The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
.....



⚠ RANDOM PARAH


Wanita dengan kulit kopi susu itu memiliki nama Cyrille, orang yang melahirkan Zaint. Dia adalah seorang anak bangsawan yang menjadi selir di istana kekaisaran.


Wanita itu memiliki sifat yang lembut dan manis. Tapi karena sifatnya itu banyak orang yang memanfaatkannya. Terutama keluarganya. Dia bukan anak satu-satunya tapi anak ketiga dari empat bersaudara. Kakak pertamanya itu laki-laki yang akan menjadi pewaris keluarga, kakak yang kedua adalah seorang wanita yang sudah bertunangan, sementara anak paling bungsu adalah laki-laki juga, tanpa berat hati ayah dan ibu nya menyarahkan anak perempuan mereka untuk menyelamatkan keluarga mereka...!


^^^(Keluarga yang nyebelin gak sih °﹏°凸)^^^


Madam Cyrille membawa Arya kedalam istana malam dan memberikannya beberapa cemilan.


Arya sedikit melirik kearah pelayan yang menaruh nampan makanan itu sedikit kasar. Sepertinya dia akan mengacau kalau menegurnya. Tapi jika tidak ditegur bisa-bisa dia menyiksa diri sendiri.


"Hei, kamu tahu arti kata 'tamu adalah raja'?" sindir Arya mengambil cemilan di atas piring saji.


Pelayan itu menatap Arya sedikit sinis. Arya tersenyum diam.


Rasa ingin mencongkel matanya pelayan ↗︎↗︎↗︎


Gadis itu menghembuskan nafasnya pelan. Jujur saja dia sedang menjaga suasana hati wanita di depannya itu yang notabene nya adalah neneknya.


"Maaf jika saya menyinggung anda, nona" pelayan itu membungkuk namun Arya masih bisa melihat senyum meremehkan pelayan itu.


Aggghhhh!!! Lihat!! Lihat wajah pelayan itu?!! Pengen dicakar memang!!!


"Nak, tadi namamu siapa?" tanya madam Cyrille dengan posisi duduk sedikit menyilang.


"Arya, nama saya Arya!!" jawab Arya cepat.


"Oh, nama itu bagus!"


"Terimakasih! Ayah yang memberikannya" walau saat ngasih nama nya suasananya menegangkan sih?


"Apakah ayahmu... Kaisar?" tanya Madam Cyrille ragu-ragu. Dia ragu karena 'warnanya' adalah warna Kekaisaran. Dan aura nya juga terasa sangat kental


"Hmm, ye-ah? Sepertinya...?" jawab Arya merasa aneh sendiri. Iya sih ayahnya kaisar namun bukan kaisar yang sekarang.


"Umh... Apakah anda adalah pangeran yang sedang menyamar dengan pakaian seorang gadis???" tanya Madam Cyrille terkejut.


Ok sekarang lihat wajah Arya yang membeku dan tidak bisa mangap itu. Dia... Lebih terkejut mendengar perkataan neneknya sendiri.


"Madam!! Tolong jangan berkata seperti itu!! Saya aslinya perempuan loh!! Sumpah!! Dari saya lahir sampai besar, saya itu perempuan!!! Apakah harus saya menggunakan surat kelahiran saya sebagai bukti!!!?" sangkal Arya yang langsung berdiri. Dia aslinya perempuan tulen tanpa ada yang dipermak sedikitpun! Ya kali berubah gender, membayangkan nya saja rasanya perutnya seperti diaduk-aduk.


"Oh begitu"


"Ekh, 'oh begitu' doang? Keterlaluan sekali!!" rasanya Arya bisa nangis darah kalau percakapan itu terus berlanjut.


"Huft, biar saya perkenalan ulang saja" pasrah Arya bangun dan menunduk.


"Nama saya Aryalania Frosen Alexander Roseland, usia sebentar lagi 9 tahun, lahir tanggal 1 bulan 8, tinggi 137 cm(?), berat 35 kg, dan saya bukan anak kaisar saat ini, saya anak tunggal dari kaisar yang lain nantinya, dan yang terpenting saya lahir tanpa ada saudara tiri atau kandung, real anak tunggal satu-satunya!"


^^^(Anak holang kaya!) ^^^


Saat Arya memperkenalkan diri, tidak ada orang lain selain mereka di dalam ruangan itu. Jadi aman.


"A-anak tunggal? Pewaris takhta...?!" lagi, sekali lagi Madam Cyrille terkejut mendengar pengakuan Arya. Wajahnya terlihat pucat pasi.


Arya duduk kembali dan mengambil cemilan di atas meja, cemilan yang sebelumnya belum sempat termakan olehnya.


Tuk, tuk... Arya diam, di menatap pada kue ditangannya.


Kek kue Yaya nji*!!


^^^(Serial Bobo*bo*) ^^^


Sekeras itu!! Bisa-bisa patah giginya woy!! Hah, dia jadi teringat saat-saat giginya patah dulu. Uh, malu setengah mati.


Dia menaruh kembali kue itu di kantungnya. Tidak sopan jika menaruh kembali kue yang sudah diambil keatas piring saji.


"Saya, pewaris? Belum tahu sih, soalnya ayah saya itu sangat menyebalkan, dia itu dipanggil tiran, apakah anda tahu(?) ayah saya itu memenangkan perang kurang dari seminggu kepergiannya. Perang besar pun hanya butuh waktu 2 tahun, saya masih ingat ketika saya berusia 3 tahun ayah pergi perang, 2 tahun kemudian pulang perang bawa kemenangan" Arya malah curhat dengan beberapa perkataan yang menggambarkan samar-samar kalau dia itu merasa bangga pada ayahnya sendiri.


Madam Cyrille menatap Arya penuh minat, ada ya anak yang sangat pasif berbicara sepertinya...!


Mata Arya melengkung membentuk kurva indah dengan bulu mata yang menghiasinya.


Pintu terbuka oleh seorang anak laki-laki didepannya. Arya menoleh dan menyapanya.


"Hola!"


Zaint diam ditempat menatap gadis yang sebelumnya dia lihat sedang bersama dengan ibunya.


Bukankah gadis itu selalu bersama anak laki-laki yang berwajah bantal?


"Siapa sebenarnya kamu? Kenapa ada disini?"


"Kamu siapa?" tanya Zaint sekali lagi. Nada nya sangat dingin.


"Dih! Mau apa pun aku, kamu memangnya harus tahu?" balas Arya sangat acuh.


Madam Cyrille mencoba melerai kedua anak itu dengan susah payah.


"Apa ibu tidak tahu bahwa anak itu juga cucu mantan Kaisar?" ucap Zaint menunjuk Arya.


Madam Cyrille menatap Arya kaget, katanya bukan anak kaisar??!


Arya merasa kesal lagi, "dia itu kakek buyut ku! Bukan kakekku!! Aku memanggilnya kakek karena terlalu panjang jika harus memanggilnya 'kakek buyut'!!!"


"Jangan bercanda, tidak ada satupun pangeran yang sudah menikah dan memiliki anak, tahu!!" sangkal Zaint menunjuk-nunjuk Arya.


Arya yang seperti dituduh yang tidak-tidak hanya bisa membalas seadanya, "bukan sekarang! Tapi ayahku itu cucu kakek Damien!!"


"Memangnya siapa?" ucap Zaint dengan wajah menantang


"Kalau aku bilang jika itu adalah kamu, apa kamu percaya? Enggak kan, ya udah gak usah kepo!!" balas Arya sedikit pedas.


Dua orang didepannya itu bungkam, madan Cyrille yang berusaha melerai kedua anak itu membeku ditempat. Zaint mengernyitkan keningnya tidak suka.


"Aku akan membunuhmu jika aku benar-benar memiliki anak sepertimu!" lihatlah bibir anak laki-laki itu yang menyeringai jahat.


Arya tak mau kalah, dia melipat tangannya dan ikut tersenyum, "ya~ kau juga akan melakukan itu, namun~ saat nanti kamu melihat anak mu, kamu pasti akan luluh!!" dia teringat saat pertama kali terlahir jadi bayi, ayahnya mencekiknya, walau terlihat seperti gertakan, itu benar-benar menyakitkan karena sensasi sarung tangan kasarnya masih terasa sampai sekarang.


"Itu tidak mungkin!"


"Ya~ siapa yang tahu??"


Mereka berdua saling berhadapan dengan Arya yang memiliki tinggi yang sama dengan Zaint.


"Mau tahu satu hal gak?" tanya Arya memutar tubuhnya.


"..."


"**MISALKAN**!! Aku adalah anakmu dimasa depan... Kenapa kamu membiarkan aku hidup sampai 9 tahun? Padahal saat kamu melihatku saat kecil seperti melihat sebuah aib? Kenapa kamu mengajariku banyak hal?" tanya Arya dengan penekanan diawal kalimatnya. Dia menyatakan pertanyaan dalam dirinya pada ayahnya yang masih terlihat "bocah' secara imajinatif.


" itu tidak mungkin kau tahu! Aku tidak akan menikah! Jika aku benar-benar melakukan hal itu, itu mungkin karena aku ingin bermain-main denganmu!" jawab Zaint dengan tatapan yang aneh.


Madam Cyrille memutar kepalanya cepat kearah anaknya. Dia... Tidak menyangka anaknya akan berkata seperti itu. Walau dia tahu jika anaknya itu sangat kurang ajar, tapi ini pertama kalinya dia melihat anak nya berkata se-kasar itu, apalagi lawan bicaranya adalah anak perempuan??.


Arya mendongakkan kepalanya kesamping. Dia tertawa terbahak-bahak. Benar-benar... Menjengkelkan! :):


Gadis itu berputar menghadap ayahnya yang dalam versi lebih muda dengan tatapan sangat kosong.


Melepas sihir yang ada dilehernya yang menutupi luka menghitam di leher akibat sihir hitam seseorang tak dikenal.


"Aku tidak memberitahu ayahku karena dia pasti akan sangat marah" ucap Arya duduk di sofa menghadap kearah dua orang.


"Aku... Sepertinya terlahir lemah.... Katanya keturunan Roseland itu kebal terhadap semua macam penyakit dan luka, tapi aku terluka gara-gara sihir hitam, luka... Yang disebabkan kelalaian ku sendiri"


Zaint diam matanya terfokus pada luka yang aneh dileher anak itu. Itu terlihat seperti telapak tangan kan? Apakah bekas dicekik?


"Kenapa itu terjadi?" tanya Zaint dengan nada yang tiba-tiba merendah. Oh apa dia merasa tidak enak?


"Oh, aku ada bilang gak kalau aku memiliki teman dua benua (Feron, Hansel)?"


"Hah?"


"Saat kembali dari Kekaisaran Ruffela, aku mendapat serangan kejutan oleh orang asing dan luka ini terbuat" ucap Arya sesingkat mungkin.


"Kamu memiliki hubungan dengan Kekaisaran Ruffela?" tanya  Zaint bingung.


"Ah, permaisuri Ruffela itu ibu angkat ku" jawab Arya mengacungkan jempol nya.


"Apa?"


"Itu istri Kaisar Kelion"


"Apa maksudmu, Kaisar Kelion siapa? Orang itu bahkan hampir tersingkir dari keluarganya, bagaimana dia bisa jadi Kaisar, usianya saja baru 16 tahun"


"Ha? Apanya yang tidak mungkin? Kamu saja naik takhta saat 17 tahun!" jawab Arya malas. Dia mendadak pengen tidur.


Ok, ucapan Arya seperti bom yang baru saja dilemparkan nya. Itu... Adalah spoiler besar di hidup Zaint dan Ibunya.


"Apa kamu bil--!" belum selesai Zaint ingin protes, Arya malah pergi dengan sihir teleport nya.


Ngomong-ngomong, Arya sepertinya memiliki dendam baru untuk para pelayan di Istana Malam, beraninya mereka menyajikan cemilan yang sekeras batu itu (╬ Ò ‸ Ó)թ