
"Baiklah tapi... Kau harus berjanji tidak akan mengungkit masalah seperti ini kedepannya?"
"Ok, no problem!" Ujar Arya mantap.
Kesha membantu harimau itu untuk berbaring telentang. Sedangkan Arya membuat api untuk membuat air hangat. Dia melakukan sihir perpindahan dan mengambil beberapa benda yang menurutnya berguna. Dan jangan lupakan tentang perlengkapan bedah yang paling penting.
Dia mulai memakai masker wajah dan juga sarung tangan. Dia mencukur bulu disekitar tempat nya untuk membedah, itu akan lebih membantu ketika dia memulainya. Dia menyuntikkan cairan bius kearea tanpa bulu itu. Untung saja persediaan obatnya masih ada di laci kecil dikamarnya, kalau tidak dia akan mencurinya dari rumah sakit diistananya saja!
Dia sangat Fokus bahkan tidak ada yang bisa mengganggunya sedikitpun. Kesha hanya memperhatikan Arya yang terlihat profesional. Pada lah Arya sendiri pun sangat gugup bahkan tangannya agak gemetar. Seumur-umur baru kali ini dia melakukan persalinan pada hewan loh makanya dia takut melakukan kesalahan.
Ketika obat mulai bereaksi dia dengan perlahan menyayatkan pisau bedahnya dengan tenang, dia tidak boleh tergesa-gesa karena itu akan berbahaya bagi bayi harimaunya. Sedangkan Kesha dia hanya membantu mengusap keringat yang mulai timbul di wajah Arya akibat gugup.
•
•
•
Disaat bersamaan...
Saat ini kedua pria yang sedari tadi dibuat gelagapan karena anak mereka tak kunjung ditemukan Pun menjadi panik dan mulai kehilangan kontrol. Tadi mereka terus saja berbincang dan hari pun semakin sore. Zaint yang merasa ada yang tidak beres pun langsung menanyakan nya pada Sion dan ternyata yang terasa tidak beres tadi adalah...
Anak mereka kemana? Ini sudah sore!!
Dan begitulah akhirnya drama pencarian pun berlangsung.
"Bagaiman kalian menjadi sangat ceroboh, hah?! Kenapa kalian tidak menghentikan mereka ketika memasuki hutan, hah!? SI4L4N!!!" Sion berteriak karena merasa frustasi atas hilangnya anaknya. Dia mengetahui jika anak anak pergi ke hutan dari seorang menjaga kebun belakang.
Sedangkan Zaint dia memiliki aura gelap karena anaknya sebiji hilang tanpa ada jejak. Dia tidak masalah jika itu diistana, tapi, sekarang dia ada ditempat yang sangat jauh. Apalagi Zaint tau jika Arya tidak memiliki kepekaan tinggi terhadap arah.
"Jika kalian tidak menemukan putriku sampai malam hari maka kalian berharap lah untuk aku menyingkirkan kepala kalian yang tidak berguna itu!" Ancam Zaint karena dia kemarahannya sudah diatas batas.
"Sebaiknya kita cari dihutan!" Saran Sion yang sudah berlari keluar.
"..."
Zaint tidak menjawab dan mengikuti mereka dari belakang. Dia tidak peduli seperti apa kelihatannya dia ketika berlari di hutan, yang terpenting sekarang ini adalah menemukan anaknya.
Mereka terus saja memanggil nama anak mereka, sampai-sampai mereka tidak memperhatikan jalan dan tersandung bangkai hewan.
Apakah ada pertarungan tadi?
Apakah anak mereka masih selamat tanpa luka?
Bagaimana jika...? Tidak!!!
Sion Yang melihat bangkai itu mulai meneliti nya. Dia tidak menemukan adanya luka sayatan benda tajam seperti pisau atau pedang. Sepertinya mereka mati akibat bertarung dengan hewan lainnya yang memiliki level yang lebih tinggi.
Dan mereka menemukan jejak darah yang mengarah ke suatu tempat. Mereka mengikuti jejak darah itu. Tapi jejak itu berhenti tepat didepan mereka.
Saat mereka mengangkat kepala. Mereka langsung terkejut melihat di anak perempuan yang sedang dalam mode serius. Salah satu gadis itu hanya diam di samping gadis lainnya yang sedang berkutat dengan sesuatu dihadapannya.
Mereka tidak langsung maju, melainkan menunggu dibelakang. Mereka tidak ingin menggangu dia gadis itu.
Entah apa yang dilakukan gadis bersurai merah itu sampai dia hanya fokus kedepan bawahnya saja. Yang pasti bukan sesuatu yang sederhana.
Sedangkan gadis yang memiliki surai Aqua hanya diam memperhatikan dan sesekali mengusap wajah gadis bersurai merah.
"Sudah hampir keluar" Gumam gadis bersurai aqua yang tak lain adalah Kesha. Mereka yang ada dibelakang menjadi bingung.
Apa yang akan keluar?
Roarrr...
"Berhasil.... Kita berhasil..." Teriak gadis bersurai merah yang tak lain adalah Arya. Dia berteriak karena berhasil mengeluarkan bayi harimau itu dari perut ibunya dengan melakukan bedah sesar. Ini adalah pengalaman pertama mereka melakukan persalinan.
"Luar biasa! Sungguh keren!!" Sahut Kesha gembira.
"Tapi..." Arya melihat kearah harimau itu dan tiba tiba pandangannya menjadi sendu
Kenapa ibunya mati?
Arya memandikan bayi harimau itu dari darah. Dia membungkus nya sedemikian rupa hingga terlihat seperti bayi yang baru lahir. Padahal dia sendiripun penuh dengan darah.
"Pegang ini! Jangan sampai jatuh!" Perintah Arya menyerahkan bayi harimau itu pada Kesha.
"...Oke" Jawab Kesha sambil menerima bayi harimau itu.
Dua orang ayah yang berdiri dibelakang menatap anaknya dengan bodoh.
Mereka.... Membantu persalinan seekor harimau betina?!!
Berapa umur mereka, hah?!
Mereka tak menyangka kedua anak mereka kabur dari rumah hanya untuk membantu harimau melahirkan?!
Tapi pada kenyataannya itu hanya lah kebetulan yang aneh.
Arya menyentuh kening harimau yang sudah mati itu dan menggumamkan sebuah mantra. Perlahan tubuh harimau itu hancur menjadi kepingan kepingan debu yang bercahaya. Setelah tubuh harimau itu menghilang Arya mengambil Batu inti jiwa harimau itu yang tergeletak di tanah. Dia mendekati Kesha yang menggendong bayi harimau itu, dia mendekati batu inti jiwa itu kearah harimau kecil itu dan Lagi-lagi dia menggumamkan mantra. Batu inti jiwa itu perlahan melebur dan masuk kedalam tubuh harimau kecil itu.
Ketika melihat anaknya Lagi-lagi Zaint menatap b0d0h anaknya. Sion pun tercengang dibuatnya.
"..."
"..."
Terlalu pintar!
Arya merasa kepalanya pusing, dia memegangi kepalanya dan termundur kebelakang dua langkah. Dia kelelahan karena sudah berjuang(?)Menyelamatkan bayi harimau itu selama lebih dari dua jam.
Sebelum ambruk ketanah, Zaint menangkap anaknya dan menggendongnya ala bridal style.
Kesha yang melihat ayahnya dibelakang Zaint pun langsung berlari memeluk ayahnya.
Dia merasa sangat bahagia karena akhirnya ada yang menemukan mereka, apalagi yang menemukan mereka adalah ayah mereka.
"Ayah, kalian menemukan kami! Kami tersesat, hiks" Ujar Kesha sbil menangis bahagia.
"Iya ayo kita pulang!" Ucap Sion mengusap kepala anaknya lembut.
Sedangkan Zaint sudah berjalan duluan menggendong anaknya yang pingsan di pelukannya. Dia melupakan statusnya sebagai kaisar dan berlari kembali kearah mansion marlin yang letaknya cukup jauh dari hutan itu.
Arya yang pingsan itu terbangun tengah malam. Dia merasakan ada tangan yang melingkari perutnya. Ketika dia membuka matanya dan mencoba menoleh dia mendapati ayahnya yang sedang duduk tertidur disamping tempat tidur. Ini sudah ketiga kalinya dia pingsan selama enam tahun dia hidup.
Dia mencoba menyingkirkan tangan ayahnya dan berjalan menuju jendela. Dia menatap langit lalu menatap bajunya.
"..." Sudah diganti ternyata.
Dia mengenakan pakaian piama berwarna putih bersih. Terlihat sangat cocok dengan kulit putihnya yang seindah porselen mahal. Tidak ada perhiasan yang melekat ditubuhnya hanya ada gelang kecil yang biasanya dia pakai. Itu adalah gelang yang terbuat dari benang tebal dan diikat dengan manik.
Dia merindukan dua temannya.