The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
KEPRIBADIAN GANDA — ALICAN



Saat ini Zaint dan Kelion sedang bersantai ria didalam penginapan yang sangat mewah dan elegan diantara banyaknya penginapan. Zaint yang pada dasarnya tidak bisa lepas dari pekerjaan itu masih saja membaca sembari meminum tehnya dilantai satu penginapan yang memiliki empat lantai itu.


Sedangkan Kelion dia sudah menyelesaikan masalah penginapan. Kelion memilih untuk menyewa tempat itu dari pada membelinya, padahal Zaint sudah menyuruhnya untuk membeli penginapan itu. Tapi baginya itu akan menjadi sia-sia karena mereka tidak akan lama berada ditempat itu.


^^^(Biasalah holkay)^^^


Brak.....


"Eh loncat!" latah Kelion yang sedang membawa beberapa gulungan berkas tanpa sadar melemparkan nya langsung dan berakhir menghantam kepala Zaint yang sedang minum tehnya khidmat.


Zaint yang juga terkejut menatap Kelion dengan cahaya permusuhan melintas dimata hijau zamrud miliknya, lalu beralih menatap anaknya yang tadi mendobrak pintu dengan sangat keras, itu tidak sekedar mendobrak tapi pintu itu bahkan sampai lepas dari ambang pintunya.


Brutalnya...


Arya masuk dengan wajah dingin dan aura membunuh yang menguar dari tubuhnya. Dia bahkan tidak segan-segan menunjukan sifat mendominasi dirinya. Sifat yang jarang ditunjukan karena tertutup oleh sifat ramah dan merendah kan dirinya itulah yang membuatnya benar-benar berbeda dari biasanya.


"Aku lelah, aku akan beristirahat lebih awal" ucap Arya tanpa suhu di setiap kata yang dia keluarkan.


Zaint memandang anaknya dengan mengernyit. Dia memandang anaknya yang menaiki tangga menuju kamarnya. Dan perasaan yang tidak enak melintas di hatinya.


Kelion menatap anaknya yang juga ingin naik bersamaan dengan yang lainnya dan langsung menghentikannya.


"Ada apa?" tanya Kelion bingung menaikan alisnya sebelah


Feron hanya menoleh sedikit dan menceritakan secara singkat kejadian yang mereka alami tadi siang. Setelah selesai menceritakan apa yang terjadi, Feron berlalu pergi begitu saja tanpa menoleh.


Keluar deh sifat cuek miliknya...


"Kau ingin melihatnya?" tanya Kelion pada Zaint yang masih tidak melepaskan pandangannya dari tangga tempat anaknya berlalu tadi.


Zaint sedikit memalingkan wajahnya dan menjawab: "tidak, dia harus menenangkan dirinya"


Dia benar-benar tidak ingin mengganggu anaknya karena dia takut jika nanti kena semprot dengan kata-kata mutiara nya Arya.


________--------------&&&&&&_________-------


Dikamar...


Arya diam melamun menatap pantulan nya didepan cermin lalu mengerutkan bibirnya. Dia mengambil sesuatu dari balik rok hanbok miliknya.


Itu pisau.


Padahal Arya sudah ingin tobat tapi sepertinya dia harus melakukannya lagi. Kebiasaan lamanya yang ingin dia hilangkan, kini datang kembali. Keinginan melukai dirinya sendiri untuk menenangkan pikiran kacaunya. Keinginan yang selalu ingin dia hindari kini kembali merasuki relung hati terdalamnya.


Arya menyayat pergelangan nya sendiri dengan pisau itu.


Sekali, tidak! Itu tidak cukup!


Dia terus menggores pergelangan tangan itu hingga cairan merah kental menetes semakin banyak dan mengalir tanpa henti.


Karena kemampuan meregenerasi tubuhnya yang cepat, membuat Arya yang stress malah semakin frustasi. Dia menjadi tidak terkendali menyayat tangannya sampai dia lelah dan terjatuh bersimpuh didepan cermin. Dia sudah lama menaruh Gelang 'Rosiel' di dalam tas ajaib miliknya jadi tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya.


"Alican, Alican! Hiks, orang itu, aku membuatnya tidak sadarkan diri, tapi-tapi kenapa pria berjubah itu tidak bisa aku lawan, hah? Aku merasa gagal melindungi sahabatku! Alican!?" keluh Arya mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


Dari arah kaca yang tadinya tidak ada apa-apa kini mulai menampilkan siluet yang mirip dengan Arya tapi itu adalah Arya versi laki-laki.


Dia adalah Alican, kepribadian ganda-nya Arya. Dia adalah sisi lain Arya yang lebih kejam, brutal dan beringas dari pada Arya itu sendiri. Arya sendiri tidak menyadari siapa sebenarnya Alican yang dia tahu hanya 'Alican adalah teman khayalan' miliknya yang membantunya untuk meringankan beban pikirannya.


Alican sendiri dia bisa mengetahui apa yang terjadi pada Arya karena dia adalah Arya 'itu' sendiri. Tapi, Arya tidak tahu apa yang terjadi jika Alican menguasai dirinya. Alican tidak akan pernah muncul jika dia tidak dipancing oleh Arya, atau Arya yang hanya setengah sadar, misalkan mabuk. Dia pasti akan bangun dan menggantikan Arya.


Penampilan Alican ini bahkan sangat mirip dengan Zaint dalam bentuk anak kecil.


"Bisakah kami tidak menangis Alice?" tangisan Arya bukannya mereda malah semakin deras. Mau bagaimana pun Alican adalah Arya jadi dia merasakan sakit hati yang membuat nafasnya memburu.


"Alice... Jangan menangis, aku juga jadi sedih" ujar Alican menempelkan tangannya di cermin.


"Ta-tapi aku hiks merasa bersalah" ujar Arya mengusap air matanya yang masih jatuh.


"Kalau begitu, bagaimana jika kau meminum 'minuman' setelah itu aku akan membantu mu? Bagaimana?" tawar Alican membuat Arya terdiam. Bagi Arya, Alican itu seperti kakaknya juga. Satu-satunya tempat dia akan menjadi seperti anak kecil yang tidak pernah disalahkan sedikit pun. Jika dibandingkan dengan teman dan sahabatnya yang lain, sebenarnya Alican adalah yang paling dekat, walau dia tidak tahu jika Alican itu adalah dirinya sendiri.


"Tidak bisa, kata aunty itu tidak boleh untuk anak kecil, aku tidak berani, bagaimana jika aku mabuk?" jawab Arya dengan polosnya.


Tanpa sadar tangan Alican yang tertempel di cermin mengepal dengan kuat. Matanya yang tenang itu berubah menjadi dingin yang mengkhawatirkan.


Dia tahu jika aunty Arya itu melarangnya bukan tanpa sebab. Dulu ketika Arya masih sebagai Alice, saat usia nya masih 12 tahun, dia tanpa sengaja dipergoki oleh Sonya(Fesya) dan Hayeo(Saye) sedang membunuh orang dengan sadis nya.


^^^(Fesya dan Saye adalah nama Sonya dan Hayeo ketika di kehidupan modern)^^^


Arya adalah gadis yang tidak terbiasa menyiksa korbannya, tapi Alican berbeda, dia memang tidak terlalu bisa menyiksa tapi jika dia yang menguasai tubuh Arya maka korbannya akan di cincang nya sampai berupa potongan kecil.


Saat ditanya oleh Sonya, Arya mengatakan jika dia tidak melakukan apapun dan hanya diam dikamar saja tanpa melakukan apapun.


Karena kejadian itulah Arya dilarang untuk 'minum'. Dan sejak saat itu dia hanya muncul beberapa kali dan Setelah berusia 16 tahun Alican sudah tidak pernah muncul lagi untuk menguasai tubuh Arya.


"Baiklah, jadi kau tidak ingin membalas dendam?" tanya Alican menarik nafas kesal.


Setelah lama terdiam Arya hanya mengangguk membuat Alican merasakan perasaan ingin membunuh seseorang.


"Kamu terlalu baik Alice pantas saja kamu dikhianati orang terdekatmu!" ucap Alican melonggarkan kepalan tangannya. "Tapi, mau bagaimana pun aku tetap bangga pada mu karena masih bisa bertahan di dunia ini, jika kamu membutuhkan bantuan ku, kamu bisa memanggilku" lanjut Alican menghilang dari cermin itu.


Arya mengulas senyum di bibirnya lalu membersihkan darahnya yang tadi menetes dilantai. Setelah selesai dia memilih untuk tidur dan menunggu hari esok.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Arya yang terbangun tengah malam membawa lampu ditangannya dan berjalan turun menuju lantai satu dan langsung menuju dapur.


Entah bagaimana dia baru ingat kalau dia belum makan dan hanya memakan jajanan pasar saja.


Setelah dia makan dia berencana untuk keluar dan menikmati angin malam yang dinginnya sampai menusuk tulang tembus otak.


Tepat didepan penginapan ada bangku panjang untuk duduk.


Ketika Arya duduk, tanpa sadar dia mendongak untuk melihat langit tapi pandangannya tiba-tiba beralih dengan cepat menangkap siluet bayangan putih melintas di atas atap rumah.


"A*j*r ada hantu tengah malam, tapi emangnya disini ada tradisi mengejar hantu dengan pakaian hitam ya?" seru Arya langsung berdiri ketika melihat bayangan putih itu melintas dari satu atap ke atap lainnya. Gerakan yang ringan membuatnya terlihat seperti terbang.


"Ikutan ah~ siapa tau dapat tontonan gratis!" kata Arya juga melompat menaiki atap dan berlari mengikuti dengan riang gembira.


Arya itu aneh, apapun yang membuatnya tertarik pasti akan dia perhatikan, selayaknya 'hantu' putih itu.


$


$


$


Like and komen❤️✍✔