The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Kekesalan Celine



Rivan segera menyelesaikan pembayarannya. Setelah itu ia menyusul Syafa dan Aleta yang lebih dulu keluar dari supermarket itu, tanpa memperdulikan Celine yang terus memanggilnya.


" Syafa, Aleta tunggu " Teriak Rivan saat melihat Syafa dan Aleta hendak naik mobil.


" Ih, kak Rivan nggak perlu teriak teriak gitu kali. Ini tuh di supermarket bukan hutan " Sahut Aleta terkekeh.


" Heheh.. maaf. Terlalu semangat soalnya " Jawab Rivan.


" Iya deh iya. Yang udah sekian lama nggak ketemu " Goda Aleta melihat Rivan dan Syafa bergantian.


" Apaan sih dek, masuk mobil sana. Kita pulang, ntar mas Dafa marah lagi " Ujar Syafa


" Makasih ya mas Rivan bantuannya. Insyaallah aku ganti nanti ya " Sambung Syafa.


" Iya sama sama. Ehmm.. kalau boleh biar aku aja yang anter pulang. Minta pak sopirnya duluan aja " Ujar Rivan


" Hemmm...boleh tuh " Jawab Aleta.


" Come on " Teriak Aleta. Aleta segera menyuruh sopirnya duluan. Awalnya sopir itu menolak. Namun karena Aleta terus memohon dan Syafa juga ikut meyakinkannya, akhirnya sopir itu mau pulang duluan. Tapi tidak dengan empat bodyguard mereka.


" Sir, Wait " Teriak Celine saat melihat Rivan hendak naik mobil bersama dua gadis muda yang berpakaian serba tertutup. Ia pun berlari menuju kemobil Rivan.


" Kak Rivan, Ini pacarnya ya? Kok penampilannya kayak ondel ondel gini sih " Ujar Aleta cekikikan. Sontak membuat Rivan dan Syafa tertawa.


" Hahahahh "


" Bukan dia sekretarisku, namanya Celine " Jawab Rivan


" oh, just a secretary it turns out ( Oh, ternyata hanya seorang sekretaris) " Ujar Aleta sengaja menggunakan bahasa Inggris karena ia tahu Celina tak mengerti bahasa Indonesia.


" none of your business ( Bukan urusanmu ) " Ketus Celine


" Of course it's my business, because your boss is my future brother-in-law, Miss Celine ( tentu jadi urusanku, karena bosmu ini adalah calon kakak ipar saya nona Celine) " Ujar Aleta penuh penekanan. Sontak membuat Syafa dan Rivan membelalakkan matanya.


" Kalau ngomong tuh jangan sembarang dek " Tegur Syafa mencubit lengan sang adik.


" Aww, sakit tahu kak. Biarin aja lagian nih cewek ondel ondel ganjen banget sama kak Rivan. " Ujar Aleta


" What? future brother-in-law? (apa? calon kakak ipar?) " Pekik Celine.


" Yes, Of course " Jawab Aleta tersenyum sinis kearah Celine yang sudah merasa kesal.


" Udah udah, ayo aku anter kalian pulang " Ujar Rivan


" Iya kak " Jawan Aleta.


" Celine, I'm sorry I have to drive my friend home. You go home by taxi (celine, maaf saya harus mengantar teman saya pulang. Kau pulanglah menggunakan taksi) " Ujar Rivan


" No Sir. I'll go with you sir (Tidak tuan, Saya ikut denganmu saja ) " Ujar Celine


" shameless secretary ( Sekretaris tak tahu malu ) " Gumam Aleta namun masih didengar semuanya


" Aleta Alfiana Ferdian " Tegur Syafa


" Yah maaf kak, abisnya aku kesel sama ondel ondel ini " Ujar Aleta


" Yaudah, kita pulang sekarang " Ujar Syafa yang dibalas anggukan oleh Rivan dan juga Aleta.


" Celine, take a taxi home ( Celine, pulanglah naik taksi ) " Titah Rivan


" But Sir... "


" Udah biarin aja dia bareng kita mas. Lagian mas Rivan tadi perginya bareng dia kan " Ujar Syafa menengahi.


" Hemm.. yaudah iya deh " Balas Rivan dengan malas.


" Come on up, Celine " Ujar Rivan


" Thanks Sir " Celine hendak duduk dibangku depan namun segera dicegah Aleta.


" If you want to come sit in the back.The front seat is specifically for his future wife, Mr. Rivan! ( kalau mau ikut duduk di belakang. Kursi depan khusus untuk calon istrinya tuan Rivan) " Ujar Aleta menarik tangan Celine dan mendudukannya dikursi belakang.


" Damn " Umpatnya


" Ada ada aja kamu Leta " Ucap Syafa geleng geleng kepala. Ia masuk kedalam mobil dan duduk di samping kemudi. Disusul Rivan yang mengemudikan mobilnya.


" Oiya, alamat rumah kalian dimana ya? " Tanya Rivan sembari fokus menyetir.


" Ehhmm.. itu dijalan.. jalan.. Aduh jalan apaan sih, Apartemen kami itu yang ada didekat danau Ontario itu loh kak " Jawab Aleta sembari mengingat ingat.


" Jalan Kingston no.112 mas Rivan " Sambung Syafa.


" Nah iya, jalannya raja Ston " Jawab Aleta terkekeh membuat semua yang ada didalam mobil tertawa kecuali Celine.


" Emang ada raja Ston di Kanada? " Tanya Syafa


" Nggak tahu, mungkin aja ada Fa " Sambung Rivan.


" Ada dong kak, kan nama jalannya aja Kingston. Sedangkan King artinya raja kan? " Jawab Aleta.


" Hahahha "


°°°°°°°°°°°°°°°


Ferd Arethan Appartement


Sesampainya di lokasi tujuan, Rivan segera memarkirkan mobilnya dibasement. Kemudian mereka semua turun.


" Mampir dulu mas " Ajak Syafa


" Boleh " Jawab Rivan


" Sir, I think we should go home now! (Tuan, saya rasa sebaiknya kita pulang sekarang ) " Ujar Celine


" if you want to go home, then go home first because I will stop by their apartment first (jika kau ingin pulang, maka pulanglah lebih dulu karena saya akan mampir ke apartemen mereka dulu) " Jawab Rivan melangkah masuk bersama dengan Syafa dan Aleta. Dengan sangat terpaksa Celine mengikuti bosnya.


Saat akan membuka pintu, ternyata pintu itu lebih dulu.


" Mas " Ujar Syafa dan Aleta bersamaan.


" Lama banget kalian, izinnya cuma sebentar tadi " Balas Dafa. Ia melihat seorang pria dan seorang wanita datang dari arah belakang menyusul Syafa dan Aleta.


" Hehhe.. maaf mas aku ketinggalan dompet tadi " Jawab Syafa


" Pantesan tadi mas liat dompet kamu dimeja depan " Jawab Dafa sedangkan Syafa hanya menyengir.


" Mas, kenalin ini mas Rivan temen aku dan mas Rivan kenalin ini mas Dafa kakakku yang ketiga " Ujar Syafa saat melihat Dafa menatap intens Rivan


" Owh, yang sering bantuin kamu itu " Jawab Dafa


" Iya "


" Rivan, mas " Ujar Rivan mengulurkan tangannya.


" Dafa " Balas Dafa menyambur uluran tangan Rivan.


" Dan dia? " Tanya Dafa menunjuk Celine


" Wanita ondel ondel ini sekretarisnya mas Rivan " Ujar Aleta membuat Dafa menatap tajam adiknya itu


" Nggak boleh ngomong sembarangan dek " Jawab Dafa membuat Aleta menundukkan kepalanya.


" Yaudah mas pergi dulu "


" Mau kemana mas? " Tanya Syafa


" Ada pelatihan dokter, yaudah mas pergi sekarang " Jawab Dafa


" Iya hati hati mas " Dafa mengangguk. Ia segera keluar dan turun ke lantai pertama.


" Ayo masuk " Ujar Syafa.


°°°°°°°°°


" Aunt Etta " Panggil Syafa


" Nona " Jawab Nina.


" Loh, Nina kamu nggak kuliah? " Tanya Syafa melihat Nina.


" Tidak nona, Kebetulan hari ini saya tidak ada mata kuliah " Jawab Nina


" Yaudah, tolong kamu letakkan ini dan susun ditempatnya masing masing. Bilangin sama aunt Etta supaya nggak usah masak. Biar saya saja " Ujar Syafa memberikan belanjaannya pada Nina


" Baik nona "


" Oiya tolong bawakan minuman untuk tamu saya " Sambung Syafa


" Baik nona " Jawab Nina segera berlalu.


" Kalian disini bentar ya. Aku mau bersihin badan dulu abis itu masak biar kita makan disini aja " Ujar Syafa


" Okedeh, udah lama aku nggak makan makanan Indonesia " Jawab Rivan.









To be continued!!