The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Mas Rivan kenapa?



" Kamu? " Pekiknya


" Kenapa kaget kayak gitu mas " Ujar Gadis itu.


" E.. enggak kok " Ujar Rivan gugup


" Nggak apanya coba, ngomong aja gugup banget kayak gitu " Ujar gadis itu lagi.


" Tadi itu cuma... "


" Syafaaa " Teriak Nico memotong ucapan Rivan.Ya, gadis yang menegur Rivan adalah Syafa


" Ngapain teriak teriak kak, emang kamu kira dihutan apa? " Protes Syafa


" Iya maaf, habisnya dari tadi aku nyariin kamu nggak ketemu ketemu " Ujar Nico


" Ngapain nyari aku? " Tanya Syafa


" Abis ini duet sama aku ya " Pinta Nico


" Duet apa? "


" Nyanyi "


" Whatt? "


" Iya Syafa, suara kamu itu bagus. Jadi aku mau kamu jadi patner duet aku " Ujar Nico


" Nggak "


" Kenapa? "


" Karena aku lagi malas buat nyanyi. Duet sama kak Nayra aja, bagus juga suaranya " Ujar Syafa


" Gila, bisa bisa aku digantung dipohon toge sama bang Raka " Ujar Nico Cengengesan


" Bener tuh.. hahaha " Tawa Syafa pecah mendengar lelucon kakak sepupunya itu


" Yaudah gimana kalau sama Leta aja " Usul Syafa


" Nggak, pokoknya aku maunya sama kamu " Kekeh Nico


" Huh, dasar pemaksa " Kesal Syafa


" Ehhmm "


" Sorry bro lupa ada orang selain kami berdua " Ujar Nico sengaja memanas manasi Rivan. Ia tahu Rivan menyukai adik sepupunya.


" ihh, kak Nic nggak boleh kayak gitu bagaimanapun mas Rivan itu kan rekan kita " Ujar Syafa


" Rekan? " Tanya Nico bingung


" Rekan BEM, emang kak Nic lupa sama tugas kita tadi siang? " Tanya Syafa


" Hemmm.. iya iya "


" Eh mas Rivan ngapain kesini? " Tanya Syafa


" Aku mau ketoilet " Jawab Rivan


" Oh, tuh disebelah sana toiletnya " Ujar Syafa menunjuk kearah toilet


" Iya makasih, kalau gitu aku permisi ke toilet dulu bentar ya " Ujar Rivan tersenyum paksa


" Sama sama mas " Ujar Syafa. Rivan pun segera bergegas ke toilet.


" Kamu sendiri ngapain kesini Fa? Mau ketoilet juga? " Tanya Nico


" Nggak, aku nyariin Nara sama Leta " Jawab Syafa


" Lah emang mereka kemana? "


" Kalau aku tahu, nggak mungkin aku keliling keliling buat cariin mereka kak Nic " Kesal Syafa


" Kenapa harus kamu yang cari "


" Karena bang Raka kira Nara sama aku,padahal dari tadi dia sama Leta " Ujar Syafa


" Lagian dia bapaknya sendiri nggak nyadar kalau anaknya nggak ada disana " Omel Syafa


" Terus mereka marah sama kamu? " Tanya Nico


" Bukan mereka, tapi bang Raka aja ngomel mulu kayak ibu ibu kompleks. Kalau kak Nay mah belain aku " Ujar Syafa. Belum sempat Nico menjawab Aleta berteriak sembari menghampiri mereka.


" Kakkkk Niccoooo " Teriak Aleta


" Apaan sih Leta? " Kesal Nico


" Dari tadi papi nyariin kak Nic " Jawab Leta


" Naranya mana dek? " Tanya Syafa


" Udah aku balikin sama orangtuanya " Ujar Aleta


" Iya balikin aja, bikin pusing aja dengerin omelannya bang Raka kayak ibu ibu kontrakan nagih duit kontrakan yang udah nggak bayar berbulan bulan " Omel Syafa


" Hahahaa.. " Sontak kedua orang itu tertawa mendengar ucapan Syafa


" Yaudah aku kesana dulu ya, kalian juga jangan lama lama ngobrol disini apalagi kak Nic udah dicariin papi katanya disuruh nyumbang lagu " Ujar Aleta


" Apaan sih " Ujar Aleta cemberut kemudian berlalu


" Syafa ayo ntar papi marah lagi " Ujar Nico


" Kan yang dicariin itu kak Nic bukan aku " Jawab Syafa


" Iya tapikan kita mau duet nyanyi "


" Emang aku udah bilang mau gitu "


" Ya harus mau dong "


" Kenapa? "


" Karena kamu patner duet terbaik aku "


" Gombal "


" Mau yah? " Ujar Nico sedikit memohon


" Ehmm.. gimana ya " Jawab Syafa sembari berpura pura berpikir


" Yaudah deh karena aku sayang sama kakak maka aku mau duet sama kak Nic, tapi ada syaratnya " Ujar Syafa lagi


" Apa syaratnya? "


" Siniin telinga kakak " Nico mendekatkan telinganya pada Syafa dan Syafa mulai membisikkan sesuatu kepada Nico.


" Gimana? " Tanya Syafa


" ehhmm... okelah, deal " Ujar Nico tersenyum


" Deal " Mereka pun pergi dari sana.Nico merangkul pundak Syafa dan berjalan bersama ke tempat acara.Rivan semakin kesal mendengar ucapan Syafa dan Nico tadi. Ia berpikir jika Nico dan Syafa memang sepasang kekasih. Ia sampai memukul dinding disebelahnya saking kesalnya.


Flashback on


Rivan segera menuju ketoilet. Setelah selesai ia berniat kembali ketempat acara diadakan. Namun ketika ia hendak kembali sayup sayup ia mendengar suara orang yang sedang berbicara. Perlahan tapi pasti,ia mengendap ngendap dibalik tembok dan melihat orang itu. Ya, orangnya adalah Nico dan Syafa.


" Kenapa? " Tanya Syafa


" Karena kamu adalah patner duet terbaik aku " Jawab Nico


Degg...


" Patner terbaik? " Tanya Rivan dalam hati. Karena penasaran akhirnya ia menguping dibalik tembok.Kekesalannya bertambah karena Syafa terlihat membisikkan sesuatu kepada Nico. Dari jauh terlihat seolah Syafa sedang mencium pipi Nico. Apalagi melihat Nico yang merangkul pundak Syafa.


" Arrghhh... ada apa denganku, kenapa aku begitu kesal melihat Nico bermesraan dengan Syafa? " Gumamnya sembari mengusap kasar wajahnya.


Flashback end..


Rivan kembali ke tempat ayah dan bundanya berada. Ia takut keduaorangtuanya itu khawatir. Acara selanjutnya yaitu acara hiburan sembari para tamu dan kolega Nico serta Papi Hendri menyantap makanan yang sudah disediakan. Tampak Nico dan Syafa sudah siap mengeluarkan suara emas mereka diatas panggung. Perlahan tapi pasti mereka menyanyikan sebuah lagu romantis. Tampaknya para tamu sangat menikmati sampai terbawa perasaan. Suara yang merdu ditambah dengan chemistry dari Nico dan Syafa yang sangat pas menambah nilai plus bagi mereka. Mereka bernyanyi layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Bahkan banyak yang tak tahu kalau mereka adalah saudara.


" Lo mas, bukannya itu Syakilah anaknya Cia sama Rizky ya? " Tanya Viona pada suaminya


" Iya yah, sepertinya itu memang Syakilah " Jawab Andra mengamati Syafa yang sedang bernyanyi.


" Apa nak Nico itu kekasihnya ya? " Tanya Viona yang entah mengarah pada siapa.


" Mungkin " Jawab Rivan datar dan sedikit cuek.


" Eh, anak ayah kesambet apa tuh. Tumben banget bicaranya kayak gitu sama bundanya " Ujar Viona menyindir Rivan


" Galau kali bun " Jawab Andra asal


" Apaan sih, bunda sama ayah sama aja " Ujarnya kembali mengunyah makanan yg terhidang disana.


Chemistry keduanya semakin terlihat. Apalagi diakhir lagu Syafa meneteskan air matanya saking menghayati lagu yang ia nyanyikan. Nico dengan sigap membantu Syafa menyelesaikan lagunya dan menghapus air mata Syafa. Dan setelah lagu selesai, Nico memeluk Syafa.


" Ayah, bunda aku pulang duluan ya " Ujar Rivan yang semakin emosi melihat adegan itu sembari menyerahkan kunci mobil pada ayahnya.


" Loh,kenapa mau duluan nak. Bentar lagi acaranya selesai loh " Ujar Viona


" Rivan nggak enak badan bun " Ujarnya


" Terus kamu pulang naik apa? " Kini berganti Andra yang bertanya


" Rivan bisa pesen taksi online yah, Yaudah Rivan duluan ya.. Assalamualaikum " Ucap Rivan beranjak


" Waalaikumsalam " Setelah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, Rivan berjalan cepat menuju keluar ruangan. Tujuannya hanya satu, menenangkan pikirannya yang kacau. Entahlah diapun tak tahu mengapa hatinya begitu tak terima melihat semua kejadian itu.


Dari atas panggung, Syafa melihat Rivan berjalan menuju keluar.


" Mas Rivan kenapa? " Tanyanya dalam hati.


" Kayaknya anak kita lagi cemburu yah " Ujar Viona


" Masa sih " Jawab Andra


" Iya, liat aja kalau nggak percaya " Ujar Viona lagi


°°°°°°°°°


Syafa segera keluar untuk mencari Rivan. Ia khawatir saat tak sengaja melihat wajah Rivan yang memerah karena menahan emosi. Syafa mengedarkan pandangannya keseluruh arah.


To be continued!!