The Tyrant Emperor's Cruel Princess

The Tyrant Emperor's Cruel Princess
KAISAR THEODORE



Pagi hari....


Ini adalah pagi yang cerah tapi tidak dengan dunia luar yang kini dihebohkan oleh ledakan tadi malam yang disebabkan tidak lain dan tidak bukan adalah ulah Arya. Ya, Arya yang kini sedang asik dengan dunianya sendiri didepan cermin, dia menatap serius ke arah pantulan wajahnya yang terlihat cantik tanpa bekas luka sedikitpun.


Tadi saat dia mandi dia dikejutkan dengan pola mawar dia dadanya kirinya. Polanya seperti bunga mawar yang mengeluarkan darah merah, dengan bentuknya kecil.


Apa apaan ini?!


Dan dia juga merasakan jika wajahnya terasa aneh, entahlah kenapa. Dia segera berlari kearah cermin dikamarnya padahal dia cuma memakai kimono mandi nya saja.


Bodoamat! Pakek baju kek engga kek yang penting ngaca dulu!


Dan yang dia lihat adalah...


Kenapa wajahnya jadi agak tirus...?!


Lemak bayinya hilang doong...?!


Arya membelalakan matanya karena tercengang. Dia tidak menyangka akan perubahan yang signifikan dari dirinya sendiri. Dia berlari ke pojok ruangan tempat biasanya dia mengukur tinggi badannya setiap tahun.


Jangan sampai....


Lah, woy, kok nambah 5 cm sih?!


Hal yang paling membuat Arya pusing adalah tingginya yang terus bertambah melebihi usianya. Dahulunya yang tingginya seperti anak usia tujuh tahun kini dia benar benar seperti anak delapan tahun saja.


Tok.. Tok...


"Arya ini Lili bisakah aku masuk?"


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari luar untuk itu adalah Lili. Dia biasa datang kekamar Arya pagi pagi sekali untuk bertemu dengan sang empu kamar. Ntahlah untuk apa, yang penting dia datang terus tiap pagi.


Arya yang mendengar ketukan dan sapaan dari Lili pn menyuruhnya masuk kedalam. Saat ada didalam Lili menaikan alisnya heran.


Kok belum pakai baju sih?


"Ar, sana gih, pakai bajumu? Hm... Ar, sepertinya ada yang salah dengan mu?" Ujar Lili menyentuh dagunya berfikir.


Arya yang mendapat kan pertanyaan dari Lili pun memalingkan wajahnya gugup. Sungguh, dia gak tau mau ngomong apa.


"Eh... itu... anu aku.... Hmm... Gak papa! Bantu aku pilih baju yuk!" Ujar Arya tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Lili. Bahkan tanpa disadari olehnya, dia sudah mengeluarkan keringat sebesar biji jagung di didahinya.


Lili yang tiba tiba diseret merasa janggal.


Kok rasanya dia makin tinggi ya?





Di Kekaisaran Theodore


Dikursi kebesarannya kini ada seorang pria yang terlihat tampan walau sudah berumur tapi tak menghilangkan karisma nya yang sangat mengesankan. dan memiliki rambut perak dan mata merah tajam.


Sedari tadi dia terus mendengar tentang laporan yang dibawa oleh bawahannya. Ya itu adalah Rechan Hen Theodore, kaisar Theodore sekarang ini ayah dari Hansell Leone Theodore.


Sudah satu tahun dia mencari tentang Arya tapi tidak mendapatkan titik terang. Bawahannya yaitu Vild, yang setahun lalu ditugaskan untuk mencari tahu pun juga hanya menemukan jalan buntu.


Dia sudah mencari tentang gadis yang memiliki mata emerald dan memiliki usia 5 tahun tapi yang dia temuan hanya 'PUTRI TUNGGAL KAISAR ROSELAND' dan tidak ada yang lain. Hanya Gadis itulah yang memiliki mata seperti emerald disemua Kekaisaran. Ya, itu memang warna mata yang unik, dan jarang ada yang memiliki warna hijau bersinar seperti warna emerald.


Jadi dia pun memutuskan DIA AKAN 'BERKUNJUNG' LANGSUNG KE-KEKAISARAN ROSELAND!


$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$_$


Dan disini lah dia diruang kerja Zaint yang penuh dengan hawa gelap.


Hm, semenjak Rechan tiba-tiba 'berkunjung' ketempat 'teman lama' suasana yang semula damai dan hening tiba tiba jatuh jadi tidak ada oksigen.


Ada perusak pemandangan!


"Jadi, ada apa kau datang kesini?" Tiba tiba Zaint membuka percakapan langsung ke intinya dengan suara dingin seperti biasanya. Entah kenapa semenjak balik dari perang bapak satu anak yang satu ini berubah jadi dingin lagi kek kutub, dulu kan sudah agak leleh, eh pas gak ketemu anaknya yang udah dua tahun gak dia temuin, pas ketemu eh anaknya malah jadi makin lucknut. Kan jadi males banget.


"Eh, katanya kau punya anak perempuan berusia enam tahun kan?" Tanya Rechan sambil melirik kearah Zaint yang menghentikan acara menulisnya sedari tadi.


"Lalu?" Tanya Zaint mengangkat alisnya.


"Dimana dia? Aku ingin melihatnya!"


"Dia--"


Ceklek....


"Ayah, aku--! hmm, siapa orang salju ini?" Tanya Arya memiringkan kepalanya saat dia tiba tiba masuk memotong kata kata yang akan keluar dari mulut Zaint.


Kenapa dibilang manusia salju? Karena Dia bisa melihat seorang lelaki memakai pakaian putih bersih dan rambut perak mata merah yang memang kelihatan seperti manusia salju.


Rechan: "..." What?! ! ! Siapa yang manusia salju?! !


Zaint: "..." Kau benar, dia hanya manusia salju! Kerja bagus nak!!


"Ha-hai nak, siapa nama kamu? Hm?"tanya Rechan agak tersinggung.


"Nama? Oh nama saya Aryalania Frosen Alexander Roseland, anda bisa memanggil saya Arya, Lalu siapa nama anda?" Tanya Arya Formal.


Zaint yang mendengar bahasa formal milik anaknya langsung mengernyit kan dahinya. Sejak kapan anak ini bisa berkata formal?


Wow, suatu keajaiban Arya yang bagi Zaint terkenal blangsak jadi orang yang 180° berbeda dari biasanya.


"Aku--"


"Dia hanya tikus got yang tersesat"


Belum sempat Rechan memperkenalkan dirinya tiba tiba Zaint menyerobot menjawab tanpa melihat orang yang ada disampingnya sudah memasang wajah datar.


Dasar si4l4n!!!


"Ayah aku mau ketempat kakek, aku merasa khawatir dengannya" Ujar Arya memelas.


Rechan yang mendengar nya merasa jika ayah dan anak ini sangat lah kontras. Dimatanya yang satu sangat dingin dan yang satu sangat perhatian. Tapi, akan beda ceritanya kalau dimata Zaint, dia selalu bertanya tanya apakah anaknya ini memiliki kelainan pada otaknya dan mimik wajahnya? Kenapa anaknya sangat cepat mengubah suasana dan penampilannya menjadi terlihat menyedihkan.


Apakah saat membuat anak ini, dia ada melakukan kesalahan?!


Tidak, itu tidak mungkin! Dia tidak mungkin melakukan kesalahan?


Apakah ini karma?


Makanya dia mendapatkan anak yang bertolak belakang dengannya. Pasti, itu pasti!!!


"Hah...! Pergilah ingat pulang sebelum matahari tidur!" Ujar Zaint memijat kepalanya. Dia khawatir jika dia tua sebelum waktunya hanya karena anaknya sendiri.


"Emm, tapi ayah..." Arya berlari memeluk Zaint dari samping. Rechan yang melihat itu sedikit kaget. Sejak kapan dia bisa dipeluk dengan mudah seperti itu?!


"Hm?"


"Malam ini ada pasar malam aku perlu kab-- ekhm maksudku, aku perlu minta izin pada mu dulu makanya aku kesini"


Rechan: "..." Aku yakin dia ingin mengatakan kabur. Aku penasaran seperti apa anaknya ini dibesarkan!?


"Ekhem, apakah aku masih dianggap disini?" Tanya Rechan sambil berdehem.


"Ah, maaf tadi saya melupakan anda, saya kira anda hanya angin lalu. Jadi siapa nama anda?"


Zaint: "..." ok, fiks dia benar benar anakku(dengan wajah bangga)


Rechan: "..." Sepertinya aku salah, AYAH DAN ANAK SAMA SAJA LUCKNUT NYA


"Yah, tidak masalah, ingat panggil aku paman! Namaku Rechan Hen Theodore!"


"Ah jadi anda dari Kekaisaran Theodore!" Tanya Arya belum konek.


"Apakah kau tidak terkejut?" Tanya Rechan heran. Biasanya orang akan merasa terkejut jika berhadapan dengan salah satu kaisar. Dan... Coba lihat anak ini yang menanggapinya dengan tenang.


"Untuk apa aku terke-- eh anda bilang nama anda tadi siapa?" Arya membelalakan matanya karena terkejut.


"aku Kaisar dari Theodore" jawab Rechan santai


Damn it!! Kok baru sadar sih?!


Dia adalah...


KAISAR THEODORE YANG SEKARANG!!!


uch, kenapa tidak ada yang memberitahunya?


"He-hey nak kamu tidak apa apa?" tanya Rechan sedikit khawatir.


"Ah, aku tidak apa-apa! Ayah aku pergi dulu dah!!" Ujar Arya melari keluar tergesa gesa.


Zaint: "..." heh, dia terkejut! Sangat seru melihat wajah shock nya itu!


"Hm? Anaknya pergi bukannya kau balas melambai, kau malah tertawa apakah kau benar ayah anak itu?" Tanya Rechan melirik kearah Zaint.


"Heh, tentu saja dia putriku! Kau tahu bukan jika darah lebih kental dari pada air!?" jawab Zaint kembali kearah pekerjaannya yang masih menumpuk.






Halo gess aku mau tanya, ini alur ceritanya gampang banget ditebak gak sih? Soalnya aku coba sambungin dari bab yang lain.dengan yang satu sama yang lain nya itu agak gimana gitu jadi mohon dimaklumi saya masih pemula!


Kalau ada kata yang salah saya minta maaf.


Thanks yang udah baca


Jangan lupa like and koment ya👍&💬


See you next time🥰


Love you all😘