The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Rencana Latihan bersama



Sepulang kuliah, Safira bergegas menuju mobilnya yang tentu saja sudah menanti supir setia keluarganya.


Safira : " Mang, langsung pulang yaa.. Nanti sore aku ada kelas karate, siap-siap yaa mang.. " Tukasnya.


Mang Supir : " Iya non, saya stand by di lantai bawah yaa non... "


Safira : " siap, mamang yang baik... " Jawab Safira sambil memposisikan tangannya di ujung pelipis dengan lima jari tegak, gerakan orang sedang hormat.


Si mamang hanya terkekeh melihat kelakuan anak majikannya itu.


Di sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya, Safira terlihat sangat bersemangat. Untuk mengusir kegabutan di dalam mobil, Safira mengeluarkan telepon genggam untuk menghubungi teman barunya di kelas karate. Hasna. Ya, Hasna.


Safira : Ping


Hasna : Yoyoii


Safira : Sore ada kelas khan?


Hasna : Iyeee


Safira : Kamu masuk?


Hasna : Masuk laaaahh, kamu?


Safira : Iya, ketemu disana yaa kita


Hasna : okee


Safira : Kamu lagi apa?


Hasna : Aku baru balik sekolah, udah langsung suruh ngerjain tugas.


Safira : Kasiaan, siapa yang nyuruh?


Hasna : Abang aku..


Safira : Oohh, enak yah punya Abang. Ada yang jagain.


Hasna : Euumm, enaknya punya Abang karena ada yang traktir makan. Hee.


Hasna : Siap bos.


Chat sudah berakhir menyisakan senyuman di bibir Safira.


Safira bergegas menuju kamarnya. Mommy belum terlihat. Mungkin sedang beristirahat dikamarnya. Kebetulan Daddy sedang libur dinas hari ini.


Safira segera ke kamar mandi dan berwudhu, kemudian segera menunaikan ibadah sholat dhuhur dan beristirahat sebentar. Karena dalam waktu sekitar 2 jam lagi, ia akan bergegas pergi menuju sekolah karate.


Sementara dirumah Hasna.


Hasna tidak mampu menyembunyikan perasaan kesalnya terhadap sang abang. Pasalnya, baru saja tiba dari sekolah dan baru selesai makan siang dan sholat, eehh sang abang langsung menyuruhnya mengerjakan PR sekolah. Padahal ia khan ingin berleha-leha didepan tv dulu. Tapi apalah daya. Sang abang sudah membelikan nya laptop keluaran baru, demi menunjang sarana belajarnya.


Untuk mencairkan suasana, Hasna membuka pembicaraan. Disana juga ada sang mama sedang membaca novel kesukaannya.


Hasna : " Bang, sore ini Hasna ada kelas karate, Abang bisa jemput gak? "


Ikhsan : " Eumm lihat nanti yaa, emang berangkatnya nanti sama siapa? " Tanya ikhsan.


Hasna : " Kalo berangkat nya sih Hasna mau pesen ojek online aja bang! " Tukasnya.


Ikhsan : " Ngapain pake ojek online, nanti Abang antarkan sekalian ya! " Tawarnya.


Namun Hasna menggeleng. Pertanda tak setuju.


Hasna : " Abang, tau gak sih, babang g*jek juga butuh uang buat makan anak bininya. Kalo bukan dari kita yang order, darimana babang g*jek itu dapet poin dan uang? Kasian khan... " Jelas Hasna panjang lebar.


Sang mama hanya mengangguk dan tersenyum melihat kebijaksanaan dan rasa empati dari sang anak.


Ikhsan : " Oh gituu, iya, iya deh tuan putri yang baik hati.. " Canda Ikhsan.


Hasna hanya memancungkan bibirnya sambil mendelik kearah sang Abang. Ikhsan hanya tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, pertanda DAMAI dan AMPUN tuan putri. Kemudian sang mama menimpali : " Betul itu sayang, kebaikan sekecil apapun pasti akan dibalas Allah. Dan sebaliknya, kejahatan sekecil apapun, pasti juga ada karmanya. Mama harap, kalian menjadi anak Sholeh Sholehah yang kelak bisa mengangkat derajat orang tua kalian, tolong jadilah anak yang baik yaa, semua kebahagiaan yang kita rasakan ini hanya titipan dari Allah, maka kita harus berbagi juga dengan yang lain.. " Nasihat mama untuk anak-anaknya.


Ikhsan dan Hasna hanya mengangguk pelan dan tersenyum.


Mereka menikmati siang itu dengan kehangatan keluarga. Sayang, sang ayah tidak sednag dirumah karena masih ada di area percetakan mengawasi jalannya produksi berbagai macam jenis cetakan yang minggu ini harus sudah selesai, diantara nya : surat undangan, berbagai macam surat resmi dan lain sebagainya.