
Arya baru terbangun ketika malam, dia dengan cepat mandi dan langsung menuju dapur. Kali ini dia akan mencoba untuk memasak.
Saat memasuki dapur dia hanya melihat seorang koki dan lima pelayan yang berada di sana.
Dia perlahan masuk dan menyapa mereka. Awalnya mereka kaget, bagaimana bisa seorang putri memasuki dapur, yang kotor ini.
Mereka mencoba menghentikan Arya, namun dengan keras kepala nya dia menolak.
"Putri anda tidak boleh memasuki dapur yang kotor ini? Bagaimana jika anda terluka?" Ujar kepala koki menasihati Arya dengan halus.
"Aku tidak akan terluka, lagi pula dapur yang bersih seperti ini apakah pantas disebut tempat kotor? Jika kamu ingin mengatakan sebuah tempat itu kotor, bukankah sebaiknya kamu melihat kearah gudang terbengkalai dibelakang istana ini?!" Ujar Arya langsung nyelonong masuk. Ucapannya membuat semua orang itu diam.
"Oh ya, jangan mengganggu ku apapun yang kulakukan dan diam!! Jangan bersuara!? Paham!!"
Dia mencuci tangannya,dan juga menggulung lengan bajunya lalu mulai memilih bahan apa saja yang ingin digunakannya. Semua bahan makanan di sana sangat segar dan terlihat menggiurkan.
Dia mengambil kerang dan kepiting lalu mencucinya. Membuka cangkang kepiting itu lalu memotongnya menjadi dua bagian dan menggoreng nya di minyak panas.
Selagi menunggu kepiting itu menjadi matang, Tidak lupa juga dia mengupas bawang merah dan putih ditambah garam, dan gula, lalu bumbu bumbu lainnya. Dia mengambil kelapa (bukan kepala jangan salfok) lalu memeras nya dengan sihir dan dijadikan santan.
Bumbu-bumbu itu dihaluskan juga dengan sihir dan langsung dimasukan ke dalam minyak sedikit dan ditumis hingga harum. Kepiting yang sudah matang pun langsung dimasukkan kedalamnya dan diaduk. Ketika sudah agak cukup diaduk nya, langsung masukan santan yang tadi sudah disiapkan. Tunggu sampai mendidih dan airnya menyusut... Jadi~ dan langsung disajikan di atas nampan khusus.
Semua pelayan yang menyaksikan langsung terpana dan memuji Arya didalam hati mereka.
Lanjut membuat masakan kedua...
Arya menyiapkan wajan panas lalu memasukan bawang putih, bawang merah, bawang bombay, dan paprika, lalu ditumis hingga harum. Ketika sudah harum, kerang itu dimasukan juga lalu diaduk, tambahkan garam secukupnya dan juga gula, tambahkan sedikit potongan cabai, lalu masukan sedikit air dan tunggu hingga matang dan sajikan.
"Tuh, tidak ada apa-apa kan? Jadi jangan terlalu khawatir! Ini, bawa ke ruang makan aku mau makan malam! Jangan lupa juga sediakan nasi panas, aku ingin memakannya dengan nasi!" Ujar Arya dan langsung meninggalkan dapur. Para pelayan yang baru saja sadar langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Arya.
Sedangkan kepala koki yang menyaksikan masih tersesat di alam pikirannya.
Sejak kapan putri bisa memasak?
Dia terlihat mahir.
Dia baru sadar saat seorang pelayan menepuk pundaknya dan menyuruhnya untuk mencatat resep pribadi milik putri mereka itu.
Ketika dia melihat kearah tempat Arya membuat masakannya tadi, dia melihat ada beberapa potong kepiting lalu dia sedikit mencicipi nya.
Dia membelalakkan matanya ketika saus bumbu itu menyentuh lidahnya.
Ternyata... Ini sangat enak!
Ini benar-benar luar biasa.
Sangat kaya akan rempah.
Dia memakan sepotong kepiting dan mencobanya dengan nasi. Dan ternyata sangat cocok.
•
•
•
"Oh, ayah? Ternyata kau masih ingat jika kau punya seorang anak, ya?" Ucap Arya menyindir ayahnya yang melihat nya tanpa ekspresi apapun. Dia baru saja sampai diruang makan dan duduk di kursinya.
Zaint datang ke istana Arya karena dia baru ingat jika dia melupakan jika dia punya putri dan langsung pergi begitu saja. Saat dia sadar ternyata dia sudah sampai ditempat kompetisi yang diadakan di Akademi. Kompetisi dimana dua akademi saling bertarung. Akademi bulan dan juga akademi bintang. Akademi bulan berada diantara lima Kekaisaran sedang kan akademi bintang diantara tiga Kekaisaran. Acara kompetisi juga merupakan tempat bertemunya delapan Kekaisaran secara bersamaan.
Sebenarnya dia tidak ingin datang tapi apa mau dikata, acara itu hanya terjadi enam tahun sekali. Mau tak mau dia harus datang.
"Aku tidak sengaja" Ucap Zaint membuat Arya menganga tak percaya. Bisa bisanya dia bilang tak sengaja, Sedangkan Arya sibuk mencarinya. Keterlaluan sekali.
"Oh ya, ketika datang aku tidak sengaja melihat jika ruang kerja ku belum dibersihkan. Tapi bagaimana bisa ruangan itu bisa berantakan? Bukankah sebelum pergi ruangan itu masih aman-aman saja" Kali ini Arya merasa tertohok mendengar sindiran ayahnya.
Aku juga lupa beresin nya...
Apakah dia ingin membalasku?
Arya terdiam lalu beberapa saat kemudian makanan yang dibuat Arya tadi mulai disajikan diruang makan itu. Ketika masakan yang dibuat Arya sudah tersaji Arya mengambilnya lalu memakannya dengan tenang, sedangkan Zaint mengernyitkan dahinya.
Apa ini?
Apakah bisa dimakan?
Arya melihat gelagat ayahnya pun hanya melirik dan memasukan sepotong kepiting kepiting ayahnya dan menyuruhnya makan.
Zaint masih aneh dengan masakan itu hanya diam saja.
"Makan! Aku yang membuatnya secara pribadi, tidak beracun! Jika beracun mungkin aku sudah tergeletak dibawah tanah jadi makanan cacing! Kepiting nya sudah mati, kau tidak akan di capit olehnya! " Ujar Arya yang masih mengunyah makanan nya.
Perkataan Arya membuat Zaint seketika menoleh kearah nya.
Apa?
Masak sendiri?
Sejak kapan?
"Kau tidak punya pelayan hingga membuatnya sendiri? Apa perlu pelayan lagi?" Kata Zaint aneh tapi tetap memakannya makanan nya.
Enak..
Arya yang mendengar penuturan ayahnya langsung berhenti dan menoleh: "apakah kau ingin mereka mati? Istana ini adalah ruang penyiksaan nyata yang tersembunyi. Hanya beberapa orang yang tahu komponen formasinya! Dan kau ingin memasukan mereka ketempat seperti ini?" Tanya Arya tak percaya.
Kamu sehat?
Zaint berpikir sejenak lalu diam.
Hening...
Mereka kembali menyantap makanan mereka lalu menyelesaikan nya. Setelah selesai makan Zaint kembali ke ruang kerjanya dan membereskan kekacauan yang disebabkan oleh Arya. Dia bingung sendiri, lagi-lagi anaknya itu berbuat barbar tanpa alasan yang jelas.
Lagi-lagi dia berfikir dari mana asalnya sifat kontras milik anaknya itu. Sangat berbeda, dari sisi mana pun dia seperti melihat taman bunga di sekitar anaknya, walaupun pada kenyataannya adalah taman duri yang membelenggu sama sepertinya.
Sebenarnya jika dia bisa memikirkannya lebih dalam maka dia dan putrinya itu adalah gambaran nyata dari penyiksaan batin yang sama sakitnya.
Tidak bisa bergerak atau berjalan hanya diam di satu tempat. Menunggu ada yang menyingkirkan duri yang membelit hati mereka. Membuat mereka bisa membuka hati mereka untuk orang lain.
Kembali pada Arya yang kini berdiri di jendela dengan seekor naga kecil bermata biru itu yang terletak di kepalanya. Dia sangat betah berada di atas kepala Arya, tanpa ada rasa tidak nyaman.
Sedangkan Arya berfikir jika beginilah rasanya ketempelan anak cicak. Walaupun begitu dia tidak merasa risih.
•
•
•
Untuk eps nanti...
Tempat wanita antagonis...
Dan...
Ruangan untuk penjahat...