
Hampir empat jam gadis itu mengikuti rapat, dia duduk dengan bosan nya di sana, tangan kanannya ditaruh di gagang kursi tempat dia duduk sedangkan tangan kirinya memegang berkas dokumen. Dia menyimak semua hal yang dibahas saat itu, tidak berniat untuk berkomentar sedikit pun.
Awalnya semua merasa tertekan dan canggung, tapi setelah melihat wajah Arya yang seperti berkata 'apa? Kenapa tidak dimulai? Membuang-buang waktu berharga ku saja sih?' mereka langsung memulai rapat yang cukup penting.
Ada beberapa Jenderal dibarisan paling depan dalam perang juga ikut andil didalam rapat kali ini.
Mereka juga merasakannya, putri tidak ada bedanya dengan Kaisar. Dia itu benar benar terlihat seperti jiplakannya Kaisar itu sendiri.
Lihatlah wajah yang dingin itu, sangat mirip.
Lirikan matanya juga sama tajamnya dengan Kaisar.
Tapi...
Apakah sikap kejamnya juga sama?
Ah mungkin tid--!
"Kenapa kalian tidak langsung menaruh bahan peledak di daerah musuh saja? Atau kirim saja rudal langsung pada mereka? Kalau tidak kalian bisa menaruh racun di air yang dikonsumsi mereka, kan?" ucap Arya dengan santainya.
Ah... Mereka menarik kembali perkataan mereka yang mengatakan bapak dan anak itu berbeda.
Ternyata benar adanya darah lebih kental dari air, buktinya bapaknya kejam anaknya pun kejam.
Tapi satu yang tidak mereka tahu...
Apa itu?
Hoho, tentu saja tingkat kegilaan Arya yang mungkin lebih gila 20% dari Zaint.
Kalau Zaint kalem, Arya random
Zaint dingin, Arya humoris
Zaint memiliki satu topeng, maka Arya memiliki seribu topeng.
Tapi yang paling jelas adalah kalau Zaint kopi maka Arya adalah gula, ngerti kan?
Saling melengkapi...
Setelah rapatnya selesai Arya dengan senang hati kembali ke istananya dan menuju kamarnya, dia menjatuhkan tubuh nya di ranjang dan tertidur hingga sore.
•
•
•
Saat dia setengah sadar, matanya yang terlihat seperti zamrud itu tidak sengaja menangkap seorang yang terus memandangnya.
".... Haha,kenapa mimpiku rada sed*ng gini yah? Ya kali ada waria di kamarku?" ujar Arya ingin merebahkan tubuh nya lagi.
"Waria? Wah keterlaluan sekali anak sialan ini!!? HEY, BANGUN!!!" ujar seorang pria yang langsung menarik Arya dari kasur dengan cepat.
Arya yang tiba-tiba ditarik secara reflek membuka matanya lebar.
"Heh, kamu siapa jing, kenapa main tarik aja sih, sakit tahu!!?" ucap Arya ngegas bahkan hewan tak bersalah pun disebut.
"Terserah" ketus pria yang memiliki rambut merah panjang dan mata merah itu memalingkan wajahnya dan langsung duduk di sofa.
"Siapa sih kamu? Benar-benar bukan waria, ya?" Arya mendekati pria tersebut dengan mata yang menyelidik.
"Kau gila?" pertanyaan sarkas keluar dari mulut pria itu.
"Tidak terlalu, tapi masih 'cukup' waras, mungkin?" jawab Arya mengangkat bahunya. Dia bahkan tidak terlalu yakin dangan perkataannya sendiri.
"Heh, dasar! Dan ya, Aku tidak punya nama!" ujar pria tersebut duduk dengan menopang kedua tangan yang disatukan nya dipangkuan kakinya.
".... Cian~ bagaimana kamu bisa hidup, aku merasa sedih walau hati kecilku tertawa gelak"
Pria tersebut menatap gadis yang duduk rebahan di sofa panjangnya.
"Apakah kau sungguh tidak tahu aku?" tanya pria tersebut mendekati Arya dan menaruh kakinya di sofa tempat gadis itu rebahan.
Gadis itu menunduk dan menatap horor kearah sepatu pria tersebut.
"Singkirkan kakimu 4nj1n9!" gadis itu langsung bangun dan menendang kaki yang sayangnya tidak kena.
"Maaf, tapi... benar-benar tidak tahu siapa aku?" tanya pria tersebut dengan wajah volos volos vangkey.
Eh...?
Gak ada?
Kok gak ada?!
Arya menatap syok kearah peti itu.
Semua permen miliknya sudah habis?!
Kok, bisa?!
Dia meraba-raba isi peti itu berharap ada satu atau dua permen tersisa namun sayangnya, apa yang sudah pergi tidak akan kembali.
"Hiks, permen ku habissss!" lagi, gadis itu mendramatisir menatap pria yang mengalihkan pandangannya.
"Aku tidak tahu siapa engkau tapi, tolong... Tolong belikan aku permen... Aku sangat mager belinya, Ya?" Arya berucap menangkup kan kedua tangannya dan menatap pria itu dengan mata puppy eyes-nya.
"..."
"Aisss, ini, ambil dan diam!" pria itu dengan kesal melemparkan sekantung permen kepada gadis itu, dan disambut dengan gembira olehnya.
"Thanks, oh ya, kamu bilang kamu tidak punya namakan? Emm, Kayau begytu iyentityas yain miyikmyu apyah?(kalau begitu identitas lainnya milikmu apa?)" gadis itu memasukkan dua permen sekaligus kedalam mulutnya hingga dia terlihat seperti keselek huruf Y.
"Pertama kamu harus memberiku nama! Kedua aku adalah pendamping sekaligus pelindungmu" perkataan ria itu membuat gadis yang lagi makan permen itu memiringkan kepalanya heran.
"Hyah, apya?"
"Berikan aku nama b0d0h!" pria itu benar benar darah tinggi dibuat nya.
Kratuk.. Kratuk... Kratuk...
Gadis itu menghancurkan permennya hingga halus lalu menelannya.
"Uh, kamu itu sebenarnya apa sih? Mirip bunga mawar, bah!!?"
"Eh! Aku kan memang Mawar!"
Jawaban pria itu membuat Arya menjatuhkan rahangnya.
"Aih, aku akan jelaskan! Jadi, setiap keturunan roseland itu akan memiliki pendamping, biasanya yang memberikannya adalah para pendahulu atau orang yang dekat dengan orang tua orang tersebut, misalkan ayahmu, yang memberikannya adalah kaisar ke tujuh yang sudah wafat, dan kamu, apakah kamu tahu siapa yang memberikan ku pada mu, hah?" jelas panjang lebar dan diakhiri dengan gelengan kepala oleh gadis itu.
"Kaisar kesepuluh, kakek buyut mu"
"..."
"Semua pangeran dulu mendapatkan pendamping juga tapi... Siapa yang mendapatkannya harus membunuh sesama saudaranya hingga hanya tersisa satu orang yang pantas menjadi Kaisar, oleh karena itu tidak ada yang akan menunjukan pendamping mereka kepada saudaranya yang lain, kau tahu diantara banyaknya saudara ayahmu hanya ada satu orang yang di anggap keturunan gagal oleh semua orang, selain tidak memiliki kekuatan elemen mawar dia bahkan tidak memiliki pendamping! Tapi dia dilindungi oleh ayahmu" dia kembali menjelaskan membuat Arya terdiam mendengar semua Kata-kata yang keluar dari mulut pria tersebut.
Memang benar diantara banyaknya keturunan pasti ada satu keturunan yang gagal dan biasanya orang seperti itu akan dikucilkan. Tapi entah bagaimana, Zaint yang dikenal tidak perduli dengan sekelilingnya itu malah menaruh perhatian dan pandangannya pada pangeran yang sering disiksa oleh pangeran lainnya itu. Walau sering menjaga jarak tapi tatkala ada saat dimana dia akan menyelamatkan pangeran itu.
"Ukh, sudah cukup, otak ku sangat sulit menyerap dan semua itu ada di luar nalar otakku yang kecil ini!" ucap gadis itu memegangi kepalanya.
"Jadi dimana kamu selama ini, kenapa kamu tidak datang langsung kepadaku?"
"Aku selalu bersama mu kok, apakah kamu ingat gelang yang tadi kamu pakai?" tunjuk pria itu pada tangan Arya.
"...Ah!" gadis itu mengangkat tangannya dan melihat tangannya. Tidak ada gelang nya, padahal tadi malam dia menggunakan gelang itu.
"Berikan aku nama!!" untuk yang kesekian kalinya pria itu menyuruh gadis itu memberinya nama.
"Ah, baiklah, karena kamu mawar, jadi kau adalah rose, sedangkan rose itu untuk perempuan, jadi aku akan memanggilmu 'Ro' saja ya?"
"... Kenapa kamu tidak langsung saja pada intinya, jika hanya untuk 'Ro' tidak perlu panjang menjelaskan nya bodoh!!?" ujar pria itu gregetan dibuatnya.
"Hehe! maaf-maaf! bagaimana jika Rosiel? bagus kan? hm? hm? "
"hah... baiklah" dan secara resmi maka nama pria tersebut adalah 'Rosiel'
••
••
••
••
Silahkan komen and juga like nya.....