
Feron yang disuruh untuk memilih hanya terdiam beberapa saat lalu tersenyum.
"Hero" jawabnya singkat.
"Oke!" ujar Arya memperbaiki posisinya di bangku miliknya.
Entah bagaimana teman-teman nya mengetahui kenapa Feron memilih lagu itu. Hero \= pahlawan dan yang seperti yang ada di kepala kalian, Feron pasti ingin membuat Arya sedikit malu.
Heyeo sedikit mengepalkan pakaiannya, berharap apa yang ada dipikiran nya tidaklah benar. Dia berharap semoga gadis itu bukanlah Queen nya yang mati karena orang gila bernama Gia.
Arya tersenyum palsu pada Feron dan berkata, "jangan menyesal, ya?"
Gadis itu perlahan menekan setiap Tut yang ada pada piano itu dengan ringan dan mulai menyenandungkan dua bait pertama pada lagunya.
Arya: "I let my soul fall into you
I never thought I'd fall right through
I fell for every word you said
You made me feel I needed you
And forced my heart to think it's true
But I found I'm powerless with you"
Ketika suara merdu seorang gadis keluar, seisi aula terdiam bahkan Hayeo sampai menjatuhkan setetes air matanya.
Hayeo tidak bisa untuk tidak menjawab: "Now I don't need your wings to fly
No, I don't need a hand to hold in mine this time
You held me down, but I broke free
I found the love inside of me
Now I don't need a hero to survive
'Cause I already saved my life"
Ketika dia menjawab bait selanjutnya semua pandangan langsung tertuju padanya, tak terkecuali Arya yang masih setia menekan setiap tut pianonya.
Bersama: "Cause I already save my life"
Arya: "I fell into your fantasy
But that's all our love will ever be
I lost hope in saving you and me"
Bersama: "You think I'm lost, falling apart
But your lies just made a stronger heart
My life is just about to start"
Hayeo: "Now I don't need your wings to fly"
Arya: "No, I don't need a hand to hold in mine this time"
Hayeo: "You held me down, but I broke free"
Arya: "I found the love inside of me"
Bersama: "Now I don't need a hero to survive
'Cause I already saved my life"
Arya: "already saved my life"
Hayeo: " I already saved my life"
Arya: "already saved my life"
Hayeo: "I already saved my life"
Arya dan Hayeo sangat menghayati setiap suara yang keluar dari bibir mereka tanpa memperdulikan tatapan kagum semua orang. Apalagi beberapa dari mereka menatap iri dan benci pada Hayeo yang bisa mengimbangi Arya. Bahkan mereka berdua seperti sudah puluhan kali melakukannya mengingat betapa fasih nya mereka menyanyikan lagu itu.
Bersama: "Now I don't need your wings to fly
No, I don't need a hand to hold in mine this time
You held me down, but I broke free
I found the love inside of me
Now I don't need a hero to survive
'Cause I already saved my life
Already saved my life
I already saved my life
Already saved my life
Arya: "Now I don't need your wings to fly"
Ketika tut terakhir ditekan, jari-jemari Arya yang lentik langsung di angkat dari piano itu.
Arya tanpa pikir panjang langsung meninggalkan tempat duduknya dan langsung melompat kearah Hayeo.
Semua orang seketika syok ketika melihat Arya yang melemparkan dirinya kepada seorang gadis yang juga telah merentang kan tangan nya.
"KAKAK!!!" teriak Arya menghambur ke peluk kan Hayeo.
Hayeo yang tiba-tiba diterjang oleh Arya reflek menangkapnya dan membungkusnya dalam pelukannya.
"Kakak, hiks, kakak, uh hiks, kakak" ujar Arya sambil terisak. hanya ada satu orang yang akan menyahut ketika dia sedang bergulat dengan permainan musiknya, ya itu adalah Saye, orang yang akan main nimbruk aja tanpa pikir panjang.
"Iya, my Queen, aku sangat merindukan mu" jawab Hayeo menggunakan bahasa Kekaisaran dengan lancar membuat Eun Jun di sampingnya tidak bisa tidak terkejut. Sejak kapan adiknya ini bisa berbicara bahasa Kekaisaran dengan lancar?
"Ugh, hiks... Aku.. Hiks, hemnh... Heug juga" rintih Arya mempererat pelukannya.
"Aduh, aku tidak bisa bernafas, jangan memeluk terlalu kuat" ujar Hayeo dengan wajah yang bercanda.
Arya melepaskan pelukannya dan menatap Hayeo yang tersenyum lebar itu dengan tatapan jengkel dan penuh air matanya.
"Bagus, suasana mengharukan kini bagaikan angin lewat, seperti tidak pernah terjadi anjir*" ucap Arya dengan wajah datar.
"Hehe, mangap jangan marah, tapi ini benar-benar kamu? Queen?" tanya Hayeo mencubit wajah putih Arya hingga sang empu meringis kesakitan.
"Iya, kalau tidak percaya tanyakan pertanyaan yang hanya kita yang tahu!" ujar Arya dengan senyum anehnya.
"Apa... Kamu suka rambut merah? Kenapa kamu nyemir rambut? Matamu juga kalau gamau sini buat aku aja ga usah operasi atau pakai softlens segala, biasanya juga pakai kacamata? Kamu masih suka kan makan permen rasa coklat dan buah? Masih suka aroma mint? Kekuatanmu gak kamu gunain untuk meledakan sesuatu kan? " Hayeo menanyakan pertanyaan beruntung membuat Arya terdiam.
"Nyemir Itu buat sepatu kakak! Ini mata asli bukan operasi, softlens? Aku anti banget sama yang namanya lensa mata! Kacamata? Sekarang udah gak butuh. Kau selalu tau kesukaanku! Emng... Gimana ya? Feron bantuin woy, jangan diam seperti orang ****l aja kau!" umpatan Arya, membuat Hayeo seketika menyentil bibirnya. Arya meringis dan tertawa garing.
Semua orang tidak ada yang bergerak sedikitpun ketika mendengar pembicaraan mereka berdua. Mereka merasa itu tadi adalah tontonan yang sangat bagus untuk dilihat dan didengar. Yah, walau banyak Kata-kata kasar yang keluar dari mulut Arya.
Feron yang merasa terpanggil auto nyaut, "apaan?" jawab Feron berdiri dari tempat duduknya. Dia memberi hormat pada para kaisar lalu menuruni tangga dan mendekati kedua gadis itu.
"Hm?"
"Apa aku pernah meledakan sesuatu dengan kekuatan ku?" tanya Arya setengah berbisik ditelinga Feron. Jadi semua orang hampir mendengar suara nya.
"Hey ayolah, kamu sudah meledakan tiga tempat sekaligus, paham?!" jawaban Feron membuat Arya hampir muntah darah.
Jujur banget!?
"Y-yang ma-na aja?" jawab Arya sedikit gagap.
"Kamu bertanya yang mana? Pertama di istana kau hampir meledakan nya (untung gak benar-benar meledak, Mansion (punya kakeknya lagi) dan yang ketiga kelas(itu memang wajib untuk diledakkan)" jawab Feron. Didalam () artinya dia bergumam.
"haha, masa sih?" ucap arya memukul bahu Feron.
"Sakit bocah!!" jawab Feron merasakan ngilu di bahunya.
"Ar, kita masih suka...?"
Arya menatap Hayeo dengan mata berbinar lalu mengeluarkan sebuah cermin besar membuat semua orang memiliki tanda tanya besar di kepala mereka, termasuk Haye yang tidak mengerti mengapa arya mengeluarkan cermin.
"Mawar hitam! Cermin oh cermin katakan padaku, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, cermin oh cermin berikan dia, dia adalah aku, aku melihat anak laki-laki, berdiri di sana memegangi cermin, mendekat, mendekat, mendekat, hap, aku ditangkap" Arya menyanyikan lagu aneh membuat Hayeo terdiam dalam kebingungan.
Tunggu dia ingat itu adalah lagu pemanggilan. Hayeo seketika berdiri dari tempat duduknya dan mencoba membungkam Arya tapi itu terlambat.
"Ban*sat, kepalaku sakit, kam*ret!" teriak Arya memegangi sebelah kepalanya. Tidak itu bukan lagi Arya tapi itu adalah Alican.
"Aπjir, berhasil gitu ceritanya?" tanya Hayeo tidak percaya membuat Feron diam.
"Apaan? Tunggu siapa yang membangunkan ku?!" tanya Alican dengan aneh.
"Itulah yang ingin ku tanyakan padamu Alican! Apakah kamu pernah dipanggil oleh Arya sebelumnya?!" tanya Hayeo menunjuk kearah cermin.
"Itu, hanya sekali! Paham, anji** lepaskan kerah ku!!" teriak Alican mencoba melepaskan kerahnya yang tiba-tiba ditarik Hayeo.
"Lihatlah, betapa lucu nan menggemaskan nya dirimu, Alican?" ucap Hayeo memegang pundak Alican dari belakang lalu disuruhnya Alican untuk bercermin.
Blush....
"Ouh imutnya, adik kesayanganku ini!?" Hayeo hanya tersenyum geli dan mengatakan betapa lucunya Alican yang ada di cermin.
"Kamu.... Dasar baj*ngan yang melecehkan anak-anak!!!" teriak Alican menutupi dadanya. Sedangkan Hayeo malah semakin tertawa ngakak. Bahkan Feron yang ada di samping mereka tidak bisa untuk tidak tertawa ketika melihat pantulan yang ada di cermin.
Cermin itu adalah cermin yang sudah dimodifikasi oleh Arya, jadi cermin nya bisa jadi multifungsi. Dan biasanya cermin itu dipakai untuk mengaca atau sebagai media untuk bertemu Alican.
Alican yang ada di cermin adalah sesosok anak laki-laki dengan rambut pendek dikuncir ke kiri, menggunakan dress selutut. Itulah sebabnya dia nge-blush. Malu lah masa cowok pakai Dress?!
Ck.
Alican melepaskan ikat rambut nya lalu dibiarkan nya tergerai, pakaiannya pun diubah menjadi pakaian anak laki-laki. Bukan, bukan pakaian aslinya tapi pakaian ilusi yang ada di cermin nya.
Pita di rambutnya pun juga dia ubah karena dia lebih suka pita rambut yang membentuk silang dan rambut poni yang bentuk menyilang