The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Bertemu lagi



Keesokan Harinya....


Setelah berpamitan pada semua keluarganya kini Dafa, Syafa dan Aleta berangkat menuju bandara bersama pak Ujang, supir mereka. Namun sebelum ke bandara, mereka mampir ke kampus Syafa sebentar karena Syafa akan menyerahkan surat izin yang sudah ditandatangani oleh papanya kepada dosen.


" Kilah " Panggil seseorang saat Syafa turun dari mobil.Sontak Syafa menoleh.


" Hemm..kenapa Rey? " Tanya Syafa malas.


" Tumben kamu telat. Ayo buruan masuk kelas bentar lagi pelajaran mau dimulai " Ajak Reyhan hendak menyentuh tangan Syafa. Namun Syafa menepisnya lebih dulu.


" Gue nggak ngampus hari ini " Jawab Syafa


" Kenapa? " Tanya Reyhan


" Ada urusan keluarga " Jawab Syafa acuh


" Udah buruan lo masuk kelas sana. Katanya bentar lagi pelajaran mau dimulai. Ngapain ngurusin gue " Ujar Syafa kembali melangkahkan kaki menuju ruang dosen. Namun Reyhan masih mengikutinya.


" Ngapain lo ngikutin gue Rey? "


" Aku mau mastiin ucapan kamu " Jawab Reyhan


" Apaan sih, gak jelas " Jawab Syafa ketus.Ia segera masuk ruang dosen dan menyerahkan surat izinnya. Setelah itu ia segera berjalan ke gerbang utama kampus dimana kakak,adik dan supirnya menunggu.


" Kilah, berapa lama kamu cuti? Kok pake surat izin segala "


" Setahun " Jawab Syafa ketus


" Apa? Jangan becanda kamu "


" Siapa juga yang bercanda. Dasar aneh " Jawab Syafa segera masuk mobilnya.


°°°°°°°°°°°


√ Toronto, Kanada


Seorang pria tampan bersama kedua gadis cantik dan enam bodyguard mereka baru saja keluar dari bandara internasional Pearson Toronto, Kanada. Kini ketiganya menaiki mobil mewah yang akan membawa mereka menuju tempat tinggal sementara mereka.


°°°°°°°°°°°°°


Ferd Arethan Appartement


" Welcome, Sir, Miss " Sapa seorang wanita muda yang sepertinya merupakan ART di apartemen. Ya, mereka akan menginap di Apartemen milik opah mereka selama di Kanada.


" Thank you " Balas ketiganya. Mereka menyeret koper masing masing dan masuk ke dalam kamar. Oiya, diapartemen ini ada dua ART yang sengaja dipekerjakan oleh opah Ferdian untuk membersihkan apartemen setiap hari. Mereka bernama Rosetta dan Nina. Mereka bisa memanggil Rosetta dengan panggilan aunt Etta karena memang wanita itu sudah berumur kira kira seperti mama mereka. Tapi tidak dengan Nina karena ia seumuran dengan Syafa. Nina juga berasal dari Indonesia sedangkan aunt Etta berasal dari Kanada.


Pukul 23.00 Wib mereka sampai di Kanada atau tepatnya Pukul 10.00 Waktu Kanada. Karena merasa lapar Syafa berinisiatif memasak makanan untuk ia, adik dan masnya makan nanti.


" Is there anything I can help you with, miss?( Ada yang bisa saya bantu, nona? ) " Tanya Rosetta ketika ia berada didapur.


" uh aunt Etta, why are there no food ingredients in the fridge?(Eh bibi Etta, kok nggak ada bahan makanan dikulkas? ) " Tanya Syafa


" Sorry miss, we haven't had time to shop yet (Maaf nona, kami belum sempat belanja) " Jawab Rosetta


" ehm.. well then let me do the shopping ( ehm.. kalau begitu biar saya saja yang belanja) " Jawab Syafa semangat


" No need miss, just let me ( Tidak perlu nona biar saya saja ) " Balas Rosetta


" Come on aunt Etta, occasionally let me do the shopping. Besides, I don't know Canada very well, so I thought it would be fun if I did the shopping (ayolah bibi Etta,sesekali biarlah saya yang belanja. Lagipula saya belum terlalu mengenal Kanada, jadi saya rasa akan sangat menyenangkan kalau saya yang belanja) " Ujar. Syafa


" but later the big master will be angry, miss (Tapi nanti tuan besar marah, nona) " Jawab Rosetta


" won't aunt, this is my own wish! ( Tidak akan bi, ini keinginan saya sendiri ) " Balas Syafa


" Yes, miss ( Baiklah nona ) " Jawabnya pasrah.


" Yes, thank you aunt Etta " Ujar Syafa girang sembari memeluk Rosetta.


°°°°°°°°°°°


Kini Syafa sudah siap pergi. Ia menggunakan pakaian muslimah kekinian berwarna Maroon dengan jilbab instan senada. Serta sepatu heels yang tak terlalu tinggi. Ia mengambil tas tangan putih kesayangannya. Tak lupa memasukkan handphone serta dompetnya kedalam tas itu. Setelah itu ia keluar.


" Kak, mau kemana? " Tanya Aleta


" Belanja bahan makanan, mau ikut nggak? " Tawar Syafa


" Mau dong, tunggu bentar ya kak aku ganti baju dulu " Ujar Aleta berlari menuju kamarnya. Dafa yang melihat tingkah kedua adiknya hanya geleng geleng kepala.


" Hemm.. iya boleh, tapi perginya sama supir dan bodyguard " Jawab Dafa


" Makasih ya mas " Ujar Syafa


" Iya, ingat jangan lama lama "


" Siap mas " Tak lama Aleta datang. Setelah berpamitan kedua gadis muda itu segera turun dan menaiki mobil. Kali ini mereka memakai sopir seperti yang diperintahkan Dafa. Empat bodyguard juga mengiringi mereka menggunakan mobil lain dibelakang.


°°°°°°°°°°°


Supermarket!


Syafa dan Aleta sedang asyik memilih bahan makanan. Mereka berkeliling dari lorong satu ke lorong lainnya hanya untuk mencari bahan yang diperlukan. Hingga tak sengaja mata Syafa menangkap sosok seseorang yang ia rindukan. hah? Rindu?... Entahlah, tapi yang pasti Syafa merasa galau hanya karena ia tak memberi kabar selama satu hari. Eh.. ralat maksudnya dua hari serta hari ini.


Memang sih pria itu tidak menghadap kearahnya. Namun dari Style baju yang ia kenakan Syafa sangat kenal, Ya baju itu baju pemberian khusus dari Syafa untuknya sebelum berangkat ke Kanada. Apalagi mereknya yang sedikit keluar membuat Syafa yakin bahwa dia orangnya.


" Kakak, ayo. Sudah semua kan? " Ujar Leta mengagetkan Syafa


" Eh.. iya ayo " Jawab Syafa. Mereka segera menuju kasir untuk membayar.


" how much it costs?( Berapa harganya? ) " Tanya Syafa saat sampai di kasir.


"it's all twenty dollars, miss( Semuanya 20 dolar,nona ) " Jawab Kasir itu


" Okay " Jawab Syafa. Ia mencari dompetnya di tas. Tapi sepertinya dompet itu tak ada ditasnya.


" Dek, liat dompet kakak nggak? " Tanya Syafa pada Aleta


" Nggak kak " Jawab Aleta yang membuat Syafa panik.


" Aduh dimana yah, perasaan kakak udah masukin ke tas tadi " Ujar Syafa. Ia mulai kebingungan.


" Mana aku nggak bawa uang lagi " Sambung Aleta.


" sorry miss, can you speed it up a bit! Because a lot of people are queuing (mohon maaf nona,bisa dipercepat sedikit! Soalnya banyak yang mengantri) " Ujar kasir itu


" hem.. please wait a moment sis, it looks like I left my wallet, I will send someone to drop it here (hemm.. tolong tunggu sebentar mbak,sepertinya dompet saya ketinggalan, saya akan menyuruh orang untuk mengantarnya disini) " Ujar Syafa kemudian ia mengambil ponselnya dan hendak menghubungi anak buahnya yang ia suruh menunggu diluar untuk mengambil uang diapartemen.


" just use my card ( Pakai kartuku saja) " Ujar pria muda yang mengantri dibelakang Syafa sembari menyodorkan blackcardnya pada kasir. Jujur saja, ia sedikit kesal melihat Syafa yang terlalu lama mencari dompetnya. Apalagi ada sekretarisnya yangs selalu menempel padanya. Sebenarnya ia seperti mengenal gadis didepannya ini. Apalagi melihat gelangnya saat ia sibuk mencari cari dompetnya tadi. Namun pemikiran itu segera ia tepis mengingat tak mungkin gadis itu ada di Kanada.


Deg...


" kok kayak suaranya... " Batin Syafa sembari berbalik.


" Mas Rivan "


" Kak Rivan " Ucap Syafa dan Aleta hampir bersamaan.


" Syafa, Aleta " Balas Rivan yang juga terkejut.














To be continued!!