
Hasna dan Ikhsan hanya menggelengkan kepala melihat kekonyolan sang orangtuanya. Namun tetap terselip bahagia diantara mereka.
Mama : " Iyaaaa, bahkan berani-beraninya ayah kalian melontarkan pepatah konyol kakek kalian, hmmm itu loh nak, kira-kira begini pepatahnya : CINTA ITU BAGAI KENTUT. JIKA DITAHAN BIKIN SAKIT PERUT, NAMUN JIKA DIKELUARKAN BIKIN RIBUT... Hahahahhaha "
Sontak saja kalimat terakhir mama membuat Hasna dan Ikhsan tak kuasa menahan rasa geli bercampur lucu sampai tak henti mereka tertawa terbahak-bahak.
Cerita mama dan ayahnya itu masih terngiang di telinga Ikhsan. Betapa tidak, hal itu memberikannya inspirasi untuk memperjuangkan cintanya. Ya, Ikhsan yakin, ini cinta. The perfection of love, kesempurnaan cinta.
Lalu kapan waktu yang tepat untuk menemui gadis itu, Safira, ya Safira namanya.
Eumm, Ikhsan mulai mengambil sebuah benda pipih alias smartphone nya itu. Kemudian ia mengetikkan pesan buat seseorang. Hasna, ya cuma Hasna yang saat ini bisa membantunya untuk mendekati Safira. Tapi Ikhsan berpikir keras supaya Hasna gak curiga. Kalo dia tau, hadeuh bisa ribet urusannya!
Chat WhatsApp
Ikhsan : Ping π
Hasna : Ngapa bang jelek π
Ikhsan : Besok ada jadwal karate gak?
Hasna : Ada, ngapa sih? kepo π
Ikhsan : Abang anter jemput yaa π
Hasna : Ummm, mau pake ojol aja bangπ
( Ikhsan mulai salah tingkah )
Ikhsan : *sedang mengetik*
Hasna : Kasian babang ojol butuh orderan biar dapet poin dan duit buat anak bininya π
'Waduuh, gimana yah ngeluluhin cewek tangguh ini?' Gumam Ikhsan. Ahhaaa, Ikhsan ada ide.
Ikhsan : Ya udah pesen ojol aja, pulang pergi, nanti Abang yang bayarin ojolnya, tetep dia ambil orderannya nah Hasna tetep jalan sama Abang yaa? Gimana? π
Hasna : *sedang mengetik*
Ikhsan : Nanti Abang kasih ongkos lebih deh, bonus buat babang ojolnya πΉ
(Hasna berpikir keras. Ada apa yaa si Abang Ikhsan ini kok tumben ngebet amat kepengen anterin ngarate?? Tapi ya sudahlah, Hasna gak mau ambil pusing. Lagian nasib babang ojol juga untung kok, Hasna juga happy dianter bang Ikhsan)
Hasna : iye iyee deh, tidur sonoh bang, jangan ngiler π
Hasna : sini aku pentung π
Obrolan via chat WhatsApp pun sudah berakhir. Meninggalkan senyum sumringah di wajah Ikhsan. 'Safira, wait me come' Gumamnya.
Ada desiran aneh dihati Ikhsan jika mengingat Safira. Mungkinkah itu cinta? Ya, betul kata ayah, cinta itu bagai kentut, bila ditahan bikin sakit perut dan bila dikeluarkan bikin ribut.
Ikhsan berusaha memilin bulu matanya. Tapi anehnya belum ada rasa kantuk yang menyerangnya. Ikhsan memutuskan untuk sholat istikharah dan dilanjutkan membaca Alquran, untuk meminta kekuatan hati dan keyakinan dari Allah sang maha pencipta, semoga keputusannya tidak keliru dan diridhoi Allah SWT.
Rumah Safira
Nun di sudut bumi lain, rumah Safira yang tadinya ramai oleh canda tawa keluarga itu, sudah terlihat sepi. Karena mommy dan daddy nya sudah masuk kamar dan beristirahat. Begitupun Safira, ia sudah masuk kamar sedari tadi, namun matanya enggan terpejam meskipun sudah menjatuhkan diri di tempat tidur dan berusaha untuk tertidur tapi percuma, ia belum mampu melupakan cerita sang Daddy yang mengisahkan pertemuan nya dengan sang wanita pujaan hatinya itu.
'Hmm, mungkinkah aku bisa bertemu lagi dengan lelaki penyelamat itu?'
'Tapi khan dia sudah punya kekasih?'
'Toh aku sudah lihat pakai mata kepalaku sendiri, bagaimana mereka begitu mesra?'
Entahlah, perang batin itu menambah kekisruhan di hati Safira.
Lalu ia memutuskan untuk sholat istikharah dan membaca beberapa ayat suci Alquran. Ia beranjak dari tempat tidur dan menuju pintu kamar mandi yang memang letaknya ada didalam kamar tidurnya.
Safira mulai mengenakan mukena dan berusaha untuk khusyu' melantunkan lafadz Allah dan bacaan sholat yang sedari kecil diajari Bi Eylah karena memang mommy Safira adalah seorang mualaf, tadinya mommy Safira non muslim. Karena menikah dengan Daddy, Alhamdulillah mommy memutuskan untuk memeluk agama Islam dan menjadi mualaf.
Catatan Cinta Ikhsan dan Safira
Allah sebaik-baik penolong. Allah sebaik-baik pengatur skenario kehidupan manusia. Allah sebaik-baik pelindung. Jika ingin didekatkan dengan jodoh penyejuk hati, maka dekatilah dulu sang maha pencipta hati dan pembolak-balik hati manusia. Sebut namanya dalam doa, niscaya Allah mempermudah jalan kita dalam menemukan cinta sejati.
POV Ikhsan
Ya Allah, jika memang dia jodohku, maka dekatkanlah. Jika ia bukan yang terbaik untukku, maka lapangkanlah hatiku untuk menerimanya.
POV Safira
Ya Allah, jika memang dia jodohku, maka dekatkanlah. Namun jika lelaki penyelamat itu sudah memiliki pasangan, biarkan hatiku ikhlas untuk melihat kebahagiaannya.
Sebut dia dalam doamu. Maka Allah akan memberikanmu kejutan. Kejutan indah bagi yang bersabar dan beramal soleh.
Catatan hati author : Anak-anak, bapak ibu, nini aki, encang encing, enyak babeh, paman bibi, om Tante, yang sudah baca, tinggalkan jejak yaa, berupa like, coment dan view nya, ini sudah mau ending. Mohon dukung author dengan jejak kalian yaa.
Terima kasih.