
Tak terasa sudah satu minggu mereka bertiga di Kanada. Dan hari ini saatnya mereka pulang. Setelah semua urusan selesai. Mereka memilih menaiki jet pribadi karena hari ini jadwal penerbangan di bandara Internasional Pearson Toronto sangat padat. Selain itu, Rizky juga sudah mengirim jet pribadi keluarga Ferdian untuk menjemput anak anaknya di Kanada bahkan sebelum ia memberitahu anak anaknya. Menyebalkan bukan? Tapi memang begitulah Rizky, apapun ia lakukan demi kebaikan anak anaknya.
°°°°°°°°
" Aunt Etta " Panggil Syafa
" Yes, Miss " Jawab Aunt Etta segera menghampiri nona mudanya
" Aunt, please accompany me to buy gifts for my family (Bibi, tolong temani aku membeli oleh oleh untuk keluargaku) " Ujar Syafa
" Okay Miss, wait a minute " Jawab Aunt Etta. Syafa mengangguk dan Rosetta segera pergi kekamarnya dan berganti baju.
" Leta cepetan " Teriak Syafa didepan pintu kamar Aleta
" Iya kakak tunggu bentar "
" Mau kemana dek? " Tanya Dafa melihat Syafa yang sudah rapi.
" Beli oleh oleh buat mama, papa sama yang lainnya mas. Mau ikut nggak? " Tanya Syafa
" Mas mau ketempat seminar hari ini, ada berkas yang belum mas kasih " Ujar Dafa
" Nggak jadi pulang dong mas? "
" Jadi dong, mas kan cuma sebentar. Lagian ntar malem baru take off kita " Ujar Dafa.
" Miss " Panggil Rosetta menghampiri mereka bersama Aleta
" Mas, aku pamit dulu ya. Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam,hati hati "
" Let's go " Mereka pun pergi.
°°°°°°°°°°°°
Ferdian Mall
Ya, tujuan mereka adalah Ferdian Mall. Mall terbesar di kota Toronto milik keluarga Ferdian. Mall ini dibangun kurang lebih 15 tahun yang lalu. Namun, tak mengurangi minat pengunjung untuk mengunjungi Mall. Karena dari tahun ke tahun Ferdian Mall selalu direnovasi menuruti kemajuan jaman. Sehingga dari orang dewasa sampai anak anak sangat suka mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar ini.
Mereka masuk ke dalam toko baju dan mulai mencari baju baju yang cocok untuk mama,papa dan kakak kakak mereka. Setelah itu beralih ke toko pernak pernik dan toko perhiasan. Dan banyak lagi stand yang mereka kunjungi.
" Kak, makan dulu yuk, laper nih " Ujar Aleta
" Boleh, kita cari restoran seafood aja ya " Usul Syafa
" Iya "
Merekapun kembali turun ke lantai dua tempat restoran seafood berada menggunakan eskalator. Setelah menemukan restoran seafood mereka pun masuk.
" Duduk disana aja " Ajak Aleta menunjuk ketempat duduk dipojokan. Syafa mengangguk dan mereka berjalan menuju meja itu.
" good afternoon,Miss! Sorry, this is the food menu in our restaurant ( selamat siang nona! Maaf, ini adalah menu makanan di restoran kami) " Ujar seorang pelayan menghampiri mereka sembari memberikan buku menu. Syafa tersenyum dan menerimanya. Ia dan Aleta serta Aunt Etta mulai memilih makanan yang ada dimenu kemudian memesan sesuai keinginan mereka.
" Alright, wait a minute miss! Excuse me " Ujar Pelayan itu setelah mereka menyebutkan menu yang akan mereka pesan.
" Thank you sis " Jawab Syafa tersenyum ramah.
" Kak, aku ketoilet bentar ya " Ujar Aleta yang diangguki Syafa. Aleta segera berdiri dan ketika ia berbalik...
Bukk..
Seorang wanita yang berjalan sembari memegang minuman ditangannya menabrak Aleta. Maklumlah, ia berjalan sambil memainkan ponselnya.
" Aww, sorry " Ujar Aleta
" Do you have eyes? If you walk, look! ( Punya mata nggak sih?kalau jalan liat liat dong ) " Ujar Wanita itu sontak membuat Aleta menegakkan kepalanya.
" Celine " Ujar Aleta
" Aleta "
" You have to pay compensation, look at my clothes getting wet like this! ( kamu harus ganti rugi, lihat bajuku sampai basah kayak gini! ) " Ujar Celine
" You are the wrong one. You walk while playing on your Handphone. So you should be the one to compensate ( kamu yang salah. Kamu jalan sambil main handphone. Jadi semestinya kamu dong yang ganti rugi ) " Bantah Aleta
Syafa dan Aunt Etta berdiri dan berjalan menghampiri Aleta dan Celine. Rivan yang melihat ada keributan segera mendekat. Ya, Rivan dan Celine sedang menemui klien direstorant ini. Begitupun orang orang yang penasaran.
" What is this? " Tanya Rivan mendekat
" Mas Rivan ada disini? " Tanya Syafa
" Iya, kebetulan ketemu klien tadi " Jawab Rivan. Syafa mengangguk.
" Aleta ada apa? " Tanya Syafa tentunya tidak dimengerti oleh orang disana.
" I don't want to know anyway you have to compensate! ( Saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harus ganti rugi ) " Ucap Celine menunjuk Aleta
" I don't want compensation because it's your fault! ( saya tidak mau ganti rugi karena memang kamu yang salah! ) " Teriak Aleta
" Aleta, sabar dek. Jangan cari keributan disini " Ujar Syafa mengelus pundak adiknya
" Tapi dia keterlaluan kak " Jawab Aleta
" Okay, Miss Celine, how much is the compensation? ( Oke, Nona Celine, berapa ganti ruginya? ) " Tanya Syafa tak ingin memperpanjang masalah.
" 350 Dollars" Jawab Celine membuat Syafa tertawa.
" You're not kidding, miss. I know very well that the price of the clothes is not more than 35 Dollars (Anda jangan bercanda, nona. Saya tahu betul harga baju itu tidak lebih dari 35 Dollar ) " Ujar Syafa membuat Celine kaget.
Semua orang yang menyaksikan keributan itu sangat kaget dengan keberanian Syafa. how dare this girl go against Miss Celine. Pikir mereka.
" how did she know? " Batin Celine
" Moreover, the clothes you are wearing are just imitations or not originals. So it can be bought for 15 dollars only. ( Apalagi baju yang anda kenakan itu hanya barang tiruan alias tidak asli. Jadi bisa di beli dengan harga 15 dolar saja.) " Sambung Syafa.
" Do not talk too much! Just give it back quickly (Jangan banyak bicara! Cepat berikan saja ganti ruginya.) " Teriak Celine yang mulai kesal
" Actually, 350 dollars is nothing to me. I can give it directly to you. But I don't think I'm going to give that money to you for nothing. Because it's tantamount to blackmail. The money you are asking for is 10 times the price of your clothes ( Sebenarnya uang 350 dolar itu bukan apa apa buat saya. Saya bisa berikan langsung kepada anda. Tapi saya rasa saya tidak akan memberikan uang itu secara percuma kepada anda. Karena itu sama saja dengan pemerasan. Uang yang anda minta 10 kali lipat dibandingkan harga baju anda) " Ujar Syafa tetap tenang.
" how do you know the price of my clothes miss? ( Dari mana anda tahu harga baju saya, Nona? ) " Tanya Celine dengan nada mengejek.
" Oh come on, Miss Celine, the clothes are very much sold in Indonesian traditional markets. Even well-known boutiques in Indonesia, such as Syafa Boutique and Viona Boutique, only cost around 30 dollars. ( Oh ayolah nona Celine, Baju itu sangat banyak dijual dipasar pasar tradisional Indonesia. Bahkan pada butik yang terkenal di Indonesia Seperti Syafa Butik dan Viona Butik saja harganya hanya sekitar 30 dolar.) " Ujar Syafa. Rivan tersenyum mendengar nama butik bundanya disebut oleh Syafa. Memang butik milik Viona itu sudah sangat terkenal di Indonesia bahkan mancanegara.
" Never mind, I don't have much time. Give me the money right now! (Sudahlah, saya tidak punya banyak waktu. Berikan uang itu sekarang juga!) " Ujar Celine
" What if I don't want to? (Bagaimana kalau saya tidak mau? ) " Tanya Syafa sekali lagi membuat Celine kesal.
" You know who I am? ( Kamu tahu siapa saya?)" bentak Celine
" Of course I know, you are Mr. Rivan's secretary. And One more thing, you are also a shameless secretary (tentu saja tahu, kamu adalah sekretaris tuan Rivan. Dan Satu lagi, Kamu juga sekretaris yang tidak tahu malu ) " Ejek Aleta
" How dare you! " Teriak Celine hendak menampar Aleta namun lebih dulu sebuah tangan kekar menangkap tangannya.
" Don't play rough, miss (Jangan main kasar, nona) " Ujar Pria itu
" Darren " Ujar Syafa, Aleta dan Rivan bersamaan. Mereka semua memanggil Darren dengan sebutan nama karena Darren sendiri yang memintanya.
" What happened? " Tanya Darren.
" There is a bit of a problem! ( Ada sedikit masalah) " Jawab Syafa
" Come on Celine, get your clothes off and we're out of here. There's still a lot of work in the office that you haven't finished.(Sudahlah Celine, bersihkan bajumu dan kita pergi dari sini. Masih banyak pekerjaan dikantor yang belum kau selesaikan.) " Potong Rivan
" Mas Rivan, biar aku menyelesaikan masalah ini dulu, please! Aku ingin semua selesai dengan tuntas karena aku sangat tidak suka dengan orang orang yang sombong " Ujar Syafa menatap tajam Celine. Semua orang disana tidak mengerti dengan ucapan Syafa. Yang jelas mereka tahu bahwa Syafa sedang marah pada Celine.
" Baiklah " Jawab Rivan
" Need my help? " Tanya Darren.
" No need Darren, you guys are just spectators so I can finish everything (Tidak perlu Darren, kalian jadi penonton saja biar aku yang menyelesaikan semuanya ) " Jawab Syafa tersenyum penuh arti
how brave this girl
I salute your courage
I hope today is not the last day to see the sun rise
yeah, he doesn't know who he's up against
Dan masih banyak lagi bisik bisikan orang orang itu membuat Syafa tersenyum.
" Sepertinya masyarakat disini sangat takut pada wanita ini. Tapi tenang, akan aku tunjukan siapa diriku padanya supaya ia tak terlalu menyombongkan diri " Batin Syafa tersenyum sinis.
" I am the daughter of the richest man in this city. So don't mess with me (Saya adalah putri dari orang terkaya di kota ini. Jadi jangan main-main denganku) " Ujar Celine
" Only the daughter of the richest man in town? ( Hanya anak orang terkaya dikota ini?) " Ejek Aleta
" If it's true that you're the daughter of the richest man in this city, then why are you working as secretary to Mr. Rivan, Miss?(Jika memang benar kamu putri orang terkaya dikota ini, lalu mengapa kamu bekerja jadi sekretaris tuan Rivan, Nona?) " Tanya Darren
" Because I want to live independently ( Karena saya ingin hidup mandiri) " Jawab Celine
" nonsense "
" Outrageous, I will call my father here. And I make sure your history will be finished! ( Keterlaluan, Saya akan panggilkan ayah saya kemari. Dan saya pastikan riwayat kalian akan tamat! ) " Ujar Celine
" just call, I'm not afraid! " Jawab Syafa tenang membuat semua orang susah payah menelan savilahnya.
To Be continued!!