kaisar, siapa diantara mereka yang bisa melahirkan anak perempuan akan diberikan gelar ratu (dibawah permaisuri) dan juga harta berlimpah"


'Gila, cuma demi dapat satu keturunan anak perempuan sampai dibikin pertandingan tuh orang punya rahim se elastis apa sih sampai-sampai harus kek gitu, kok merinding yah?'


"Tapi sekarang sudah tidak ada, itu semua karena kaisar Zaint, ayah anda sekarang" Lanjutnya dengan tersenyum kecil


"oh begitu, terima kasih prof. Ren!!" ujar arya


"apakah ada yang ingin anda tanyakan putri?!" kata prof. Ren


"oh iyah....! prof. Ren bisakah anda menceritakan tentang naga?!" tanya Arya lagi.


"naga?" beo nya


"setahu saya ada naga di pegunungan Swely. Itu adalah pegunungan yang memiliki lembah api. Di Sana ada seekor naga yang tinggal di goa tebing gunung, memangnya ada apa putri? " tanyanya.


"ah....tidak saya hanya bertanya!" jawab Arya memalingkan wajahnya


setelah belajar sejarah, Arya pun pamit.


"baiklah prof. Ren bolehkah saya untuk kembali" ujar ku


"baiklah putri pelajaran hari ini sampai sini saja!" ujarnya lalu membungkuk memberi hormat.


"sampai jumpa Prof. Ren!"


pamit Arya padanya


"Farel ayo pergi ke taman!" ajaknya pada Farel


"baik putri!" ucap Farel


"Sumpah, nih orang gak bisa ngomong panjangan dikit kah singkat banget kek hubungan sama doi!:(" batin Arya meringis mendengar jawaban singkat dari Farel.


di taman sudah ada dua curut yang menunggunya, dia hanya berjalan santai dan duduk di samping mereka. mereka belum sadar dengan kedatangannya yang tiba tiba. Saat mereka menoleh mereka pun refleks bangkit dari duduk karena terkejut.


"hah?!!" kata mereka bersamaan bahkan Evan sampai jatuh terduduk di tanah


"aduh....! sakit.....! Yaya bisakah kalau datang itu bilang bilang. sakit nih....!" ujarnya sambil merintis merasakan sakit karena bokongnya berciuman dengan rumput taman yang hijau itu.


huft...! suara helaan nafas yang dikeluarkan oleh Iden sambil mengelus dadanya karena terkejut.


"hehe maaf!" ucap Arya sambil tersenyum lebar dan mengedipkan matanya polos tak berdosa.


Evan bangkit dari duduknya dan beralih duduk di kursi taman yang berada dibawah pohon besar. "bagaimana belajar sejarahnya" tanyanya penasaran.


"huh .... molto poco attraente!" dengusnya kesal


^^^(*huh.... sangat tidak menarik)^^^


^^^translate*^^^


"dia bilang.... sangat tidak menarik!" ucap Iden memberitahu.


"hmm, sudah dua hari aku tidak mengirim surat pada ayah!" gumam arya dalam hati sambil manyun


"Farel, bisakah kau ambilkan aku kertas dan pena?!" ujar nya


"baik!" lalu dia pun pergi untuk mengambil pesanan Arya


"untuk apa itu?" tanya Evan


"secret!" ujar nya Arya dengan jari telunjuk berada di bibirnya.


Evan hanya berdecak kesal dibuatnya. tak lama kemudian Farel pun datang membawa kertas dan pena ditangannya. Dia menyerah kan kertas dan penanya kepada Arya.


"ini, putri!?" ujarnya memberikan kertas dan pena.


"grazie Farel!" ucapku pada Farel.


^^^(*terimakasih Farel)^^^


^^^translate*^^^


"non importa principessa!" jawabnya


^^^(*tidak masalah putri)^^^


^^^translate*^^^


Selagi Arya dan Farel bicara berbahasa italia, evan berusaha mencerna percakapan mereka dengan susah payah kerena dia belum terlalu lancar beberapa bahasa termasuk bahasa Italia.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ



****************


surat untuk ayah


^^^(*ayah apa kabar? kau sehatkan? apakah kau sakit? di sana kau harus menjaga kesehatanmu jangan sampai kamu sakit. jika sampai sakit kau akan menyusahkan yang lain, haha. ayah tahu, hari ini aku belajar sejarah kekaisaran ini. seperti yang ajarkan dulu. ternyata pelajaran yang ayah ajarkan dulu sangat berguna. Ayah.... aku merindukan mu! ayah nanti kau harus membalas surat ku yah. HARUS!!! udah itu aja balas jangan tidak di balas!!!)^^^


^^^translate*^^^


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Arya menulis surat untuk Zaint, walau terkesan hanya basa basi tapi tersirat kekhawatiran dan perhatian didalam nya. tanpa sadar air mata nya menetes saat menulis surat itu, dia merasa....sangat merindukan ayah gilanya itu


Evan, Iden, dan Farel yang melihatnya menangis jadi panik dan mulai menenangkannya.


"yaya! kenapa kamu nangis?!!" serunya Evan panik.


"yaya apakah kamu ada yang sakit?!!" ucapnya Iden dengan wajah dinginnya.


"putri anda kenapa? apakah sakit? mengapa putri menangis?!!" seru nya Farel kepada Arya khawatir.


"aku tidak apa apa!" Ujarnya menghapus air matanya.


siutt....


tak lama setelah Dia bersiul, datanglah seekor elang yang bertengger di pegangan kursi yang dia duduki.


"Egel kirimkan ini kepada ayah ya....!"


ujar nya kepada elang kesayangan nya itu.


"hmm baiklah!" hanya dia yang mengerti bahasa dari elang yang dia panggil Egel.


setelah dia mengikat surat yang dia buat untuk Zaint di kaki nya.


kemudian Egel pun terbang dari sana, menuju tempat Zaint berada.


dimana lagi, kalau bukan barak militer perbatasan.


ada prajurit yang melihat Egel pun dengan cepat menjulurkan tangan nya untuk tempat bertenggernya Egel. lalu prajurit itu mengambil surat yang Aku ikat di kaki nya. dan membaca siapa yang mengirim dan untuk siapa surat itu.


setelah membaca dari siapa surat tersebut, prajurit itu langsung pergi ke tenda dimana Zaint saat ini sedang mengadakan rapat strategi.


"kita aka-" ucapan Zaint tiba tiba di potong oleh prajurit tadi.


"baginda ada surat dari tuan putri untuk anda!!" ujar prajurit tadi memberitahukan.


"bacakan!!!" perintahnya dingin pada prajurit tadi.


"baik!" jawabnya lalu membuka kertas tersebut. alangkah terkejutnya dia ketika melihat bahasa yang ada dipakai untuk menulis surat itu. yah karena surat itu ditulis dengan bahasa Italia.


Dia menatap kertas itu dengan ragu lalu menatap Zaint meminta persetujuan. Zaint melihat keraguan dimata prajurit itu menaikan alis nya bingung lalu mengangguk.


Kau pasti terkejut Zaint....


"lettera a papà


papà come stai sei sano? sei malato lì devi prenderti cura della tua salute per non ammalarti. Se fa male, disturberai gli altri, haha. Papà sa, oggi ho studiato la storia di questo impero. come insegnato prima. si scopre che la lezione che mi ha insegnato mio padre è stata molto utile. Papà mi manchi! papà dopo devi rispondere alla mia lettera. DOVERE!!! Dopodiché, per favore rispondi, non non rispondere !!!" baca nya dengan suara lantang dan jelas sekali.


semua orang di tenda tak kalah terkejutnya mendengar bahasa yang digunakan putri dari kaisar tersebut. anak usia 3 tahun bisa menulis dan membaca? Terlebih lagi itu adalah bahasa Italia yang sedikit orang yang tahu menterjemahkan nya. Anak jadi-jadian, haha


Zaint? dia juga sangat kaget dengan surat yang dikirimkan oleh putri kecilnya, dia kira putrinya itu hanya bisa memberi salam dengan bahasa Italia. tak di sangka olehnya, ternyata putrinya ini bisa menulis dalam bahasa Italia juga rupanya. Bukankah itu jenius? batin mereka yang ada di tenda tersebut. setelah itu Zaint pun menyimpan pan surat itu untuk dibalasnya nanti.


jangan lupa like and koment oke😁👌