
Di Mansion Marlin....
Sion sedikit kesulitan untuk menyembuhkan sihir gelap yang terdapat di luka milik Arya.
Dia sudah melamun semua yang dia bisa tapi sayangnya sihir ditubuh Arya tidak hilang juga.
Sedangkan tubuh Arya semakin mendingin dengan kulit putihnya sedikit memucat.
Semua orang sangat khawatir juga gelisah dengan keadaannya yang terlihat semakin memburuk.
Kesha tidak diizinkan untuk melihat apa yang ada di depannya. Jadi, dia hanya diam dipojokan dekat dengan Riden yang juga diam menelungkup kan kepalanya.
Gadis itu sedikit menoleh menatap anak laki-laki berambut putih disampingnya dan sedikit tersentak. Ada sekitar puluhan benang merah yang melilit anak laki-laki itu, dan yang terbanyak adalah benang merah jiwa, agak mirip dengan beberapa orang yang biasanya memiliki tekanan batin dan juga mental yang rusak.
"Ka-kau baik-baik saja?" tanya Kesha mencoba memulai perbincangan.
"Tidak" jawab Riden singkat, padat, dan jelas(maksudnya dia lagi tidak ingin berbicara atau dia suruh diam)
"O-oh baiklah..." kata Kesha sedikit canggung.
Dia sedikit merinding ketika merasa ada aura yang tidak mengenakkan menguar dari tubuh Arya.
Dia segera berdiri dan menyentuh seutas benang hitam yang melayang layang di udara. Benang itu agak berbeda dengan benar takdir, itu mirip seperti 'benang kutukan'.
Dia mendorong semua orang dan mencoba menerobos hingga dia bisa melihat secara langsung tubuh didepannya yang memiliki kulit pucat.
Tiba tiba lutut nya terasa lemas seketika. Apa yang dilihatnya benar-benar pemandangan yang tidak seharusnya anak-anak normal lihat.
Sion yang melihat anaknya menerobos masuk seketika menegang. Anaknya bisa melihat apa yang terjadi pada tubuh Arya. Tubuh Arya saat ini terlihat biasa saja, namun berbeda jika dilihat olehnya dan anaknya.
Tubuh gadis itu seperti dibelit ratusan benang hitam dan yang paling menakutkan adalah salah satu benang itu melilit lehernya dengan erat.
Kesha mencoba mengulurkan tangannya, tapi benang itu seperti memiliki kesadarannya sendiri dan langsung memukul tangan Kesha dengan keras hingga menimbulkan bekas seperti sabetan cambuk.
"Sialan!" umpat Kesha mendapat pelototan dari ayahnya.
[Kau kira tuanku itu apa? Beraninya kau ingin menyerap esensial kehidupannya?! Kau terlalu berani!!!] ➡(biasa, Rosiel)
Disaat semuanya khawatir dengan keadaan Arya, tiba-tiba terdengar suara yang menggema di ruangan itu membuat mereka menutup telinga mereka kesakitan.
Setelah suara itu terdengar, tato bunga mawar di dada Arya memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata. ketika cahaya itu menghilang benang hitam yang melilit tubuh Arya hilang digantikan dengan sulur sulur mawar berduri yang melilit nya.
[Hmph, kalian sudah berusaha menyelamatkan tuanku, terimakasih] kata Rosiel dengan ketus dan nada angkuhnya.
Sion sangat terkejut.
Jadi... Anak ini sudah memiliki penjaga miliknya sendiri?!
Diusia semuda itu?!
Zaint saja baru mendapatkan penjaganya ketika berusia sepuluh tahun, bagaimana mungkin?!
Sion mencoba bertanya tapi sayangnya Rosiel bukanlah ciri-ciri penjaga yang ramah, jadi diabaikan.
Sifat penjaga Arya ini malah mengingatkan nya pada penjaga Zaint.
Siapa ya namanya? Oh, benar Gils! Itu adalah namanya!
Penjaga yang dingin dan cuek, bahkan dengan tuannya sendiri saja dia dingin dan tidak terlalu perduli. Benar-benar seekor black Panther yang pendiam.
Tapi, sepertinya Arya tidak segila ayahnya yang menjadikan penjaganya sebagai pengawal pribadi yang berdiri disampingnya kan?
Sulur yang melilit tubuh Arya perlahan menarik dirinya sendiri dan kembali menjadi tato yang diam. Rosiel dengan perlahan mengalirkan dirinya mendekati tato bunga itu dan masuk kedalamnya. Ternyata dibalik tato itu memiliki ruang dimensinya sendiri.
Rosiel mencari keberadaan dari wujud asli tato mawar itu hingga dia menemukan seorang gadis yang terlelap dengan damainya di sebuah bunga mawar mekar raksasa dengan kelopak es melapisinya.
Rosiel mencoba mendekati tubuh gadis itu, itu bukan tubuh asli, tapi itu adalah kesadaran dari tubuh asli.
"Sedang apa 'Bunga Red Spider Lili' sepertimu ada disini, apakah kau tidak bosan menjadi sebuah 'mawar'?" tiba-tiba suara loli imut dari arah belakang mengejutkan Rosiel.
^^^(Bunga Red Spider Lili atau disebut juga bunga kematian adalah bunga yang sering dikaitkan dengan kematian atau perpisahan)^^^
Jadi sebenarnya wujud gelang jari berhiaskan bunga mawar itu hanyalah penyamaran saja, Bukan wujud aslinya. Dia yang sebenarnya adalah Bunga Red Spider Lili, bunga cantik yang memiliki racun yang sangat kuat di umbinya.
Loli imut itu sebenarnya adalah kutukan yang diterima Arya, dia merasa jika tubuh gadis yang sudah dia coba jaga itu seperti akan mati, langsung merespon setelah suara Rosiel bergema.
Sudah tig-- sudah dua kehidupan dia bersama dengan Arya tapi yang selalu dia lihat hanya kesakitan dan air mata milik gadis itu yang mencoba untuk terlihat baik didepan semua orang.
Dia juga ikut merasakan karena setiap hari mendekati ulang tahun gadis itu dia pasti bereaksi dengan beban di hati gadis itu yang terlihat sehat padahal lelah hati dan pikirannya.
"Aku tahu, tapi bukanlah kau harus mempertanyakan itu langsung dengan orang yang menurunkan sumpah kepada putrinya? Jika bukan karena 'orang itu' gadis ini tidak akan ada disini, gadis ini pasti akan berada ditempat lain, melakukannya dari awal lagi, melupakan yang lalu dan mendapatkan yang baru, kau tidak tahu rasanya?!" teriakkan Loli itu berhasil mengejutkan Rosiel untuk yang kesekian kalinya.
Tidak mungkin dia akan menemui tua bangka itu, kan?
Lagi pula tua bangka itu juga sudah ribuan tahun lalu mati!
Heh, para Elf itu....
^^^(Leluhur Kekaisaran Roseland adalah Seorang Elf)^^^
Ketika mereka bertengkar tubuh Arya yang berada di atas bunga itu perlahan memudar yang artinya kesadaran Arya sudah ada diluar.
Diluar...
Arya yang perlahan membuka matanya, berhasil mengejutkan semuanya. Kulitnya yang pucat kembali ke warna aslinya dan bekas luka di lehernya menghilang..
Semua orang bingung tapi juga merasa aneh. Sejak hari itu Sion tidak ingin mengatakan apapun kepada anak anak itu tentang perihal suara yang saat itu terdengar menggema.
Dan setelah hari itu mereka baru benar-benar pulang setelah seminggu beristirahat di Mansion Marlin. Tapi ketika Arya yang baru pulang melihat ayahnya, dia dihukum gantung.
No-no bukan hukum gantung yang kek dipikiran korang semua. Hukuman gantung Arya adalah dia harus bergelantungan di atas pohon tanpa menapakkan kakinya di tanah lalu Melakukan sit up sampai 500 kali, Arya bahkan tidak diberi jatah istirahat. Sedangkan Zaint? dia hanya menonton dari bawah sambil membaca laporan ditangannya. Jika Arya boleh jujur, sebenarnya dia ingin menangis sambil berteriak. Ayahnya benar-benar kejam woy.
dua bulan tiga minggu kemudian.
Saat ini Arya Lina dan Tera sangat disibukan dengan persiapan untuk pergi ke Kekaisaran Jaeyang. Awalnya Zaint tidak peduli dengan undangan yang datang, tapi ketika dia ingin menolaknya dia melihat mata berharap Arya dan jadilah mereka pergi ke sana.
Ketika mereka memilah milah pakaian Arya berniat untuk memasukan pakaian biasa miliknya tapi langsung dihentikan oleh Lina.
"Kenapa?" tanya Arya bingung.
"Tidak boleh, anda harus membawa lebih banyak gaun dan perhiasan dari pada pakaian harian itu!" ucap Lina mengeluarkan pakaian yang tadi ingin Arya bawa. Dia memasukan sekitar lima belas gaun kedalam tas ajaib milik Arya. Dan juga beberapa set perhiasan.
"Hiks, Lina kenapa kau menyiapkan hal merepotkan seperti ini, kau seperti ingin menyerahkan ku sebagai pengantin wanita, tahu?!" keluh Arya cemberut, dia berpura-pura menangis padahal dia tidak menangis sama sekali.
Lina yang sudah terbiasa dengan sikap Arya hanya masuk kiri keluar kanan. Tera pun sama dia hanya mendengarkan tanpa berkomentar, dia ada dalam di bagian menyiapkan sepatu dan hiasan kepala.
Percayalah, diantara mereka bertiga orang yang paling tertekan adalah Lina karena punya anak asuh sifatnya seperti ayam lepas kandang. Gak bisa diam di satu tempat. Apalagi yang paling di khawatir kan adalah spesies seperti Arya ini mudah hilang.
"Putri, nanti jika anda tidak bisa diam di pestanya, harap anda memakan hidangan cemilan di sana saja, jangan celingukan, tidak usah mencolok, jangan bertingkah, tidak boleh mengarahkan senjata tajam kearah orang lain, apalagi membunuh, JANGAN!!!" peringatan Lina membuat Arya menciut.
Terkadang lewat kata-kata Lina itu sangat menakutkan, ini salah satu contoh yang paling terlihat.
"... I, iya"
^^^(mungkin)^^^
"Dan ini, anda harus membawa semua uang ini, jika anda tiba di sana jadi anda tidak perlu bosan menunggu pestanya diadakan" ujar Tera memberikan sekantung besar uang koin emas.
"Apa tidak kebanyakan?" tanya Lina Khawatir.
"Banyak? ini bahkan tidak sampai seperempat dari kotak peti yang berikan Baginda tadi pagi untuk Putri!" kata Lina menunjuk peti yang masih penuh dengan koin emas.
Arya dan Lina langsung merasa speechless menatap kotak peti yang penuh dengan koin itu.
"Dia gila?" tanya Arya pada Lina.
"Saya harap tidak, tapi...." jawab Lina masih membeku.
•ווווווווווווו
°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°
komen and like👍