The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
EKSEKUSI...



Beberapa minggu kemudian...


Arya yang tidak bisa tidur karena bergadang mencari beberapa dokumen semua Kekaisaran pun terpaksa menyeret langkahnya kekamar mandi untuk membersihkan dan juga menyegarkan tubuh kecilnya.


Sudah hampir dua minggu dia tidak pernah tidur lama, paling lama dia hanya tidur empat atau dua jam saja dimalam hari. Dark tidak menemaninya untuk menonton, dia kembali ke desa kemarin untuk 'makan' dan setelah itu dia akan mencari desa lainnya.


Sungguh nyaman sekali menjadi Dark, tapi penderitaan buat para penduduk desa yang gak dosa apa-apa.


Tadi malam Arya baru menyadari jika selain 5 Kekaisaran besar masih ada tiga Kekaisaran tapi besarnya tidak terlalu besar. Jadi jarang disebutkan dalam buku sejarah.


Arya mengernyitkan dahinya ketika melihat bahasa yang digunakan tiga Kekaisaran itu.


Ketika dia membacanya, dia langsung terkejut dan hampir terjatuh dari kursinya. Tiga bahasa yang juga sangat dia kenali dan sangat dia hafal sekali.


Tiga bahasa yang selalu dia gunakan ketika bertemu klien dari negara pemilik bahasa itu ketika didunia modern dulu.


Tiga bahasa itu adalah bahasa Jepang, Korea, dan juga bahasa China.


Dia juga sangat suka dua bahasa diantaranya, Jepang dan Korea. Biar dia Queen Mafia tetap saja tidak ada yang akan menghalanginya untuk menyukai lagu dalam dua bahasa itu.


Terutama lagu kpop dan anime. (Lah, malah keluar jalur)


Arya yang saat itu memang awalnya iseng iseng buka buka berkas yang ada diruang arsip pun malah keterusan. Gini sudah kalau udah penasaran pasti keterusan sampai buka buka buku lain yang berhubungan, tapi nanti ketemu topik baru dan cari lagi terusannya, dan sampailah gak habis habis ngebahas satu masalah pindah ke masalah lainnya. Walaupun buku adalah jendela ilmu tapi Arya malah membaca sampai kek orang kurang diurus. (Kek authornya kalau penasaran sama manhwa yang tamat season satu-nya pasti nyari-nyari season duanya kalau gada pasti nyasar ke novelnya, dan begitulah kalian pasti taulah:))


Dia bahkan memiliki ruang penyimpanan berkas 'rahasia' yang ada dibawah kasur. Lebih tepatnya ruang yang ada di sebelahnya, yang terhubung melalui tangga yang berada tepat dibawah kasur. Ruangan itu tidak memiliki pintu bahkan berkesan seperti tembok. Bisa dibilang itu ruang rahasia.


Btw, berbicara tentang ruang rahasia dan berbagai bahasa dia Sepertinya teringat dengan seorang temannya yang merupakan salah satu tangan kanannya, seorang army k-pop


.... SAYE ADNA SAINE (panggilannya saye kalau gak sesajen/sayonara itu panggilan sayang dari Arya a.k.a Alice)


Usianya hanya berbeda sekitar tujuh tahun darinya. Sama sepertinya, Saye pun bisa menggunakan beberapa bahasa termasuk tiga bahasa yang tadi disebutkan. Bahkan dia merupakan ahli disainer ruang rahasia terbaik. Karya terbaiknya adalah ruang senjata dikolam renang terbengkalai, itu ada dibelakang rumah miliknya, bahkan Arya pun tidak menyangka dengan temannya yang satu itu. Jika diteliti dengan baik, kolam itu akan terlihat sangat kotor tapi siapa yang akan menyangka jika keran yang berada di pinggir kolam itu adalah jalan masuknya.





Kembali ke waktu sekarang....


Tok... Tok...


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar yang ternyata adalah Farel, sudah beberapa minggu terakhir dia kembali ke perbatasan dan baru saja kembali. Dia masih menjabat sebagai mengawal pribadi milik Arya. Katanya bulan depan Arya akan menentukan sendiri sekretaris pribadinya, Yang akan membantunya untuk mengurus pengeluaran yang ada di istana putri.


Arya dengan gontai membuka pintunya dan terpampang lah dengan jelas wajah tampan milik Farel. Rambutnya yang berwarna merah muda pudar itu memiliki poni berantakan dan fitur wajah halus membuat Arya agak terpana melihatnya.


"Putri?" Panggilnya sedikit mengernyit. Wajah Arya yang terlihat lelah itu begitu kusut. "Apakah anda tidur--"Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya langsung disela oleh Arya.


"Yah, jika pagi tidak datang maka aku akan tidur lebih lama" Ujar Arya menyindir


Artinya dia masih belum cukup tidur


Betapa lelahnya dia yang kekurangan waktu tidur karena keasikan. Dia takutnya akan mengalami insomnia akut lagi seperti dizaman modern. Tak bisa tidur tanpa obat tidur. hah, melelahkan


"Jadi, ada apa?" Tanya Arya berbalik dan merapikan rambutnya yang sedikit acak acakan.


"Hari ini ada eksekusi yang dilakukan untuk Marquis Vintaics atas rencana pengkhianatannya pada Kekaisaran" Ujar Farel serius, membuat Arya tanpa sengaja mematahkan sisir ditangannya


Baru beberapa minggu dan itu sudah mendapatkan titik terang. Padahal Arya tidak berharap akan secepat itu, tapi mau bagaimana lagi.


"Putri?" Panggil Farel.


"Ya? Ah, tunggu sebentar aku akan bersiap siap!" Arya dengan cepat berganti pakaian



Setelah beberapa saat Arya pun siap dengan pakaian miliknya dan langsung pergi ketempat eksekusi. Eksekusi dilakukan didepan istana disaksikan semua rakyat Kekaisaran Roseland.


Diatas panggung eksekusi itu sudah ada Marquis Vintaics dengan rantai dikedua tangan dan kakinya bahkan di lehernya. Dia memandang Arya yang baru saja datang dengan mata sayu dan jangan lupakan kantung matanya yang terlihat jelas dan dalam. Bahkan hampir diseluruh tubuhnya terdapat luka cambukan.


"Ar-Aryah.." Panggil Marquis pada Arya yang mendekat padanya.


Oke, mari kita lihat pertunjukan yang akan dilakukan Arya...


"Ka-kakek, kenapa... Kenapa ini terjadi pada mu? Kenapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Arya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia menatap kearah Marquis dengan mata kagetnya.


Ingat, ini hanya PURA-PURA!!!


Ditempat lain tepatnya ditempat Zaint berada, yaitu di balkon istana yang tinggi itu dia melihat pertunjukan yang dimainkan oleh putrinya hanya bergumam...


Dia mengeluarkan topengnya...


Sesuai pemahamannya tentang putrinya itu, anaknya itu pasti akan memainkan drama iklan lewat, yang pada akhirnya akan terlihat seperti dia tertindas padahal dia yang menindas. Dia tahu itu akan terjadi.


Tapi yang dia tidak tahu adalah hal apa yang membuat putrinya itu sangat mudah mengganti mimik wajah, padahal jika dilihat lihat putrinya itu juga sangat gila dan kejam seperti dirinya. Bedanya dia tidak akan bersikap seperti dia akan mati didetik berikutnya setelah membunuh seseorang. Tapi kenapa putrinya bisa jadi akan mati didetik berikutnya hanya dengan melihat hal kotor.


Kembali pada Arya yang kini memegang pipi Marquis dan membelai nya, dengan air mata di pipi nya. Semua rakyat yang menyaksikan itu banyak yang bersimpati padanya dan ada juga yang menyuruhnya untuk menjauh dari Marquis.


*"putri terlalu baik!"


"Kau benar, putri seharusnya tidak memiliki seorang kakek pengkhianat seperti dia!!"


"Kasihan sang putri!"


"Putri anda harus menjauh dari pengkhianat Kekaisaran itu!!"


Dan bla, bla, bla~*


Arya yang mendengar seruan dari para Rakyat punya sedikit menarik sudut bibirnya hingga terbentuk senyum sinis, lalu dengan cepat berubah menjadi isakkan tangis.


"Tidak, kakek... Hiks...kakek tidak melakukan penghianatan...hiks... Dia orang baik! Dia, hiks... Hiks..." Ketika dia berkata seperti itu dengan berlinang air mata membuat hati semua rakyat luluh. Mereka semakin bersimpati pada Arya. Sedangkan Arya merasa gembira, karena semakin banyak air matanya tumpah maka akan semakin banyak yang bersimpati dan semakin banyak juga yang akan menyumpah serapahi Marquis.


Sedangkan Zaint mendecih kesal, entah kenapa ingin sekali dia menyeret putrinya itu sekarang juga.


_


_


_


_


jangan lupa like and komen kakak²😁