
Pagi ini Syafa berniat belanja bahan bahan dapur. Kebetulan semua bahan dapur habis. Lesty juga belum sempat membeli, jadi Syafa yang menawarkan diri untuk membelinya.
" Ma, kakak berangkat dulu ya. Assalamualaikum " Pamit Syafa pada Lesty yang kebetulan tidak ke toko kuenya hari ini karena semua anaknya sedang berkumpul dirumah. Tak lupa Syafa mencium tangan sang mama.
" Iya hati hati kak. Waalaikumsalam " Jawab Lesty
" Kak Nara udah siap? " Tanya Syafa pada Nara yang sedari tadi merengek ingin ikut.
" Siap aunty " Jawab Nara
" Yaudah, pamit dulu sama bunda ayah gih " Titah Syafa
" Iya aunty " Mereka berdua pun melangkah keluar rumah. Kebetulan Raka dan Nayra sedang bercengkrama di teras rumah. Dan sikecil Nabil sedang bermain ditaman samping bersama twins H diawasi oleh Rasya dan Zahira.
" Bunda, ayah kakak izin ikut aunty ke mall ya " Pamit Nara
" Mau ngapain? " Tanya Raka
" Ya belanjalah bang, masa berenang " Jawab Syafa lugas membuat Raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" Mas ada ada aja deh! " Jawab Nayra menggeleng gelengkan kepalanya.
" Emang sih abang suka somplak. Nggak abis pikir aku masih aja lolos tes jadi polisi " Canda Syafa.
" Ckckck, nggak ada akhlak banget sih punya adek " Sahut Raka
" Udah ah, nggak ada habisnya kalau ngomong sama abang. yuk kak kita berangkat! " Ujar Syafa.
" Kami pergi ya bun, yah! " Pamit Nara mencium tangan kedua orangtuanya, begitu juga dengan Syafa. Ia mencium tangan kakak dan kakak iparnya sebelum berangkat.
°°°°°°°°°°°°°°°
Mall..
" Kakak mau beli apa? " Tanya Syafa
" Apa aja aunty! " Jawab Nara
" Yaudah, kakak cari cemilannya dirak sana ya. Aunty mau cari bahan makanan dulu. Ntar ketemunya disini lagi oke? " Ucap Syafa menunjuk pada rak yang berisi berbagai macam cemilan
" Oke aunty! "
" Tapi ingat, jangan jauh jauh. Kakak bisa telpon aunty kalau nggak ketemu sama aunty nanti. Kakak bawa ponsel kan? "
" Bawa aunty "
" Yasudah, jangan lupa beli juga buat adek sama adek twins ya! " Ucap Syafa
" Iya " Nara segera pergi ke rak berisi berbagai cemilan. Sedangkan Syafa pergi ke tempat bahan masakan. Ia mulai mengambil bahan masakan yang diperlukan. Saat ia akan mengambil lada bubuk, ada seseorang juga yang ingin mengambilnya. Kebetulan lada bubuk itu tinggal satu botol.
" Eh, maaf tante. Kalau tante mau tante ambil aja " Ujar Syafa menarik tangannya.
" Nggak papa nak, kamu aja! " Jawab wanita paruh baya itu menyerahkan sebotol lada bubuk pada Syafa. Sontak Syafa menoleh
" Loh, tante Viona " Kaget Syafa
" Syakilah " Ujar Viona.
" Kamu belanja juga? " Tanya Viona
" Iya tan, kebetulan bahan makanan didapur pada habis. Jadi ya aku yang belanja sekalian jalan jalan " Jawab Syafa
" Oh, terus kamu sendirian? "
" Nggak kok tan, aku pergi sama ponakan aku " Jawab Syafa lagi.
" Oh, gitu "
" Aunty " Tak lama seorang anak menghampiri mereka berdua
" Kakak! Sudah selesai? " Tanya Syafa. Gadis kecil itu mengangguk.
" Coba aunty liat " Nara memberikan keranjang belanjaannya pada Syafa.
" Loh, kok semuanya cuma kakak beli satu. Buat adek sama adek twins mana? " Tanya Syafa
" Hehe.. maaf aunty, kakak nggak tahu mereka suka makan apa " Jawab Nara.
" Yaudah, kakak ambil lagi satu yg sama dengan yang kakak ambil tadi buat adek Nabil, nanti kita cari buat adek twins ya! " Ujar Syafa. Nara mengangguk dan berjalan kearah rak cemilan itu lagi. Tak lama ia kembali menghampiri Syafa.
" Udah kak? "
" Udah aunty "
" Hemm.. yaudah tante aku duluan ya! " Ujar Syafa
" Eh, ini ladanya kamu ambil aja " Ucap Viona seraya memberi lada bubuk itu.
" Nggak papa buat tante aja " Jawab Syafa
" Bener nih? " Tanya Viona
" Iya tan, kalau gitu aku permisi dulu. Assalamualaikum " Pamit Syafa
" Waalaikumsalam " Jawab Viona.
Setelah berpamitan dengan Viona, Syafa dan Nara berbalik dan hendak pergi. Namun sebelum mereka berjalan...
" Astaghfirullah " Pekik Viona membuat Syafs membalikkan badannya.
" Tante, tante nggak papa kan? " Tanya Syafa melihat Viona terduduk dilantai dengan wajah pucat. Syafa pun membantunya berdiri.
" Ah, tante nggak papa kok. Makasih ya! " Ujar Viona
" Tante yakin? " Tanya Syafa memastikan
" Iya nak. Mungkin tante hanya kecapekan saja, biasakah faktor U " Kelakar Viona.
" Yaudah kalau gitu aku temenin tante belanja ya! " Ujar Syafa
" Apa nggak merepotkan kamu sayang? " Tanya Viona
" Nggak sama sekali tante, lagian kita sama sama mau belanja. Jadi nggak masalah kalau Syafa temenin tante " Ujar Syafa
" Beneran? "
" Iya tante, udah ah ayo! " Ujar Syafa seraya menarik tangan Viona.
" Iya aunty " Akhirnya ketiga wanita cantik beda usia itu belanja bersama sembari bercanda ria.
*********
" Tante sini belanjaannya biar aku yang bayar. Tante tunggu aja dikursi sana " Ujar Syafa saat selesai belanja sembari menunjuk kearah kursi yang ia maksud.
" Iya nak, ini! " Viona memberikan keranjang yang berisi belanjaannya dan juga kartu blackcardnya pada Syafa.
" Nggak usah tante. Biar aku yang bayarin, itung itung salam perkenalan " Ujar Syafa mengambil belanjaan Viona tapi tidak dengan blackcardnya.
" Tapi nak... "
" Nggak usah khawatir tante,ini uang aku sendiri kok bukan uang papa " Jawab Syafa memotong ucapan Viona.
" Kakak tunggu disana sama nenek Viona ya! aunty bayar belanjaannya dulu " Sambung Syafa. Nara mengangguk. Ia mengajak Viona duduk dibangku sedangkan Syafa pergi ke kasir dan membayar belanjaannya.
°°°°°°°°°°°°°
" Tante, pulangnya naik apa? " Tanya Syafa
" Tante dijemput sama anak tante! " Jawab Viona
" Terus anak tante udah dimana? " Tanya Syafa lagi.
" Saat ini dia lagi meeting. Nggak papa nak tante nungguin anak tante disini, kalian duluan aja " Ujar Viona
" Aku anter aja ya tan. Kasihan tante pucat banget wajahnya " Ujar Syafa. Benar yang dikatakan Syafa, wajah Viona pucat ditambah dengan kepalanya yang sedikit pusing sehingga membuat Viona tidak menolak tawaran Syafa.
°°°°°°°°°°°°°
15 menit kemudian, mereka sudah sampai didepan gerbang rumah Viona.
" Tante yakin nggak mau dianter sampai pintu utama? " Ujar Syafa
" Iya nak. Makasih ya udah nganter tante " Ujar Viona
" Sama sama tante " Viona turun dengan menjinjing belanjaannya. Syafa pun membelokkan mobilnya dan melajukannya kerumah keluarga Ferdian
" Aku nggak salah pilih calon mantu! Syakilah benar benar wanita yang baik hati " Batin Viona sembari melirik mobil Syafa yang mulai menghilang dibalik tikungan. Viona pun masuk kedalam rumahnya.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Setelah mengantar ponakannya sampai kerumah dengan selamat serta menurunkan belanjaannya tadi, Syafa kembali melajukan mobilnya. Ia akan mengunjungi butiknya yang sudah beberapa bulan ini tak ia kunjungi. 20 menit kemudian mobil mewah itu sudah terparkir cantik di parkiran.
" Selamat siang nona muda " Sapa beberapa karyawan butik
" Siang " Jawab Syafa tersenyum tipis. Ia melangkah menaiki lift menuju keruangannya.
" Siang nona muda " Sapa Inka saat Syafa melintasi meja kerjanya.
" Siang " Jawab Syafa
" Inka, tolong bawakan laporan keuangan 4 bulan terakhir ini keruangan saya " Titah Syafa kemudian.
" Baik nona " Jawab Inka. Syafa kembali melangkah keruangannya. Tak lama Inka datang dengan membawa laporan yang diminta Syafa.
" Taruh saja disana Inka " Ujar Syafa
" Baik nona " Setelah Meletakkan laporannya. Inka pamit keluar.
" Huft.. lumayan ada peningkatan dari bulan ke bulan " Gumam Syafa.
Tok...tok...tok..
" Masuk " Ujar Syafa
" Maaf nona, ada yang ingin bertemu dengan anda " Lapor Inka saat masuk keruang Syafa
" Apa sudah ada janji sebelumnya? " Tanya Syafa seraya sibuk dengan laptopnya.
" Belum nona, maaf saya tidak membuat janji dengan klien kita untuk bertemu langsung dengan anda karena saya tidak tahu kalau anda akan berada di Bandung hari ini " Jelas Inka
" Oke tidak masalah. Mulai hari ini atur saja janji dengan klien yang ingin bertemu dengan saya. Karena saya stay di Bandung satu minggu ini " Titah Syafa
" Baik nona "
" Oiya, siapa yang mau menemui saya? " Tanya Syafa
" Saya kurang tahu nona, sepertinya klien baru " Ujar Inka
" Baiklah, suruh saja masuk " Inka mengangguk dan segera memanggil klien itu.
" Silahkan duduk tuan! Nona muda ini klien kita" Ujar Inka menuntun si klien duduk di sofa ruangan Syafa.
" Terima kasih Inka. Kamu boleh kembali ketempat " Ucap Syafa tanpa menoleh kearah kliennya.
" Baik nona permisi " Inka keluar dari ruangan Syafa. Sedangkan Syafa menghentikan kerjaannya dan berjalan kearah kliennya.
Degg...
" Mas Rivannnn??? "
To be continued!!!