The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
JALAN BARENG BAPAK



Langit malam yang gelap terlihat indah dengan taburan bintang dan bulan yang menghiasinya.


Arya mengedipkan matanya berkali-kali dan tanpa ia sadari sudah lebih dari sejam dia memandangi langit dari jendela dikamarnya itu.


"Ayah?"


"Hm?"


Arya memutar tubuhnya, dia menyandarkan pinggangnya di bingkai jendela.


"Apa kamu tahu satu cerita yang selalu kuingat dan ku pertanyakan jawabannya baru-baru ini?"


Zaint yang diam memperhatikan anaknya lantas mengangkat alisnya.


"Katanya jika seseorang sudah mati dia akan bereinkarnasi, bagaimana jika seseorang itu bereinkarnasi berulang kali tapi hanya mengingat kehidupan terakhirnya saja?"


Zaint mengerutkan alisnya. Sebenarnya apa yang ada diotak anak berusia delapan tahun sih?


"Apakah dia akan merasa aneh saat seseorang mengatakan jika dikehidupan pertamanya dia mati dengan tidak adil? Atau dia akan merasa marah?"


"Bahkan jika dia mati ratusan kali dan hidup ratusan kali juga pun, kenapa itu terjadi padanya?"


"Apakah dia akan baik-baik saja dari fisik sampai mental?"


"Katanya, orang yang bereinkarnasi berulang kali itu adalah sebuah berkah, tapi apakah bagi orang yang 'sedang' mengalaminya akan menganggapnya berkah atau kutukan?"


"Jika dia mengingat kehidupan sebelumnya, apa dia akan mengerti apa yang terjadi?"


"Apakah pikirannya tidak tercampur aduk?"


Zaint tanpa sadar membuka mulutnya. Anak ini beneran delapan tahun?


"Arya, kenapa kamu bertanya mengenai hal yang seperti itu?"


Arya diam matanya tiba-tiba menjadi sayu. Pakaian piama yang dia pakai sedikit berkibar saat angin berhembus.


"Aku hanya ingin mengeluarkan apa yang selalu aku pikirkan sedari tadi!"


Zaint berdiri dan dia menepuk kepala anaknya perlahan lalu menggosoknya.


"Pertanyaan ya..."


Arya diam, tiba-tiba senyum terbit dari bibirnya.


"Ayah, kamu akan kembali nanti subuhkan?"


"Iya...?"


"Ada pasar disekitar Akademi, ayo berjalan-jalan dengan ku!!"


Zaint menatap mata jernih Arya dan mengangguk.


Arya tersenyum lebar tapi tidak sampai membuat matanya menyipit seperti bulan sabit, dia bergegas mencari pakaiannya.


Tenang saja ekspektasi kita benar-benar melenceng jauh:)


Beberapa saat kemudian...


Arya menarik ayahnya berjalan bersamanya dan dia tersenyum riang. Sudah berapa lama mereka tidak berjalan bersama? Emh, sepertinya ini adalah pertama kalinya mereka berdua berjalan dipasar bersama, yakan?_-;


Arya menggandeng tangan ayahnya berkeliling. Ada kalanya mereka berhenti didepan kios kecil dan membeli beberapa hiasan.


Zaint tanpa sepatah katapun mengikuti anaknya berkeliling. Dia berpikir jika tempat ini tidak pernah berubah kecuali pemilik nya saja.


Dari arah berlawanan Ryzan berjalan sendirian menelusuri pasar, matanya tidak berhenti melihat-lihat hiasan cantik yang diperjual-belikan oleh setiap kios.


Saat dia tiba disalah satu kios, dia melihat sesuatu yang berwarna cantik menarik perhatiannya.


"Warna hijau zamrud..."


Dia pernah mendengar jika hijau Zamrud adalah salah satu lambang keluarga Kekaisaran Roseland. Warna hijau zamrud melambangkan ketajaman sebuah duri, dia tidak begitu mengerti artinya.


"Nak kamu suka kalung itu? Itu adalah kalung yang berasal dari Kekaisaran Ruffela, warnanya hijau zamrud, ada yang bilang dulu putri Ruffela jatuh cinta pada Pangeran Roseland namun cinta itu hanya cinta sepihak dari sang putri, oleh karena itu sang putri membuat kalung itu. Sementara cerita yang lainnya mengatakan jika sebenarnya pangeran Roseland lah yang cintanya tak tersampaikan jadi dia membuat kalung itu untuk kenang-kenangan untuk sang putri"


Ceritanya sangat panjang...


"Jika begitu... Bukankah seharusnya ada dua?"


"Apa maksudmu, nak? Kalung itu memang hanya satu, jika ada dua itu artinya kalung itu palsu!"


"Begitu ya?"


"Hm, sebenarnya jika pasangan nya ada"


"Apa itu?"


Pemilik kios itu mengelurkan sebuah cincin dengan batu berwarna emas.


"Cantik bukan?"


Ryzan mengerutkan alisnya agak kesal. Batu itu mengingatkannya pada anak bernama Feron.


----


Arya menarik ayahnya kearah kios yang menjual perhiasan permata.


Dia mengambil sebuah kalung berwarna hijau yang sebelumnya dipegang Ryzan.


"Ayah, lihat ini! Cantik kan?" Arya menyodorkan kalung itu kepada ayahnya dan dia mendapat anggukan sekali.


Gadis itu tersenyum lebar dan kembali memilih.


"Nyonya, apakah ada pasangannya?"


"Ada, tapi..."


Pemilik kios itu melirik Ryzan yang baru meletakkan cincin dihadapannya.


Tanpa menatap Arya, Ryzan berkata: "kamu tidak belajar? Besok ujian praktek!"


Arya terkejut. Apa? Apa, apa? Apa barusan?


"Maaf kamu siapa ya?" tanya Arya pura-pura lupa. Sebenarnya dia juga kaget karena bertemu salah satu dari teman sekamarnya.


Zaint menajamkan matanya. Apa-apaan?


Arya memutar matanya keamping. Hm, benar sebelum dia dan Zaint pergi dari kamar, mereka sudah menggunakan sihir pengubah penampilan. Jadi tidak ada yang akan mengenalinya dan juga ayahnya.


"Kalau begitu saya akan membeli ini" Ryzan buru-buru mengambil sebuah gelang hitam diatas meja dan memberikan sebuah koin emas kepada pemilik kios. Dia pergi begitu saja.


Arya yang merasa ditinggalkan membeku ditempat. Apa dia malu karena salah orang(walau orangnya benar)?


"Astaga anak itu, dia terlalu banyak memberikan uang, harga gelang itu hanya 2 perak saja padahal!"


"Gak apa-apa, itu artinya orang itu kaya! Hehe!"


(Kukira mau ngomong kalau itu udah rezeki_-)


Ngomong-ngomong tentang mata uang yang digunakan dunia itu adalah 'koin'. Ada tiga jenis koin, yaitu perunggu, perak, dan emas.


Cara hitungnya: 100 perunggu sama dengan 1 perak, dan 100 perak sama dengan 1 emas.


"Oh nona anda ingin kalung dan cincin itu?"


"Oh tidak! Apakah ada kalung berpasangan?"


Pemilik toko itu berfikir sebentar. "Hem, sepertinya ada!" pemilik kios itu mengeluarkan satu set perhiasan itu.



Mata Arya berbinar dengan gembira. Dia memutar kepalanya untuk meminta pendapat ayahnya namun...


Zaint berwajah masam. Dari wajahnya sudah terlihat dia tidak senang akan sesuatu.


Baru beberapa menit yang lalu ada anak acak yang salah mengenali anaknya?!


Hah?! Sungguh konyol!!?


"Ayah kamu kenapa lagi?"


"Tidak"


Hah?


"Apa kamu sudah selesai memilihnya?"


Arya menyodorkan kedua kalung kearah Zaint dan menyuruhnya memakai salah satunya.


Zaint diam. Dua kalung dengan bentuk yang berbeda tapi memiliki jejak sihir yang sama.


Kios yang unik.


"Ayah, pilih yang bulan sabit saja! Aku mau yang bulat!"


Zaint mengedipkan matanya, dia melirik pada Arya yang mengulurkan tangannya.


Tubuh Arya ditarik dan diputar memunggungi ayahnya.


Zaint mengangkat rambut merahnya dan memasang kalung itu dilehernya.


Arya berkedip. Kasar banget sih!?


Arya yang merasa dikasari hanya bisa menendang sedikit kaki ayahnya. Dia menarik kalung yang ada ditangan ayahnya dan memaksanya menunduk untuk dipasangi juga.


Setelah membayar, Zaint mengantar anaknya kembali keasrama nya sedangkan dia kembali ke Kekaisaran.


_______


06.12


Pagi yang dingin dengan sedikit pencahayaan dibalik jendela. Arya bangun dari tidur nya. Dia berjalan membuka jendela dan bersiap untuk mandi dan berangkat kekelas.


Dalam perjalanan menuju kekelas, banyak mata yang terus menatapnya tanpa henti. Entahlah dia merasa tidak nyaman.


Saat ditatap balik oleh Arya, semua orang malah mengalihkan matanya dan terlihat seperti menatap kearah lain.


Apa sih?


Sesampainya di kelas dia jadi ragu untuk masuk. Tapi, jangan salah! Dia hanya ragu bukan takut!


Dengan tampang tak ada masalah dia masuk dan duduk ditempatnya. Hansel berkedip beberapa kali begitu pula dengan Brian dan Delvan.


Delvan dengan wajah aneh brtanya pada Arya. "Ar, kamu lupa potong rambut atau bagaimana? Kok rambutmu panjang?"


Arya yang baru sadar setelah ditegur itu tanpa sadar menyentuh rambutnya.



Dia lupa memotongnya semalam...


"Delvan, bisa aku minta tolong?"


"Hm? Apa?"


"Potongkan rambutku ya?"


"Eh!"


"Gak papa, nanti aku bayar kok!"


Delvan terdiam dan terlihat seperti berpikir.


Arya mengangkat alisnya, "Memangnya kamu punya otak untuk berpikir?" celetuk Arya tajam.


"Jangan gitu~! Berasa tidak punya otak saja aku tuh!"


"Lah memang punya?"


"Anak kurang ajar!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


baru beli paket yahahaha!


pakaian Arya...