
"Kamu... Cute banget!" Ucap Sonya berbinar membuat anak laki-laki itu kaget. Jangan salah dia ini merupakan orang yang suka dengan anak kecil, bukan berarti pedo ya!
"Ibu?" Anak laki-laki itu mengernyit. Dia ingin kabur tapi ditahan oleh Sonya
"Maaf-maaf, emm... Kamu siapa? Kenapa kamu memanggilku ibumu?"
"Apa maksud anda?"
"Ahaha, kata dokter yang merawat aku tadi, aku mengalami amnesia"
Anak itu sedikit terkejut tapi langsung menetralkan kembali wajahnya. "Baiklah, nama saya Brian Shen Gerald"
"Hey, apakah aku pernah melahirkan?" Tanya Sonya polos
"Kenapa anda berkata begitu? Tentu saja anda belum"
"Lah... Lalu kamu datang dari mana?"
"Anda adalah ibu tiri saya"
Jleb...
Entah mengapa mendengar perkataan anak didepannya itu, rasanya ketusuk dalem banget gitu loh
Haha, ibu tiri?
Dia?! Ibu tiri?!
Seriously?!
"Benarkah haha, apakah aku pernah berbuat salah padamu? Jika dilihat lihat maka kau akan terlihat seperti kau akan pergi melarikan diri dari depanku"
"Tidak, tidak seperti itu!"
"Apakah kau membenciku?"
"Tidak mana mana mungkin saya--"
"Jangan bohong~"
"Tidak sungguh, aku tidak Membencimu"
"Oh begitu, kalau begitu mendekat lah"
Awalnya anak laki-laki itu ragu tapi dia tetap melangkah maju mendekati Sonya. Sonya menyuruhnya untuk duduk disampingnya lalu memegang pipinya, dia menatap lekat pada mata anak laki laki itu.
"Kepribadian dingin!" Ucapnya tampa sadar membuat anak laki-laki itu langsung bangkit berdiri karena terkejut.
"... Apa anda bilang?!"
"Ah maaf, maksud ku matamu indah" Jawab Sonya gelagapan.
"Sa-saya pergi dulu, sampai jumpa" Setelah memberi salam anak laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Sonya dengan kamar barbie.
Hueee...
Sepertinya dia tanpa sadar mengeluarkan kebiasaan buruknya lagi. Dia melihat mata anak itu sangat mirip dengan keponakannya. Seperti samudra yang menenggelamkan. Ngomong-ngomong tentang keponakannya itu, udah cukup lama dia kehilangan keponakannya karena anak ******.
Sudah sekitar tiga belas tahun sejak kematian keponakannya. Dan dia tidak akan melupakan tentang sakit hatinya karena kehilangan orang yang paling berharga setelah kakaknya.
Dia bahkan sampai mengalami kemunduran mental, cukup lama dia seperti itu, setelah sembuh dia menjadi dokter psikolog dan juga dokter bedah. Hingga sekarang dia sudah memiliki rumah sakit sendiri dan juga menjadi salah satu dokter bedah paling berpengaruh di seluruh dunia.
Tapi kenapa dia bisa berada disini?
Bukankah dia tidur di kamarnya ya?
Siapa yang mindahin?
Mana kamar nya warna ngepink lagi?!
Hah sudahlah nanti lagi ngurusin nya, dia mau tidur dulu!
•
•
•
Brian yang dari tadi melamun setelah keluar dari ruangan Sonya pun tertabrak tubuh ayahnya yang juga kebetulan lewat.
"Ada apa? Kenapa kamu tidak fokus?" Tanya sang Grand Duke ketika menatap wajah Anaknya.
"Ibu kehilangan ingatannya!"
"Benar-benar kehilangan ingatannya? Kukira hanya bualan dokter itu" Gumam Grand duke
"Lalu kenapa dengan wajahmu?" tanyanya lagi
"Aku hanya sedikit terkejut, dia mengetahui kepribadian seseorang hanya dengan melihat matanya..." Ujar Brian langsung nyelonong pergi.
"Apaan?"
•
•
•
Prangggg....
"Apa kau bilang?!!" Teriak gadis yang marah itu.
"Wajahmu seperti monyet!" Ujar gadis yang terkena piring tadi.
"Dasar j4l4ng!" Teriak gadis tadi yang bernama Jae Hwa, kakak ketiganya Hayeo.
"Kau bilang apa p3l4cUr" Teriak Hayeo tidak Terima.
Dari kejauhan dapat dilihat seorang pemuda tampan dengan baju yang sedikit kotor karena darah, mendekati mereka berdua. Dia berjalan dengan mata sayu, ditangannya ada sebuah pisau yang terlihat mengkilap diterpa cahaya matahari
(Author ikut nimbrung: Mau motong bawang ya bang)
Hayeo yang menangkap sosok pemuda itu langsung berlari kearah belakang punggungnya dan berteriak:
"OPPA, EONNIE INGIN MEMBUNUHKU!!!" Dia berteriak sekencang mungkin membuat Jae Hwa langsung ciut ketika melihat mata membunuh milik pemuda itu.
"Tidak, tidak oppa, tidak, aku--" Ucap Jae Hwa terbata-bata
"Cukup!" Ujar pemuda itu yang bernama Eun Jun, anak kedua menteri Ahn.
Dia Seorang psikopat tampan...
Dia melirik kearah piring yang pecah mengenaskan, lalu melirik kearah pipi Hayeo yang sedikit mengeluarkan darah. Dia menggertak kan giginya. Dia memegang erat pisau yang ada ditangannya dan langsung menghapus darah yang ada di pipi Hayeo dan Menjilatnya.
Gila!
Hayeo menampilkan senyum yang terkesan dipaksakan dan langsung memutar tubuh kakaknya itu.
"Siapa yang berani membuat mu terluka?"
"Dia yang melakukan ini padaku?" Tunjuk Hayeo pada Jae Hwa, membuat gadis itu semakin gemetar ketakutan.
Eun Jun langsung berjalan perlahan mendekati Jae Hwa yang juga berjalan mundur. Ketika mereka berhadapan Eun Jun menunduk untuk melihat adik perempuannya yang hanya berbeda empat tahun lebih muda darinya itu, sedangkan Jae Hwa masih menunduk ketakutan bahkan memungkinkan tanggul di mata nya akan jebol kapan saja.
"Kau tahu, siapapun yang berani mengganggu 'adik perempuan' ku akan menerima hukuman dariku! " Bisik nya tepat di samping telinga gadis itu.
"Tap-tapi... Aku juga adik perempuanmu, kan?" Cicit gadis itu, akhirnya tanggul jebol dan air pun keluar dengan derasnya.
"Langit masih terlalu cerah untukmu melihat bulan" Ucap Eun Jun masih berbisik. "Kau tahu, mata dibalas mata dan darah dibalas darah" Lanjutnya sambil menggores wajah gadis itu, dimulai dari dahinya melintang sampai pipinya menyebabkan darah merembes dari luka itu dan gadis malang itu berteriak kesakitan, banyak pelayan yang datang dan menyaksikan hal itu tapi tak ada yang berani mendekat karena ada tuan muda paling kejam di sana, dan dengan santainya Eun Jun menarik Hayeo pergi dari sana.
•
•
•
Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan dari arah jendela seorang gadis yang kini asik dengan buku yang sedang dibacanya. Ini sudah malam tapi siapa yang berkunjung dimalam hari coba?
Tok... Tok...
Dan suara ketukan itu terus terdengar, karena dia merasa terganggu akhirnya dia membuka jendela dan terpampang lah wajah cantik seorang gadis dengan surai merahnya.
"Ada apa?" Tanya gadis tadi yang ternyata adalah Lili.
"Malam ini ada pasar malam apakah kamu mau pergi?"
"Tentu saja, aku akan memanggil Delvan, Tunggu sebentar!" Ujar Lili beranjak pergi. "Oh ya, silahkan masuk dulu" Lanjutnya cengengesan karena lupa jika Arya masih bertengger di jendela balkon miliknya
Delvan yang tadinya ingin tidur langsung terbangun karena adiknya yang menggedor pintunya dengan keras dan juga berteriak memanggil namanya.
Ceklek...
"Ada apa?" Tanya delvan sedikit mengantuk.
"Ayo pergi ke pasar malam! Arya sudah menunggu!" Ujar Lili merasa antusias.
Delvan yang tadinya masih mengantuk langsung segar kembali. Dia langsung memasuki kamarnya dan mengambil jubahnya, dia berlari ke kamar Lili. Di Sana sudah ada Arya dengan permen rasa stroberi di mulut nya.
Ketika melihat kedatangan keduanya, Arya langsung berdiri dan membuka jendela dan langsung melompat diikuti oleh keduanya. Lili bahkan sudah memasang jubah miliknya.
Sampai di pasar...
"Hallo..."
•••••
•••••
•••••
•••••
edit : banyak yang gak ngerti sama alur dan tokoh di beberapa chapter depan atau belakang, benar?
ok, jadi tokoh utama nya itu sebenarnya adalah Arya.
sedangkan Sonya itu adalah mantan BIBINYA Arya di kehidupan sebelumnya, namanya Fesya. sekarang dia jadi istri dari Grand Duke Gerald
teman dari kehidupan lalunya nama panggilannya Haye, dan sekarang dia jadi putri perdana menteri Kekaisaran Jaeyang, Anh Hayeo.
nah, chapter 'pasar malam' kali ini ada 3 plotnya, plot pertama itu Sonya, plot kedua itu Hayeo, dan yang terakhir Arya.
kalau masih kurang jelas komen aja, nanti bisa dijelasin lagi...