The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
ZAINT DATANG



Ruang kerja Archduke Sion...


Setelah kembali dari kamar Arya, Archduke langsung kembali ke ruangannya. Di sebelahnya ada Kesha yang juga menemani nya. Dia memperhatikan ayahnya mengerjakan pekerjaannya dengan sangat serius.


"Ayah kenapa kau menanyakan tentang Tubuh Arya? Bukankah tubuhnya terlihat normal?" Tanya Kesha kepada Sang Archduke. Archduke yang tiba tiba mendengar pertanyaan dari putrinya langsung menghentikan gerakan penanya.


"Hah...! Esha, kamu menemukan gadis itu dimana?" Tanya Archduke yang melepaskan kacamata nya.


"Hee? Bukankah tadi malam aku sudah memberitahu ayah, jika aku menemukannya di sekitar hutan, ya?" Tanya Kesha, memiringkan kepalanya heran.


"Disekitar hutan mana? Barat?" Tanya Archduke mengangkat alisnya.


Kesha menagguk: "..." Apakah itu penting?


"Disebelah barat adalah wilayah yang digunakan untuk mengajari para calon penerus kaisar, yang artinya gadis itu merupakan penerus kaisar" Ujar Archduke sambil mengetuk meja kantornya menggunakan pena.


"Lalu? Apakah dia merupakan calon penerus kaisar?" Tanya Kesha berdiri dan mendekati meja ayahnya. Dia sedikit terkejut.


"Yah, lebih tepatnya satu satunya calon penerus kaisar, mungkin!" Ujar Archduke sedikit ragu.


"tapi kenapa, kenapa saat aku melihatnya dia berlumuran darah? Dan juga dia pingsan?" Tangan Kesha sudah tidak bisa dikontrol dia mengayunkan tangannya ke sembarang tempat. Matanya bergetar karena bingung.


"..." Aku yakin Zaint gila itu yang mengirim anaknya kesana! Tapi...


'Tadi malam usia ku genap enam tahun'


Sial, kenapa aku tidak kepikiran. Zaint sudah memperhitungkan kemungkinan terbesarnya. Anaknya pasti mampu melakukan hal aneh seperti dirinya.


Sudah dipastikan jika dia yakin. tidak, dia pasti sangat yakin jika anaknya akan melakukan itu!


Apakah dia ingin membuat rusak mental anaknya sendiri dengan mengirimnya kesana?


Padahal anaknya baru berusia enam tahun tapi dia...


Dasar tirani gila!! Aku tahu dia benar benar gila!! Aku harus bertanya nanti!!


Dia sangat yakin jika Zaint tidak memiliki Logika hingga dia mengirim anaknya sendiri keneraka itu!


Dia tahu seperti apa tempat itu. Neraka Kekaisaran Roseland. Kelas yang Menggunakan kekerasan untuk mendidik para calon penerus. Bahkan dia pernah melihat ketika dia masih kecil. Kaisar saat itu mengirim dua puluh pangeran tapi hanya sepuluh yang keluar hidup-hidup. Lalu kemana sepuluh lainnya?


...MATI!!!


Ya! Disana tidak terlihat sepert diluarnya, ketika para pangeran itu masuk, mereka akan memulai banyak tes yang benar benar diluar pemahaman manusia normal. Pada hari terakhir dari kelas tersebut maka akan diadakan kelas 'bertahan hidup' yang memiliki arti siapa yang kuat itu yang menang.


Dan lihat ini, dia(merujuk ke Archduke) mendengar anaknya sendiri mengatakan jika gadis itu(merujuk ke Arya) Keluar dengan berlumuran darah dan menghancurkan tempat tersebut.


Apakah itu masihlah anak-anak?


Tidak mungkin Zaint membuat anak itu dewasa sebelum waktunya kan?


Dia sudah menyadari jika kekuatan gadis itu tidak bisa diragukan lagi tapi... Kenapa ya, anak itu seperti nya sangat aneh? Berbeda dengan ayahnya yang terlihat kaku dan sangat kuno(?)


Dia melihat anak itu memiliki masa lalu yang sedikit berkabut. Kesehatan yang terlihat sehat tapi seperti dia terlahir dengan tidak biasa.


Bisa dilihat olehnya kesehatannya seperti tidak normal. Rasanya dia sedikit merasakan jika ada beberapa organ tubuhnya yang agak tidak normal, terutama daya tahan tubuh yang rendah.


Anak kurang bulan? (Prematur)


Atau kurang hari?


Bagaimana ibunya bisa se-ceroboh itu?


Apakah dia tidak tahu jika anak itu bisa saja mati?


Tidak mungkin seorang anak lahir sebelum waktunya bukan? Pasti ada penyebabnya!?


"Ya? Ah, tidak aku tidak apa-apa" Jawab Archduke mengusap keningnya.


Dia terlihat prustasi(?)


Tok... Tok...


Ketika mereka berbincang bincang tiba tiba pintu ruangan diketuk. Archduke menyuruhnya masuk dan ternyata yang berkata didepan pintu adalah Arya. Gadis itu baru saja masuk dan duduk disofa didalam ruangan.


"Apa yang tuan putri inginkan" Tanya sang Archduke menatap Arya.


"Em... Bisakah kau menghubungi ayahku? Aku..." Aku malas menggunakan Mana milikku. Buang buang Mana saja!


"Baiklah..."


Archduke mengirim surat kepada Zaint dan langsung mendapatkan jawaban dari sang empu.


Isi surat dari Archduke Marlin: "bungamu ada di taman ku, apakah kau mau mengambilnya?"


Balasan Dari Zaint: "aku akan mengambilnya dan memberimu kompensasi!"


Archduke yang langsung mendapat balasan pun tersenyum dan memberitahu pada Arya. Arya yang tahu bahwa ayahnya akan datang langsung bersorak tapi ketika dia menyadari situasi dia langsung berdehem canggung.





Siangnya...


"Tuan... Em, ada tamu!" Ujar seorang Butler yang mengurus kediaman Archduke Marlin.


"Siapa? Kalau tidak penting--"


"Tidak, tidak tuan, ini sangat penting. Be-beliau adalah.... Kaisar" Dan suasana pun menjadi berat.


"..." Apakah dia sebegitunya menyayangi anaknya, sampai sampai dia langsung datang pas anaknya sudah ada kabar ya?


"..." Waw, itu dia ayah b4n9s4t ku. dia yang mengirimku, dan dia juga yang menjemputku~


"..." Bagaimana bisa, baru dikirimkan surat langsung datang? Tidak sabaran sekali...


"Kenapa kau diam saja. Pergi dan antar dia kesini!" Perintah Archduke.


Beberapa menit kemudian...


"Selamat datang baginda, apakah perjalananmu menyenangkan?" Tanya Archduke sambil menyesap teh miliknya.


Arya dan Kesha sudah keluar lewat jendela, dipimpin oleh Arya yang melompat duluan, disusul oleh Kesha yang takut ketinggian. Dia memejamkan matanya dan juga gemetaran, melihat Kesha ketakutan Arya mendapatkan ide jahil. Dia menarik pelan pakaian Gadis itu hingga dia tidak akan jatuh tapi karena Kesha menutup matanya, dia jadi mendiamkan tubuh itu di udara tanpa ada niatan untuk menurunkannya. Kesha sendiri merasa janggal 'kenapa aku tidak jatuh ya?' tapi ketika dia membuka mata dia langsung mendatarlan wajahnya ketika melihat wajah minim akhlak yang sangat menyebalkan milik Arya


Lanjut....


"Lebih baik daripada bertemu denganmu!" Jawab Zaint yang sudah duduk ditempat duduk. dia menjawab dengan wajah lempeng tanpa ekspresi.


"Haha, anda selalu saja jujur yang mulia" Jawab Archduke santai


"Tidak perlu basa basi, Dimana anakku?" Tanya Zaint Cuek.


"Haha, aku juga mau menanyakan hal yang sama tapi topik yang berbeda. Sejak kapan kamu memiliki anak perempuan?" Tanya Archduke dengan seringai dingin yang coba dia sembunyikan. Tapi itu percuma karena Zaint sangat tau tentang orang yang ada didepannya ini.


Sebelum dia mewarisi Gelarnya sebagai Archduke dia juga sering disebut sebagai "DOKTER GILA" Bukan karena di benar benar gila! Tapi karena kekuatan sihir dan Mana miliknya sangat kuat dibanding dengan saudara dan sepupunya. Dia bahkan bisa menyembuhkan orang yang sekarat. Tapi karena pengkhianatan saudaranya dan juga sepupu-sepupunya, menyebabkan dia kehilangan orang paling berharganya, pasangan seumur hidupnya dan juga ibu dari anaknya. Membuat dia menggila dang membantai keluarganya sendiri. Dia yang semakin dingin kepada semua orang, dan karena itu juga dia menjadi bermuka dua. Tapi dia tidak sedingin Zaint yang dingin nya sudah mendarah daging bahkan masuk ketulang.