The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
PINGSAN LAGI



Malam...


Hayeo duduk dengan membelakangi kursi, menghadap pada hantu wanita itu.


Hantu itu turun dari jendela dan mendekati Hayeo. Arya dan yang lainnya bersembunyi dibelakang para orang dewasa dan kaki mereka masih sedikit gemetar.


Arya trauma banget sama hantunya tapi dia tetap penasaran. Padahal mah, aslinya tremor parah. Dia menggenggam lengan pakaian Ayahnya dengan erat dan menyembulkan kepalanya melihat Hayeo yang masih santai.


Sedangkan Hayeo, dia sudah terlalu biasa menghadapi hal seperti ini, jadi untuk perasaan takut dia sudah tidak punya. Ketika hantu wanita itu sudah didepannya dia masih tersenyum menyembunyikan niat nya dibalik mata sipitnya.


"Apakah kau ingin bermain nona cantik?" tanya Hayeo menyangga kepalanya dengan tangannya.


"..."


Hening...


Tidak ada yang bersuara, hanya suara lembut dari seorang gadis cantik yang memenuhi ruangan itu.


Hayeo yang tidak mendapatkan tanggapan hanya mengangguk.


Arya mengerucutkan bibirnya dan menyahut, "mulutnya kan sobek, dasar idiot!"


Hayeo menahan kata-kata kasarnya agar tidak keluar dan memandang Arya dengan wajah jengkel.


Akhirnya dia mempertimbangkan pernyataan Feron. Memang sepertinya harus menumbalkan Arya pada hantu itu daripada dia harus menahan kesal.


Hayeo sedikit mendorong kursi itu dan berdiri. Dia mendekati Arya dan memegang tangannya.


Arya yang tiba-tiba dipegang, membelalakkan matanya kaget.


Eh...!?


Hayeo menarik tangan Arya mendekati hantu itu. Arya meronta-ronta dengan panik bukan main.


Dia memandang semua temannya dan melihat jika mereka semua membungkuk dengan tangan di dada.


Dia tau arti dari gerakkan itu, jika tidak salah artinya adalah 'semoga kamu selamat dan kembali dengan tubuh utuh'


Arya melompat-lompat dengan panik, akhirnya dia tahu kenapa Firasatnya ketika di pintu aneh, sekalinya mereka merencanakan untuk membunuhnya.


Bahkan ayahnya juga ikutan. Terbukti dengan Zaint yang tetap tenang menatapnya dan melambaikan tangannya.


Hiks, INI PEMBUNUHAN BERENCANA!!!!


Dia tidak berani pada hantu itu, tapi kenapa pegangan Hayeo bukannya melonggar malah semakin erat?!.


"ANAKKAN TOGE, LEPASSSSSS HUAAAAAA!!! KUKUTUK JADI KUTU AYAM JUGA KAMU LAMA-LAMA!!!!AAAAAHHHH!!!" teriak Arya yang semakin histeris.


Mereka berdua sudah ada didepan hantu wanita itu dan Hayeo menarik Arya ke kursi dan mendudukkan nya di sana.


"Lihat, bukankah dia adalah gadis yang cantik, aku akan memberikannya pada mu dengan syarat kau harus membunuhnya disini, bagaimana?" tawar Hayeo membuat hantu wanita itu marah.


Hayeo yang sedari tadi menaruh tangannya dibelakang akhirnya memberikan kode


'Dia terpancing'


Arya yang tidak tahu apa-apa, wajahnya putihnya menjadi pucat dengan air matanya yang belum turun.


"Aunty, help me pleaseee!!?"


Dia sudah tremor parah dan tanpa sadar pingsan ditempat membuat Hayeo tertegun.


Pingsan?


Ketakutan sampai pingsan!?


Waw, hebat!


Daya tahan tubuh Arya tidak mengizinkan nya untuk tetap sadar.


Poor Arya...


Hantu wanita yang marah itu dengan tanpa ampun menyerang Hayeo yang menghindarinya dengan gesit. Dia melompat kebelakang dan mendekati Zaint.


Hantu wanita itu mendekati Arya dan mengangkatnya, dia memandang wajah Arya dengan kesedihan dan memandang lagi kearah Hayeo dan yang lainnya dengan kemarahannya.


"KALIAN TIDAK PUNYA HATI!!!" teriakkan hantu wanita itu menggema didalam ruangan itu disertai angin kencang yang menerjang mereka.


"Waw, Arya digendong Nona Cantik!?" seru teman-teman nya dengan sarkas pada Hayeo. Fokus mereka juga sepertinya sama dengan Zaint, yaitu aneh


Mereka ini memang tidak pernah tahu situasi dan tempat kalau mau bercanda.


"Apa? Dia itu memang cantik, kalian mana pernah tahu permata apa yang ada didalam lumpur, mengerti!?" sahut Hayeo sewot, dia mana mau disalahkan oleh mereka.


"Arya... Kenapa?" gumam Zaint memandang Arya yang ada di dalam pelukannya hantu wanita itu.


"Ehem, Arya pingsan" pernyataan Hayeo berhasil membuat mereka semua gempar.


"Kok bisa?!" tanya Feron tidak percaya.


"Bisa lah, namanya juga dia gak tahu apa apa tiba-tiba digituin, kamu juga kalau jadi dia bakan pingsan 'kan?!" jawab Hayeo mempunyai perempatan di pelipisnya.


Semua orang menghindari serangan mendadak dan tanpa arah milik hantu wanita itu dengan gesit.


Hayeo melihat kearah kakaknya Eun Jun dan mengangguk. Eun Jun mengeluarkan dua belati ditangannya dan melemparkan nya langsung pada Hayeo.


Semua bingung dengan apa yang dilakukan kakak beradik itu, tapi detik berikutnya membuat mereka terdiam.


Hayeo melemparkan salah satu belati ditangannya kearah hantu itu. Belati itu melewati tubuh hantu wanita itu dengan lancar tanpa hambatan.


Hayeo menatap belati itu, matanya dengan tajam menatap kearah Arya dan tersenyum.


Beberapa detik kemudian Hayeo menghilang di tempat nya dan tiba-tiba muncul dibelakang hantu wanita itu sambil menggendong Arya.


"Kau boleh menyentuhku, tapi jangan sekali-kali kau menyentuh Queen ku, jika kau memprovokasi ku, kompensasinya tidaklah kecil" ujar Hayeo dengan santai berjalan melewati hantu wanita itu yang membeku dengan bagian dada yang terdapat sayatan.


Semua orang lagi-lagi terdiam memandang hantu wanita itu dengan mata tidak percaya.


"Hayeo bisa menyentuh makhluk seperti itu, makanya dia bisa melukainya, lebih tepatnya makhluk itu adalah Jiwa(roh). Beruntung dia tidak menghancurkan jiwa wanita itu, jika tidak kita tidak akan mendapatkan informasi apapun" ujar Eun Jun dengan mata sayu nya.


"Anak indihome?" gumam Lili dan Feron bersamaan.


Apa?


"Indihome, apa itu?"


"Kata Arya, anak indihome itu anak yang bisa liat dan pegang begituan"


Hayeo mendekati Zaint dan menyerahkan Arya kepada pawangnya.


Dia mendengar apa yang dikatakan Lili dan tertawa, "anak indihome, Anak wifi gratisan, kah? Yang ada itu anak indigo!"


"Iya" jawab Hayeo semakin ngakak


Please dia butuh oksigen...


Terlalu banyak tertawa itu bahaya...


Bisa menyebabkan keram pipi...


Dan menyebabkan keinginan BAK...


Hantu wanita itu terjatuh dengan lembut. Dia menatap Hayeo dengan air mata dimatanya.


Hayeo mendekati wanita itu dan berjongkok.


"Nona, apakah kau tahu jikalau kamu itu bener-bener Jadi penampakan horor?" tanya Hayeo memegang pipi hantu wanita itu.


Perlahan tubuh hantu wanita itu berubah menjadi sangat cantik. Kecantikan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata indah sebuah puisi.


Hayeo memutar kepalanya dan menatap semua temannya.


"Sudah kubilang 'kan dia itu cantik!" celetuk Hayeo dengan bangganya.


"Apakah itu penting?" tanya Brian kesal.


Ehe..


Hayeo duduk lesehan dilantai dan melipat tangannya di dada. Dia memandang wanita itu dengan wajah cemberut.


"Kau bahkan lebih cantik daripada boneka Barbie" Gumam Hayeo pada hantu wanita tersebut.


Hantu wanita yang sudah Meng-upgride diri sendiri mengedipkan matanya polos.


"Aku tidak ingin cari masalah, yang tadi itu cuma bercanda"


"..."


Hening....


"..."


"Anji*m lah, kenapa jadi canggung su?!"


"..."


"Gak bisa ngomong lu?!"


Karena tidak mendapat jawaban apapun, Hayeo jadi ngomong ngegas dengan wajah gelap.


Yang dibelakang nahan tawa mereka yang hampir pecah. Suasana yang kemarin seram-seram lucu dan hari ini berkat adanya Hayeo berubah menjadi penuh humor dengan segala tingkah Hayeo yang sebelas dua belas dengan Arya. Ya~ walau sebenarnya Hayeo lebih normal.


^^^(Lebih tepatnya, hampir gak ada yang normal) ^^^


"Baik, siapa nama you?" tanya Hayeo menghela nafas panjang.


"Mestya"


"Nah akhirnya, setelah kecanggungan berkepanjangan selesai juga akhirnya penantian ku untuk menunggumu berbicara" oceh Hayeo dengan dramatis.


"Maaf?"


"Berapa usiamu? Dimana tempat tinggal mu? Kenapa kau mati?" tanya Hayeo secara beruntun.


"... Ah?" bingung hantu wanita itu menenangkan kepala nya.


"Ayo jawab! Jangan ah-oh ah-oh doang!" desak Hayeo dengan gemasnya.


"Usiaku 19 tahun, tinggal di Kekaisaran Zelonix, kenapa aku mati? Em... Mungkin karena aku adalah... Putri...?" jawab Hantu wanita itu dengan sedikit ragu diakhir kalimatnya.


"Hah? Gimana-gimana? Putri?" Hayeo berusaha untuk tidak mempercayai pendengarannya. Tapi, itu nyata bukan ilusi.


"Saat mati kau berusia 19 tahun dan ini sudah berlalu selama 10 tahun, jadi usia jiwamu 29 tahun, gitu?" tanya Hayeo lagi.


"I-iya begitulah..."


Kelion ke lirik kearah Zaint dan mencibir.


Umurnya sama dengan si tiran itu...


"Siapa yang bunuh?"


"Aku tidak tahu... Kakak Putra Mahkota bilang, jika aku ingin berlibur Kekaisaran ini aku bisa melakukannya, dan dia juga memberikan ku tiket untuk menginap disini selama dua bulan, tapi... Setelah sampai disini... Aku sudah tidak ingat lagi..."


Hayeo mencoba untuk mengerti dan memahami situasi yang telah terjadi dan hanya satu titik terangnya....


"kau pasti orang baik yang tidak punya otak" gumam Hayeo pelan


Hayeo berdiri, dia mendekati Kelion dan Zaint yang masih setia menunggu mereka berbincang.


"Kalian mengerti 'kan?" tanya hayeo dengan seringaian diwajahnya.


Mereka mengangguk dan menatap hantu wanita itu dengan menyedihkan.


"Yah, bodoh dan polos itu beda tipis" ungkap Kelion dengan mata iba.


"Dan kakak yang pintar(hebat) memainkan peranannya dengan baik, akan lebih menakutkan dari pada orang licik" sahut Delvan menyunggingkan senyumnya kearah Lili.


"Tapi, adik yang cerdas menilai situasi, tidak akan termakan omong kosong dari kakak serigala berbulu domba"


"So, jangan percaya dengan yang seperti itu, semakin ringan situasi semakin berat kondisi"


"Ya itu kamu, rubah(hama)" sahut Delvan dan Lili bersamaan.


"BUKAN MAEN!!!" Hayeo dengan lantang berteriak ketika mendengarkan konfrontasi antara tiga orang teman Arya itu.


Dimana Arya?


Jawabannya adalah masih pingsan di gendongan Zaint.


"Membunuh saudaranya demi takhta yang tidak akan dibawa mati"


••


••


••


Like and komen😁👍