The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Dijodohkan???



Setelah Bimo dan Jihan pergi, Syafa juga bergegas pulang. Ia menaiki mobilnya dan segera melajukannya dengan kecepatan sedang menuju kerumahnya.


" Baru pulang kak? " Tanya Papa Rizky ketika melihat sang anak masuk kedalam rumah.


" Iya pa. Rara sama Asya ngajak jalan tadi " Jawab Syafa. Papa Rizky mengangguk.


" Istirahatlah! Usai makan malam ada yang ingin papa bicarakan " Ujar papa Rizky terdengar sangat serius.


" Ada apa pa? " Tanya Syafa heran. Papa Rizky hanya tersenyum seraya mengelus pelan kepala Syafa yang tertutup hijab dan berlalu begitu saja.


" Ada apa sih sebenarnya? " Gumam Syafa. Ia lantas beranjak dan masuk kedalam kamarnya.


-_-


Malam Harinya..


19.45 WIB


Papa Rizky, Mama Lesty, Syafa, dan Aleta duduk santai di ruang keluarga.


" Pa? " Panggil Syafa. Ia sangat penasaran dengan apa yang ingin papanya bicarakan. Papa Rizky menoleh, tentu ia tahu kenapa Syafa memanggilnya.


" Ehmm.. sebenarnya apa yang ingin papa katakan? " Tanya Syafa terlihat ragu. Papa Rizky menghelah napasnya pelan. Ia menoleh kearah sang istri. Mama Lesty terlihat mengaggukkan kepalanya, memberi isyarat supaya papa Rizky buka suara.


" Kak! sebelumnya papa mau tanya, apa kakak mencintai seorang pria? " Tanya papa Rizky dengan hati hati. Syafa terhenyak, sejak kapan papanya mengurusi hal demikian. Dan untuk apa bertanya seperti itu?! Berbagai spekulasi muncul dibenak Syafa.


" Ke..kenapa papa tiba tiba nanya kek gitu? Apa kakak berbuat salah pa? " Tanya Syafa balik. Papa Rizky menggeleng.


" Jawab saja dulu kak " Ujar papa Rizky kemudian. Syafa tampak ragu, dan pada akhirnya ia menggeleng.


" Nggak ada pa " Lirih Syafa. Papa Rizky tersenyum seraya menatap sang anak. Ia harus berhati hati untuk menyampaikan hal ini. Jangan sampai Syafa mengambil keputusan yang terburu buru karena marah nantinya.


" Ehmm.. kak! Sebenarnya.. papa punya kenalan, anaknya sahabat papa. Namanya Ando. Dia pria yang baik dan juga bijaksana. Selain itu dia juga soleh " Jelas papa Rizky. Syafa mulai merasa tak nyaman. Papa Rizky menceritakan segala kelebihan yang dimiliki seorang pria asing. Untuk apa?


" Maksud papa? " Tanya Syafa tidak sabaran.


" Papa berniat mengenalkanmu padanya kak. Siapa tahu cocok kan? " Sahut mama Lesty dengan nada bercanda. Syafa semakin bingung. Apa yang sebenarnya ingin disampaikan kedua orangtuanya? Kenapa jadi berbelit belit seperti ini?!


" Langsung pada intinya saja pa, ma! Syafa nggak ngerti " Ujar Syafa. Sebagai seorang pengusaha muda, tentu Syafa tidak suka dengan hal yang bertele-tele.


" Kak, papa dan om Andra berniat menyatukan keluarga kita. Berhubung ketiga kakakmu sudah memiliki pendamping masing masing, jadi.. ehmm.. papa ber..niat menjodohkanmu dengan Ando. Di-- "


" Apa?? Dijodohkan pa? " Pekik Syafa memotong pembicaraan papanya. Syafa bahkan langsung berdiri saking kagetnya.


" Kak, tenangkan dirimu! Duduk dulu, papa belum selesai bicara " Tegur mama Lesty. Syafa menggeleng. Air matanya mengalir tanpa permisi. Kecewa! Iya, dia kecewa dengan papa dan mamanya yang memutuskan sesuatu secara sepihak.


" Kak! Papa nggak maksain kakak buat terima perjodohan ini. Papa minta kakak ketemu dulu sama Ando. Pendekatan aja dulu, jalani sebagaimana mestinya. Kalau memang kalian cocok, maka hubungannya bisa dilanjutkan. Tapi kalau kalian nggak cocok, dibatalkan. Semua ada ditangan kalian. Papa nggak akan maksa nak. " Ujar papa Rizky seraya berdiri mendekati Syafa dan hendak memeluk putrinya itu. Namun lebih dulu Syafa menghindar. Hal itu membuat papa Rizky sedikit bersedih.


" Kalian egois! Abang, Aak, Mas semuanya bebas memilih pasangan hidup mereka. Tapi Syafa?? Kenapa Syafa juga nggak dapetin hak yang sama? Kenapa hanya Syafa yang ingin kalian jodohkan? Apa karena Syafa anak perempuan??? Kalian hanya memikirkan perasaan kalian tanpa peduli dengan perasaan Syafa. Kalian hanya memikirkan supaya terjalin hubungan antara kalian dengan sahabat kalian itu. Jahattt!.. hiks.. hiks.. " Syafa menjatuhkan tubuhnya di sofa. Ia memeluk bantal sofa menutupi wajahnya yang berlinangan air mata. Sungguh ia tak bisa menerima ini. Mungkin jika papa dan mamanya punya permintaan lain, dengan cepat Syafa pasti akan mengabulkannya. Tapi jika menyangkut pernikahan,bukanlah hal yang sepeleh. Ini menyangkut masa depannya. Aleta yang melihat itu segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya karena ia merasa ini adalah masalah pribadi Syafa.


" Kenapa harus Syafa ma? Kenapa?? " Kesal Syafa dengan suara tertahan. Bagaimanapun ia tak mau meninggikan suaranya dihadapan kedua orangtuanya. Mama Lesty menarik Syafa kedalam pelukannya. Syafa terlihat memberontak, tetapi mama Lesty terus memaksa hingga membuat Syafa tenang.


" Kak, mama minta maaf jika keputusan mama dan papa membuatmu bersedih. Mama hanya ingin yang terbaik untuk anak anak mama. Mama berniat menjodohkanmu dengan nak Ando karena mama merasa dia yang terbaik untukmu nak. Dia pria yang sopan, baik dan juga soleh nak. Cobalah untuk mengenalnya dulu ya nak " Ujar mama Lesty dengan lembut seraya mengelus rambut anaknya dengan kasih.


" Nggak ma!! Syafa nggak mau, Syafa bahkan nggak kenal siapa itu Ando. Syafa hanya mau menikah dengan orang yang mencintai dan dicintai Syafa. Bukan dijodohkan apalagi dengan seribu keterpaksaan " Ujar Syafa tegas.


" Syafa!! " Tegur Papa Rizky


" Bukankah papa sendiri yang bilang kalau Syafa berhak menentukan hidup Syafa sendiri. Maaf pa, permintaan papa yang ini nggak bisa Syafa penuhi " Tegas Syafa kembali seraya menyeka air matanya dengan kasar.


" Syafa mengertilah, ini demi kebaikan kamu " Sahut papa Rizky dengan suara yang sudah mulai meninggi


" Kebaikan yang mana pa? Yang ada Syafa nggak ikhlas menjalaninya nanti, karena hanya terpaksa " Jawab Syafa.


" Berani kamu membantah ucapan papa? " Habis sudah kesabaran papa Rizky. Syafa terkejut, baru kali ini ia melihat sang papa yang sepertinya sangat marah.


" Sabar pa " Lirih Mama Lesty


" Hiks.. pa!! S.. Sya fa permisi " Lirih Syafa seraya pergi begitu saja


" Syafa!! papa belum selesai bicara " Teriak Papa Rizky. Mama Lesty mengelus pelan lengan papa Rizky, berusaha menenangkan suaminya.


" Sabar mas, jangan terlalu keras dengan Syafa" Ujar mama Lesty.


Tak lama Syafa kembali turun dari kamarnya masih dengan penampilan yang sedikit kacau. Tetapi ia sudah mengenakan hijab dan menggendong sebuah tas ransel kecil. Sedikit ragu ia melangkahkan kakinya mendekati papa dan mamanya yang masih berada diruang keluarga.


" Mau kemana kamu? " Tanya Papa Rizky


" Pa, Ma! Syafa pamit. Syafa butuh waktu sendiri " Lirih Syafa menunduk


" Kamu mau kemana malam malam begini kak?" Tanya Mama Lesty


" Syafa hanya butuh waktu sendiri ma. " Ujar Syafa.


" Pergilah! Tapi ingat tetap jaga kehormatanmu sebagai seorang wanita " Ujar papa Rizky. Syafa mengagguk.


" Minta pak Heru mengantarmu nak " Ucap Mama Lesty. Syafa menggeleng.


" Nggak perlu ma, Syafa nggak jauh kok. " Ujar Syafa. Ia mencium tangan kedua orangtuanya dan perlahan beranjak dari ruang keluarga itu.


" Assalamualaikum " Lirihnya


" Waalaikumsalam " Jawab kedua orangtuanya. Jujur tidak hanya mama Lesty, papa Rizky juga sebenarnya khawatir dengan Syafa yang keluar malam malam begitu. Tapi, apa boleh buat! Syafa juga tak berani pergi jauh, paling dia menenangkan diri di rumah aak atau nggak di rumah masnya, pikir Papa Rizky. Diam diam ia menyuruh bodyguard nya mengikuti Syafa, memastikan keamanan putri sulungnya itu.


To be continued!!!