
Keesokan harinya....
Pagi ini, Syafa sedang sibuk memilih baju gamis yang akan ia pakai untuk menemui teman temannya semasa ia masih bergabung dengan Ikatan Remaja Masjid pada Masjid Raya Bandung. Kebetulan hari ini ada syukuran dalam rangkah memperingati tahun baru islam, 1 Muharam 1443 H. Dan semua alumni Ikatan Remaja Masjid masa bhakti yang sama dengan Syafa semuanya ada di Bandung.
" Astaga dek, kenapa baju kamu pada berserakan semua dilantai " Ujar Zahira ketika masuk kekamar adik iparnya itu.
" Hehe.. iya mbak, soalnya aku lagi pilih baju yang cocok buat kemasjid " Jawab Syafa cengengesan
" Emang ada acara apa? " Tanya Zahira
" Nggak ada mbak, cuma ketemu sama temen temen aja. Sama ada syukuran kecil kecilan memperingati tahun baru islam " Jawab Syafa
" Kenapa nggak pake yang ini aja, bagus deh kayaknya " Ujar Zahira memegang salah satu baju gamis warna hijau daun milik Syafa.
" Coba dulu deh " Sambung Zahira
" Iya mbak, makasih sarannya. Jujur aku udah mumet dari tadi " Ujar Syafa
" Hahah.. iya. Cepetan dandannya ya! Semua udah nunggu di meja makan tuh "
" Iya mbak "
*************
15 menit kemudian Syafa sudah selesai berdandan. Ia tampak cantik menggunakan gamis brukat warna hijau daun dipadukan dengan pasmina hijau yang menutupi rambutnya. Tak lupa sepatu wedges hitam yang memiliki sedikit hak. Juga tas tangan warna hitam. Setelah semua selesai, Syafa segera turun dan sarapan bersama seluruh keluarganya.
Selesai sarapan satu per satu keluarga Ferdian berangkat kerja. Hari ini hari terakhir mereka berkumpul karena Raka harus kembali ke Jakarta untuk kembali tugas. Sedangkan Marsel dan Dafa akan pulang kerumah mereka masing masing tetapi masih di kota Bandung.
Syafa melajukan mobilnya ke masjid raya Bandung. Masjid besar di kota Bandung. Syafa memarkirkan mobilnya di parkiran masjid setelah itu ia segera turun. Tak lupa membawa buah tangan yang sudah ia beli dijalan tadi.
" Assalamualaikum " Ujar Syafa
" Waalaikumsalam " Jawab semua yang ada didalam.
" Syafa, masyaallah " Ujar mereka mendekati Syafa termasuk kedua sahabat Syafa.
" Lo, kapan pulang kesini? " Tanya Rara
" Dua hari yang lalu " Jawab Syafa
" What? Lo sama sekali nggak ngasih kabar sama kita! " Sambung Asya melotot.
" Heheh.. sorry guys. Selama disini gue sibuk ngurusin pekerjaan gue yang terbengkalai " Jawab Syafa memeluk keduanya.
" Gue ada oleh oleh buat kalian. Tapi ntar aja ya! Nggak enak sama yang lain " Ujar Syafa kemudian
" Wah, ini nih yang paling gue suka " Jawab Rara
" Emang maunya lo itu Ra " Ujar Asya
" Bener Sya, udah ah masuk yuk! " Sambung Syafa
" Iya ayo "
" Haii, gimana kabarnya nih " Sapa Syafa pada beberapa alumni IRM di sana. Mereka terdiri dari 10 orang. 7 perempuan yaitu Syafa, Rara,Asya, Melda, Claudia, Rahel, Jihan dan 3 Laki laki Guntur, Bimo dan David.
" Alhamdulillah baik " Jawab Rahel
" Wah, primadonya kita kita udah pulkam nih " Sambung Guntur yang suka jahil.
" Apaan kamu Tur, mau aku tonjok " Ujar Jihan
" Heheh... canda bro! Sadis banget sih anak gadis orang ini " Ujar Guntur cengengesan.
" Udah udah nggak usah pada berantem. Ini aku bawain martabak buat kalian. Pasti pada laparkan? " Ucap Syafa
" Wah, tau banget kita lagi lapar ini. Syafa emang best " Puji Melda
" Giliran ada maunya aja baru muji sih Melda " Jawab David
" Iya bener tuh " Sambung Bimo
" Ah, udahlah aku laper nih! Nggak kelar kelar kalau nungguin kalian selesai berantem. Aku makan duluan " Ujar Claudia mengambil martabak.
" Stop " Teriak Rara
" Astaga, kenapa lagi Ra? " Ujar Claudia kesel
" Baca doa dulu baru makan! Selesai makan kerja lagi " Ujar Rara
" Siap bos " Ujar semuanya. Mereka makan dengan hikmat tanpa suara. Hingga tak terasa 3 porsi martabak spesial yang dibawa Syafa sudah habis tak tersisa.
" Alhamdulillah kenyang " Ujar Asya.
" Oke guys, karena udah selesai makan. Maka kita lanjutkan kembali kegiatan kita! Di masjid ini akan diadakan acara syukuran memperingati tahun baru islam. Jadi kita saling bahu membahu membersihkan masjid dan mempersiapkan semua keperluan untuk syukuran. Tapi tidak kalau urusan makanan ya! Ingat baik baik, untuk urusan makanan itu urusannya para pengurus masjid! Mengerti guys " Ujar Bimo yang dulunya adalah ketua IRM.
" Oke, siap komandan " Jawab semuanya.
" Dan berhubung adik adik Ikatan Remaja Masjid yang menjabat sekarang lagi pada sibuk menghadapi ujian, maka kita yang sedang tidak sibuk ini bisa bantu tugas mereka! " Sambung David.
" Wahid, Isnaini, salasa! Go "
Mereka pun mulai membersihkan masjid di bantu oleh dua orang marbot masjid.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Tidak terasa 3 jam mereka sudah selesai bertugas. Mereka sudah berkumpul di teras masjid sembari beristirahat dan bercanda ria. Mengenang masa masa mereka menjadi IRM. Hingga suara seseorang mengagetkan mereka.
" Assalamualaikum " Ujar seseorang. Sontak mereka semua menoleh.
" Waalaikumsalam " Jawab mereka semua
" Mas Rivan " Ujar Syafa, Rara dan Asya bersamaan
" Kalian kenal dia? " Tanya Bimo
" Hehehe.. iya kak, kebetulan mas Rivan ini beberapa kali jadi rekan kami waktu acara bakti sosial yang di adakan oleh anggota BEM seluruh Bandung dulu " Jawab Syafa. Memang Bimo dan Jihan lebih tua dua tahun dari mereka.
" Owh, gitu. Maaf masnya mau mampir buat sholat ya? " Tanya Rahel
" Nggak mbak, kebetulan saya diundang katanya ada acara syukuran tahun baru islam. Jadi saya datang, tapi sepertinya saya terlalu pagi " Jelas Rivan canggung
" Nggak usah canggung gitu mas, biasa ajalah! Lagian mereka ini pada asyik kalo diajak ngobrol! Ya kan guys? " Tanya Syafa.
" Iya mas Rivan santai ajalah " Sambung Asya
" Oke, mas Rivan duduk dulu disini biar Rara kenalin sama semuanya " Ujar Rara. Rivan akhirnya ikut duduk bersama mereka. Syafa menatap intens Rivan.
" Bukannya kemarin baju kokoh yang dibeli mas Rivan warnanya navy, kok ini jadi hijau daun ya! Apa mas Rivan cari ke cabang butik yang diluar kota. Tapi.. ah, itu kode produksi khusus butik Surabaya! Iya,aku baru ingat baju dengan kode produksi itu yang aku simpan dan udah aku kasih sama Ando. Atau jangan jangan... " Batin Syafa sembari terus memperhatikan merek baju Rivan.
" Syafa! " Panggil Guntur
" Eh, iya? " Tanya Syafa gelalapan
" Ngalamunin apaan sih? " Tanya Jihan
" Nggak ada kak! " Jawab Syafa.
" Attention please! Kenalin guys, ini mas Rivan. Usianya satu tahun lebih tua dari aku, Asya dan Syafa. Mas Rivan ini dulunya kuliah di Universitas Gajah Mada dan merupakan lulusan terbaik. Ia juga... " Penjelasan Rara terhenti karena seseorang menyahut
" Shutt, kamu mau kenalin mas Rivan atau mau buka lamaran kerja. Panjang banget penjelasannya " Sahut Asya. Mereka panggil aku-kamu kalo lagi ngumpul sama IRM ya. Biar lebih sopan katanya.
" Ihhh, Asya! Kan mereka belum kenal makanya mau dijelasin biar pada tahu " Jawab Rara
" Nggak sampai akar akarnya juga kali " Sambung Asya. Sedangkan Syafa sudah menahan tawa melihat kelakuan dua sahabatnya.
" Sudah²! Oke, ibu Rara Humaira Kusuma silahkan dilanjutkan penjelasannya " Ujar Syafa
" Emang aku udah ibu ibu apa " Kesal Rara
" Mau lanjut nggak nih " Ucap Guntur
" Ck, lanjutlah! " Ujar Rara
" Oke, mas Rivan ini teman teman kami. Ini yang paling bontot sekaligus paling ngeselin dan jahilnya minta ampun, namanya Guntur. Ini mantan ketua kita namanya kak Bimo usia dua tahun lebih tua dari kita kita. Ini kak Jihan mantan wakil ketua. Ini Claudia, Rahel, Melda dan David. Serta Asya dan ini primadona kita semua Syafa " Ujar Rara lagi seraya menunjuk satu per satu temannya.
" Hai, salam kenal semuanya. Saya Rivan "
" Iya salam kenal " Jawab semuanya.
" Guys, katanya ada yang lagi ta'aruf ya! Salah satu eh maksudnya salah dua dari kita kita? " Tanya Syafa
" Wah beneran? " Tanya David antusias
" Iya,aku liat di grup alumni! " Ujar Syafa. Sedangkan orang yang dibicarain sudah kesem sem sendiri.
" Oke oke, para hadirin kalau dilihat ini kayaknya... ehmmm " Ujar Rara sembari berpura pura berpikir.
" Kak Bimo dan kak Jihan " Tebak mereka semua lalu tertawa bersama.
" Hahahahaha.. "
" Bener kak? " Tanya Claudia. Bimo dan Jihan hanya mengangguk.
" Wah, selamat ya kak! Moga lancar sampai hari H " Ujar Syafa
" Makasih Fa " Jawab Jihan
" Jangan lupa undang kita kita nih kak, lumayanlah bisa makan enak " Canda Rahel
" Iya kak, biar tambah rame acaranya " Sambung Claudia.
" Oke, tenang aja! " Jawab Bimo
" Tur, kapan kamu nyusul? " Tanya David
" Iya nih, masa semua cewek kamu PHP in! " Sambung Melda
" Tenang bro, aku udah ada kandidatnya " Sahut Guntur santai
" What? Siapa? " Tanya Bimo
" Heheh.. orangnya baru pulang dari luar kota kak. Jadi aku nggak mau buru buru " Jawab Guntur
" Jangan bilang... " Ucap Asya tergantung
" Primadonanya kita! " Jawab Guntur dengan santai
" What? Kenapa jadi aku " Ujar Syafa
" Oh, ayolah honey! Aku cinta sama kamu. Will you marry me? " Ujar Guntur menatap Syafa
Deg..
" Kenapa sakit banget rasanya liat oranglain nyatain cintanya buat Syafa? Apa aku memang udah cinta sama dia? " Batin Rivan.
" Nggak! Syafa itu udah ada yang punya " Ujar Rara
" Hah? Siapa? " Tanya Rahel
" Adadeh! Yang pasti dia sedang menahan emosinya saat ini " Ujar Asya. Sontak mereka semua menoleh ke Rivan karena sedari tadi Rivan mengepalkan tangannya seolah hendak memukul Guntur.
" Kenapa? " Tanya Rivan. Mereka menggeleng.
" Hehe.. santai mas bro! Cuma bercanda kok. " Ucap Guntur.
" Makanya kalau bercanda itu jangan berlebihan Guntur " Ujar Asya. Mereka kembali bercerita bercanda ria. Seorang pria paruh baya menghampiri mereka.
" Fa, kamu janjian sama mas Rivan ya? " Tanya Melda
" Nggak ada! emang kenapa Mel? " Jawab Syafa bingung
" aku kira janjian pake baju couple. Liat aja baju kalian itu sama! " Jawab Melda. Sontak mereka semua menatap Syafa dan Rivan
" Iya yah, kok baru ngeh " Sambung Claudia
" Heheh.. kebetulan aja kok! Lagian aku juga nggak tahu kalau mas Rivan mau kesini " Jawab Syafa. Rivan mengangguk membenarkan ucapan Syafa.
" Hadeh! Dua sejoli ini kok kompak banget sih. Jadi iri abang dek " Keluh Guntur
" Somplak " Teriak semuanya.
" Assalamualaikum, maaf adek adek sebentar lagi acaranya mau mulai " Ujar pria itu
" Waalaikumsalam, iya pak. Terima kasih sudah mengingatkan. " Jawab Bimo
" Iya sama sama, sebaiknya kalian segera masuk masjid. Kita harus mengecek kembali persiapan untuk acara nanti. Jangan sampai ada yang terlupakan! Yasudah bapak duluan ya " Jelas si pria
" Baik pak " Bapak itu kembali masuk masjid.
" Okey, ladies and gentleman! Saatnya kita beraksi. Kita cek lagi persiapan didalam, setelah selesai kita bantu pengurus masjid mengurus makanan dan snack untuk para jama'ah " Ujar Bimo
" Lah? Bukannya untuk urusan makanan bukan tanggung jawab kita By " Sahut Jihan
" Memang bukan honey! Tapi apa salahnya kita bantu mereka " Jawab Bimo
" ehemm... honey dan byby sayang! Ingat belum halal kak " Ujar David
" Iya kak, nanti kalau udah sah baru boleh manggil gituan " Sambung Rara
" Kayak kamu nggak aja Ra " Ujar Claudia
" Emang nggak Clau " Sahut Rara
" Duh, udah udah kita masuk yuk! "
" Siap, iya komandan " Jawab semuanya.
" Rivan, masuklah! Didalam sudah kami gelar karpet untuk jama'ah yang hadir. Kamu bisa menunggu disana karena kami semua mau bantuin pengurus masjid " Ujar Bimo
" Ehmm.. kalau aku ikut boleh nggak kak? Lumayan bisa bantu bantu. Lagian nggak enak nunggu sendirian " Ujar Rivan
" Oke, terserah kamu saja! Makasih ya udah mau bantu " Ucap Bimo. Mereka membaur bersama para pengurus masjid. Beginilah tugas mereka, membantu mempersiapkan keperluan masjid. Terutama ketika hendak mengadakan acara seperti ini. Juga memberi contoh serta merangkul para remaja remaja untuk bersemangat menimbah ilmu dijalan Allah. Berkumpul untuk hal hal yang positif.
" Masyaallah! Bolehkah aku memintanya untuk menjadi pendampingku ya Robb " Batin Rivan tersenyum sembari melihat Syafa yang sedang membagi bagikan snack kepada para jama'ah seraya tersenyum tulus.
" Liatin apa hayo? " Ujar seseorang dari belakang sembari menepuk pelan bahu Rivan
" Allahuakbar " Kaget Rivan
" Syafa emang cantik! Tapi jangan dipandang terlalu lama. Takutnya zina mata " Ujar orang itu
" Kak Bimo! Eh, nggak kok aku nggak liatin Syafa " Jawab Rivan gelalapan
" Tanpa kamu bicarapun semua orang tahu kamu lagi perhatiin Syafa tadi. Aku tahu kamu suka sama Syafa kan? " Tanya Bimo sembari duduk disamping Rivan.
" Ah, nggak kok! " Ujar Rivan.
" Jika kamu benar mencintainya, maka segera halalkan dia! Jangan sampai kamu bawa dia kejalan yang sesat apalagi sampai berzina. Syafa itu wanita baik baik. Jagalah dia dengan baik, cintai dia layaknya kamu mencintai ibumu! Jika kamu tidak mencintai dia maka lepaskan dia. Jangan biarkan dia ragu dengan kamu yang mendekatinya tanpa sebuah kepastian. Ingat! Syafa tidak sendiri, aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri. Jika suatu saat kamu berani menyakitinya maka aku sendiri yang akan menghajarmu. Berjuanglah untuk cintamu Van. " Ujar Bimo seraya menepuk pelan bahu Rivan. Ia berdiri dan hendak kembali ketempat teman temannya berkumpul. Sementara Rivan masih termenung sembari memikirkan ucapan Bimo
" Kak Bimo benar! Aku harus perjuangin cintaku" Batin Rivan
" Kak Bimo! " Panggil Syafa
" Iya? "
" Kak, kayaknya kak Jihan kurang enak badan. Badannya sedikit panas, wajahnya juga sedikit pucat " Jelas Syafa
" Apa? Dimana Jihan sekarang? "
" Kak Jihan aku suruh istirahat di mobilku kak! Tolong kakak antar kak Jihan pulang saja, aku khawatir kak Jihan kenapa napa " Ujar Syafa
" Iya, kalau gitu kakak pinjem mobil kamu ya! Supaya bisa langsung nganter Jihan pulang. Kamu tahu sendiri Jihan itu susah dibilangin, dia pasti nggak mau pulang kalau nggak dipaksa. Jadi kalau pake mobil kamu bisa langsung tancap gas! " Ujar Bimo
" Hahah.. iya kak. Pakai aja, kuncinya ada didalam mobil " Ujar Syafa
" Makasih Fa, ini kamu bawa aja mobil kakak! Besok kakak antar mobil kamu ke butik " Ujar Bimo lagi
" Iya kak! Makasih " Jawab Syafa. Bimo pun pergi keparkiran.
" Mas Rivan aku duluan ya! Ada urusan " Pamit Syafa pada Rivan
" Iya, hati hati " Jawab Rivan. Syafa mengangguk.
" Guys, aku duluan ya! Sampai ketemu lagi nanti " Teriak Syafa
" Iya, hati hati dijalan Fa " Teriak Claudia dari arah lain
" Iya "
To be continued!!!
Hay, para readers dan sahabat onlineku!!
Aku mau ngucapin selamat tahun baru islam, 1 Muharram 1443 H buat para readers muslim muslimah seluruh dunia.
Semoga ditahun yang baru ini, banyak rencana hidup kita yang tertunda bisa terwujud, selalu diberi kesehatan dan *Semoga wabah covid 19 ini segera hilang dari muka bumi ini...
Happy new year 🎉🎉
1 Muharram 1443 H
Ttd*
Nanda Utamy
Btw ini part aku buat khusus tahun baru islam sampai 2000 kata lebih..
Oke, sampai jumpa lagi di next part para readers kesayangan 🙏