The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Pulang



*Skip..


Waktu makan siang sudah tiba. Pak Romli mengajak mereka untuk makan siang bersama masyarakat yang berada dipengungsian. Dengan senang hati Syafa dan teman temannya menyetujui ajakan pak Romli.


Mereka sudah duduk beralaskan tikar membentuk formasi lingkaran. Berbagai makanan yang sudah dimasak bersama sama tadi sudah di sajikan ditengah tengah mereka. Satu per satu mulai mengambil makanan dan mulai menyantapnya bersama sama. Tak lama makanan yang dihidangkan tadi sudah habis tak tersisa.


Usai makan, mereka bertujuh berpamitan kepada warga dan juga kepala desa. Syafa juga memberikan cinderamata sebagai kenang kenangan untuk warga. Juga untuk anak anak didik Yura yang sempat berkenalan dengannya tadi. Setelah itu mereka pamit pulang. Mereka bertujuh kembali berjalan kaki menuju ketempat mobil Nico diparkirkan.


" Terima kasih sudah mampir ke desa kami, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Sampaikan salam saya kepada dosen dan juga teman teman kalian yang sudah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rezekinya kepada kami semua " Ujar pak Romli setelah mereka sampai


" Sama sama pak, terima kasih banyak atas doanya. Insyaallah salam bapak akan kami sampaikan kepada dosen dan teman teman kami. Kalau gitu kami pamit ya pak, terima kasih atas waktunya hari ini. Maaf kalau kedatangan kami mengganggu waktu bapak dan warga disini " Ujar Rivan mewakili teman temannya


" Tidak merepotkan sama sekali, kami malah senang dengan kedatangan kalian. " Jawab pak Romli membuat semuanya tersenyum.


" Baiklah, kalian hati hati dijalan ya " Sambung pak Romli


" Kami jalan ya pak, Assalamualaikum " Pamit Nico


" Waalaikumsalam " Satu per satu dari mereka mulai naik mobil. Terakhir Syafa dan Nico yang naik mobil.


Nico mulai melajukan mobilnya secara perlahan.


" Langsung pulang kerumah semua kan? " Tanya Nico sembari fokus menyetir


" Iya " Jawab Semuanya dengan kompak kecuali Syafa


" Ehmm.. anterin aku ke butik bentar ya kak " Ucap Syafa dengan ragu ragu


" Ngapain? langsung pulang kerumah aja. Kan besok bisa kebutiknya " Protes Nico


" Aku cuma mau ngecek laporan keuangan aja kok kak " Jelas Syafa


" Nggak, pokoknya kamu langsung pulang " Ujar Nico tegas


" Bentar aja kak, abis itu aku janji langsung pulang " Bujuk Syafa


" Yaudah kakak temenin abis nganterin mereka" Ujar Nico


" Kak Nic pulang aja biar aku pulangnya sama mas Dafa. Aku udah chat mas Dafa dia bilang jam 02.00 pulang. Jadi aku ikut dia aja, lagian rumah sakit milik mas Dafa dan Butik aku searah " Jawab Syafa


" Hemm.. yaudah deh,tapi kalau mama marah aku nggak mau tanggung jawab ya " Ujar Nico dengan nada sedikit mengancam


" Iya kak Nicoku yang tersayang, ntar aku kabari mama deh biar nggak khawatir sama aku " Ujar Syafa lagi.


" Hemm.. ". Suasana di mobil kembali hening. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di depan butik milik Syafa. Nico mengantarkan Syafa terlebih dahulu karena memang jarak butik Syafa yang paling dekat dibanding rumah teman teman yg lain. Setelah melepas sabuk pengaman Syafa segera turun.


" dadahh, sampai jumpa lagi ya " Ujar Syafa melambaikan tangannya.


" Sampai jumpa lagi Fa " Jawab Alisyah yg diangguki semuanya.


" Van, lo kedepan gih. Nggak enak kalau kayak gini gue berasa jadi sopir kalian. " Ujar Nico


" Oke " Balasnya kemudian beranjak turun dan pindah kesamping Nico.


" Jangan terlalu sore pulangnya, telpon kakak aja kalau mas Dafanya nggak bisa pulang cepet" Ujar Nico memperingatkan


" Iya kak Nic " Balas Syafa


Nico mulai melajukan mobilnya meninggalkan butik Syafa. Setelah melihat mobil Nico pergi, Syafa segera masuk ke dalam.


°°°°°°°°°°


" Kak Nic " Panggil Nadin


" Iya "


" Boleh nanya nggak "


" Boleh, mau tanya apa? "


" Ehemm... butik tadi itu beneran milik Syafa sendiri " Tanya Nadin


" Iya, butik itu memang Syafa yang bangun dari uang punya dia sendiri " Jawab Nico


" Wah, hebat banget ya Syafa " Puji Alisyah


" Bener banget gue juga bangga banget punya sahabat kayak dia " Timpal Rara


" Udah udah jangan ngomongin orang terus. Dosa loh " Ujar Kean


" Yang dosa itu kalau ngatain orang, lah ini kita semua lagi muji Syafa kok " Sambung Nico


" Bener tuh " Sambung Rivan


" Heheh.. "


°°°°°°°°°


Syafa Boutique


Setelah mobil Nico tak telihat, Syafa masuk ke dalam butiknya.


" Selamat siang nona " Sapa salah satu karyawan butik yang bername tag Anandita


" Siang " Jawab Syafa tersenyum ramah. Ia melangkah menuju lantai 2 dimana ruangannya berada. Saat akan membuka pintu salah satu bawahan Syafa kembali menyapanya.


" Selamat siang nona " Sapa wanita cantik yang merupakan orang kepercayaan Syafa.


" Siang Inka " Balas Syafa ramah


" Oiya, saya minta tolong bawakan laporan keuangan butik bulan ini keruangan saya ya " Titah Syafa


" Baiklah nona "


" Terima kasih ya "


" Sama sama nona " Inka segera menuju ruangannya untuk mengambil berkas yang diminta Syafa sedangkan Syafa segera masuk ke dalam ruangannya.


" Bismillah, semangat Syafa " Ujarnya menyemangati diri sendiri. Kemudian Syafa duduk dikursi kebesarannya. Ia mulai menyalakan laptopnya dan mulai memeriksa berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Tok...tok.. tok..


" Masuk " Seseorang yang mengetuk pintu pun segera masuk.


" Maaf mengganggu waktunya nona, ini laporan keuangan yang nona minta " Ujar orang itu. Sontak Syafa menoleh


" Taruh saja disini Inka " Ujar Syafa menunjuk kesalah satu sisi mejanya. Inka pun mengangguk dan menaruh laporan itu ke meja kerja Syafa.


" Saya permisi nona " Ujar Inka kemudian


" Terima kasih ya In " Ujar Syafa


" Sama sama nona " Inka pun segera keluar dari ruangan Syafa. Syafa kembali melanjutkan pekerjaannya.


Waktu sudah menunjuk pada pukul dua tepat. Namun sepertinya Dafa belum juga menampakkan batang hidungnya.


" Ah, mas kemana sih katanya jam dua pasti udah ada disini. Ini kok belom nongol juga " Gumam Syafa. Syafa berniat menelpon sang kakak, namun sebelum ia menelpon ada sebuah pesan masuk.


* Mas Dafa


" Assalamualaikum dek, maaf ya mas agak telat jemput kamu soalnya tadi ada korban kecelakaan, jadi mas mengoperasi dia dulu. Kamu tunggu ya, ini mas udah selesai bentar lagi otw."


Syafa pun membalas


* Syafa


" Waalaikumsalam mas, iya nggak papa. Okedeh aku tunggu tapi jangan lama lama ya "


* Mas Dafa


" Iya dek "


Syafa mengambil kertas dan pensil di laci meja kerjanya. Ia berniat membuat desain sebuah baju yang sedang trend dikalangan masyarakat dengan sentuhan khusus dan khas dari dia sendiri tentunya. Sembari menunggu sang kakak menjemput.


Lima belas menit kemudian, Dafa sampai dibutik Syafa. Ia segera naik keruangan sang adik. Syafa yang sudah selesai mendesain satu motif baju trend segera merapikan alat tulisnya. Setelah itu ia segera turun dan pulang bersama Dafa.


To be continued!!!