The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Kembali Bekerja



Syafa terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara tawa anak balita. Pemandangan yang pertama ia lihat, kedua ponakannya yang asyik bermain dengan sang suami di atas karpet di kamarnya. Sungguh menyejukkan hati.


" Holeeee.. " Teriak Hanna ketika berhasil menyusun balok balok kecil di atas karpet.


" Shuttt.. jangan berteriak sayang, nanti auntynya kebangun " Ujar Rivan lirih. Syafa hanya tersenyum mendengarnya.


" Ain.. ain.. ain.. " Hanif yang asyik dengan pesawat kertas di tangannya. Hingga tak sengaja ia menabrak balok yang sudah disusun oleh sang adik.


Bughh...


" Inan Na, abang.. huahh.. " ( Mainan Anna, abang ) Hanna menangis melihat balok balok itu berserakan.


" Masyaallah, jangan nangis sayang! Abangnya nggak sengaja tuh. Uncle bantu susun lagi ya... ayo!! " Rivan mulai menyusun balok balok itu lagi. Membuat Hanna berhenti menangis.


" Abang juga harus bilang apa sama adeknya? "


" Aaf adek Na " ( Maaf adek Anna ) Hanif langsung memeluk adiknya itu membuat Rivan tersenyum gemas.


" Masyaallah, anak anak pintar kalian " Rivan mencium kening keduanya bergantian. Syafa perlahan beranjak dari ranjang.


" Ti.. Fa " Tunjuk kedua anak itu pada aunty mereka.


" Tuh, aunty Syafa jadi kebangun "


" Aaf ancel "


" Nggak papa sayang, aunty memang udah mau bangun kok " Syafa mencium kening kedua anak itu dan bergegas kekamar mandi untuk membasuh mukanya.


" Uncle juga mau dicium dong aunty " Goda Rivan pada Syafa yang hendak masuk kamar mandi.


" Minta cium sama tembok sana uncle "


" Yaampun, aunty kok gitu " Syafa tak memperdulikan ucapan Rivan lagi, ia segera membasuh mukanya.


Tok.. tok.. tok...


" Syafa, Rivan! Kalian didalam? " Suara seseorang memanggil Syafa dan Rivan yang sedang menemani twins bermain.


" Papi " Teriak kedua anak itu girang.


" Biar aku aja mas " Syafa segera berdiri dan membukakan pintu.


Ceklek..


" Aak? Tumben udah pulang siang² gini " Syafa mencium tangan aaknya.


" Hemm.. teteh kamu ada dirumah sakit jadi aak menyusul. Mana twins? "


" Itu ada didalam, lagi main sama mas Rivan " Jawab Syafa membuka lebar pintu kamarnya. Twins berlari menghampiri sang ayah.


" Papiiii "


" Jangan berlari sayang, nanti jatuh " Ingat Rivan seraya menyusul keduanya. Marsel tersenyum melihat kedua anaknya. Ia lantas berjongkok dan merentangkan tangannya.


" Assalamualaikum anak anak papi " Ujar Marsel seraya memeluk keduanya.


" Waayaicum sayam papi " ( Waalaikumsalam papi )


" Aak " Rivan menyapa Marsel seraya mencium tangan kakak iparnya itu.


" Maaf jadi ngerepotin kalian " Ucap Marsel yang sudah berdiri kembali seraya menatap kedua adiknya itu. " Nggak ngerepotin kok a', malah kita seneng ada twins. Itung² belajar jadi orangtua " Jawab Rivan membuat Marsel tersenyum.


" Teh Acanya mana a'? " Tanya Syafa.


" Masih dirumah sakit "


" Lah, aak kok udah pulang duluan? Harusnya temenin teh Aca dulu dong. Kan ada kami yang jagain Hanif sama Hanna " Protes Syafa pada aaknya itu.


" Nggak masalah kok! Ini juga jadwalnya twins imunisasi campak. Jadi sekalian nanti dirumah sakit sama tetehmu " Jawab Marsel.


" Sekarang a'? "


" Hemm.. "


" Abang, adek kita susul mami ya. Ayo salim sama uncle, sama aunty " Titah Marsel pada kedua anaknya. Kedua anak itu tampak menurut. Mereka mencium tangan Rivan dan Syafa bergantian.


" Nanti kita main lagi yaa, oke twins " Ujar Rivan seraya mengacak rambut kedua anak itu dengan gemas.


" Inan alu, ancel " ( Mainan baru, uncle )


" Iya sayang, nanti uncle belikan mainan baru yang banyak untuk abang Anif sama adek Anna.. "


" Holee.. inan alu " Teriak Hanna girang.


" Waalaikumsalam "


...*****...


The next day!!


Hari ini baik Rivan maupun Syafa sudah beraktivitas seperti biasa. Keduanya kini sudah siap dengan menggunakan pakaian kerja masing masing. Setelah bersiap, Syafa dan Rivan langsung menuju meja makan. Disana sudah ada mama Lesty, papa Rizky dan Aleta. Tinggal menunggu mereka berdua saja.


" Kalian benar benar masuk kerja hari ini? " Tanya mama Lesty seraya menyuruh keduanya duduk.


" Iya ma, sudah terlalu lama butik dan perusahaan terabaikan " Jawab Syafa. Ia mulai mengambilkan nasi goreng diatas meja untuk suaminya.


" Hemm.. usahakan pulang cepat kak "


" Insyaallah ma "


" Maaf ya ma, Rivan udah harus masuk kerja hari ini " Ujar Rivan tak enak hati.


" Nggak papa nak, mama ngerti kok! Lagian mama juga harus ke toko hari ini " Ujar mama Lesty.


" Sudah, sarapan dulu! Nanti bahas yang lain "


...****...


" Aku kerja dulu mas " Syafa mencium tangan Rivan sebelum keluar dari mobil suaminya. Iya, Syafa diantar oleh Rivan ke butiknya.


" Semangat ya sayang! Kabari mas jika udah mau pulang, mas jemput " Ujar Rivan seraya mengelus pelan pucuk kepala Syafa yang tertutup hijab.


" Siap, Zauji "


Cup..


Rivan bahkan mencium kening Syafa membuat wanita cantik itu tersenyum malu.


" Assalamualaikum mas "


" Waalaikumsalam "


Syafa turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada Rivan yang mulai melajukan mobilnya keluar area butik. Ketika mobil Rivan sudah tak lagi terlihat, Syafa langsung memasuki butiknya.


" Welcome back nona Syafa " Ucap para karyawan butik Syafa dengan kompak. Ditangan mereka masing masing memegang sebuah buket untuk Syafa. Sementara Inka yang berada di tengah tengah membawa sebuah kotak berukuran besar dengan pita merah menghiasi atas kotak.


" Happy wedding nona, ini dari kami semua " Inka memberikan kotak itu pada Syafa membuat Syafa terharu.


" Ahh.. terimakasih semuanya! Saya terharu sekali " Syafa menerima kotak hadiah itu dengan suka cita.


" Nona, ini juga untuk nona " Satu per satu karyawan maju dan memberikan buket yang mereka pegang pada Syafa. Tangan Syafa bahkan sampai penuh, tak tertampung lagi hehe.


" Kita foto dulu "


Tak jauh beda dengan Syafa, Rivan juga mendapat sambutan dari para pekerjanya.


" Selamat datang kembali, tuan Rivan " Leo berdiri dibarisan paling depan untuk menyambut atasan mereka itu.


" Terima kasih " Jawab Rivan.


" Tuan, ini dari kami semua! Mohon diterima " Leo juga memberikan dua kotak kado pada Rivan.


" Mungkin ini tidak seberapa tuan, tapi kami sangat berharap tuan menerimanya " Sahut Carrel.


" Hey, siapa bilang saya tidak menerimanya? Kau mau saya pecat? " Tanya Rivan.


" Maaf tuan saya kira.. "


" Hemm.. saya hanya bercanda! " Rivan menerima hadiah dari karyawannya itu.


" Terima kasih untuk penyambutan dan hadiahnya! Ini sangat berkesan untuk saya. Saya harap setelah ini kita bisa sama sama memajukan perusahaan ini "


" Pasti tuan "


" Baiklah, karena hari ini hari pertama saya masuk kembali ke perusahaan. Saya bebaskan kalian semua makan di kantin perusahaan saat jam istirahat nanti. Gratiss "


" Bener tuan? "


" Hemm.. iya! Selamat bekerja dan selamat menikmati hari ini " Rivan berlalu dari hadapan mereka semua yang terlihat senang. Kapan lagi bisa makan di kantin elit tanpa bayar lagi.


" Kamu semakin menggoda tuan Rivan.. tunggu saja, akan aku buat dirimu jatuh kepelukanku.. " Gumam Celine yang berada dibarisan belakang. Ia terus memperhatikan Rivan yang mulai menghilang di balik pintu lift.


To be continued!!!