
Mereka makan dalam keadaan hening. Hingga makanan dipiring itu habis tak tersisa.
Drett.. drett.. dret..
Suara dering ponsel Syafa memecahkan keheningan yang tercipta.
Bang Rakađź’–
Syafa melirik sekilas ponselnya yang diletakkan diatas meja seraya meminum jus jeruk pesanannya itu. Setelah itu ia meraih ponselnya dan mengangkat telpon dari abangnya itu. Tanpa disadari ternyata Rivan memperhatikannya sedari tadi.
" Assalamualaikum bang! "
" Waalaikumsalam, kamu dimana? Abang sudah ada di loby kantor papa " /Raka
" Syafa lagi meeting dengan klien bang, gantiin aak yang juga lagi meeting dengan klien perusahaannya! " /Syafa
" Dimana meetingnya? Abang jemput ya! "
" Nggak perlu bang, nanti Syafa langsung minta dianter kerumah sakit sama supir kantor. Abang pulang aja. Lagian kata aak, teh Aca sama aunty Devi ada dirumah sakit menemani mama menjaga papa " /Syafa
" Kami yakin mau pulang sendiri "
" Iya bang, Syafa bukan anak kecil lagi. "
" Yaudah hati hati ya! "
" Iya abang sayang, assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Rivan menatap sendu kepada Syafa. Sakit rasanya melihat orang yang kita cintai tertawa bahagia bersama pria lain.
" Ikhlaskan hatiku ya Allah. Syafa benar, jika kita membahagiakan oranglain kebahagiaan itu juga akan kembali pada kita nantinya! Mungkin suatu hari nanti aku juga merasakan bahagia itu. Tabahkanlah hatiku ini Ya Allah "
" Mas Rivan, maaf! Aku permisi, aku juga harus ke butik dan kembali kerumah sakit menemani mama merawat papa. " Ujar Syafa seraya beranjak.
" Terima kasih sudah bersedia menemani kami makan siang Syafa, tuan Edwin, dan nona Dhea! Untuk tagihannya biar saya yang bayar. Salam untuk tuan Rizky " Jawab Rivan.
" Makasih mas Rivan, kami permisi dulu! Assalamualaikum "
" Berbahagialah selalu Syafa. Aku tunggu undangannya. Waalaikumsalam!"
...****...
Hari hari dilewati Syafa dengan kesibukannya yang semakin bertambah. Ia harus pandai pandai membagi waktu untuk butik, perusahaan perhiasan miliknya dan juga perusahaan papanya. Bahkan beberapa kali ia harus lembur karena pekerjaannya yang padat. Tapi ia juga bersyukur setidaknya ia tidak mempunyai banyak waktu untuk memikirkan perjodohan yang telah disetujuinya itu. Kondisi papa Rizky juga sudah mulai membaik. Sekarang ia sudah diperbolehkan pulang kerumah. Hanya lengan kirinya saja yang masih diperban dan belum boleh terlalu banyak digerakkan.
Dan hari ini, sesuai keinginan Syafa acara lamaran akan diadakan. Sebenarnya kedua keluarga ingin mempertemukan keduanya dulu mengingat Ando yang tidak hadir ketika pertemuan keluarga beberapa minggu yang lalu. Namun, Syafa menolak. Ia tidak ingin memperpanjang waktu. Cukup ketika lamaran saja mereka saling mengenal.
" Wah!! Kamu cantik banget dek " Puji Rasya yang masuk kedalam kamar Syafa diikuti oleh twins H. Syafa hanya tersenyum. Beberapa detik yang lalu ia baru saja selesai di rias oleh pihak MUA.
" Rancangan tiga desainer ternama loh teh!! Idenya kakak, teh Aca sama calon mertuanya kakak " Goda Aleta yang tiba tiba masuk kedalam kamar sang kakak.
" Apaan sih dek! " Ujar Syafa cemberut.
" Yups, benar sekalii " Timpal Rasya.
" Semua sudah siap? " Tanya Nayra yang masuk kedalam kamar Syafa bersama Zahira.
" Mama dan papa sudah menunggu kita dibawah " Sambung Zahira.
" Kalau begitu kita turun! Ayo dek " Rasya menuntun Syafa berdiri.
" Biar kakak dan Aleta yang tuntun Syafa! " Ujar Nayra yang sudah berdiri disamping Syafa dan Aleta di sisi lainnya. Sementara Rasya sibuk menuntun twins.
" Ma.. mi!! " Celoteh keduanya.
" Iya sayang! Kita turun ya nak. Kita mau ke acaranya aunty Syafa, abang sama adek jangan nakal ya " Ujar Rasya.
" Ayo adek Hanna sama aunty aja ya " Kedua anak itu menurut. Mereka turun beriringan. Di ruang tamu, papa Rizky, mama Lesty dan ketiga kakak laki laki Syafa sudah menunggu. Tak lupa kedua ponakan Syafa yang lainnya juga sudah siap di sana.
...*****...
Sama halnya dengan kediaman Ferdian, di kediaman keluarga Pranata juga tak kalah riwehnya. Semua sedang bersiap untuk acara lamaran yang di adakan dalam jangka waktu yang cukup singkat.
" Kak, apa kakak sudah siap? " Tanya Kalista pada kakaknya yang sedang bersiap di dalam kamarnya.
" Sudah! " Jawab sang kakak.
" Santai Van, jangan terlalu gugup gitu " Ujar Shalsa yang menyusul masuk diiringi oleh Hana dan Nabila.
" Iya adik ipar! Santai aja. Lagian udah ganteng kok gugup. Gentle dong " Ledek Hana pada adik iparnya ini.
" Nggak gugup kok kak! Tenang aja "
" Uncle ganteng banget " Tiba tiba Ciko datang bersama Reyna dan juga Bahira mencairkan suasana.
" Iya, kayak pangelan yang ada dibuku dongengnya Nana " Sahut Reyna membuat Rivan tersenyum.
" Uncle kalo udah nikah, jangan lupain Ila ya! Uncle halus tetep sayang sama Ila " Ujar Bahira dengan gaya cadelnya membuat Rivan mengalihkan pandangannya.
" Ya nggak dong sayang, uncle nggak mungkin lupain anak cantik kayak Ira. " Sahut Nabila seraya mencubit gemas pipi anaknya itu.
" Yaudah, kita turun yukk!! Opah sama omah udah nungguin dibawah " Shalsa menggadeng Rivan untuk turun sementara para kakak iparnya menggiring dibelakang seraya memegang ketiga anak yang sedang aktif aktifnya itu.
...*****...
Green Ferdian Hottel
Rombongan mempelai pria sudah sampai di lokasi acara. Disebuah hotel milik keluarga Ferdian yang sudah dihias dengan sedemikian megahnya. Bunga bunga melati putih berjejer menghiasi ballroom hotel. Beberapa tamu undangan tampak sudah memenuhi ballroom hotel ini, untuk menyaksikan kedua insan yang sama sama pengusaha muda saling mengucapkan komitmen untuk hidup bersama sebelum melangsungkan acara akad yang belum direncanakan kapan akan dilaksanakan.
Ayah Andra dan bunda Viona berjalan berdampingan dengan sang putra didepan. Dibelakang mereka tampak Vivto dan Hana serta Ciko dan Reyna ikut mengiringi. Lalu disusul juga Axel dan Nabila yang menggedong Tari sedangkan Bahira digandeng sang ayah. Dibarisan keempat tampak Shalsa bersama Biman yang menggendong Ivan yang tampak tertidur. Tak ketinggalan si bungsu, Kalista yang ikut mengiringi seraya membawa hantaran untuk calon mempelai wanita bersama keluarga besar Pranata yang lain.
Begitu memasuki ballroom hotel, mereka disambut ramah oleh keluarga Ferdian. Tampak papa Rizky dan mama Lesty tersenyum sumringah menanti keluarga besannya ini. Disamping mereka juga para anak menantu mereka yang mendampingi. Sedangkan sang mempelai wanita berada di salah satu kamar hotel. Ia akan datang ketika dipanggil nantinya.
" Bukankah itu tante Lesty? Mamanya Syafa! Ada mas Dafa dan Aleta juga? Apakah Syakilah adalah saudarinya Syafa? Lalu dimana Syafa? "
To be continued!!!
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Assalamualaikum sahabat online..
Alhamdulillah, hari ini aku bisa nyempetin up ceritanya.
Aku mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Semoga kita semua senantiasa sehat, selalu dilindungi oleh yang maha kuasa, murah rezeki dan yang terpenting dipermudah dalam menjalankan ibadah puasa.
Mohon maaf lahir dan batin semuanya🙏🙏
Ttd
Nanda Utamy