The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
KENYATAAN



Sepanjang jalan Arya hanya melamun dan berjalan mengikuti semua temannya termasuk Feron yang menawari mereka makan. saat sampai salah satu restoran disana mereka duduk di meja masing masing.


Tapi Arya masih saja melamun. Berkali kali mereka memanggil Arya tapi dia tidak merespon barang sekalipun. Mereka jadi sedikit gelisah sampai....


"Au... Jangan dicubit!!! Sa-sakit woy!!!" Jerit Arya, saat Lili mencubit lengannya cukup keras hingga dia kesakitan.


"Makanya kalau dipanggil itu nyaut! Jangan diam aja! Paham!!"


"Hehe, maaf keun, jadi ada apa?" Ujar Arya mengelus lengannya yang tidak berbekas sedikit pun.


"Tadi si 'rubah' nanya kamu mau makan apa?"


Si rubah Feron : "...." ini orang ada dendam kesumat apa sih sama aku? Kok dia nyerang terus sih?


Arya : "...." dia ini kok kayak gak suka sih sama Feron, yah walau pun aku juga rada gak suka tapi dia cogan, hiks:«


Evan : "...." Dia bukan saudara perempuan ku!!.


"Kamu mau makan daging panggang, disini dagingnya sangat empuk loh?!" Tanya Feron dengan ceria.


Arya yang mendengarnya tiba tiba merasa kesal.


Hiss... Dia tuh gak bisa makan makanan yang menjadi pantangan buat tubuhnya!


"Eng... Maaf tapi aku gak makan daging" Tolak Arya merasa sedikit malas meladeni orang di depannya ini.


"Loh kok gak makan... Ada masalah apa kamu sama daging, heh?" Tanya Feron heran, memiringkan ya kesamping.


Ada masalah serius deh?


"Gak, aku cuma gak suka aja sama daging" Ujar Arya mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia memegangi tangan nya dan mencengkram nya kuat, Feron yang melirik tangannya Arya menjadi curiga


"Ada masalah dengan tubuhmu kah?" Tanya Feron lagi dengan tatapan curiga.


Ih... Peka banget sih jadi cowok!!


"Hah! Gak kok!" Lagi lagi Arya menyangkalnya.


Feron tidak percaya dia mengalihkan pandangannya kearah dia orang lainnya yang juga ikut mengalihkan pandangan dengan gugup.


LI'EV : "..." ke-kenapa kamu mengalihkan pandanganmu kearah kami sih! Kami tidak tahu apa pun!


Feron : "..." kenapa mereka lebih mencurigakan daripada orang yang tersangka sih?


Mata emas milik Feron memicing tajam menatap ketiga orang dihadapannya. Dia memikirkan masalah apa yang ditimbulkan daging bagi tubuh.


"Jangan bilang kamu punya...."


Arya sudah dibuat panas dingin gara gara ucapan Feron yang dibuat jeda, jadinya kan jantung Arya udah jedag-jedug dibuatnya juga.


"Kamu punya penyakit diare ya?"


Perkataan Feron benar benar membuat arya melotot dengan mulut terbuka lebar menatap Feron tak percaya.


Di-dia ngomong apa tadi?


Arya tersenyum dan mulai menanyakan pertanyaan yang akan membuat lawannya menciut.


"Kamu katanya pangeran paling tampan, kan?"


"..."


"Kamu juga dibilang pintar dan jenius? "


"..."


"Pintar bermain kata kata yakan? Pintar menggunakan pedang kan?"


Feron yang dipuji be like: "..." Aku punya firasat buruk.


Dua sodara be like: "..." Kayaknya ada tontonan gratis nih.


Brak...


Arya menggebrak meja pelan dan menatap Feron sengit. Tiga orang lainnya dibuat kaget dan hampir melompat dari kursi mereka


Arya sudah siap memaki feron.


"Dasar laki-laki gak peka!, b0d0h! , rese! , b4st4rd! , yakali aku diare? Kamu masih mikir pakek otak kan!!? gak pakek dengkul ya kan? Mikir lebih logis ngapa sih? Muka aja ganteng tapi otak abis kebentur gerobak dorong? Miring lu hah?!!!" Dan akhirnya Arya benar benar mengeluarkan kata kata makian yang kelewat ngegas


Feron yang abis kena semprot: "..." Kan? bener kan?


Penonton yang lagi makan Popcorn: "..." Wow! Drama romansa(?) bikin jantungan uy


"Eee.. Maaf hehe! Salah sekali kena semprot nya panjang kali lebar kali tinggi, nafas dulu Ar! Nanti kamu asma lagi"


"Boleh aku pukul gak?" Tanya Arya dengan wajah dingin yang jaran sekali dia tunjukan.


"Gak papa kamu pukul!! dia punya nyawa kek kucing kok, tenang!!" Ujar Lili memanasi suasana


Kompor.... Kompor...


"Kamu....!!!"


Dan benar saja detik berikutnya Arya memukul kepala Feron dengan wajah lempeng.


Bodoamat!!!


mau dia pangeran! Mau dia pengemis! Kalau Arya sudah menampilkan wajah dingin pasti bakalan ada korban.


"Ah. Sakitt!!"


Kalian berdua... si4l4n!!!


Feron menatap Arya dengan tidak percaya dan meringis kesakitan. Bisa dilihat olehnya wajah tanpa ekspresi milik Arya tiba tiba bulu kuduk nya berdiri semua.


Ih... Kok dia jadi seram, sih?!


"Sakit? Maaf, tanganku tadi kepeleset! Sorry" Dengan santainya Arya menjatuhkan dirinya ditempat duduk dan memesan satu set udang gorengan dan minuman susu alpukat kocok.


Selesai dengan ringisannya, Feron pun menatap Arya yang sedang memakan makanannya dengan khidmat dan mulai membuka mulutnya lagi.


"Alergi kah?"


1 detik


2 detik


Dan...


Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Arya yang makan dengan santainya dibuat tertegun dengan perkataannya. Membuat dia terbatuk-batuk dan meminta minum.


Ternyata.... Dia peka?!!!


"Kau... Bilang apa tadi?!" Ujar Arya setelah beberapa saat setelah meminum air.


"Kamu alergi, kan?" Tanya Feron lagi, matanya memicing untuk kedua kalinya dan itu membuat Arya menelan ludah kasar.


Sekejam-kejamnya Arya, dia dulu selalu tersenyum dan tertawa. Berbeda dengan para mafia yang lain yang selalu memasang muka tembok. Arya itu orangnya hangat makanya banyak yang suka sama dia. Cuma sayangnya dia masih aja ngejomblo sampai dia mati.


Dia juga pernah si ceramah-in sama bibinya gara gara sifatnya yang terkadang polos, terkadang baik, terkadang peka banget, terkadang kejam, terkadang aneh, dan bermacam macamnya lagi. Tapi yang paling menonjol itu sifat polosnya sama baiknya itu. Makanya dimanfaatin sama 'Orang gak bertanggung jawab' kalian taulah siapa itu, yap cabe gosong, haha, upss





Feron semakin yakin jika ada masalah dengan gadis dihadapannya itu. Melihat ekspresi nya yang tertegun dan tiba tiba batuk dan juga pertanyaan yang dia lontarkan seperti orang yang shock, membuat asumsinya terbukti benar.


"Yah, dilihat dari makanan seafood yang seperti sudah biasa kamu makan bahkan terlihat sangat Familiar, padahal kebanyakan di istana itu daging sebagai hidangan utama nya bukan? Tapi kau makan udang goreng seperti kau sudah sangat sering memakannya. Jadi kesimpulan ku jatuh pada, tubuhmu pasti bermasalah dengan daging. Intinya kamu alergi bukan?"


Gleg...


Dia mengamatinya sebegitu nya, astaga?!


"I-iya, hehe" Jawab Arya dengan cengiran yang memperlihatkan lesung pipinya yang begitu manis, membuat Feron terpesona dan mengalihkan pandangannya.


Di-dia terlalu manis!! Sial!!


"Si-siapa saja yang tahu?" Tanya Feron masih dengan membuang wajahnya. Bisa dilihat jika telinganya sudah berwarna merah yang artinya dia lagi nge blush.


"Emmm... Hampir semua pekerja dapur istana putri. Dan beberapa temanku terutama mereka berdua" Jawab Arya menunjuk dua orang yang sibuk makan sambil menyimak.


"Hm? Lalu siapa yang tidak tahu tentang ini?" Tanya Feron penasaran. Dia menopang tubuhnya dengan tangan dan mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.


"Para bangsawan dan.... Heh, tentu saja ayahku!!" Jawab Arya dengan seringaian di bibirnya dan menyedot minuman yang tadi dia pesan.


Feron menjatuhkan rahangnya karena terkejut. Dia tak menyangka orang yang paling dekat dengan Arya adalah orang pertama yang tidak tahu tentang Alergi anak semata wayangnya. Yang pastinya akan menjadi satu satunya kandidat penerus takhta kaisar dimasa depan. Apa lagi Arya yang dengan santainya mengatakan jika ayahnya sendiri tidak tahu tentang penyakit anaknya sendiri.


Sungguh keluarga yang luar biasa.


"Kok bisa?!!!" Tanya Feron kaget.


"Tentu saja karena dia... GAK PEKA! Padahal anaknya udah hampir enam tahun tapi dia sampai sekarang enggak tau. Bukankah itu pantas dibilang KAGAK PEKA!!?" Jawab Arya dengan menaikan nada bicaranya di akhir kalimat.


Dan tiba tiba tawa mereka semua pecah karena pengakuan Arya yang memasang wajah kesal ketika membahas tentang Zaint.


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~


Ditempat lain :


Hacih!


"Anda kenapa baginda?" Tanya Gils, pengawal pribadi Zaint. (Ada di chapter 16)


"Aku tidak apa-apa" Aku yakin ini gara gara anak nakal itu


"Oh ya sudah!" Ujar Gils acuh tak acuh. Nah, gini nih pengawal no have akhlak, ngelunjak aja mulu


Tiba tiba Zaint bersin ketika sedang mengerjakan pekerjaan nya. Itu sudah yang kesekian kalinya dia bersin gara gara Arya.





Mereka meneruskan makan mereka sampai selesai dan akhirnya dia sekawan itu pamit pulang dan Feron yang juga pergi kembali ke-kekaisarannya menggunakan batu teleportasi.


Batu teleportasi adalah Batu yang bisa membawa kita kemana pun kita mau. Biasanya diciptakan oleh para penyihir yang ada di menara biru.


Menara penyihir dibagi menjadi beberapa, salah satunya menara biru untuk meneliti sebuah penemuan seperti batu teleportasi dan alat sihir lainnya.


Batu magis adalah Batu yang memiliki magis didalamnya. Biasanya dipakai oleh penyihir menara.


Di istana


"Yuhu..... My dad... Where are you....?!"


Baru saja Arya pulang dari jalan jalannya dia sudah membuat heboh seisi istana kaisar dengan teriakan nyaringnya yang bergema ke penjuru istana.


Yang di cari: "...." Apakah di ada hari tanpa kehebohan di istana ini? .


"Sangat berisik!" Ujar Zaint menatap datar kearah pintu yang belum ada tanda tanda kerusakan. Karena dia yakin pintu itu akan memiliki tanda tanda harus diganti nantinya karena ulah anaknya itu.


"Sabar baginda! Bukankah itu adalah 'benih' Anda sendiri? Apa yang Anda tanam, itu yang akan Anda tuai!!?" Ujar Gils masih dengan wajah tembok berdiri tegap dibelakang Zaint.


"Kau--!"


BRAKKK.. . .


Belum sempat Zaint menyelesaikan perkataannya tiba tiba buntu didobrak cukup keras oleh gadis kecil yang kini sedang memeluk kucing di pelukannya. Bahkan bisa dilihat bahwa bulu kucing itu berdiri pertanda bahwa dia terkejut dan anak perempuan yang tersenyum sumringah.


"..." Sudah kuduga, pintu itu pasti bakalan diganti


"...." Wow, pintunya langsung terbanting!!?


"Hehe, ayah! Lihat teman baru yang aku temukan!! Bukankah dia terlihat imut?!" Tanya Arya bahagia.


Zaint dan Gils yang memandang gadis kecil yang tersenyum ceria itu lalu memandang kucing yang jika dilihat dengan sihir maka akan terlihat aura membunuh disekelilingnya pun mulai mempertanyakan kan hidup mereka.


Apakah gadis kecil ini gila?!!!


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•


Hehe akhirnya paket author diisi. Dua hari gak beli paket rasanya kek setaon


Thanks yang udah baca jan lupa 💬&❤️