
Keesokan paginya..
Syafa duduk di bangku kebesarannya. Ia bersandar seraya melamun. Raganya memang disini, namun pikirannya melayang entah kemana.
" Assalamualaikum, Syafa!! " Teriak seseorang masuk kedalam ruangannya membuat Syafa tersentak kaget.
" W.. Waalaikumsalam " Jawabnya. Ia memutar kursi kebesarannya kembali menghadap meja kerjanya.
" Mikirin apa Fa? Udah dua kali aku panggil tapi kamunya nggak respon " Ujar pria itu seraya duduk di kursi didepan meja kerja Syafa.
" Nggak ada, cuma pusing aja. Ngapain kamu kesini Ken? " Tanya Syafa balik. Kenan mengerutkan dahinya.
" Aku mau ngater ini, berkas kerja sama kamu dengan perusahaan papi. Tadinya aku mau nitip sama bu Zeina, tapi bu Zeina bilang kamu udah balik. Makanya langsung kekamu aja! " Ujar Kenan.
" Tumben kamu pulang awal, biasanya juga telat dua tiga hari " Sambung Kenan lagi. Tidak biasanya Syafa mempercepat kepulangannya ke Surabaya jika sudah berada di Bandung. Paling tidak ia akan pulang setelah dua atau tiga hari dari jadwal yang sudah ia tentukan.
" Sengaja! "
" Hah? " Kenan menatap Syafa dengan tatapan penuh tanya. Tidak bisa dipercaya!
" Ada masalah? " Tanya Kenan lagi. Syafa mengangguk pelan. Percuma ia tutup tutupi, Kenan akan tetap tahu juga nanti.
" Aku dijodohkan oleh papa " Lirih Syafa.
" Apa?? " Pekik Kenan tak menyangka. Ia tak percaya, papanya Syafa yang sangat menyayangi anak perempuannya itu tiba tiba menjodohkannya. Ada apa ini?
" Hemm.. aku marah sama papa. Bahkan malam itu aku langsung pergi kerumah mas Dafa. Aku menginap disana. Dan kemarin aku putuskan untuk kembali ke Surabaya. Beruntung bang Raka juga sedang ada tugas disini, jadi aku berangkat bersamanya " Jelas Syafa. Daritadi Syafa sama sekali tak menampakkan senyumannya, ia hanya murung. Sangat terlihat sedih membuat Kenan juga ikut sedih. Ia tidak memiliki saudara, itu sebabnya ia sangat senang saat bertemu Syafa. Syafa juga menganggapnya kakak membuat Kenan juga sudah menganggap Syafa seperti adiknya sendiri. Ada rasa sedih saat melihat wajah perempuan yang ia anggap adiknya itu murung.
" Kau tahu, pria yang berhasil memilikimu adalah pria yang beruntung Fa. Dan aku yakin, papamu tak akan memberikan kesempatan itu pada sembarang pria. Yakinlah pada pilihan orangtuamu. Lagipula kamu nggak punya pacarkan? Jadi apa yang kamu pertimbangkan?" Tutur Kenan setengah menggoda membuat wajah Syafa memerah bak kepiting rebus.
" Lalu gimana dengan hatiku? Apa aku bisa menerimanya begitu saja? Aku takut kami akan saling tersakiti karena terikat pernikahan yang tidak didasari cinta " Ujar Syafa lagi. Kenan menghela napasnya. Benar! Syafa benar, tidak sedikit pula pernikahan seperti itu harus kandas ditengah jalan.
" Waktu akan menjawabnya Fa. Kamu hanya perlu meyakinkan dirimu. Jika kamu siap maka lanjutkan, tapi jika kamu ragu lebih baik mundur" Jawab Kenan pada akhirnya. Syafa mengagguk. Ia juga sudah melakukan sholat istikharah dua malam ini. Namun sepertinya tuhan belum memberi petunjuk.
" Jangan terlalu dipikirkan! Oiya.. aku belum sarapan tadi, bisa temani aku sarapan Fa. Dikafe seberang! " Ajak Kenan.
" Tapi aku sudah sarapan tadi " Cicit Syafa. Ia malas sebenarnya. Syafa hanya ingin sendiri, menenangkan pikirannya.
" Ayolah!! Nggak enak makan sendiri " Ujar Kenan dengan wajah memelas.
" Makanya cari istri " Celetuk Syafa membuat Kenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Lagi usaha Fa, tapi belum nemu " Ujar Kenan asal.
" Ayolah, temani ya!! "
" Ck, iya² " Syafa beranjak dari duduknya dan mengambil tas tangannya dan juga handphonenya kemudian ia mengikuti Kenan yang sudah lebih dulu keluar. Mereka berjalan menuju kafe yang tak jauh dari butik Syafa. Hanya perlu menyembrangi jalan saja. Mereka memilih duduk disalah satu tempat yang berdekatan dengan jendela.
" Mau pesen apa? " Tanya Kenan pada Syafa.
" Aku lemon tea aja deh, biar pikiran fresh " Ucap Syafa asal.
...****...
09.00 WIB
Kota Surabaya 💖
Seorang pria muda dengan jas navy yang melekat di tubuh atletisnya berjalan tergesa gesa masuk kedalam sebuah kafe. Ia duduk disalah satu meja yang kosong.
" Mereka belum sampai? " Tanya pria itu pada pria muda disampingnya. Pria itu mengangguk.
" Belum tuan, sepertinya mereka terjebak macet" Jawab pria itu menundukkan kepala.
" Kenapa bisa terlambat! Aku bahkan langsung menuju kesini karena menghormati mereka. Tapi mereka sama sekali tak menghargaiku. Ini bahkan mundur 30 menit dari perjanjian awla " Omelnya seraya menatap jam tangan mewah yang melekat di tangan kirinya. Setelah mendapat telpon dari kliennya yang mengajak bertemu di Surabaya karena kliennya berada disini, dia langsung berangkat selepas isya. Dan baru sampai di Surabaya pukul 5 pagi. Beruntung ada asistennya yang menemani sehingga ia bisa sedikit beristirahat di mobil.
" Fa, emang pernikahan impian kamu kayak mana? " Terdengar suara seorang pria ditelinganya seperti bertanya pada seorang wanita. Ia tak terlalu memperdulikan.
" Apa urusannya sama kamu? " Jawab wanita didepannya membuatnya mengalihkan pandangannya.
" Syafa?? " Batinnya. Ia menoleh cepat, benar! Wanita yang sedang mengobrol bersama pria itu adalah Syafa. Ia jadi tertarik untuk menyimak percakapan mereka.
" Bilang aja, pokoknya aku mau bantu persiapannya aja nanti. Dimana tanggung jawab aku sebagai lelaki coba? Masa iya aku biarin kamu beresin urusan pernikahan kamu sendirian. Apalagi kakak sepupuku punya perusahaan EO " Ujar pria itu seraya tersenyum.
" Emang udah pasti, aku terima aja belum " Jawab Syafa dengan nada ketus.
" Terima dong! Allah itu maha adil. Apalagi tampan kayak aku " Pria itu kembali bercanda seraya memakan makanan didepannya.
" Yakinkan dirimu, aku atau siapapun nggak akan maksain kamu kok. Tenang aja, aku dukung kamu sebagai sahabat dan kakak laki laki kamu Fa. Atau calon suami aja?? " Ujar pria itu menatap Syafa yang sedang meminum minuman yang dipesannya.
" Calon suami? Benarkah dia pria itu? Pria yang dijodohkan dengannya? " Batin Pria itu menatap sendu Syafa. Ada perasaan sedih dihatinya, namun tak ada yang bisa dilakukan selain mengikhlaskannya.
" Apaan sih " Syafa terlihat tersenyum malu. Pria itu berhasil membuat moodnya yang kacau kembali membaik.
" Iya, aku juga sedang berusaha membuka hati. Makasih Ken! Kamu selalu ada untukku, kamu selalu ngertiin aku " Sambung Syafa tulus.
" Sudah tugasku. Kamu jangan khawatir! Sebagai ka... "
" Selamat pagi tuan Rivan, tuan Leo! Maaf kami terjebak macet jadi terlambat " Ujar klien pria itu membuatnya tak mendengar lagi kelanjutan pembicaraan Syafa dan laki laki yang diyakininya adalah pria yang dijodohkan dengan Syafa.
" Anda terlambat 35 menit tuan, Keterlaluan " Sarkas Rivan dengan tajam.
" Maaf! Kami tidak akan mengulangi lagi "
" Mulai saja meetingnya Leo " Titahnya. Leo mengagguk. Ia mulai membuka berkas dan mendiskusikan kerjasama mereka.
To be continued!!!