The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
TIDUR... BERSAMA (?!)



Di sela-sela perbincangan Arya dan yang lainnya, pintu kembali terbuka menampilkan seekor kucing di lehernya ada ular dan di punggungnya ada bayi naga yang rebahan tengkurap.


Arya melihat pemandangan itu langsung tersenyum dan terkekeh.


"Hehe, Miau Wu apakah Raya tidak berat? Kenapa kamu mengangkat nya? Dia kan bisa terbang?" tanya Arya berdiri dan mengangkat Bayi naga yang langsung memeluk Gadis itu, terlihat sangat manja.


"Tidak apa apa master, tadi saya lihat dia seperti anak yang ditelantarkan jadi saya membawanya" ujar Miau Wu menjatuhkan dirinya di karpet kamar itu.


++++


(Panggilan yang dipakai tiga hewan mistis untuk arya :


Miau Wu : "master"


Snicky : "tuan"


Raya : "Dra"


Itu ya)


++++


"Dra~" Bayi naga itu mendusel kan kepalanya dileher Arya, membuat kulit hitamnya yang bersisik tergesek di ceruk leher Arya, Arya yang merasakan sensasi geli geli merinding itu kembali terkekeh.


"Padahal kalian selalu bersama, tapi kenapa terlihat seperti tidak pernah bertemu bertahun-tahun!" sahut Lili kesal.


"Iri boss?! Ikutin!!?" Arya berseru memanas-manasi Lili.


Delvan yang pada dasarnya mengantuk itu memanggil bayi kesayangannya sendiri. Saat bayi kelinci yang besarnya sama seperti kelinci dewasa muncul, Delvan langsung membawa tubuhnya dan juga bayi kelinci itu ke kasur Arya.


Arya sendiri tidak masalah jika teman dan sahabatnya menggunakan Fasilitas di kamarnya.


Tapi, hal yang paling dihindari adalah ketika dia risih pada sesuatu atau seseorang dia akan mengusirnya tanpa ragu. Apalagi ketika dia mendapatkan penglihatan yang diluar nalarnya itu, sifat sensinya semakin menjadi, siapapun yang tertangkap oleh matanya akan seperti diidentifikasi secara menyeluruh, mulai dari identitas hingga baik buruknya sifat orang tersebut akan terpampang jelas dihadapannya.


Tapi lagi-lagi dia tidak memberi tahu kemampuan matanya itu pada siapapun. Lebih baik disembunyikan dari pada diumbar-umbar, kan?


Tidak lupa juga karena matanya yang bisa melihat segala hal dia sampai menamainya 'mata gila'?!


Delvan mengatur posisi yang pas untuknya tidur dan menaruh kelinci itu telentang.


Dia berdiri lalu meneliti lagi, ketika dia merasa sudah pas dia dengan segenap jiwa raga melompat dan mendaratkan kepalanya tepat diperut bayi kelincinya. Dia menggelengkan kepalanya merasakan sensasi bulu kelinci yang lembut dan nyaman lalu tak lama kemudian dia sudah tidak bergerak lagi.


Lili juga tidak mau kalah, dia memanggil Foxy, bayi rubah nya. Dia juga menaruh rubah nya di kasur Arya, tapi bedanya dengan kakaknya adalah kalau Kelinci milik delvan telentang, miliknya rebahan miring. Dia juga ikut merebahkan tubuhnya dan merasakan perut Bayi rubah itu mengembang kempis, dan ikut tertidur tanpa memedulikan orang yang ada di kamar itu.


Brian masih memantau dari sofa yang didudukinya. Dia akhirnya tahu seberapa bobroknya semua teman gadis berstatus Putri itu.


Dia mengalihkan pandangannya pada pangeran yang ternyata juga menutup matanya tertidur. dia tidur dengan tangan terlipat di dada dan kepala menunduk


Benar-benar tidak ada yang memikirkan status jika berada di sekitar Arya.


Ketika dia mengalikan pandangannya lagi, dia memandang Riden yang ternyata memiliki kantung mata tipis dibawah matanya yang berwarna emas. Matanya pun terbuka dan tertutup seperti menahan kantuk.


Dan lagi, dia menatap Arya, gadis yang ternyata tidur telentang dengan bayi naga di atas perutnya ikut tertidur dengan posisi menelungkup menyembunyikan kepalanya.


Hah... Hoam... Engh...


Brian memikirkan seberapa anehnya mereka semua. Tapi dia juga aneh, kenapa ketika melihat semua tertidur dia jadi ikut mengantuk? Karena rasanya tidak tertahankan akhirnya dia menutup matanya dan juga ikut tertidur.


Ceklek.....


Pintu terbuka dan menampilkan Lina dengan wajah tersenyum nya. Dia mendekati lemari lalu mengambil beberapa helai selimut. Dia menutupi tubuh mereka lalu pergi keluar.





~17.57 sore~


Diruang kerja Zaint...


Seorang pria yang tampaknya tak lebih dan tak kurang dari Zaint tengah duduk di sofa ruangan itu.


Dia memiliki warna kulit seputih gading dan mata emasnya yang tajam menyimpan perasaan menekan, senyumnya yang teduh membuat siapapun yang menatapnya akan teralihkan dari dunia, rambutnya yang cokelat terang dan memiliki poni belah samping itu cukup memberi kesan anggun pada pria tersebut.


Pria itu menatap Zaint dan mengedipkan matanya tenang. Sedangkan Zaint hanya duduk di sofa menyilang kan kakinya didepan.


"So, aku akan langsung pada point pentingnya, aku ingin menjemput anak laki-laki ku yang selalu kabur!" ujar pria tersebut yang tak lain adalah Kaisar Ruffela.


Memang, pagi tadi anaknya satu itu hanya bilang ingin menemui Sepupunya tapi nyatanya dia pergi ke istana Malam tempat Tuan Putri tinggal, apa-apaan itu?!


"Lalu? Apa hubungan anakmu denganku? Itukan masalahmu sendiri, maka selesaikan sendiri!" sahut Zaint dengan perkataan tajamnya.


"Savage sekali..." Gumam Kaisar Ruffela yang sering dipanggil Kelion oleh Zaint.


"Aku bertanya padamu karena anakku itu, menyukai anakmu... Ups!!?" Kelion yang keceplosan langsung menutup mulutnya rapat dengan tangan.


Bagaimana tidak Kawai dia membuka matanya lebar, pupil nya membesar, tangan yang menutup mulutnya dan juga pipinya sedikit terdapat semburat merah, tapi bukan ngeblush. Duh mirip uke!


Zaint berdiri lalu mendekati Kelion. Kini mereka berhadapan. Kelion mendongak dan Zaint menunduk.


Duhhh ^//0//^.


Tanpa aba-aba tangan Zaint terjulur dan dengan segenap kekuatan menghantamkan kepalan tangannya kepala Kelion membuat sangat empu menyusut memegangi kepalanya yang terasa akan pecah.


###


{Tenang guys, walau ipat fujo, ipat gak akan merubah nih gendre jadi pelangi alias bl gak!! Untungnya ipat masih waras, kalau bikin novel:3 maaf ya?🙏 soalnya pikiran ipat lagi ngarah kesana, jadinya kurang ngeh:> jangan di hujat:)}


###


"Hah..! Tidak mungkin Anakmu ada disini" ujar Zaint mengusap tangannya dengan sapu tangan. Dia hampir mirip dengan Anaknya, hanya saja tidak separah anaknya kalau tentang sesuatu yang bersih.


"Uh..! Mau bertaruh? Jika anakku ada di tempat putrimu maka putrimu harus bermalam di istana Kekaisaran Ruffela selama sebulan, dan jika anakku tidak ada ditempat putrimu maka aku akan memberikan sebuah kerajaan padamu? Bagaimana?" Kelion menawarkan sesuatu yang cukup berharga bagi sebuah Kekaisaran, karena kerajaan juga merupakan penopang paling kokoh dari sebuah Kerajaan, semakin banyak sebuah Kekaisaran memiliki kerajaan maka Kekaisaran itu akan memiliki pertahanan militer yang sangat bagus. Tapi, harus waspada juga jika sebuah kerajaan berkhianat maka kerajaan itu harus dimusnahkan, atau keturunan raja akan dibunuh semuanya dan diganti dengan yang baru.


Zaint tidak menjawab dan dengan santainya keluar dari ruangan nya langsung ke istana Malam, tempat tinggal Putri Arya yang berharga.


Sesampainya didepan gerbang istana itu Kelion bertanya :


"Kau yakin jika ini istana milik anakmu? Kenapa suasananya suram begini? Kau tidak salah memberikan istana pada anakmu kan?" tanya Kelion menatap nanar pada bangunan yang terlihat gelap.


"Dia yang menginginkan tempat ini. Lagi pula tempat ini seperti namanya Istana Malam, sunyi, suram, dan kelam" sahut Zaint santai.


"Kau yakin?" tanya Kelion lagi memastikan.


"Ya, dan berhati-hati lah, disini terpasang sangat banyak jebakan yang bisa membuatmu mati konyol! Tapi sepertinya sistemnya bisa mati secara otomatis" Zaint menyuruh Kelion tetap waspada, Karena dia juga pernah kena tapi untuk langsung diberi tahu oleh Arya tentang sistem di dalamnya yang bisa mati jika tetap tenang.


Bisa dibilang tempat itu hanya bereaksi pada detak jantung.


Ketika mereka benar-benar masuk, mata mereka benar benar dimanjakan dengan sinar berkilau yanga di dalam Istana Malam tersebut.


"Sepertinya istana ini sangat cocok dengan pemiliknya?" kelion melirik Zaint yang berjalan duluan.


Walau Zaint diam tapi, tidak dengan pikirannya. Dia merasa istana ini sangat bertolak belakang dengan anaknya.


Istana ini suram dan gelap diluar dan berkilau didalam.


Sedangkan anak nya berkilau dan bersinar diluar dan kesuraman tanpa akhir didalam.


Yah walau kelihatan tetados(terlihat tanpa dosa) Anaknya memang lumayan polos.


Ugh..


Memikirkan tentang berapa polosnya anaknya membuat dia teringat dengan kejadian beberapa tahun lalu.


Kejadian di mana anaknya mengira anj*ng sebagai bola bulu bergoyang. Lalu berlari karena dikejar setelah digigit. Dia ingat betul seperti apa anak nya itu berteriak jika ada bola bulu mengejarnya. Betapa polos nya anak itu tanpa tahu apa ingin dipegangnya. Apa karena anjing itu memiliki bulu yang terlalu tebal sampai dikira bola bulu? Mungkin saja.


Kembali ke kenyataan....


Saat sesampainya mereka didepan pintu kamar Arya Kelion baru sadar sesuatu.


"Apakah di istana anak mu tidak ada penjaga atau prajurit yang menjaga?"


"Apakah kamu tidak merasakannya, istana ini dilengkapi pengaman yang dibuat langsung oleh nya dan juga perisai pelindung disekitar istana ini yang kemungkinan memiliki ±100 lapis, hah?" zaint menatap sekilas pada Kalian yang membatu dibelakangnya.


Kelion mulai berpikir jika itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh anak tujuh tahun.


Ah, tapi mengingat sejarah keluarga Kekaisaran Roseland itu bukan lah hal yang mustahil.


Ketika pintu terbuka pemandangan yang tidak terduga pun terlihat dengan sangat jelas.


Apalagi pemandangan paling mencolok diantara semua nya adalah, Arya yang tidur telentang dengan tangan menjadi bantal dan seekor bayi naga di atas perutnya.


Tempat tidurnya pun tidak main-main, ya dia tidur dilantai.


Mereka lalu mengalihkan pandangannya pada sekira dan ternyata ada sekitar empat anak yang juga ikut tertidur di sana.


Benar-benar jadi penangkaran anak-anak!!


eh, mon maaf itu anak siapa yang tidur di sofa sambil lipat tangan hah?!


....


....


....


Dah sampai jumpa nanti, jangan lupa like and komen


edit :kalau ada typo harap maklumin soalnya ngetiknya buru-buru