
Karena cangkang telur yang keras dan kasar, tangan gadis itu tergores membuat arya membulat kan matanya kaget. Dia mengernyitkan dahinya, sudah cukup lama dia tidak terluka karena tergores.
Tiba tiba matanya menjadi sakit dan perih. Dia menutup matanya dan bersandar di dinding gua dan meringis, rasanya seperti ada sesuatu yang memasuki matanya.
Dia kaget dan langsung menarik tangannya. Dan melihat sekeliling, anehnya ketika dia menatap seseorang dia bisa melihat aura orang tersebut. Bahkan... Dia bisa melihat organ dalam manusia dan menembusnya. Dia berkedip dan itu kembali normal.
"Ar, kamu gak apa apakan?" Tanya Delvan langsung menarik tangan Arya dan melihat jarinya. "He? Gak ada?"
Arya sedikit terkejut ketika ada yang memegang tangannya tapi dia bersikap normal dan melirik Delvan.
"Haha, si glbk ini! Jelas gak ada lah kan langsung sembuh!" Arya terkekeh dan langsung mengetuk kepala Delvan.
"Aduh, tapi kenapa langsung hilang? Apa gak butuh proses?" Tanya Delvan yang membuat dia sekali lagi kena pukul, tapi kali ini bukan ketukan tapi bogeman oleh Arya.
"Heh! Bisa tidak congor mu itu diam dan tidak banyak bicara? Kek burung Beo aja sih" Sungut Arya kesal dan kembali melihat kearah telur yang tidak terjadi reaksi apapun.
"Hm? Sepertinya telur hitam ini tidak subur?" Ujar Arya mengetuk-ngetuk cangkang telur itu penasaran.
"Hey, kamu kira telur itu apa, tanah? Subur... Yang benar saja?!" Sahut Lili kesal.
"Hehe, maaf, maaf" Ujar Arya cengengesan.
Crak...
Crakk...
Crakkk...
Saat mereka sedang sibuk beradu mulut, Tiba-tiba telur hitam itu retak dan satu persatu retakan itu membuat telur itu akhirnya hancur.
Orang yang pertama kali sadar akan keretakan telur itu adalah Riden dan Dark, mereka sedikit aneh kenapa telur itu baru retak setelah beberapa menit berlalu, tidak seperti tiga telur lainnya yang langsung retak.
"Dra..." Saat telur itu benar-benar pecah, keluarlah seekor bayi naga kecil bertubuh hitam dan matanya... Biru?
Mereka terkejut, terutama Dark, dia tidak mengingat pernah memiliki telur hitam ini sebelumnya, lalu dari mana telur itu datang. Di klan naga, Telur hitam menandakan naga hitam, yang identik dengan tubuh hitam dan mata merah mereka. Mereka juga terkenal ganas dan tak kenal ampun. Tapi setahu dia hanya dia yang tersisa dari Klan naga. Bagaimana mungkin masih ada telur hitam ini. Apalagi matanya.... Kenapa warna mata bayi naga itu BIRU?!
"Dra..." Seru bayi Naga kecil itu ketika melihat salah satu dari dua gadis yang sedang adu bac--mulut!
Drap... Drap... Drap...
"Draaa...." Bayi naga kecil itu langsung melompat kearah Arya yang sontak membuat gadis itu menegang.
Ada sesuatu di kakinya?
Apa itu?
Apakah...
"Dra?"
Eh...
Apaan?
Arya langsung menunduk dan mengangkat kakinya. Ada benda kecil dengan mata berbinar menatapnya. Dia mengangkatnya seperti mengangkat kaus kaki kotor.
"Apa liat-liat?! Ada hutang kah?!" Lagi-lagi Arya membuat semua orang tepuk jidat karena kelakuan anehnya.
"Jangan main-main b0d0h!" Lili langsung menurunkan tangan Arya langsung. Dia merasakan seperti diintimidasi oleh seekor bayi naga, hanya dengan melihat mata biru tajamnya.
Arya yang masih bingung langsung memutar kepalanya dan melihat cangkang telur yang sudah hancur itu aneh.
Kok pecah?
Tadi gak kayak gitu deh?
Ya, kan?
Kapan pecahnya?
"Dra?" Suara bayi naga itu membuat lamunan Arya buyar, dia menatap Arya seperti bertanya-tanya.
"Hm... Melihat mu membuat ku jadi teringat film m0nk4rt, mirip siapa ya? Ah! iya, warna tubuh kecilmu mirip Darken! Tapi kalau Darken matanya hijau tidak sepertimu biru. Kamu malah mirip sama 'anak'-nya Cale tau gak?" Oke, perkataan Arya membuat mereka semua bingung.
M0nk4rt?
Anaknya siapa?
Cale?
Apakah itu nama manusia?
Apakah manusia melahirkan naga?
"Darken? Bukankah itu nama yang kau berikan pada ku?" Tanya Dark bingung. Bukankah saat pertama kali bertemu gadis itu memberinya nama?
Arya memiringkan kepalanya
Tapi melihat reaksi gadis itu, dia yakin di kepala gadis itu bertanya 'kapan aku memberi mu nama itu?' hah, rasanya lelah memiliki seorang teman pikun sejak dini seperti Arya.
"Sudah jangan dipikirkan! Jadi nama apa yang akan kalian berikan pada hewan magis kalian?" Dark mengusap kepalanya sembarangan. Rambut panjangnya walau di acak-acak tidak akan pernah kusut. (Coba kita acak-acak rambut kita pasti kusut pas disisir nyangkut (pengalaman_-"'))
Mereka saling lirik satu sama lain lalu secara berurutan menyebut nama hewan magis mereka.
Lili : Foxy
Delvan : Raby
Riden : owen
Arya : Raya
↑↑
(Itu author gak bisa mikir nama buat naga jadi pakek nama elang aja)
Setelah mereka selesai memberi nama dan juga bermain main sebentar, akhirnya mereka pulang.
Saat Arya sampai di istana kaisar, dia menoleh ke kanan lalu ke kiri. Tidak ada tanda tanda keberadaan ayah 'tercinta'-nya. Kemana perginya orang tua itu. Dia datang untuk menunjukkan tentang hewan magis miliknya. Tapi tidak ada orangnya.
Dia menoleh lagi dan langsung masuk ke ruang milik Tama, saat masuk, ruangan itu sunyi dan hening. Kek rumah hantu.
Kemana hilangnya kaisar dan perdana menteri nya itu?
Tidak biasanya mereka hilang?
Arya berlari kembali ke ruang kerja ayahnya dan mengobrak-abrik tempat itu sampai dia menemukan sebuah surat, yang isinya tentang sebuah kompetisi yang diadakan setiap enam tahun sekali. Dan acara kompetisi itu akan diadakan hari ini.
"Ho, kenapa ada yang janggal ya? Tapi apa?" Pikir Arya, dia merasa ada yang kurang tapi apa.
"Dra, dra..." Raya masih bertengger di Kepala Arya
Aha...
Ternyata yang kurang adalah....
"Jadi... Aku di tinggal sendirian sedangkan ayah pergi berdua dengan Tama?" Gumamnya pada diri sendiri.
"Kenapa rasanya seperti ditinggal nikah sama gebetan ya?" Arya mulai bertingkah dramatis lagi.
"Dra..." Naga kecil itu menanggapi gerutuan Arya. Sambil menggoyangkan ekornya
"Haih.... Kezel banget kan jadinya!! Umm, karena~ aku ditinggal sendirian~ aku juga bakalan pergi untuk kembali~" Ujar Arya melangkah kearah jendela. (Maksudnya dia pergi dari istana kaisar untuk kembali ke istana malam) dia bahkan melupakan tentang kantor ayahnya yang sudah dia acak-acak.
Saat sudah sampai dikamar yang umm... Gimana ya? Ah terserah lah. Dia merebahkan tubuhnya di sofa kamarnya dan terlelap. Dia sudah terlalu lelah untuk hari ini.
Ketika Arya tidur, Lina memasuki kamarnya dan melihat bahwa dia sedang tidur langsung Memakaikannya selimut tipis yang tidak akan membuat pengap.
"Maaf putri, jika saja saya tidak menyembunyikan kebenaran nya pada kaisar, mungkin anda akan baik-baik saja. Tapi karena keegoisan saya, saya tidak memberi tahu kan nya pada kaisar" Lina dengan lembut mengusap kepalanya gadis yang sudah dia besarkan.
Dia tidak berani mengatakan apapun pada Arya dan juga Zaint dia hanya bisa memendamnya saja. Bahkan Tera pun tidak tahu. Kalau bukan karena dipanggil oleh Zaint saat itu mungkin Tera tidak akan tahu selamanya.
Dia baru berani mengungkapkan nya pada saat Arya terlelap.
Karena Arya tidak akan bisa mendengar. Walaupun dia tidak mendengar tapi Raya melihat segalanya. Dia menatap Lina tanpa bergerak. Mirip boneka.
Lina bangun dan langsung pergi dari sana meninggalkan Arya yang benar benar tertidur lelap. Dia baru akan bangun ketika dia merasakan jika ada orang yang memiliki niatan untuk membunuhnya saja.