The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
KETEMU HANTU LAGI



Beberapa menit kemudian....


Manajer dari penginapan itu datang dengan tergesa gesa dan langsung menunduk didepan Arya dan yang lainnya.


Arya melipat tangannya di dadanya bersamaan dengan Hayeo yang Menyilang kan kakinya.


Dia menggunakan hanbok dengan rok selutut dan rambut yang diikat bawah. Dia juga menggunakan sepatu tanpa hak memudahkan nya untuk berlari dan melompat.


Mereka memandangi manajer itu dengan tenang tapi selalu ada bahaya di balik air yang tenang.


Arya menoleh dan terus memakan buah stroberi yang ada di atas meja.


"Kamu interogasi sendiri, aku gak paham kalo kek gini!" ujar Arya sambil mengunyah


"Cih, ini mah kerjaannya Fesya bukan aku! Tapi ya sudahlah... Pasrah lah diri ini menerima perintah dari my Queen!" ujar Hayeo layaknya pemeran antagonis film ind0s14r yang azab-azab itu loh..


Arya memandang wajah Hayeo lama dan memutar matanya jengah.


"Hah, baiklah biar aku saja, lebih cepat" ujar Arya menghela nafas dan memulai perbincangan nya dengan Manajer. Dia sudah biasa melihat teman nya itu jadi alay tiba-tiba seperti itu, tapi dia tidak menyangka sifat alay nya itu akan terbawa sampai mati lalu hidup lagi.


"Fesya? Itu bukannya nama ibuku?" sahut Brian mengingat saat pertama kali melihat ibunya bangun, ibunya seperti orang tidak normal dan terkesan aneh(gila), tapi saat bertanya dengan dokter yang menangani ibunya dia mendengar jika ibunya mengalami amnesia dan menyebut dirinya sebagai 'Fesya' juga.


"Hah, maksudnya?" Hayeo menatap Brian dengan bingung dan aneh.


Arya menarik lengan hayeo dan membisikan tentang Fesya yang berubah jadi Sonya.


Hayeo memandang Arya dengan kaget lalu mengedipkan matanya cepat.


"Belum mati? Psikolog gila itu masih hidup, tukang bongkar pasang tubuh manusia itu masih hidup? Ahli racun itu ternyata masih hidup?" gumam Hayeo dengan tidak percaya.


Arya bingung...


Psikolog apa?


Tukang bongkar pasang apa?


Sejak kapan bibinya jadi kek gitu yang dia tahu cuma 'Fesya adalah ahli racun yang bisa membuat racun sesuka hatinya' tapi, psikolog? Sejak kapan?!


Psikolog sendiri adalah Seseorang yang melakukan praktik psikologis. seorang psikolog memiliki peran yang cukup mendalam untuk melakukan pencegahan, mendiagnosis, dan mengetahui penyebab seseorang mengalami gangguan pada kesehatan mental.


"Bingung? Sama aku juga!" jawab Hayeo dengan tawa rendah.


Arya memandang Hayeo dengan kesal lalu menggeplak kepalanya membuat Hayeo marah. Dia kembali berbincang dengan Manajer dan mengabaikan wajah kesal Hayeo.


"Ais nyebelin, sini kamu!" panggil Hayeo pada Brian.


"Namanya Fesy-- tidak Sonya 'kan? Jadi Dia dulu kehilangan keponakan nya yang berusia delapan belas tahun karena pengkhianatan dari teman satu gengnya, Panggil saja keponakannya itu Alice" ujar Hayeo menatap Brian dengan santai


Semua teman yang lain dan Kelion ikut mendengarkan Hayeo, sedangkan Zaint dan Lidya menyimak pembicaraan Arya.


Satu setengah jam kemudian...


Arya dan yang lainnya berserta dengan dua Kaisar dan Satu Permaisuri sepakat jika mereka akan kembali ke kamar itu malam nanti.


Tidak ada yang mereka lakukan setelah itu kecuali bermain TOD. Arya mencari botol didapur dan mengambil sembarangan saja botol dari dapur tersebut. Dia tidak tahu jika botol yang ia ambil berisikan Alkohol.


Dia berlari sambil mengangkat Botol itu tinggi-tinggi dan berseru.


"Lihat aku dapat botolnya" teriak kegirangan Arya menggema ke seluruh penjuru bangunan.


Semua orang menoleh dan menatap botol yang dipegang oleh Arya.


Haha...


Zaint memelototi anaknya dan bangkit berdiri, tapi sebelum sempat dia melangkah suara jitakkan terdengar dengan cukup kencang di udara.


"G0block kali adikku ini, kamu tahu gak ini botol Soju, pant3k!?" ucap Hayeo memarahi Arya, bahkan kata-katanya tidak disaring sama sekali.


^^^(Soju adalah minuman beralkohol dari Korea yang bahan bakunya berasal dari beras)^^^


Arya yang tiba-tiba di jitak mengeluarkan ekspresi seperti kucing tertindas dipinggir jalan, dia memegangi ujung tudung kucing oyen nya dan merengek.


"Hing, tapi tadi kalian suruh aku ambil botol tuh"


"Haaah, anjieem lah" ujar Hayeo menggosok rambutnya sembarang dan pergi mengembalikan botol itu dan mengambil botol yang lain.


Mereka bermain dari pukul 09.15 sampai pukul 13.39 dan mengakhiri permainan mereka setelah semuanya selesai.


Selanjutnya adalah makan siang lalu berjalan-jalan di Kekaisaran dengan batas waktu sampai matahari mulai turun.


Arya dan yang lainnya sudah bersiap untuk tour malam, alias ekspedisi mencari..... Hantu~


Selain pakaian kucingnya dia sudah tidak memiliki pakaian lain yang pakai celana panjang, jadi dia menggunakan dress, hampir dikosongin lemarinya oleh Lina gara-gara gaun dan dress Arya yang hanya ada beberapa helai, tapi untungnya yang kosong karena pakaian sehari-hari nya pakai pakaian kasual.


Tidak tahu dapat dimana penjahitnya, yang penting pakaian kasual Arya memenuhi lemarinya.


^^^(Pakaian kasual \= pakaian harian kek kaos polos sama celana kain atau jeans)^^^


Setelah semuanya siap, mereka pergi ke gudang ralat kamar kosong itu dengan pelan.


Sesampainya didepan pintu, Hayeo yang tidak takut apapun untuk mengetuk pintu.


"Permisi!" sapa Hayeo dengan sopan.


"Kamu tadi pagi bilang kalau terong mu ketinggalan didalam kan? Kenapa malah mau dicariin?" tanya Hayeo bingung. Dia tidak tahu jika Arya akan mencari terong nya yang sudah dia lempar pada hantu wanita itu, dan mencarinya lagi.


Arya memandang Hayeo dengan takut,


"Hm, ya, karena... Dia yang telah menemaniku saat subuh dengan berani, tidak seperti ayahku yang meninggalkan aku dengan semangkok sayuran, dia tidak meninggalkan tanganku saat aku ketemu hantu, tapi sayangnya malah aku lempar" jawab Arya dengan murung.


Semua orang menatapnya dengan kilatan ketidak percayaan di wajah mereka.


"Baπgs4t, ya iyalah dia gak mau meninggalkan tanganmu buπgul ai, dia aja kamu genggam erat gara gara takut, kampread!" saking geregetnya, Hayeo bahkan sampai menarik hidung Arya hingga terlihat sedikit merah tapi langsung hilang.


"Apa aku salah?" tanya Arya mengusap hidungnya.


"Enggak sayang, bukan kamu yang salah, tapi kami yang memiliki ekspektasi terlalu tinggi terhadap terong mu dan kamu" jawab hayeo menggelengkan kepalanya muram.


"Ya udah, jangan berekspektasi terlalu tinggi tentangku, pedulikan saja realita yang tidak mendukung" jawab Arya lagi mengangkat bahunya acuh tak acuh.


Hayeo ingin sekali memukul Arya tapi langsung dihentikan oleh semuanya. Terkadang Arya itu lebih beracun daripada ular dan kalajengking, lebih sakit dan gatal dari pada ulat bulu.


"Agh, pengen ku sentil ginjalnya, s3tan!!" geram Hayeo mengepalkan tangannya.


"Sudah-sudah sabar, jangan main kasar, mainnya ringan dan halus saja, bagaimana kalau nanti kita tumbal kan saja dia Kalau muncul hantu nya?" tawar Feron membuat semuanya menoleh pada nya kecuali Arya yang sibuk mengutak-atik gembok.


Seingat dia pintunya udah dihancurin gemboknya? Tapi kok, malah tergembok lagi? Siapa yang masang?


Arya merasakan tatapan membara dibelakang nya dan menoleh. Dia menatap aneh kearah semua orang dan entah kenapa dia malah jadi berkeringat dingin.


Firasat ku aneh...


"Hah, sudah lah" ucap Hayeo sambil menendang pintu itu hingga terbuka lebar.


Tak lama kemudian, tiba tiba sesuatu terbang langsung kearah Arya dan menamplok wajah Arya hingga tubuhnya jatuh.


Ternyata itu adalah terong yang Arya lempar kemarin malam.


Semua orang: "..." hantunya balas dendam.


"Pftttt, hahahahahaha!!!"


Seketika tawa mereka semua pecah bersamaan dengan rengekan Arya yang merasa terzolimi oleh hantu.


Dari arah jendela seorang wanita duduk dengan santainya sambil memandang mereka.


Hayeo menghentikan tawanya dan menoleh ketika merasakan keberadaan yang tidak biasa.


Dia tersenyum lalu maju dengan tanpa beban dan mengambil kursi yang terletak tak jauh darinya.


"Halo, nona hantu yang cantik jelita diantara banyaknya hantu pucat" ucap Hayeo dengan ramah membuat mereka speechless.


Arya menyimpan terongnya untuk dijadikan pajangan estetik nanti dikamar nya dan bersembunyi dibelakang Ayahnya.


Wanita yang disapa oleh Hayeo tidak merubah raut wajahnya dan matanya yang tidak memiliki mata hanya terbuka lebar.


"Tidak apa jika tidak membalas perkataan ku tapi, kumohon tersenyumlah nona cantik!" sekali lagi Hayeo melontarkan kata-kata ramah namun dengan wajah yang tidak menunjukan ekspresi apapun.


"Dia takut sama kamu, soalnya kamu kek tukang ghosting" sahut Arya membuat Hayeo menoleh padanya


"Bachot ar! Diam kamu!" ujar Hayeo memutar kepalanya lagi kearah hantu.


bleh... bleh.... bleh...


^^^^^^^^^^^^^^


kalian wajib komen dan like ya ditunggu😘