The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Kado Ulang Tahun



Pagi hari..


Setelah melaksanakan sholat subuh, Syafa segera mandi dan bersiap pergi kerja. Hari ini dia memakai gamis modern berwarna hitam dipadukan dengan blezer merah terang. Tak lupa jilbab segiempat senada dengan warna blezer yang dipakainya. Juga separu heels warna hitam yang tak terlalu tinggi.


" Perpect " Ujarnya. Diraihnya tas tangan berwarna merah kesukaannya beserta ponselnya yang kemudian ia masukkan kedalam tas itu. Semua keperluan kerjanya sudah ia masukkan kedalam tas. Perlahan ia melangkah keluar kamar dan segera pergi ke ruang makan untuk sarapan sebelum memulai aktivitasnya hari ini.


" Pagi mbok Nur " Sapa Syafa


" Eh, nona muda. Pagi non. Ayo duduk, ini mbok sudah buatin sarapan kesukaannya nona muda " Ujar mbok Nur.


" Wah, kelihatannya enak banget mbok. Ayo makan mbok " Ujar Syafa sembari duduk dikursi.


" Iya non " Mereka pun menyantap sarapan yang dibuat mbok Nur.


" Syafa berangkat ya mbok, kemungkinan hari ini Syafa akan pulang telat. Assalamualaikum! " Pamit Syafa ketika selesai sarapan.


" Iya non, Waalaikumsalam " Jawab mbok Nur.


°°°°°°°°°


Tok tok tok..


" Masuk " Ujar Syafa dari dalam ruangannya.


" Maaf mengganggu waktunya nona muda " Ujar seseorang yang mengetuk pintu tadi.


" Bu Zeina, ada apa bu? " Tanya Syafa


" Desain baju yang nona muda buat beberapa waktu lalu sudah di jahit sesuai dengan yang tertera di tablet. Dan ini hasilnya nona " Ujar bu Zeina sembari memberikan sepotong baju kokoh pria yang Syafa rancang sendiri sebagai produk terbaru dan sekaligus limited edition di Syafa Boutique.


" Perpect " Ujar Syafa sembari melihat baju itu.


" Sebutkan kelebihan baju ini dibandingkan dengan produk yang lainnya bu Zeina " Perintah Syafa.


" Kita menggunakan bahan berkualitas bagus, juga desain yang terkesan mewah tetapi tetap elegan. Dan yang lebih menarik peminat adalah penempatan gambar bros yang seperti bros sungguhan ini. Dan saya yakin baju ini menjadi best seller kita bulan ini nona " Ujar bu Zeina optimis.


" Oke, saya sependapat dengan anda bu. Berapa potong sudah diproduksi? "


" Baru 20 potong masing masing dengan warna yang berbeda sebagai contoh nona " Jawab bu Zeina


" Baiklah, pastikan minggu ini kita sudah memproduksi 500 potong dan bisa segera di pasarkan " Titah Syafa


" Baik nona muda, kalau bergitu saya permisi" Bu Zeina segera berbalik dan hendak keluar


" Tunggu bu, " Teriak Syafa sontak membuat Bu Zeina berbalik dan kembali berjalan mendekati Syafa.


" Tolong bungkus satu baju kokoh ini yang berwarna navy sebagai kado ulang tahun size XL " Ujar Syafa


" Baik nona " Jawab bu Zeina walau sebenarnya ia bertanya tanya dalam hati.


" Terima kasih, bu Zeina boleh kembali ketempat " Ujar Syafa


" Kalau begitu saya permisi nona " Pamit bu Zeina yang diangguki Syafa.


" Buat aku ya " Ujar seseorang yang membuat Syafa terkejut


" Astaga Kenan " Pekik Syafa


" Kamu ngagetin aku aja " Sambung Kenan meledek Syafa.


" Apaan sih, kamu tuh kayak jelangkung tahu nggak? Datang nggak diundang pulang nggak diantar " Omel Syafa


" Oke oke, lupakan hal itu. Ada hal penting yang mau aku omongin "


" Apa? "


" Pertama tama apa bener kado itu buat aku?" Tanya Kenan memastikan.


" Kepo aja kamu "


" Jawab iya atau nggak aja susah banget sih"


" Bukan buat kamu "


" Terus? Buat Rivan? " Tanyanya lagi


" Tepat " Jawab Syafa dalam hati. Syafa memang selalu bercerita tentang Rivan pada Kenan. Entah kenapa. Tapi yang pasti Syafa sudah menganggap Kenan seperti masnya yang selalu mengingatkan baik buruk terhadap sesuatu yang akan Syafa perbuat. Sebenarnya Kenan lebih tua satu tahun dibanding Syafa. Tapi ia tak mau dipanggil kakak atau apapun itu oleh Syafa. Ia lebih suka dipanggil nama.


" Eh, nggak kok "


" Udahlah Fa, aku udah tahu kok. Kemarin hari ulang tahunnya kan? Dan kamu lagi lagi bungkus kado buat dia. Sudah dua kado kamu simpan dan artinya ini yang ketiga. Apa yang bakal kamu lakuin kalau seandainya kalian nggak ketemu lagi? "


" Ya, aku bakal simpen karena aku yakin suatu saat kita bakal ketemu " Jawab Syafa yakin.


" Seyakin itu? "


" Yes, of course "


" Hemm.. oke oke. Karena udah jam istirahat gimana kalau kita makan bareng direstoran seberang " Ajak Kenan


" Sorry Ken, aku lagi kerjaan nih " Jawab Syafa


" Oiya, kamu bilang ada hal penting yang mau di omongin? " Sambung Syafa


" Iya, tapi nggak disini. Ayo ikut makanya " Ujar Kenan sedikit memaksa.


" Iya deh iya, tunggu bentar " Jawab Syafa. Ia segera mematikan laptopnya serta membereskan berkas berkas dimeja kerjanya.


°°°°°°°°°°°


" Bener nih? "


" Iya "


" Yaudah deh, mbak! " Panggil Syafa pada pelayan. Mereka pun memesan makanan sesuai selera masing masing.


" Fa "


" Hem.. "


" Besok jadwal kamu padat nggak? " Tanya Kenan sembari mengunyah makanannya.


" Sepertinya padat deh. Soalnya papa nyuruh aku balik ke Bandung secepatnya karena ada urusan keluarga. Jadi, aku harus kejar target..he..he..Emang kenapa Ken? "


" Ehmm.. sebenarnya papi mau mina ketemu sama kamu secepatnya. Buat bahas tentang proyek yang akan kamu desain " Ujar Kenan menjelaskan.


" Kalau gitu hari ini aja Ken. Kebetulan aku nggak terlalu sibuk hari ini " Ujar Syafa


" Boleh tuh, kapan bisanya? "


" Habis makan siang aja. Gimana? "


" Boleh "


******


*Rahardja Company


" Silahkan bu bos " Ujar Kenan sembari membukakan pintu mobilnya supaya Syafa bisa keluar.


" Thank you " Jawab Syafa. Mereka berdua berjalan beriringan kedalam kantor. Kenan mengarahkan Syafa untuk menaiki lift khusus. Setelah itu mereka berjalan menuju ruangan pak Malik, ayahnya Kenan.


Tok..tok...tok..


" Masuk " Kenan segera masuk diiringi oleh Syafa dari belakang.


" Assalamualaikum papi " Ujar Kenan mencium tangan papinya.


" Waalaikumsalam, Ken " Jawab Malik.


" Pi, ini Syafa desainer yang papi pilih buat desain proyek baru kita " Jelas Kenan.


" Selamat siang pak, saya Syafa " Ujar Syafa bersuara. Sontak Malik menoleh.


" Siang, " Jawab Malik. Ia berjalan kearah sofa.


" Baiklah nona Syafa, kita langsung saja ya " Ujar Malik.


" Siap pak " Syafa mengeluarkan laptop dari tasnya.


" Jadi, ini ada beberapa contoh desain yang saya buat pak. Bapak bisa liat dulu! " Ujar Syafa menyodorkan laptopnya didepan Malik.


" Hemm.. semuanya unik dan bagus. Bisa kamu jelaskan keuntungan dan kerugian dari setiap desain ini? " Pinta Malik.


" Tentu pak.. " Syafa mulai menjelaskan keuntungan dan kerugian dari desain produk yang ia tawarkan seperti permintaan Malik.


" Baiklah, jadi menurut kamu desain yang mana yang paling cocok untuk produk kita ini? " Tanya Malik pada Syafa


" Menurut saya yang ini yang paling cocok pak " Jawab Syafa yakin sembari menunjuk pada salah satu desainnya yang menurutnya paling terbaik.


" Kamu yakin? "


" Insyaallah saya yakin pak " Jawab Syafa mantap.


" Oke, kita pakai desain yang ini " Ujar Malik kemudian.


" Baik pak, saya akan segera menyiapkan semuanya. Dan dalam waktu 2 minggu insyaallah produk terbaru perusahaan bapak bisa segera dipasarkan " Ujar Syafa


" Saya percayakan semuanya pada anda nona Syafa " Ujar Malik


" Iya pak, baiklah kalau gitu saya permisi pak. Jika ada keperluan lebih lanjut bapak bisa langsung hubungi saya. Assalamualaikum " Pamit Syafa


" Iya nona, Waalaikumsalam "


" Fa, aku anter ya " Tawar Kenan yang sedari tadi hanya menyimak.


" Nggak usah pak Kenan, sopir saya sudah menunggu di depan "


" Nggak usah formal gitu sama aku. Biasa aja " Jawab Kenan terkekeh.


" Ck, iya iya " Jawab Syafa


" Emang kamu bawa sopir, bukannya tadi pergi sama aku " Ujar Kenan


" Iya sih, tapi tadi aku telpon pak Ujang buat ambil mobil aku di butik dan jemput aku disini " Jelas Syafa. Kenan hanya manggut manggut saja.


" Oke Ken, aku pamit ya " Ujar Syafa bangkit dari tempat duduknya.


" Waalaikumsalam " Ujar Kenan meledek Syafa


" Heheh.. Assalamualaikum pak ustadz " Ujar Syafa


" Waalaikumsalam " Jawab Kenan lagi. Biasanya Syafa yang selalu mengingatkan Kenan ketika lupa mengucapkan salam saat masuk ataupun keluar ruangannya. Tapi kali ini Kenan tersenyum puas karena ia bisa meledek Syafa. Pak Malik yang melihat tingkah anaknya hanya bisa geleng geleng kepala.


To be continued!!