The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Tragedi



Keesokan Harinya💔


Sepulang kuliah, Syafa segera melajukan mobilnya menuju sekolah Aleta. Sesampainya disana ternyata semua anak SMA belum pulang. Ia berniat turun dan menunggu adiknya di bangku dekat gerbang sekolah. Namun, sebelum turun ada yang mengetuk jendela mobilnya. Syafa segera membuka jendela mobil.


" Lista, ada apa? " Tanya Syafa


" Ehmm.. itu kak, A.. a.. a "


" Lista tenangkan dirimu dulu. Tarik napas perlahan baru ngomong " Ujar Syafa


" Huhh, sebenarnya Aleta masuk ruang BK karean dituduh berzina dan dan.. berduaan dengan laki laki dirumah kosong " Ujar Kalista dengan napas tersengal-sengal.


" Apa? " Pekik Syafa replek membuka pintu mobil dan membantingnya.


" Anter kakak ke dalam Kalista " Ujar Syafa


" I.. iya kak " Jawabnya. Ia sedikit takut melihat Syafa yang sepertinya sangat marah.


°°°°°°°°°°°


Ruang BK


Tok.. tok... tok..


" Masuk " Syafa dan Kalista segera masuk.


" Kakak... hiks...hiks.." Teriak Aleta berlari memeluk kakaknya.


" Sutt, tenang dek " Ujar Syafa membalas pelukan Aleta dan mengelus kepalanya yang tertutup hijab.


" Maaf, anda siapa yah? " Tanya Kepala sekolah


" Saya Syafa bu, Kakaknya Aleta " Jawab Syafa sopan


" Ini dia kakaknya. Kamu liat adik kamu ini sudah melakukan zina dan berduaan dengan Dio di rumah kosong. Penampilannya aja yang sok alim. Kelakuannya nggak lebih dari sampah. Kamu sudah mencoreng nama baik SMA ini Aleta. Sebaiknya Aleta dan Dio dikeluarkan dari sekolah ini " Ujar Salah satu guru yang membuat Syafa semakin naik pitam.


" Maaf bu guru yang terhormat. Sebelumnya saya mau tanya atas dasar apa anda menuduh adik saya melakukan hal yang tidak tidak? " Tanya Syafa tenang.


" Atas dasar apa kamu bilang? Liat ini " Ujar Guru itu memberikan handphonenya yang berisi rekaman lelaki yang bernama Dio merangkul Aleta dan mereka masuk ke dalam rumah tak berpenghuni. Juga beberapa foto mereka bermesraan.


" Aleta, apa ini benar? " Tanya Syafa


" Leta berani sumpah kak, Leta sama sekali nggak pernah ketempat itu. Leta bahkan nggak kenal sama dia " Ujar Aleta menunjuk kearah Dio


" Ngapain pake sumpah segala Aleta. Semua orang juga tahu kok kelakuan kamu " Balas guru yang sempat mencaci Aleta tadi


" Maaf bu Irma, saya rasa sebagai seorang pendidik anda harus mencerminkan jiwa seorang pendidik. Apakah kata kata seperti itu pantas anda ucapkan apalagi kebenarannya belum terungkap? Apakah pantas seorang guru mencaci anak didiknya didepan kepala sekolah,wali bahkan teman temannya? Dimana image anda sebagai seorang guru? Jika sikap anda tetap seperti ini, maaf sekali.. Jika ada siswa yang melawan perintah anda bahkan mengatai anda dengan kata kata seperti yang anda keluarkan tadi saya rasa jangan menyalahkan peserta didik, tapi salahkan diri anda karena sudah memberikan contoh yang sangat tidak baik untuk kami sebagai seorang pendidik " Balas Syafa santai namun penuh penekanan disetiap kata kata yang seketika membungkam guru yang bernama Irma itu.


" Bu Irma sebaiknya anda segera masuk kelas. Bukannya anda masih punya jadwal ngajar satu jam sebelum pulang " Ujar kepala sekolah menengahi


" Huh! Baiklah " Dengan angkuh Bu Irma mulai keluar ruang BK.


" Nak Syafa, Ibu minta maaf sebelumnya. Tapi apakah sebaiknya Aleta dan Dio kita nikahkan? Saya takut terjadi sesuatu sama Aleta. Apalagi hal ini adalah aib yang harus kita tutupi. " Ujar Kepala Sekolah.


" Maaf bu, saya tidak setuju adik saya menikah dengan dia " Ujar Syafa tegas


" Lalu bagaimana nak? " Tanya kepala sekolah. Syafa masih diam. Ia terus mengamati rekaman cctv itu berulang ulang.


" Ada yang janggal disini " Gumam Syafa.


" Bu Desi, saya rasa ada kejanggalan disini. Beri saya waktu saya akan buktikan kalau adik saya memang tidak terlibat dalam hal ini " Ujar Syafa lagi. Belum sempat kepala sekolah menjawab, Pintu kembali diketuk dari luar. Ternyata yang datang adalah ibu dari Dio.


" Yaampun Dio, apa yang kamu lakukan sampai masuk ruang BK begini sih? " Tanya wanita itu


" Dio... Dio ketahuan pacaran ditempat sepi sama Aleta ma " Jawab Dio tersenyum sinis kearah Aleta.


" Apa? kamu nikahi dia sekarang juga! Mama nggak mau nanti dia hamil terus jadi aib keluarga Dio "


" Saya tidak setuju " Ujar Syafa lantang. Sontak membuat semua orang menoleh kearahnya.


" Hey siapa kamu hah? " Tanya wanita paruh baya itu


" Saya Syafa kakaknya Aleta. Jika hanya berdasarkan bukti ini saja tentu saya tidak akan pernah percaya. Apalagi saya kenal adik saya, bahkan teman lelakipun ia nggak punya " Ujar Syafa


" Iya, tapi kenyataannya adik kamu itu berduaan dengan anak saya di tempat sepi. Coba kamu pikirkan apa yang dilakukan sepasang kekasih ditempat sepi? Nggak mungkin nggak ada apa apa. Lagian saya nggak mau ini jadi aib bagi keluarga saya. Apa susahnya tinggal nikah aja " omelnya


" Hiks.. hiks... hiks... Leta nggak mau kak " Isak Aleta


" Tenang dulu dek, kakak janji kakak akan buktikan kalau kamu nggak salah " Ujar Syafa memeluk adiknya.


" Bagaimana bu Desi? Apa anda mengizinkan? " Ujar Syafa karena ia belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tadi.


" Baiklah silahkan nak " Syafa segera merogohkan ponselnya di tas dan menelpon seseorang. Ia duduk di sofa yang ada diruang itu bersebelahan dengan Aleta dan Kalista yang masih mencoba menenangkan Aleta. Sedangkan Dio dan mamanya duduk dihadapan mereka dan kepala sekolah beserta dua orang guru laki laki dan satu guru perempuan duduk disofa terpisah samping Syafa.


" Retas cctv dari alamat ini sekarang juga dan bawah rekaman aslinya kesekolah adik saya " Perintah Syafa.


" Baik nona ".


" Saya tunggu secepatnya "


" Siap nona "


Tak lama setelah menelpon anak buahnya, Terdengar suara dering ponsel kembali. Dengan cepat Syafa mengangkat telponnya.


" Hallo Assalamualaikum pa "


" Waalaikumsalam sayang, kamu ada dimana sekarang " Tanya Rizky


" Aku ada disekolah Aleta pa, kenapa emangnya? "


" Papa liat ada berita yang nggak nggak tentang adikmu "


" Astaghfirullah, papa jangan khawatir ya kakak janji akan segera selesaikan masalah ini " Jawab Syafa


" Papa susul kalian sekarang ya "


" Bukannya papa mau meeting sama klien penting dari luar negri? "


" Tapi kalian lebih penting buat papa "


" Papa nggak perlu kesini, percayakan semua sama kakak. Kakak janji apapun yang terjadi kakak akan lindungi adek dan secepatnya kakak bakal pecahin masalah ini "


" Tapi nak.. "


" Papa sama mama fokus aja sama pekerjaan kalian ya "


" Yasudah iya, jangan lupa hubungi papa kalau terjadi sesuatu " Ujar Rizky. Memang sulit membujuk anaknya yang satu ini.


" Ehm.. papa punya nomornya bang Ilham nggak? "


" Punya, emang kenapa? "


" Kirim dong pa, kan bang Ilham ahlinya retas meretas, ilmu IT nya juga best pa. Syafa butuh bantuannya bang Ilham " Jelas Syafa


" Oke, papa kirim sekarang ya "


" Iya pa Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Tringgg...


Ponsel Syafa kembali berdering. Dengan segera ia mengangkatnya. Dilihatnya salah satu anak buahnya yang menelpon.


" Bagaimana? " Tanya Syafa to the point


" Kami sudah berhasil meretas semua cctv di area sana nona muda. Tapi bagian asli video yang direkayasa itu sudah dihapus sepertinya sehingga kami tak menemukan apapun disana semua terlihat seperti normal "


" Apa? Kenapa bisa begitu? Apa hanya seperti itu kemampuan kalian hah? " Teriak Syafa kepada anak buahnya


" Maafkan kami nona muda, tapi ada sesuatu yang penting kami dapatkan disana "


" Apa? "


•


•


•


•


•


•


•


•


•


•


To be continued!!!