
Arya memandang sebentar kearah belakang lalu tanpa sadar lehernya bergidik, ada yang membicarakan mereka.
Arya menyenggol lengan Delvan dan berbisik.. .
"Jaga tempatku, aku akan memancing mereka! Kan gak asik kalau mereka yang mendatangi kita?" bisik Arya tepat ditelinga Delvan.
"Serah kamu lah~" balas Delvan sedikit geli.
Arya berdiri dan menepuk rok compang-camping nya dengan tangan dan langsung lari mencari para pedagang budak ilegal itu.
"Mau kemana lagi Putri gila itu?" tanya Hayeo memandang bayangan Arya yang menghilang di belokan gang.
"Mau mancing" jawab Delvan seadanya. Memang benar kan Arya mau mancing, mancing penjual budak maksudnya.
"Ya kali mancing, di sekitar ibukota tidak ada sungai atau pantai weh!"
"Yang bilang mau mancing ikan siapa?! Maksudku itu mancing para bede6ah itu!" jawab Delvan dengan kesal.
"Tadi kamu bilang mancing?! Mau ku getok, hah?, ini nih yang namanya mancing!!" Hayeo dengan geregetan menarik rambut Delvan dengan gemas.
"Haha, mancing emosi~?" sahut Feron mengalihkan pandangan nya.
"Rasakan!" jawab Geun-Lee dengan gumaman lucu.
••••_____••••
Jedugh.... gubrak...
Arya berlari dengan cepat dan tak sengaja menabrak tembok. Ternyata dia salah belok gang dan berakhir dijalan buntu.
Arya mengelap darah yang tidak sengaja keluar dari luka di dahinya dan meringis. Keknya sial banget...
Gadis itu mundur sedikit ketika dia mendengar suara gusrak- gusrak dari arah tembok.
Samar-samar dia bisa mendengar suara teriakan anak-anak dan wanita yang berada disisi lain tembok.
Dia mengedipkan matanya dengan polos dan menggosok dagunya.
Terlintas pikiran jahil di kepalanya.
"TOLONG AKU DIKEJAR LADOOOO SHINGGGGG!!!" teriak histeris Arya membuat beberapa orang dari sisi lain tembok mengernyit.
Dari sisi lain tembok...
"Kau dengar itu?" tanya pria pertama dengan bingung.
"Iya" jawab pria kedua sambil mengangguk-anggukkan kepalanya cepat.
"Suara gadis kecil!" sahut pria ketiga sambil melempar seorang anak kecil kedalam kandang.
"Mangsa yang mendatangi predator? Sangat beruntung!?"
Mereka dengan cepat mendatangi suara Arya yang perlahan menghilang.
Ketika mereka melihat Arya yang menatap mereka dengan tatapan (pura-pura) takut membuat mereka tersenyum jahat.
"Sial, kukira tampan ternyata cuma papan gilasan baju doang?!" gumam Arya dengan tidak percaya.
Tiga orang pria itu mendengar gumaman Arya langsung naik pitam.
Beraninya dia menyindir mereka bertiga...
"Ah..." Arya yang baru sadar dengan apa yang dia gumam kan langsung tersadar.
Dia dengan cepat berlari dan melupakan jalan gang yang tadi dia lalui.
Nah kan?
Arya lupa jalan
Kesasar kan jadinya
Arya yang tidak ingat jalan berlari dengan panik. "Ah elah mampus aku, ayah aku lupa jalan lagiiii!!!?" teriak Arya sembari meregangkan tangan untuk berbelok jalan.
^^^(Zaint be like: "bodohnya itu keturunan siapa?")^^^
Jalan gang yang seperti labirin itu membuat Arya berputar-putar, dan hasilnya adalah jalan buntu.
Bagus...
"Kemana kamu akan pergi gadis manis?" tanya pria pertama dengan senyum jahatnya.
"Kehatimu~" jawab Arya asal membuat ketiga pria itu tertawa terbahak-bahak.
Ketika Arya terpojok dia mengeluarkan kemampuan rahasianya ketika kabur dari istana.
Ya, melompati tembok.
Guk... Guk... Guk...
"mam the pus ada guguk tapi itu beneran guguk" ujar Arya pada dirinya sendiri.
Glup...
Arya yang tidak sempat mengerem ketika turun dari tembok, saat melompat dihadiahi dua ekor ***** rabies yang menggonggong kearahnya.
"Gak ada tali nya" gumam Arya dengan suara bergetar.
"Jangan gigit aku guguk pliss ya? Jangan ya guk?!" gumam Arya perlahan bergeser dan meraba-raba tembok.
Guk... Guk... Guk...
"Hik... Hueee.... Jangan kejar saya!!?" setelah itu Arya berlari kencang tanpa memedulikan image nya yang sudah susah payah dia bangun. Dibelakang nya ada dua ekor ****** rabies mengejarnya.
Jika saja dia tidak punya trauma mental dengan guguk, mungkin dia sudah melawan balik!
••••••_______••••••
"Mana Arya sih, katanya mau bawa mereka kesini" ujar Hayeo dengan kesal.
"Mana saya tahu, saya dari tadi disini" ucap Feron mengangkat bahunya.
Mereka sudah menunggu Arya selama lebih dari 20 menit dan masih tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Arya.
"Itu dia" tunjuk Eun Jun pada bayangan Arya yang perlahan mendekat dengan kecepatan tidak ngotak.
Guk... Guk... Guk...
"Bukankah yang di belakangnya itu guguk, mana para pedagang budaknya?" tanya Geun-Lee bingung.
"Fokus mu sih tidak salah, tapi yang salah adalah Arya takut guguk dan sekarang dia dikejar ****** rabies!!?" jawab Hayeo jadi panik ketika dia melihat arah yang dituju Arya.
"toge dia kesini, lari woy!!!" teriak Hayeo menarik kakaknya kearah jalan gang yang ada di depan mereka. Dia tidak ingin dapat masalah hanya karena Arya yang takut guguk, chiii!?
"Feron tembak guguk-guguk itu cepat!!!" teriak Lili yang masih setia di gendongan Delvan. Sebelum mereka lari tadi, dia langsung melompat kearah kakaknya, jadinya dia tidak ikut lari.
Pintar kan?
"Susah eh, kalau lari!" Jawab Feron dengan kecepatan 4G.
"Jalan buntu!?" ucap Feng Yui menunjuk kearah depan mereka yang ternyata tembok.
Riden, Steve dan Brian memisahkan diri mereka dengan cepat dan melompat keatas dinding gang yang cukup tinggi, sekitar 175 cm dengan mudahnya.
"Tolongin go block, kok malah lari!!?" teriak Arya yang sekuat tenaga mengejar teman-teman nya.
"Kalau mau mati, mati aja sendiri!!!" balas Hayeo dengan perempatan di pelipis nya.
di alam bawah sadar Arya:
Sedangkan Alican dengan santai memakan beberapa awan pikiran Arya dan berkata: "sekali lagi, dia lupa kalau dia bisa menggunakan sihirnya, hah, ingin heran dengannya tapi dia adalah aku"
"huft, terserah sajalah, yang penting dia aman, selamat bersenang-senang!!?" ucap Alican menutup tubuhnya dengan awan-awan pikiran Arya yang lembut dan empuk seperti permen kapas.
Ya, karena pikiran Arya yang masih tergolong sebagai gadis berusia 18 tahun +7 tahun, dia masih agak polos jadi ada beberapa bagian dari alam bawah sadarnya yang murni layaknya padang rumput dengan sungai yang tidak pernah terjamah pikiran kotor(pembunuhan/ kekerasan, atau sesuatu berbau 21+) sama sekali.
Kembali saat ini...
Saat mereka semua hampir sampai ditembok, dari arah samping mereka, tiba-tiba keluar tiga orang yang sebelumnya ingin menangkap Arya.
"Awas bangzat!!!" teriak Hayeo mengayunkan tangannya.
Karena posisi Hayeo dan Feron yang paling depan, jadinya ketika mereka mengerem mendadak, semua teman yang lainnya langsung menubruk mereka hingga mereka semua jatuh tersungkur dengan alas tiga pria tadi yang tertindih.
Kuhug....
Tiga pria itu terbatuk darah dengan estetik nya ketika tubrukan terakhir yang diberikan Arya mendarat dengan sempurna di atas mereka.
Guk... Guk... Guk...
"Huwaaaa....." teriak mereka ketika melihat ****** rabies itu melompat kearah mereka.
"ᛒᚱᛂᚨᚲlĩᚾᛂᚹ"
Riden yang ada di atas dinding gang itu mengeluarkan sihirnya dan langsung membakar ketiga ****** rabies itu dengan tenang.
Semua orang bengong untuk beberapa waktu hingga Arya dengan kaget memandang ke arah guguk itu. Dia tersenyum dan tubuhnya merinding.
Kalau saja tadi dia diterkam udah masuk rsj kali, ya?
"Kalian selamat?" tanya Brian tanpa emosi apapun.
Semua: "......" kok mereka bisa selamat? Sementara mereka tumbang?
"Kau..."
"Paman! Tolong culik kami!!?" Arya berseru dengan penuh harap pada tiga orang pria yang untungnya masih sadar itu.
Krikk... Krikk... Krikk...
"Huuu, anak setan satu ini! Mau ku lempar ke tempat Tuhan, kah?!" kata Hayeo dengan geregetan. Memang kadang-kadang Queen nya itu bisa mendadak kurang waras untuk beberapa alasan.
Semua temannya yang lain hanya bisa terdiam dan terperangah mendengar perkataan Arya yang terlewat absurd.
"Apa salah?" tanya Arya polos.
Hayeo memandang Arya lalu memandang kearah teman-teman nya yang lain.
"Kalau ku kubur dia dalam lumpur hisap, dia bisa mati gak?" tanya Hayeo menunjuk kearah Arya.
Semuanya saling memandang dan mengangkat bahu serempak.
"Mungkin kau akan langsung dieksekusi ke gunung berapi oleh ayahnya" jawab Feron dengan tanpa beban. Dia tahu seberapa kesalnya Hayeo dengan Arya karena dia juga sering diginiin oleh Arya dan Lili, jadi dia tidak terlalu menanggapinya.
Arya melirik kearah Eun Jun yang jarang bicara itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Eun Jun yang merasa ditatap pun mengalihkan pandangannya dan akhirnya matanya jatuh pada netra hijau zamrud milik Arya.
Dia melihat mata yang menatapnya seperti... Aneh, bingung, menyelidik, dan tatapan dingin yang seperti ditutupi.
Dia bisa melihat wajah sehalus adonan tepung beras, dengan kulit putih salju sedikit rona di pipinya. Poni pendek menyilang nya yang menutupi kening nya dan mata nya. Walau agak samar tapi, jika rambut gadis itu dipotong atau di kuncir, mungkin akan sangat mirip dengan ayahnya.
Sifatnya yang ceroboh dan ceria tidak bisa menyembunyikan kejahilan dan kenakalan nya yang seperti berandalan.
Namun yang pasti saat ini yang bisa dia lihat benar-benar hanya tatapan mata yang tidak terlihat hangat atau pun dingin. Itu benar-benar tidak bisa diartikan!
Dia mengangkat alisnya dan bergumam lirih: "apa?"
Arya tiba-tiba tersenyum dan menggeleng.
Tidak ada!
like and komen?