The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Kejadian diluar rencana



Beberapa jam berlalu dan matahari sudah menuju peraduannya. Hari mulai gelap. Adzan Isya berkumandang. Ikhsan sengaja mampir ke sebuah mushola kecil untuk menunaikan ibadah sholatnya dengan khusyu. Sebenarnya rasa kantuk dan lelah sudah menyerangnya membuat pertahanan tubuhnya melemah. Perjalanan cukup jauh menyita dan menguras habis energinya. Apalagi mengingat bagaimana kehangatan keluarganya yang membuatnya sangat merindukan rumah. Sudah pasti ada sambutan dari mamanya yang bawel, tentu dengan menyuguhkan makanan dan camilan kesukaannya. Juga ayahnya yang suka iseng bertanya soal teman perempuan. Yaah, pacar lah kalo disebut. Ini bagian paling sensitif bagi Ikhsan. Belum lagi tingkah adik perempuan semata wayangnya yang kadang bikin kepala nyut-nyutan. Ahhh, I Miss my family...


Bayangan keluarganya menari-nari di pelupuk matanya. Ingin sekali rasanya dia segera terbang untuk sampai kerumahnya. Yaah, andai dia punya sayap.


Namun tengah asyik Ikhsan membayangkan ayah, ibu dan adiknya, samar-samar Ikhsan mendengar suara seorang perempuan meminta tolong. Ikhsan jadi gelagapan. Insting kemanusiaannya mulai mengajaknya beringsut dari tempat itu. Segera dia memakai tas rangsel ukuran besar itu di punggungnya, lalu memakai kaos kaki dan sepatu sportnya. Segera dia berlari menuju asal suara itu, dia mengikuti insting nya. Ternyata di belakang mushola itu ada gang kecil nan sempit menuju ke sebuah semak belukar. No, ini hutan. Tapi ada semacam gedung terbengkalai. Entahlah, Ikhsan tak begitu menyukai tempat ini. Namun, sekali lagi, Ikhsan hanya mengikuti asal suara perempuan minta tolong itu. Sempat terbersit dipikirannya, suara perempuan itu, manusia atau hantu ya? Hiyyyy ngeri sedep ahh!


Walau hatinya berkecamuk, tapi tidak menyurutkan langkah kakinya untuk mendekati tempat aneh itu. Finally, Ikhsan sudah sampai di sebuah gubug reot disana. Hanya itu. Lalu, suara perempuan itu? Ikhsan menyisir tempat itu dengan tatapan tajamnya. Berusaha memvisualisasikan pemandangan ini. Tiba-tiba, braakkk...!!! "Auuuwwhhh" Pekik seorang perempuan. Disusul oleh suara berat beberapa lelaki disana. Terlihat pemandangan yang mudah Ikhsan tebak, ternyata si preman itu mau menggoda dan mengerjai seorang gadis cantik itu. Sehingga kini si gadis di sekap di gubug reot itu. So, ironic!


"eeehh, bocah ingusan! Ngapain loe disini?"


Tanya seorang lelaki berusia sekitar 40an itu. Tubuhnya kekarnya dipenuhi oleh tato dan membuat Ikhsan agak gentar. Ikhsan mulai pasang ancang-ancang waspada. Kuatir keadaan ini menjadi ancaman buat dirinya.


"ha..ha..ha..!! Cari mati dia bos!!" Seloroh kawanan preman itu.


'Hmm, cuma 2 orang' Gumam Ikhsan.


"Hey Abang, aku gak punya niat untuk mencari masalah. Aku minta dengan baik-baik, agar abang-abang yang ganteng ini mau melepaskan perempuan itu! Kasian bang, inget lah sama anak perempuan dan istri Abang dirumah."


"uhuk...uhuk...." Lelaki kedua itu batuk-batuk tersindir oleh perkataan Ikhsan.


'kena kau' Ikhsan bergumam sambil tersenyum tipis.


Tapi tidak begitu dengan lelaki pertama, dia terlihat marah dan memperlihatkan tatapan tak ramahnya.


"Hey bocah tengik, gue ini jomblo abadi. Gak punya istri, apalagi pacar! Loe bosen idup yah?" Kata si preman itu sambil berusaha menghajar Ikhsan. Menyaksikan pemandangan itu, si perempuan itu menjerit. "Awaaaasss...!!"


Tiba-tiba, terdengar suara bughhhhh!! Seseorang tersungkur di tanah. Terlihat pemandangan yang kurang mengenakkan, situasinya begitu mencekam. Lelaki bocah ingusan itu menodongkan pistol ke kepala si preman yang tubuhnya sudah tersungkur ke tanah dengan luka lebam di pipi dan darah yang mengucur di bibirnya, membuat sang preman itu mau tak mau harus merendahkan harga dirinya dengan lari tunggang-langgang meninggalkan Ikhsan dan mangsa perempuannya itu.