The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
COSPLAY KUCING OYEN



Pagi hari....


Semua orang berkumpul dimeja makan sambil berbincang. Diantara mereka semua anak-anak di sana sedari mereka berkumpul tidak ada yang membuka mulut mereka, semuanya hanya diam memandangi teh yang ada didepan mereka dengan kosong hingga terdengar suara parau tangisan Arya dari lantai atas.


"Hueeee, lepasss, jangan sentuh kerah bajuku!!! Huaaaaa... Huaaaa... Lepaskan aku, Zaint!!?" teriak Arya dengan suara nyaring sambil meronta-ronta minta dilepaskan.


"Beraninya bocah sepertimu memanggil nama ku, siapa yang mengajari, hah!?" ujar Zaint mengencangkan genggamannya


Zaint yang sedari pagi menghadapi segala tingkah tak biasa dari anaknya hanya bisa menghela nafas sabar.


Dia mengangkat Arya layaknya mamak kucing bawa anaknya, ditenteng di lehernya. Dia sepertinya tidak tahu selera fashion Arya, bagaimana tidak saat ini Arya memakai pakaian seperti seekor kucing, jadi ya sudah, untuk membuat itu terlihat lebih nyata nya di tenteng nya saja.


^^^(Enak nih buat diajak kerjasama:j)^^^


Arya menggunakan kostum kucing berwarna oren, yang di belikan oleh Lina beberapa bulan yang lalu. Karena dulu itu kebesaran jadi dia tidak pernah memakainya, tapi sekarang tubuhnya sudah lebih besar jadi muat.


Arya tidak henti-hentinya meronta karena dia merasa seperti anak kucing yang mau di buang. Dia tidak tahu lagi pokoknya dia harus lepas!


Segala air mata pun Arya keluarkan agar lebih mendalami peran teraniaya nya agar Zaint luluh tapi sayang seribu sayang, ayahnya bukanlah orang yang dikasih kode langsung konek.


Sesampainya dibawah semua orang menatap mereka dengan tanda tanya besar di kepala mereka semua.


Mereka melihat seorang Kaisar tiran sedang menggendong-- tidak, tapi lagi menenteng anaknya yang lagi cosplay jadi kucing oyen dengan wajah dingin sambil menuruni tangga.


"Apa yang kalian lihat?!" ucap Arya dengan nada garang. Dia menunjukan cakarnya(tangan) dan taringnya(gigi) bukannya seram tapi itu malah terlihat lucu.


Slap..


Ugh...


Zaint dengan kejam menggosok wajah Arya dengan telapak tangannya, dia memasang wajah dingin dilapisi Tembok abadi miliknya.


Padahal tadi anaknya itu masih terlihat seperti kucing teraniaya tapi sekarang kok jadi kucing oyen mau ngajak gelut guguk ya?


Please dia butuh kamus perubahan emosi anaknya sesegera mungkin!!?


Zaint menurunkan Arya di kursi kosong dibawah tatapan gemas semua orang.


"Kucing?" tanya Riden dengan aneh.


"Bukan, ini lumba-lumba, udah tau aku lagi cosplay jadi kucing kok malah nanya!?" sahut Arya kesal. Dia memakan makanannya tanpa memperhatikan tatapan yang tidak bisa diartikan dari mereka semua.


Yang terpenting sekarang adalah memuaskan perutnya yang tidak makan sedari subuh.


"Seperti kucing jalanan yang tidak pernah makan" ujar Zaint memasukkan sumpit berisikan makanan kedalam mulutnya.


Arya memandang ayahnya dengan jengkel, tidak ada hari tanpa perdebatan keduanya.


Arya menyelesaikan makannya dan mengelap mulutnya.


"Siapa yang tadi subuh ngasih makan anaknya sayur mentah?" ujar Arya menatap ayahnya nyalang.


"Oh? Siapa?" tanya Lidya penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan si ayah tiran" ujar Arya melirik Zaint.


"Kamu mau ku kasih makan anj1n9" sahut Zaint menyelesaikan makannya.


Kelion sampai tersedak mendengar perkata Zaint. Dia sedikit ambigu ketika Zaint mengatakan 'ku kasih makan', itu anak nya yang mau di makan-in ke guguk atau guguk yang dikasih makan ke anaknya.


Makan atau dimakan...?


Arya merengutkan bibirnya dan terdiam. Cih, ayahnya benar-benar memanfaatkan ketakutan nya untuk keuntungan sendiri.


Jika ada yang lebih menyebalkan dari Zaint harap mendaftar untuk kollab bareng.


Tapi, sebelum itu Arya menoleh dan menatap kearah teman-teman nya dan terdiam lagi.


"Ada apa?" tanya Arya memajukan tubuhnya menatap Brian.


Delvan menatap kearah Arya dan menghela nafas. "Tadi subuh di gudang samping, APAKAH KAU LUPA~?" ucap Delvan dengan geregetan, ingin rasanya dia menggeledah isi kepada Arya yang lambat koneknya itu.


Ah...


Arya ngebug beberapa saat lalu tidak lama kemudian mengerutkan bibirnya dengan marah.


"Baik, nanti malam kita datangin lagi, aku ingin mengambil terong ku yang terlempar!" ujar Arya mengepalkan tangannya.


"Bodoh!" ucap mereka bersamaan.


Semua temannya menepuk kening mereka pasrah. Ingin sekali mereka menenggelamkan Arya kedalam sumur lalu menguncinya.


Para orang tua akhirnya mengerti apa yang terjadi pada anak-anak mereka yang terlihat aneh.


"Kenapa kamu meninggalkan Terong mu di sana?" tanya Zaint bingung. Fokus Zaint benar-benar berbeda dengan yang lain.


Kelion menatap datar Zaint lalu menatap kearah anaknya yang memiliki wajah kesal seperti ingin menerkam Arya hidup-hidup.


"Jadi itu yang membuat kalian diam seperti kehilangan suara?" tanya Kelion pada anak-anak itu.


"Bukan itu, tapi apa yang ada didalamnya?" tanya Lidya menyerobot pembicaraan Kelion.


"Didalamnya, ada wanita bukan tapi hantu!" kata Arya dengan wajah ngeri.


Prang...


Tiba-tiba dari arah belakang mereka, seorang pelayan menjatuhkan nampan berisikan makanan penutup. Pelayan itu langsung berlutut meminta maaf, Arya menyuruhnya berdiri lalu bertanya kenapa.


"Di-diruangan itu adalah tempat yang tidak boleh dimasuki" ucap pelayan itu


"Why?" tanya Feron bingung.


"Di ruangan itu pernah terjadi pembunuhan sadis seorang wanita" jawab pelayan itu menunduk.


"Lebih rinci!" perintah Arya memasukan dua buah stroberi besar kedalam mulutnya.


"Tepatnya 10 tahun yang lalu ada kejadian pembunuhan seorang wanita, wanita itu adalah wanita bangsawan yang pernah menyewa kamar di penginapan ini, dia menyewa selama dua bulan dengan uang full. Saat ditemukan oleh manajer penginapan ini, kedua tangan wanita itu di ikat di sebuah tali gantung, mulutnya disobek dan matanya dicabut. Pihak penginapan seperti kamu tidak pernah mendengar suara penyiksaan apapun....


... Setelah jasad wanita bangsawan itu ditemukan dua hari kemudian saya ditugaskan untuk membersihkan tempat itu, dan menemukan sesosok wanita pucat yang sangat menakutkan didalam sana"


Semua orang mendengarkan dengan seksama penjelasan dari pelayan itu, berbeda dengan Arya yang duduk menyilang kan kakinya dan memajukan tudung pakaiannya yang seperti kucing oyen itu hingga menyembunyikan sebagian wajahnya dalam bayangan tudung nya.


"Ha, aneh ya?" ucap Arya dengan tawa kecil.


Ya?


"Panggilan manajer yang memiliki tempat ini, sekarang!" perintah Arya menatap pelayan itu dengan tatapan rendah.


Pelayan yang tidak tahu apapun hanya mematuhi dan langsung memanggil manajernya.


"Ada apa, ar?" tanya Lili


"Apa gak ada yang aneh, coba pikirkan?" ujar Arya menyeringai.


Semuanya bingung...


Memangnya apa?


Tak lama kemudian dari arah luar seseorang berlari bersamaan dengan dengan pemuda di belakangnya


"ARYA I'M HERE!!!!" teriak Hayeo memasuki penginapan itu.


"Tepat waktu, Hayeo kesini kau!" kata Arya melambaikan tangannya.


Hayeo menatap aneh kearah Arya lalu berkomentar.


"Kamu mau kelahi dengan siapa?" tanya Hayeo menatap Arya dengan penuh selidik.


"Hah?"


"Kamu cosplay jadi kucing oyen gitu, kucing oyen kan ekhem, raja(?)" ujar Hayeo menutup mulutnya dengan pipi merona.


"Kamu waras? Udah minum obat nyamuk belum?" tanya Arya dengan wajah kesal.


"belum" jawab Hayeo tanpa sadar.


"pantas" Arya kembali memakan stroberi didepannya


"... eh"


-_-_-_-_-


Alam bawah sadar Arya.


Alican melek dengan perasaan terkejut yang ekstrim.


Dia menatap pada layar yang memperlihatkan wajah Hayeo dengan sangat jelas.


Wajahnya hitam dengan kilatan mata kesal.


Awas saja kalau dia menggoda Arya, hilang kepalanya itu!!?


Selain seorang Fujo level akut, Hayeo juga 'kan memiliki Alter ego yang terlihat seperti seseorang yang terobsesi pada Arya dan menganggap yang lain itu sebagai benda mati, didepan Arya dia terlihat biasa saja padahal dia mati-matian menahan alter ego miliknya agar tidak keluar.


Hanya Alican yang tahu kebenarannya karena dia bisa membaca wajah orang, tapi sedikit berbeda dengan Zaint, dia tidak bisa membacanya sama sekali.


-_-_-_-_-


Kembali...


Arya menanyakan tentang apa yang tadi didengarnya lalu menceritakan kisah dari hantu itu.


Semua orang menantikan jawaban Hayeo yang masih terlihat santai.


"Jadi kalian ingin aku memberi pendapat kan? Fine!" jawab Hayeo duduk di kursi lalu meletakkan tangannya didepan.


"kejadiannya adalah sepuluh tahun yang lalu, seorang wanita bangsawan menyewa sebuah kamar selama dua bulan, baik....


... Pertama, wanita itu bisa menyewa kamar dengan uang apa, dia bayarnya full loh, nggak kredit atau ngutang loh? Bukannya seorang Bangsawan memiliki rumah/kediamannya? Kenapa dia menyewa? Ini harus dipertanyakan!


...Kedua, dia punya musuh atau Dia membuat musuh? Apakah dia dibunuh oleh orang luar atau orang dalam?


⬆⬆⬆⬆⬆⬆


(Maksudnya keluarga atau bukan)


...Ketiga, tidak terdengar? Penginapan ini jika dilihat-lihat tidak secanggih itu, artinya itu ada hubungannya dengan penyihir. Ditempat ini tidak ada yang bisa melakukan sihir kedap suara, karena di 'sini' tidak ada yang seorang penyihir.


⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆


(Maksudnya di Kekaisaran Jaeyang, karena di Kekaisaran Jaeyang tidak memiliki Mana yang memadai untuk para penyihir.)


...Keempat, kenapa harus dua hari kemudian untuk membersihkan tempat TKP? Bukankah... Saat itu juga bisa? Bau? Resiko dong!


...Dah, gitu aja coba pikirkan secara pelan pelan dan mainkan otak kalian dengan logika?" jawab Hayeo panjang lebar.


"Good job, bestie!" Arya dan Hayeo melakukan kompak khas mereka lalu tertawa bersama.


Semua orang tidak ada yang membantah tapi mereka langsung memikirkan kemungkinan.


"Hm, jadi begitu" ucap Zaint Menganggukkan kepala nya. Menatap anaknya yang terlihat... Kawaii (karena pakai baju kucing oyen)


-_-_-_-_-


-_-_-_-_-


-_-_-_-_-


Yuk, sis/bro komennya dibanyakin kek kemaren, nanti ipar jawab satu-satu.


Jangan lupa juga likenya 😁👍