
Arya yang baru saja sadar membuka matanya perlahan. Tapi rasanya kepalanya lebih ringan dari biasanya. Matanya sedikit berat mungkin karena baru bangun.
Hmmm.. Tapi kok aneh, ya? Kok rasanya lebih dingin dari biasanya, ya?
Gadis yang polosan itu menundukkan kepalanya menatap tubuhnya yang agak... Terbuka(:])
Wajahnya awalnya terlihat bingung, namun tak lama kemudian wajah itu seperti habis dilempar tomat setruk. Dia menarik kain yang menutupi tubuhnya, kepalanya tertunduk malu tiba-tiba. Saking malunya, dia sampai lupa jika sebelumnya dia minum ramuan aneh.
"UWAAAAHHH.... Aku gak suci lagiii~" isaknya di sela-sela teriakan nya.
Dulu dia mati tanpa menikah dan sekarang dia notvigien(?) lagi....
"Gak usah aneh-aneh!" celetuk Jazlyn yang melihat drama yang dilakukan Arya. "Apa yang tidak suci, diruangan ini cuma ada kita berdua, tahu?"
Arya semakin berteriak, "uwaa.. Aku, wahhh... Bukan, leasbieeeee, uweeeehh!!!" teriaknya makin dramatis.
"Siapa juga yang liesbie! Aku itu normal ya! Aku masih suka laki-laki!! Gak usah aneh-aneh!!!!" seru gadis itu kesal.
"Oh" teriakan Arya berhenti tiba-tiba, dia mengusap matanya..
"..." eh? Dramanya tenyata! Tapi suaranya lumayan cempreng, ya?
Gadis itu memperbarui mantra tubuhnya setelah itu dia menggunakan pakaiannya lagi, "kamu bisa jangan bilang siapa-siapa? Ini rahasia, kau tahu?" bisik Arya setelah mengancing kembali seragamnya. Agak geli juga sebenarnya dia:)
"Iya-iya, tapi tak ku sangka ternyata kamu perempuan ya?"
"Begitu lah adanya"
Mereka diam beberapa saat, "apa aku terlihat jelek?" tanya Arya tiba-tiba.
Jazlyn mengangkat alisnya bingung, "menurut mu sendiri bagaimana? Kau kan harus belajar menghargai penampilan diri sendiri, jangan terpaku dengan pengakuan orang lain, ah intinya kamu cantik"
Panjang amat Je, wkwk!
Arya menggedikkan bahunya, "ayo keluar?"
Tak ada pembicaraan setelah itu dan mereka keluar untuk menemui Cris dan yang lainnya.
Yoshua sedikit tersenyum, matanya menyipit sedikit.
"Nah, sekarang karena kalian sudah ada disini, jadi aku akan menjelaskan tugas kalian"
"Jazlyn, kamu menggantikan posisi Yran, yang artinya kamu akan menjadi seksi kedisiplinan, kamu akan menilai kinerja para guru, Yran sebelumnya adalah ketua seksi kedisiplinan, jadi kamu akan mendapatkan laporan dari para anggota seksimu. Satu hal yang penting dan mungkin akan terlupakan adalah kamu jangan sampai memukul siswa atau guru, biarkan teman-temanmu yang melakukannya"
"Eeeh? Kenapa?" protes gadis itu tidak terima.
"Itu sudah ketentuan dari kepala Akademi, dan pastinya ada alasan nya"
"Ish!"
"Aryan, kamu menggantikan Seadna, mulai sekarang kamu adalah sekretaris, tugasmu hanya mengamati dan mencatat, kamu diberi kebebasan memukul siswa bermasalah, tapi tugasmu sebenarnya cukup banyak, namun mungkin selama kamu bekerja mengamati kamu akan mengerti" Arya mengkat alisnya, apakah dia terlihat sejahat itu sampai-sampai dapat hak khusus?
"Cris, kamu jadi ketua seksi keamanan, sama seperti Jazlyn kamu bertugas mengamankan siswa bermasalah, dan hak permanen mu sama seperti milik Aryan, kamu juga boleh memukul siswa bermasalah jika benar-benar sudah diluar kendali, ingat!! 'Di luar kendali' paham?"
Cris hanya mengangguk. "Tapi kenapa hanya saat diluar kendali?"
"Kan udah ada Aryan, kamu tinggal mengurus kalau Aryan memukul siswa berlebihan"
"Lah lah lah! Apa maksud? Kata-katanya kek aku yang paling brutal dah??" proters Arya tidak terima.
Haha... Semuanya hanya merespon dengan tawa lucu.
"Nah untuk sementara waktu itu saja dulu, kalian kembalilah, ini sudah hampir tengah malam tahu"
"Oke(baiklah)"
Mereka 'seharusnya' ke asrama masing masing, tapi Arya malah nyasar kekantin, jam makan malam sudah pasti berakhir sejak lama namun dia belum ada sesuap pun makan sejak siang! (karena tersesat)
"Sedang apa di dapur kantin?" tanya kepala pengurus kantin jurusan seni pedang. Wanita setengah baya itu mengangkat alisnya menatap Arya dan para 'anak bebek' yang duduk di meja makan menatap Arya.
Ada pengurus disetiap tempat di Akademi, contohnya ya ini, pengurus kantin.
"Madam, saya ingin makan, dari siang sampai sekarang saya belum makan?" ucap Arya menaruh telapak tanganya di meja
Para 'anak bebek' mengangguk.
"Kasihan sekali~ tapi ini bukan jamnya makan malam, bulan sudah hampir diatas kepala dan kalian lapar?"
"Madam~ lapar~~" rengek mereka berdua bersamaan. Arya hanya bisa melirik mereka dari sudut matanya.
"Huu, biasanya aku maklum jika yang datang malam-malam itu adalah Aryan, tapi kalian berdua juga?" tanya madam bingung.
Pengurus kantin sudah sangat familiar dengan kebiasaannya Arya yang kelaparan saat malam, jadi dia selalu mengunjungi kantin setiap malam selang beberapa jam, takut jika Arya tiba-tiba ada disana, persis seperti hari ini.
Dia tahu jika Arya itu bisa memasak namun kebanyakan yang dia masak itu ikan dan sesuatu yang berasal dari laut, apakah anak-anak yang lain bisa makan?
Kadang masakan yang dibuat Arya itu tak berbentuk makanan, jadi dia kadang khawatir.
"Kalian ingin makan apa?" tanya Arya menatap kedua orang yang sedang duduk.
"Apa aja yang kamu masak"
Arya menyalakan api dan mengambil cumi-cumi yang ada di akuarium dengan tangan kosong, gerakannya cepat dan ringkas. Dia membuang 'mulut' cumi-cumi itu dan juga tulang belakangnya mengaduknya didalam larutan bumbu. Menusuk dengan sebilah kayu dan itu berulang sampai ada delapan ekor cumi-cumi yang siap di gunakan.
"Tumben manusiawi?" celetuk madam tiba-tiba. Arya hanya membalasnya dengan tawa rendah.
Setelah semuanya terbakar dengan sempurna, mereka melahapnya dengan roti yang memang ada di dapur.
"Kamu bisa masak?" tanya Jazlyn masih mengunyah makanan nya.
Arya hanya mengangguk, "sedikit, ayahku melarang untuk memasak sih sebenarnya"
"Kenapa?"
"Aku melakukan sedikit eksperimen pada makanannya, dan ayahku marah karena itu?"
"Eksperimen apa?" kali ini adalah pertanyaan milik Cris.
"Memasukkan... racun kedalamnya" jawab Arya santai tanpa ada rasa dosa.
"..." mereka tak habis pikir dengan cara kerja otak anak itu.
"Aku sepertinya bakalan seperti ayahmu sih kalau begitu, tapi mungkin aku bakalan lebih parah sih dari ayahmu"
"Kenapa?"
"Lah, nih anak malah nanya balik? Tentu saja karena itu racun, racun loh bukan pemanis makanan, tahu!"
Arya melahap potongan terakhir cumi-cumi nya dan menelannya setelah dikunyah.
"Keluargaku kebal terhadap racun, jadi aku tak berpikir jika akan ada yang mati" ucapnya sembari menuju wastafel dapur.
"..." lagi-lagi semuanya terdiam. Pantas saja kalau begitu...
"Sudah-sudah, kalau sudah selesai makan, kembali ke asrama kalian, tidur, besok ada kelas, bukan?" ucap sang madam.
Anak-anak itu berjalan kembali ke asrama mereka masing-masing. Dan tidur untuk menjalani hari esok yang tidak jelas apa yang akan terjadi.
keesokan harinya, Arya dan yang lain pergi ke kelas disana suasananya sedikit tidak biasa, seperti beberapa anak banyak yang berdiskusi tentang sesuatu.
Dia menoleh dan bertanya kepada Ryzan, "ada apa ini?"
Ryzan menoleh dia berkata: "ujian akhir nanti adalah ujian praktik, katanya ujian tertulis tidak ada jadi mereka mulai cemas"
"Lah? bukannya ujiannya masih ada 4 bulan lagi?" bingung, itulah yang dirasakan oleh Arya atas situasi saat ini.
"Begitulah, tapi saat ujian nanti sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh siswa kelas satu ini akan berpasangan dengan seluruh siswa kelas dua, kamu ingatkan setiap jurusan hanya berisi 90 siswa kan? Nah setiap siswa kelas 1 akan berpasangan dengan siswa kelas 2, boleh beda jurusan"
"Dan yang paling seru adalah para siswa yang berpasangan itu harus merebut lambang dari pasangan lain. Tapi! Saat semuanya dimulai, yang memegang lambang itu adalah siswa kelas 3, kamu paham kan? Nah kalau sudah mengumpulkan banyak lambang, para siswa akan mencari portal yang bergerak diseluruh hutan untuk kembali!"
Beginilah kira-kira apa yang akan mereka lakukan jika ujian praktek.
"Ouh, paham-paham!"
"Hei Arya, kamu ngapain bawa ular dan kucing kekelas?" celetuk Delvan melihat kebawah Arya.
"Hah?" Arya memiringkan kepalanya bingung. Ular apa? Kucing apa?
"Tuan, shhttt" desis Snicky melingkari leher Arya.
Beberapa orang melihat itu kaget bahkan sang empu tubuh pun sampai hampir jatuh.
Ka-kapan mereka tiba? Kok tidak ada pemberitahuan?
Arya mengangkat tubuh Miau Wu pergi dari kelas dan menyuruh mereka berkeliling saja.
Beberapa saat kemudian seorang guru yang familiar masuk. Dia menulis beberapa kata dipapan tulis
『4 BULAN MENUJU PENILAIAN AKHIR』
"Semuanya tolong perhatian nya, sebentar lagi tak terasa kalian akan naik kekelas 2, dan seperti yang kalian tahu, ujian akhirnya adalah ujian praktik yang artinya selama 4 bulan ini kalian akan menjalani pembelajaran secara nyata, kalian siap?"
"Ya, pak!!!" seru semua siswa bersama.
"Baik, sekarang kita semua akan pergi keportal menuju dungeon buatan"
Semua orang pergi bersama, termasuk Arya. Mereka menghabiskan banyak waktu didalam dungeon buatan itu, dan sejak awal kayaknya ada banyak siswa yang menargetkan nya sepertinya?
Masalahnya sepele sih, seperti tiba-tiba banyak monster yang anehnya hanya menyerangnya dan banyak halnya lagi.
Setelah semuanya selesai Arya mencari Yoshua untuk meminta buku penilaian. Dia tidak akan menganggap masalah itu sebagai angin lalu, ingat! Arya adalah orang yang dendaman. Dan dia tahu siapa saja orang yang melakukannya. INGAT!! Jika kamu melempar bola karet kedinding, maka bola itu akan memantul kembali.
Tapi belum sampai ketempat Yoshua, Arya dihentikan oleh seseorang yang tiba-tiba terbang.
Weh... Dejavu!
$$$$$$✒
Selesai~
Komen ≥10 untuk up selanjutnya~
KOMEN NYA JANGAN LUPA~!