The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Dipingit



Syafa sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama mamanya. Usai sholat Dhuhur, Syafa terus saja menempel pada sang mama dan tak henti mengeluarkan rayuan pada sang mama.


" Ma, ayolah... " Syafa bergelayut manja di lengan mamanya. Mama Lesty menghembuskan napasnya pelan. Ini sudah hari ketiga ia dipingit. Selama tiga hari ia tidak diperbolehkan keluar rumah oleh orangtuanya walau hanya selangkah. Syafa yang biasanya selalu wara wiri, kesana kemari keluar rumah tentu saja merasa bosan.


" Sabarlah kak, empat hari lagi kok! " Jawab Mama Lesty.


" Kakak bosan ma! Ayolah, bentar aja ya " Syafa tidak menyerah membujuk mama Lesty.


Kring.. kring..


Suara deringan ponsel mama Lesty membuat mereka berdua terdiam.


"..."


" *Hallo, waalaikumsalam!! "


"..."


" Iya, saya kesana sekarang! Apa Viona sudah disana? "


"..."


" Waalaikumsalam*! "


" Mama harus pergi. Pihak WO sudah ada di hotel tempat resepsi pernikahan kamu! " Mama Lesty beranjak bangkit dari tempat duduknya.


" Ma, tapi kan.. "


" Mama pergi dulu ya. Assalamualaikum "


" Ma, kakak ik.. "


" Ah, mama " Gerutu Syafa yang melihat sang mama keluar rumah tanpa mendengar ocehannya. Syafa akhirnya pasrah dan kembali kekamarnya. Namun, saat akan membuka pintu kamar ia melihat sang papa baru keluar dari ruang kerjanya.


" Kamu sendiri kak? Bukannya tadi sama mama? " Tanya papa Rizky.


" Mama katanya mau ketemu WO pa " Jawab Syafa lesu.


" Oiya ya! Papa lupa tadi pagi mama udah kasih tau. Terus kenapa wajahnya ditekuk gitu hem? " Tanya papa Rizky lagi setengah mengejek. Karena ia sudah tahu pasti alasannya.


" Pa.. jangan mengejek! "


" Papa hanya bertanya, kenapa kakak jadi sensitif akhir akhir ini " Ujar papa Rizky.


" Hem.. perasaan papa aja kali " Jawab Syafa malas.


" Kenapa sih kak? Empat hari lagi mau nikah, tapi wajahnya cemberut terus. " Papa Rizky mengurungkan niatnya yang hendak ke lantai bawah. Ia lantas menarik tangan putri sulungnya itu dan duduk di sofa yang ada diruang keluarga lantai atas.


" Pa, kakak mau keluar rumah bentar ya! " Jika membujuk sang mama gagal, maka papa Rizky yang menjadi sasarannya.


" Emang kakak mau kemana? " Tanya papa Rizky.


" Kerumah Asya pa! Kakak kangen kumpul bareng mereka berdua " Kebetulan tadi Rara memamerkan di sosmed dirinya dan Asya yang asyik berenang di kolam renang rumah Asya. Dan orangtua Asya yang sedang keluar kota membuat kedua gadis itu bebas dirumah.


" Biar papa suruh mereka kesini! Kakak nggak perlu keluar rumah. Pamali calon pengantin wara wiri keluar rumah " Jawab papa Rizky santai.


" Itukan cuma mitos pa! Nggak usah terlalu percaya " Sanggah Syafa. Papa Rizky tersenyum melihat putri sulungnya bertambah kesal. Perlahan ia mengelus rambut panjang sang anak.


" Bukan percaya nak! Hanya menghindari hal hal buruk yang mungkin terjadi. "


" Tapi kakak bosan dirumah terus pa! Papa bisa suruh bodyguard jagain kakak kan? " Syafa kembali bertanya.


" Sabar nak! Kapan lagi kamu menikmati waktu santai gini. Kalau kamu benar benar bosan, papa akan telpon kedua sahabatmu itu untuk menemani dirumah. Gimana? " Tawar papa Rizky.


" Tapi pa.. "


" Tidak ada penawaran, mereka yang kesini atau tidak sama sekali " Ancam papa Rizky. Jujur, ia juga merasa tak tega melihat sang anak memelas seperti itu. Tapi kali ini ia harus tegas demi sang anak.


" Iya baiklah, papa suruh mereka kesini aja " Lirih Syafa. Papa Rizky segera menarik Syafa kedalam pelukannya.


" Maafin papa ya sayang, papa nggak bermaksud mengekang kamu. Bersabarlah beberapa hari ini untuk kebaikanmu sendiri " Lirih papa Rizky membuat Syafa terdiam. Ia sadar semua demi kebaikan dirinya.


" Maafin kakak juga ya pa! "


" Yaudah, kakak istirahat ya! Papa akan telpon Rara dan Asya supaya mereka bisa menemanimu " Syafa mengagguk tanpa bantahan lagi.


...****...


" Waalaikumsalam, berisik banget lo " Keluh Syafa menatap jengah sahabatnya.


" Yaelah, sahabatnya datang gini bukan disambut malah diomelin " Sahut Asya seraya duduk disamping Syafa yang sedang duduk diatas ranjang disusul oleh Rara juga.


" Abisnya kalian teriak² kayak di hutan! " Sahut Syafa masih tetap fokus pada bacaannya.


" Gue bela belain kesini demi lo, tapi lo sibuk sendiri " Rara yang kesal segera merebut novel itu dari tangan Syafa membuat calon pengantin itu memberengut kesal.


" Ishh, Rara apa²an sih lo " Kesal Syafa.


" Ini, mending lo perawatan supaya waktu hari H nanti wajah lo cerah " Rara memberikan sepaket masker wajah kepada Syafa.


" Hemm.. kalian juga pake! "


" Iyaa "


Ketiga sahabat yang awalnya bertengkar itu kini tertawa lepas seraya memakaikan masker itu diwajah mereka masing masing.


" Udah udah berhenti dong ketawanya! Ntar rusak maskernya " Ucap Rara dengan menahan tawa.


" Iya, mending kita tiduran aja! " Asya membaringkan tubuhnya pada kasur queensize milik Syafa. Kedua sahabatnya ikut naik keatas kasur. Lama kelamaan mereka bertiga benar benar tertidur.


...****...


" Kakak mana pa? Jangan bilang papa izinin dia keluar? " Baru saja masuk rumah, mama Lesty sudah mencercah papa Rizky dengan beberapa pertanyaannya. Papa Rizky yang sedang bersantai di gazebo halaman belakang seraya membantu Aleta menyelesaikan tugas kuliahnya sontak menoleh.


" Duduk dulu ma! Bicara yang tenang, jangan emosian " Jawab papa Rizky seraya menggeser duduknya dan menyuruh mama Lesty duduk disampingnya.


" Kan biasanya papa langsung luluh liat si kakak merengek " Omel mama Lesty seraya duduk di samping papa Rizky.


" Tadi kak Rara dan kak Asya datang ma! " Sahut Aleta. Mama Lesty menatap keduanya meminta penjelasan.


" Iya Agrec! Tadi mas yang meminta mereka datang dan menginap supaya Syafa nggak bawel lagi mau keluar rumah " Jelas papa Rizky seraya merangkul pundak mama Lesty.


" Sekarang mereka dimana? " Tanya mama Lesty.


" Tadi adek liat mereka bertiga tidur di kamar kakak! Abis maskeran juga " Sahut Aleta yang masih fokus dengan tugas kuliahnya.


" Gimana dengan urusan WO pernikahan kakak ma? " Tanya papa Rizky.


" Semua oke pa! Tinggal penyempurnaan lagi " Sahut mama Lesty.


" Syukurlah kalau begitu "


" Hemm.. yaudah! Mama mau mandi dulu ya " Ujar mama Lesty seraya beranjak dari duduknya.


" Mau papa temenin ma? "


" Nggak perlu " Ketus mama Lesty membuat ayah dan anak itu tertawa lepas.


Sementara ketiga sahabat itu baru saja selesai mandi. Mereka baru terbangun setengah jam lalu. Dan kini, ketiganya turun kelantai bawah karena sebentar lagi adzan Maghrib berkumandang. Mereka akan sholat berjamaah di mushola rumah seperti biasanya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam, kalian sudah bangun? " Tanya mama Lesty.


" Heheh.. iya tante! Kita kebablasan tadi " Ujar Rara.


" Maaf ya tan, " Sahut Asya.


" Nggak papa, mending Syafanya kalian ajak tidur daripada merengek minta keluar rumah terus " Omel mama Lesty membuat kedua sahabat Syafa terkekeh.


" Kalian sudah izin sama orangtua kalian kan kalau mau menginap disini selama empat hari? Tante juga akan telpon mama kalian nanti "


" Kita udah izin kok tante. " Sahut Asya yang dibenarkan oleh Rara.


" Yasudah, nanti lanjut lagi ngobrolnya ya! Sekarang atur Syafnya.. Sebentar lagi Adzan Maghrib berkumandang " Ujar papa Rizky.


" Hehe.. maaf om! Kalau udah ngobrol sama tante kayak nggak ada abisnya " Kelakar Rara.


" Iya kak! Cocok deh kalau masuk acara gosip " Sahut Aleta membuat semua terkekeh. Suara mereka terhenti saat mendengar adzan Maghrib sudah benar benar berkumandang dari masjid dekat rumah. Setelah adzan, papa Rizky mulai mengumandangkan iqamah dan memulai sholatnya.


To be continued!!!