The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Galau



" Allright miss, excuse me. Once again sorry for my daughter's behavior (Baiklah nona, permisi. Sekali lagi maafkan kelakuan putri saya) " Ujar Wilson memelas saat Syafa benar benar tak terpengaruh dengan ucapannya.


" Hmm.. " Balas Syafa


" Dad, what the hell is this? Why did daddy just give up? I don't want to live poor Dad! (Dad, apa apaan ini? Kenapa daddy menyerah begitu saja. Aku nggak mau hidup miskin Dad!) " Teriak Celine


" Celine, shut up. It's all because of you too. If only you didn't bother them, surely daddy's company wouldn't go bankrupt like this (Celine, diamlah. Ini semua juga gara gara kamu. Jika saja kamu tidak mengusik mereka, pasti perusahaan daddy tidak akan bangkrut seperti ini) " Bentak Wilson pada Celine


" Celine, I'm sorry I can no longer hire you in my company because I don't want my company's reputation to be ruined because of what you did today! In other words today I fired you! (Celine, maaf saya tidak bisa lagi mempekerjakan Anda di perusahaan saya karena saya tidak ingin reputasi perusahaan saya hancur karena apa yang Anda lakukan hari ini! Dengan kata lain hari ini aku memecatmu!) " Ujar Rivan


" What? No sir please don't fire me. " Ujar Celine


" really don't like your performance so far. You can only command other people. And seeing your behavior today, I'm so sure to fire you ( Saya memang tidak suka dengan kinerjamu selama ini. Kamu hanya bisa memerintah orang lain saja. Dan melihat tingkah lakumu hari ini, saya jadi sangat yakin untuk memecatmu) " Jawab Rivan


" Damn, my chance to get close to Rivan was wasted because I was fired from that company. ( Sial, kesempatanku untuk mendekati Rivan jadi sia sia karena aku dipecat dari perusahaan itu. ) " Batin Celine


" It seems the saying arrogance can destroy you is true. (Sepertinya pepatah kesombongan bisa menghancurkanmu memang benar adanya.) " Ejek Syafa. Wilson yang sudah terlanjur malu segera menarik tangan Celine keluar dari restoran. Para pegawalnya juga ikut pergi.


" Mr. Robert, go back to your room. Remember! This is my first and last warning. If you do it again then I will not hesitate to destroy you! (Pak Robert, kembalilah keruanganmu. Ingat! Ini peringatan pertama dan terakhir dari saya. Jika anda mengulanginya lagi maka saya tidak akan segan segan menghancurkanmu!) " Titah Syafa dengan tegas


" Yes, Miss. Thank you " Ujar Robert segera pergi dari tempat itu.


" Kakak " Ujar seseorang dari arah pintu


" Leta, udah selesai? " Tanya Syafa


" Sudah kak, mana miss ondel ondel itu? " Tanya Aleta


" Udah pergi " Jawab Syafa


" Pergi? " Tanya Aleta


" Iya, kamu tenang aja kakak udah kasih pelajaran buat dia dan ayahnya yang sombong itu " Jawab Syafa emosi.


" Yaudah kita pergi sekarang " Sambung Syafa


" Iya kak " Jawab Aleta


" Sorry everyone, because I messed up your lunch. Please continue with lunch. As my apologies, I will pay for all of your lunches.(Maaf semuanya, karena saya sudah mengacaukan acara makan siang kalian. Silahkan dilanjutkan makan siangnya. Sebagai permintaan maaf saya, saya akan membayar semua makan siang kalian semua.) " Ujar Syafa sembari menangkupkan tangannya didepan dada.


" Thanks Miss " Ujar semuanya. Syafa mengangguk.


" Satyo, kau urus semuanya " Ujar Syafa


" Baik nona "


" Darren, Thank you for your help. We say goodbye! Maybe today is our last day here, because this afternoon we will return to Indonesia. Nice to meet you here, hope we can meet again some time. (Darren, terima kasih bantuannya. Kami pamit! Mungkin hari ini hari terakhir kami disini,karena sore nanti kami akan pulang ke Indonesia. Senang bertemu denganmu disini,semoga kita bisa berjumpa lagi lain waktu.) " Ujar Syafa pada Darren teman baru mereka.


" Yes, I hope we can meet again some other time. See you! (Ya, aku berharap lain waktu kita bisa berjumpa lagi. Sampai jumpa!) " Ujar Darren


" Mas Rivan, kami pamit ya. Moga nanti kita bisa ketemu lagi di Indonesia. Jaga diri baik baik dinegri orang. Jangan sampai tersesat ke jalan yang salah. Assalamualaikum! " Lanjut Syafa


" Iya, makasih ya. Kalian juga jaga diri dan hati hati dijalan. Waalaikumsalam! " Jawab Rivan


" Ayo dek " Syafa dan Aleta mulai melangkah keluar restoran.


" Boleh aku mengantar kalian kebandara nanti?" Tanya Rivan sedikit berteriak saat Syafa dan Aleta hendak melangkah keluar. Syafa berbalik dan tersenyum.


" Tentu saja boleh, Mas. " Jawab Syafa. Mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia sehingga warga disana tidak mengerti ucapan mereka.


°°°°°°°°°°°°°°


✓Bandara Internasional Pearson Toronto, Kanada


" Selamat jalan ya, moga selamat sampai tujuan " Ujar Rivan


" Aamiin..Makasih ya Van " Jawab Dafa mewakili kedua adiknya sembari menepuk pelan bahu Rivan.


" Sama sama mas Dafa " Balas Rivan.


" Salam buat Darren ya mas. Sampaikan maaf kami karena nggak bisa pamitan dulu sama dia sebelum pulang ke Indonesia " Ujar Syafa


" Iya Fa, Darren juga minta maaf karena nggak bisa anterin kalian ke bandara karena dia harus menghadiri rapat penting " Jawab Rivan. Syafa mengangguk tanda mengerti.


" Yaudah, sudah waktunya kita take off. Rivan kami pamit ya. Assalamualaikum " Ujar Dafa


" Waalaikumsalam "


***********


Beberapa bulan kemudian...


" Kenapa ya kok mas Rivan nggak pernah hubungin aku lagi? Apa iya dia sibuk banget sampe nggak ada waktu buat istirahat? Oohh.. ayolah Syafa, kamu tuh bukan siapa siapanya mas Rivan kenapa kamu jadi kepikiran gini sih. Tapi.. ah, entahlah. Kenapa juga aku jadi badmood gini gara gara dia " Ujar seorang gadis didalam hatinya sembari mengaduk ngaduk makanan dihadapannya


" Fa, dimakan dong baksonya. Kenapa cuma diaduk aduk aja " Ujar Rara. Mereka bertiga sedang berkumpul dikantin kampus.


" Nggak selera gue " Jawab Syafa dengan malas.


" Kepikiran mas Rivan ? Emang lo nggak pernah komunikasi lagi sama dia? " Tanya Asya. Yups, tepat! Pertanyaan Asya adalah jawaban dari kegundahan Syafa hari ini. Semenjak ia pulang dari Kanada, ia jarang berkomunikasi lagi dengan Rivan. Bahkan bisa dibilang tidak pernah! Terakhir kali mereka chattan itu hari dimana Syafa sampai di Indonesia. Setelah itu tidak pernah lagi.


" Nggak tahu "


" Kok nggak tahu sih " Sambung Rara. Syafa mengangkat bahunya pertanda tak mau tahu.


" Ih, ngeselin tahu nggak " Ujar Asya


" Nggak tahu " Balas Syafa lagi.


" Pengen gue tonjok rasanya nih anak " Balas Rara geram.


" Nggak tahu " Jawab Kedua sahabatnya


" Kalian apa apaan sih " Kesal Syafa


" Lagian lo tuh ya, kita tanya jawabnya nggak tahu nggak tahu mulu. Eh giliran dijawab gitu juga kesel kan jadinya " Omel Asya


" Iya deh sorry " Ujar Syafa.


" Pulang kuliah kita ngemall yuk. Udah lama nggak belanja bareng kalian berdua " Ujar Rara


" Boleh tuh " Jawab Asya


" Lo mau ikut nggak Fa? " Tanya Rara


" Nggak ah, males gue. Mau pulang aja " Jawab Syafa sembari berdiri dan meninggalkan kedua sahabatnya.


" Oiya, tolong bayarin sekalian punya gue ya " Sambung Syafa sebelum pergi dan memberikan dua lembar uang seratus ribu pada Asya


" Kesambet apa tuh anak, tumben banget nggak ada semangat semangatnya ngampus hari ini " Gumam Asya


" Mungkin bener yang lo bilang tadi Sya " Jawab Rara


" Mungkin aja, yaudah deh katanya mau ngemall. Ayo buruan mumpung masih pagi nih"


" Iya ayo " Merekapun membayar pesanan mereka dan segera menuju keparkiran untuk mengambil mobil mereka kemudian berangkat ke mall.


*********


" Kemana sih kak Nic, katanya mau jemput tadi" Omel Syafa. Ia duduk dihalte yang berada tak jauh dari gerbang utama kampusnya. Memang tadi pagi ia berangkat bersama Nico karena mobilnya mogok.


Tin..tin...


" Mau ikut nggak? " Tanya seseorang dari balik kemudi.


" Nggak usah, makasih! Gue dijemput sama kakak gue " Jawab Syafa.


Tampaknya orang itu tak mendengar ucapan Syafa. Ia turun dan mendekati Syafa. Sebuah payung ia bawah pada tangan kanannya.


" Ayo ikut aja, hari udah mau ujan loh " Ujar Pria itu.


" Reyhan, lo tuh apa apaan sih. Kalah gue bilang nggak ya nggak, gue lagi nunggu..."


Tin..tinn...


" Ayo buruan dek " Teriak seseorang dari dalam mobil mewah lebih mewah dari mobil Reyhan. Mobil itu berhenti tepat dibelakang mobil Reyhan.


" Iya kak " Jawab Syafa


Byurrr...


Belum sempat Syafa melangkah kedalam mobil Nico, hujan lebih dulu mengguyur.


" Yah, hujan deh " Keluh Syafa


" Mau aku anter kemobil? " Tawar Reyhan


" Nggak usah Rey " Jawab Syafa


*Kak Nico


Tunggu disana jangan kemana mana! Kak Nic jemput.


Sebuah pesan dari Nico menahan Syafa yang tadinya ingin menerobos hujan. Ia menunggu Nico turun. Tak lama Nico turun menggunakan payung. Ia segera mendekati Syafa.


" Lama banget sih kak, aku udah nunggu disini sampe jamuran tahu nggak? " Ujar Syafa kesal


" Sorry dear, tadi kakak ada pertemuan dadakan dengan klien " Ujar Nico membuat Syafa semakin cemberut.


" Oh, jadi lebih mentingin klien daripada aku, gitu? " Rajuk Syafa.


" Enggak gitu juga " Jawab Nico menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Gini deh, sebagai permintaan maaf kakak gimana kalau kita mampir dulu direstorannya omah, kita makan siang disana " Sambung Nico


" Beneran ya kak Nic " Ujar Syafa berbinar


" Iya dong! Lest go " Jawab Nico.


" Oiya, pacar kamu Fa? " Tanya Nico melihat Reyhan.


" Mana ada, ini Reyhan teman satu kelas aku " Jawab Syafa


" Tapi kakak nggak pernah liat "


" Karena dia baru masuk beberapa bulan ini " Jawab Syafa


" Pantas aja kakak nggak pernah liat, yaudah deh ayo pulang " Ujar Nico yang diangguki Syafa. Mereka pun berjalan kearah mobil Nico dengan satu payung. Setelah sang adik masuk barulah Nico masuk dan duduk didepan kemudi.


tinn.. tin..


" Duluan bro " Teriak Nico dari dalam mobil. Reyhan hanya tersenyum menanggapinya.


" Kamu wanita yang sangat menjaga diri dari pria Fa, tapi kenapa kamu begitu dekat dengan dia. Bahkan dia berani meluk kamu dan kamu sama sekali nggak nolak. Sedangkan aku? Memegang tanganmu pun aku tak boleh. Apa maksud semua ini? Kenapa hatiku sakit ngeliat kamu dekat dengan pria lain " Batin Reyhan tersenyum kecut. Perlahan ia masuk kedalam mobilnya tanpa membuka payung yang ia bawa.


To be continued!!!